
Nama yang dulu membuat hati Nayla hancur kini kembali ia dengar di hidupnya. Nama tersebut adalah nama yang cukup familiar ditelinga wanita berjilbab hijau yang kini tengah diam membeku layaknya sebuah kayu.
"Cl...Clara" ucap Nayla dengan bergetar.
Ya, tak dapat dipungkiri jika hati Nayla masih trauma dengan sosok wanita bernama tersebut. Bukan ia membenci semua wanita bernama Clara, hanya saja ia tak siap mendengar kelanjutan cerita Hamdi tentang gadis yang kini telah menjebak calon adik iparnya.
"Ya Nay, dia adalah Clara. Kumohon bantu aku menjelaskan semua ini pada Zidan dan Siska, Nay. Aku benar benar takut mereka salah paham dan mengira aku adalah pria yang tidak tidak. Aku bersumpah dengan nama tuhan jika aku tak seperti yang kau bayangkan" Hamdi menundukkan kepala sebagai tanda keputus asaan.
Ia tak tahu harus berkata apa nanti pada Siska supaya dia tetap menjalankan pernikahannya dengan Hamdi dan tetap menerima semua kenyataan bahwa dirinya telah tidur dengan wanita lain sebelum dengan Siska.
__ADS_1
Hamdi bahkan sadar bahwa mungkin kesalahan serta kecerobohannya kali ini benar benar fatal. Dan jika sampai Zidan pun ikut tak percaya padanya, maka Zidan mungkin akan memusuhinya dan juga membenci Hamdi karena telah mempermainkan perasaan adiknya.
"Kau tahu aku kan Nay. Kau percaya padaku kan Nay. Semalam saat aku akan pergi kebandara, tiba tiba saja orang suruhan jala**ng itu memukul belakang kepalaku. Aku tak ingat apapun saya itu, hingga yang ku ingat adalah pagi tadi ku bangun dalam keadaan tak memakai baju dan di atas ranjang hotel. Aku tak ingat telah melakukan apa dengan wanita mura**n itu. Tapi aku yakin seratus persen bahwa kami tak melakukan apapun sebab celanaku masih terpasang rapih Nay"
Binar mata Hamdi kini tampak begitu mengiba. Pria yang tangguh dan dingin itu terlihat sangat sedih dan bingung.
"Ak..aku pun tak tahu harus berbuat apa Ham. Aku akan mencoba mengatakan semua ini pada Zidan agar percaya sebab aku benar benar percaya padamu. Aku memang tak mengenalmu lama Ham, tapi aku yakin kau adalah pria yang tulus mencintai Siska dan tak ingin membuatnya kecewa. Dan satu lagi Ham, boleh aku lihat wanita yang bernama Clara itu, siapa tahu dia adalah wanita yang sama, yang dulu pernah membuat rumah tanggaku hancur"
Hamdi mencoba mengingat ngingat sesuatu tentang wanita yang berhasil menjebaknya semalam. Hamdi tak ingat benar dengan wanita itu yang ia ingat hanya wanita itu cukup tinggi dan kurus dengan tahi lalat di kening bagian sampingnya. Selain itu Hamdi pun hanya tahu wanita itu telah memiliki seorang anak yang bisa di perkirakan berusia antara dua sampai tiga tahun.
__ADS_1
'Aku tak ingat benar degan dia Nay. Yang ku tahu dia adalah seorang single mom dan memiliki seorang anak laki laki berusia antara dua sampai tiga tahun. Selain itu ada tahi lalat yang kecil di bagian samping keningnya"
Nayla mencoba mengingat ngingat kembali wajah wanita yang telah merebut Bian darinya. Hingga beberapa saat kemudian, Nayla pun ingat bahwa Clara yang telah menghancurkan rumah tangganya memiliki tahi lalat di bagian kiri keningnya.
"Jika kau punya akun media sosialnya ataupun fotonya kirimkan ke nomorku Ham. Aku merasa bahwa aku pernah melihatnya" Nayla sengaja menyembunyikan identitas Clara yang dulu merebut Bian pada Hamdi sebab ia pun belum mendapatkan bukti yang konkret mengenai wanita yang Hamdi katakan barusan.
Nayla mulai mencari cara untuk membantu Hamdi menyelesaikan masalahnya ini dan mencoba mencari cara agar Siska ataupun Zidan dapat mempercayai Hamdi
"Kalian disini?" suara berat dari pria bertubuh kekar berhasil membuat kedua pasang mata yang tadi saling berbincang kini beralih menatap kearahnya.
__ADS_1