
Nikita yang tengah termenung didalam kamarnya hanya bisa menatap kosong lantai ruangan tempat ia berpijak. Entah kenapa ia sangat sakit menetima kenyataan bahwa dirinya dan hidupnya telah hancur karena keadaan yang selama ini ia jalani. Entah kenapa ia begitu bodoh membiarkan banyak pria men**durinya dengan keinginannya sendiri.
"Sungguh kotor tubuhku ini" gumam Nikita seraya mulai mencakar dirinya sendiri.
"Aku benar benar ceroboh, sampai salah memilih jalan untuk menghapus semua luka yang telah aku terima selama ini"
Nikita mulai meneteskan kembali air matanya kala mengingat semua dosa dosa yang ia telah perbuat selama ini. Hingga kemudian ia mengambil ponselnya yang tergeletak diatas laci lemari.
Ditatapnya nomor Hamdi yang tertera dilayar ponselnya. Sampai akhirnya ia kemudian mencoba menelpon sahabat sekaligus cinta pertamanya tersebut.
"Hallo Ham" suara Nikita kala menyapa Hamdi yang mengangkat telponnya.
"Iya hallo Nik. Bagaimana kabarmu? apakah kau sehat?"
Tanpa menjawab pertanyaan dari Hamdi, Nikita seketika menangis dengan tersedu sedu sehingga membuat Hamdi bingung sekaligus panik.
"Aku kotor Ham! aku wanita tak baik! huhu" isak Nikita dengan kencang.
"Kau kenapa Niki? apakah semuanya baik baik saja? apakah baji**ngan itu telah berbuat macam macam padamu hah? apa yang sudah ia lakukan padamu Nik? katakan!"
Hanya isak tangis yang Nikita keluarkan dari mulutnya. Ia tak mampu menjawab pertanyaan dari Hamdi sebab luka didalam hatinya yang selama ini ia pendam terlalu begitu banyak. Sehingga membuat hati Nikita begitu sakit dan meluapkannya kepada Hamdi.
"Kau tunggu aku disana. Aku akan segera memberikan pelajaran untuk ibli** itu. Kau jaga dirimu baik baik dan tunggu aku disana. Sekarang aku akan pergi ketempatmu dan membu*nuh dia!"
"Jangan! kau jangan datang kesini! aku baik baik saja Ham. Aku hanya sedih saja dengan nasibku yang bisa setragis ini. Aku wanita mura**n yang telah tidur dengan banyak pria. Yang bahkan aku tak tahu identias mereka. Aku adalah wanita kotor di muka bumi dan mungkin tuhan saja malu melihat tingkah bodoh yang aku lakukan selama ini"
Hamdi terdengar menghela nafasnya mendengarkan perkataan Nikita.
"Kau memang salah Nik. Dan aku pun sama. Aku bukanlah pria yang baik kau bahkan tahu bahwa akupun pernah melakukan kesalahan itu. Aku hanya melakukan itu dulu dan aku sadar bahwa itu dosa hingga akupun menghentikan kelakukan bejat tersebut. Sayangnya kau yang sudah ku peringati bebetapa kali tak mendengarkannya dan malah semakin terjerumus kedalamnya. Aku takan menyalahkanmu walaupun memang benar kelakuanmu salah. Kau hanya sedang terguncang saat ini dan kumita untuk tenang. Sekarang aku hanya memberikan kau saran dan kau tak perlu menjalankan saranku jika memang tak mau"
__ADS_1
"Apa itu Ham"
"Ya aku tahu, aku bukanlah ahli agama bahkan akupun tak pernah menjalankan ibadah dengan giat. Namun saranku padamu, perbaiki hidupmu dengan cara perbaiki ibadah serta hubunganmu dengan Allah niscaya hidupmu akan jauh lebih baik Nik. Aku memang lelaki bej* dan aku pun masih sering berbuat dosam Namun setelah aku mengenal Zidan dan Nayla aku sedikit demi sedikit mengingat Allah walaupun tak sesering mereka. Kau bisa belajar dari Nayla untuk memperbaiki hubungamu dengan Allah agar lebih dekat lagi"
Nikita bergeming mendengar ucapan yang Hamdi katakan. Bagi Nikita semua ucapan Hamdi memang benar, namun ia terlalu malu untuk menjalankan ibadahnya yang sudah lama sekali ia tinggalkan.
"Aku tahu kau akan malu melakukan itu dan bertanya pada Nayla Nik." sambung Hamdi yang sontak saja membuat Nikita semakin terdiam.
"Apakah Nayla akan mau mengajari ku?"
Hamdi tersenyum mendengarkan perkataan Nikita dan mulai membayangkan masa masa kecil mereka.
"Tentu saja Niki. Nayla adalah irang yang baik, ia takan mungkin mengolok ngolok orang yang akan mendekatkan dirinya dengan Allah. Justru Nayla mungkin akan senang mendengar pengakuanmu yang ingin belajar agama. Kau ingat saat kecil dulu, saat kita pergi mengaji bersama nenek, kau begitu senang memakai jilbab nenek yang begitu longgar dikepalamu hingga harus diikat karet dibagian dagunya"
Nikita tersenyum kala mengingat perkataan Hamdi tentang masa kecilnya. Begitu bahagianya ia ketika bersama Hamdi dan neneknya yang baik, apalagi saat ia bisa dekat dengan Hamdi yang begitu perhatian kepadanya.
"Beso kau datang kesini bersama Zidan dan Nayla, kita akan merancang rencana selanjutnya. Dan kau bisa sekalian mengatakan semua keluh kesahmu kepadaku secara langsung"
"Tentu saja Nik. Aku akan membelikanmi semua hal yang kau mau. Asal kau takmengingit tanganku lagi seperti dulu"
Hamdi tertawa membicarakan kebiasaan Nikita yang sering sekali mengigit tangannya ketika kesal. Demikian pula Nikita yang ikut tertawa mengingat tingkah lakunya semasa kecil.
"Tak terasa waktu begitu cepat ya Nik. Dan Nikitaku yang dulu kini sudah menjadi wanita dewasa"
Nikita tertegun mendengarkan ucapan Hamdi yang mengatakan bahwa dirinya milik orang yang selama ini ia kagumi. Perlahan rasa cinta dihati Nikita kembali berkembang setelah mendengar ucapan Hamdi yang begitu membuat dirinya bahagia.
*****
Frans kini berjalan menuju kamar Nikita kembali. Namun kali ini hati ya begitu diliputi dengan sebuah tanda tanya besar serta kegelisahan yang mendalam.
__ADS_1
Tok tok tok
"Nikita" Tanpa basa basi Frans kembali membuka pintu kamar Nikita.
Terlihat wanita itu kini menatap kearahnya yang baru saja berada di batas pintu.
"Mau apa kau datang kembali kesini? maaf jika aku tak sopan tuan.Tapi kau itu adalah pria dan tak seharusnya berada dikamar pembantumu yang merupakan wanita murah**n "
"Kau masih saja memikirkan perkataan ayahku? maafkan dia karena memang dia tak mempunyai hati. Dan maafkan juga karena aku selama ini selalu berbuat tak senonoh padamu"
Nikita tersenyum kecut mendengarkan perkataan Frans yang begitu terkesan manis.
"Apakah tuan sedang memainkan draman atau memang sedang mencoba membujukku kembali?"
"Aku sungguh sungguh Nik! apakah kau tak melihat ketulusan yang aku miliki untukmu hah! apakah aku seorang pria yang seburuk itu?! sampai kau tak mempercayai ketulusanku"
"Maaf tuan, anda masih terlalu muda hingga bisa mengatakan kata cinta pada wanita yang lebih dewasa dibandingkanmu. Selain itu aku sadar diri, bahwa kau dan aku bagaikan bumi dan langit. Kau begitu kaya raya sedangkan aku hanya seonggok sampah"
Frans mendekat kearah Nikita dan mencengkram pundaknya dengan kencang.
"Apakah aku seburuk itu hah ?! hingga kau tak bisa melihat ketulusan dan keinginanku untuk berubah demi kau"
"Anda bisa merubah diri karena memang tuan yang mau. Bukan karena ingin mendapatkan aku ataupun cintaku. Tuan bisa belajar kembali memahami arti dari ketulusan dan arti dari sebuah cinta"
Frans kemudian berjalan menjauh dari tubuh Nikita dengan mata yang tak lepas dari wanita yang selama ini ia inginkan.
"Lalu, kenapa kau membuat aku sampai seperti ini? kenapa kau mempermainkan diriku? kenapa kau sampai mengungkit wanita wankta yang pernah tidur denganku dan mengatakan bahwa mungkin saja mereka hamil dan memiliki anak dariku?!"
"Saya seorang wanita tuan. Dan saya tahu, bahkan andapun tahu jika sampai wanita dan pria berhubungan, maka tak menutup memungkinan mereka akan memiliki anak. Namun itu hanya kemungkinan saja. Tapi kenapa tuan begitu panik? apakah tuan memiliki beban pada seseorang sehingga tuan sampai ingin berubah?"
__ADS_1
Frans hanya terdiam menyikapi perkataan Nikita. Hingga sampai akhirnya Frans mengingat Siska yang setahun lalu pernah ia tid**uri tanpa pengaman sedikitpun yang mungkin saja berakibat Siska hamil. Namun, Siska takan mungkin hamil anaknya sebab ia memberikan juga tubuh Siska pada teman temannya.