Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Langka


__ADS_3

Tak disangka sosok pria bertubuh tegap itu datang ke arah wanita paruh baya yang sudah memukul Siska dengan cepat.


Ya, dia Zidan. sang kaka yang selama ini selalu memanjakan Sepupunya itu seperti adik kandung sendiri mulai murka ketika tamparan keras bahkan telah merusak pipi mulus adiknya tersebut.


"berani beraninya kau memukul adikku hah?! Siapa kau?! Wanita macam apa kau yang Setega itu memukul adikku yang bahkan berusaha menghormatimu seperti pada orang tuanya sendiri!" bentak Zidan keras yang tentu saja tak mendapatkan respon gentar dari lawannya kini.


"Kau tanya siapa saya hah?! Iya?! Kenalkan, saya Claudia. Ibu Jonathan yang saat ini bahkan tengah dirawat akibat ulah adikmu yang centil ini!" tunjuk perempuan itu tepat ke wajah Siska.


Zidan yang geram bahkan tak mampu menahan emosi sehingga menyingkirkan telunjuk tangan wanita paruh baya itu dari hadapan Siska yang hanya diam mematung seraya memegangi pipinya yang berada panas.


Gurat merah menyala bahkan terlihat oleh siapapun yang saat ini melewati Siska yang terus terdiam.


"Kau baik baik saja Sis? Apa kau terluka? Bagaimana mungkin ini bisa terjadi? Apa dosenmu yang melakukan ini? Jawab sis jangan diam saja?" tanya Zidan dengan cepat.


"Gadis Mura**Han ini menjebak anak saya dan membuat putraku satu satunya itu terluka dan kini di rawat secara intensif di dalam sana!! Kau harusnya mampu menjaga kelakuan adikmu ini! Dan harusnya kau yang bahkan mat** oleh baji**ngn itu! ini salahmu! Aku akan tuntut kalian atas percobaan pembunuhan terhadap Jonathan ku"


Siska menghapus air matanya dengan kasar. Wanita itu mulai menatap manik mata ibu Jonathan dalam dalam, yang hanya terdapat kebencian serta rasa marah menggebu di dalamnya.


"maafkan saya Tante. Saya tak bermaksud mencelakakan Jonathan. Saya benar benar tak tahu jika ia datang menyelamatkan saya yang akan dilecehkan di dalam kelas. Sa...saya benar benar tak ingin Jonathan terluka" Isak Siska seraya menutup wajahnya dengan kedua tangannya.


"alah! Alasan saja kau! Ngaku saja, kau kan yang sengaja menjebak putra saya di dalam sana agar melakukan hal yang tidak tidak padamu. Dan setelah Jonathan masuk dalam jebakanmu kau akan mengancamnya dan memeras uang kami, iya kan!"

__ADS_1


Zidan yang sejak tadi menahan tangannya agar tak menyakiti wanita paruh baya di hadapannya mulai lepas kendali. Ia meninju tembok lorong dengan keras, sampai darah pun mengalir dari jari jari tangannya yang terluka.


"ahhhkkkk! Jangan sekali kali kau menghina adikku ini paham?! Kau tak tahu cerita kebenarannya sehingga tak bisa menyimpulkan hal tersebut sesuka hatimu! Aku bisa menjebloskanmu ke dalam penjara tanpa melihat usiamu yang bahkan sudah tua. Paham!" ancam Zidan yang berhasil membuat wanita itu terdiam.


"sudah mas sudah. Ini memang salah Siska. Siska sudah menyebabkan Jonathan sakit saat ini"


Dokter dari dalam ruangan tersebut lantas keluar dengan panik dan bertanya tentang keluarga Jonathan yang sebenarnya.


"Maaf dengan keluarga pasien?" tanyanya dengan cemas.


"iya pak saya ibunya! saya ibunya, ibu Jonathan. Ada apa dok?"


"luka tusu**kan gunting itu cukup dalam sehingga membuat organ dalam pasien terluka cukup parah. Darah yang keluar dari luar itu bahkan cukup banyak sehingga pasien saat ini sangat membutuhkan donor darah yang lumayan banyak"


"Astagfirullahhaladzim" pekik Siska dengan keras.


"Ja...jadi anak saya butuh darah dok. Anak saya golongan darah O negatif. Dan saya kebetulan golongan darah B. Apakah disini ada stok darah untuk putra saya dok?" tanya ibu Jonathan dengan panik.


"Justru itu Bu. Kebetulan di tempat kami golongan darah tersebut sedang kosong dan kami bahkan telah menghubungi pusat Bank darah meminta bantuan, yang katanya memiliki dua labu lagi. Kita kekurangan satu labu untuk pasien "


"Saya dok! Saya bisa mendonorkan darah saya pada Jonathan dok! Kebetulan golongan darah saya O negatif. Saya bisa membantunya dok" jawab Siska dengan cepat.

__ADS_1


"Saya gak Sudi anak saya dapat donor dari wanita kotor sepertimu! Cuih! Kau sendiri yang sudah membuat anak saja terluka. .maka saya Takan biarkan setetespun darahmu mengalir di dalam dirinya"


Siska kembali terdiam. Matanya begitu berembun kala mendapatkan makian dari ibu sahabatnya tersebut.


"Anak ibu sedang kritis dan kini hidupnya sedang berada di ujung tanduk. Tolong kerja samanya demi kelangsungan hidup putra ibu dan tolong jangan membuat ibu semakin sulit. Kita butuh darah ini dengan cepat sebelum kondisi pasien semakin memburuk" Sanggah dokter dengan cepat.


Dengan terpaksa akhirnya Claudia pun menganggukan kepala dan menerima kenyataan bahwa darah Siska akan mengalir di tubuh putra semata wayangnya nanti.


Tak ada pilihan lain saat ini sebab golongan darah Jonathan terbilang cukup langka dan bisa di perkirakan hanya 6,6 persen saja orang yang memiliki golongan darah yang sama seperti Jonathan dan Siska.


Zidan menggenggam pundak Siska dan bertanya lagi untuk meyakinkan pilihan yang akan diambil oleh Siska saat ini.


"apa kau yakin mau mendonorkan darahmu untuk Jonathan? Apa kau tak takut Sis? Mas tahu sejak kecil kau bahkan takut dengan jarum suntik, dan untuk donor darah pun dokter akan memasukan jarum ke dalam tubuhmu" jelasnya dengan pelan.


Dokter yang melihat luka di tangan Zidan pun sontak bertanya dengan cepat tentang hal tersebut.


"maaf pak tangannya kenapa ya? Itu lukanya berdarah dan harus segera di obati. Mari ikuti saya" Dokter itu mengajak Zidna untuk mengobati luak di tangannya.


Sedangkan Siska harus ikut dengan salah satu perawat untuk di cek terlebih dahulu kesehatan yang Siska miliki dan untuk mengetahui apakah darah Siska bisa di donorkan pada Jonathan atau tidak.


"kau telah berbuat banyak untukku Jo. Kau bahkan mau mengorbankan nyawamu hanya untukku. Aku ikhlas melakukan ini dan aku akan menjagamu sampai sembuh. Maafkan aku Jo" batin Siska sebelum jarum terpasang di tangannya.

__ADS_1


__ADS_2