Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Membalas


__ADS_3

Malam ini udara bertiup cukup kencang menerpa wajah Siska yang tengah dudu di balkon sendiri meratapi semua nasih yang telah terjadi.


Cleo telah tidur dengan lelap, dan kini ia bahkan telah bisa bernafas lega sebab kabar baik mulia muncul setelah Jonathan siuman dan Rafa bahkan telah di tahan di kepolisian atas kasus penusukan yang ia perbuat sebelumnya.


Ting!


Sebuah pesan masuk ke dalam ponselnya dari Naura, melalui sebuah pesan singkat yang wanita licik itu kirimkan padanya.


[Malam ini aku dan Hamdi pergi untuk makan malam di sebuah restoran mewah Sis. Ku harap kau juga bisa makan dengan lahap ya setelah perniakahn kami. Oh ya, tolong didik Cleo agar tak selalu menempel pada Hamdi ketika bertemu di jalanan. Aku tak suka jika nanti ketika kami memiliki anak, Hamdi lebih mementingkan anakmu dibandingkan anak kami. Salam manis untuk putramu yang tak punya identitas Sis. UPS]


Pesan itu cukup membuat emosi di dalam diri Siska meningkat cukup cepat.


Wanita itu menggenggam erat ponsel di tangannya hingga urat urat halus di tangannya bahkan terlihat akibat amarah yang ia pendam.


"tak ada yang boleh menyakiti ataupun mengatakan hal buruk pada anakku! Aku Takan tinggal diam jika putraku di remehkan oleh siapapun!' gumam Siska penuh penekanan.


wanita cantik itu pun lantas memotret dirinya dengan balutan baju tidur yang cukup manis dan juga rambut yang indah tergerai walaupun hanya panjang sebahu saja.

__ADS_1


Siska bahkan mengirimkan foto tersebut ke media sosial dan menambahkan caption yang sedikit membuat Naura yang membacanya tampak tertegun.


[Bercermin di kaca yang besar itu lebih baik dibandingkan mengatakan diri sendiri lebih baik tapi ternyata lebih buruk daripada orang yang kau caci. UPS]


Naura yang saat ini bahkan tengah makan sendirian di ruang tamu, menggebrak meja dengan keras hingga membuat Hamdi yang tengah mengambil air minum cukup terkejut.


Pria itu bahkan menegur sang istri dengan ketus dan cukup menatapnya dengan datar tanpa mau bertanya tentang pemicu kekesalan yang ia alami.


"Ku tahu ayahmu sangat kaya Ra. tapi kau juga tak bisa seenaknya menghancurkan barang barang di rumahku yang cukup memiliki kenangan!" ucap Hamdi seraya mulai mengambil sirup di dalam kulkas.


Naura menoleh dengan malas dan kembali menyantap makanan di atas piringnya dengan lahap.


"huek!!! huek!!!" suara Naura cukup terdnehar nyaring hingga membuat Hamdi terdiam dan berjalan kerahnya dengan segelas air di tangannya.


"minumlah" ucap pria itu dengan dingin.


Nuara menatap Hamdi dengan lekat dan mengelap sisa air di ujung bibirnya secara perlahan saat tahu Hamdi cukup memperhatikannya.

__ADS_1


"kau masuk angin. Besok aku akan antarkan ke rumah sakit untuk mengecek kondisimu. Aku tahu aku adalah suami yang buruk di matamu sebab kau sendiri yang telah membuatku begini, namun aku tak ingin terlihat buruk Dimata orang lain apalagi Dimata ayahmu yang punya kuasa lebih. Oh ya, lain kali jika tak ingin masuk angin maka pakai pakaian tertutup. Aku tak tergiur dengan bodymu itu, apalagi dengan bagian yang cukup membuatku terkejut " ucap Hamdi pelan dengan tubuh bergidik ngeri seraya pergi meninggalkan Naura sendiri.


"ck sial" umpat Nuara pelan.


********************


Pagi ini Siska sengaja mengambil izin libur kuliah dan pergi menuju rumah sakit untuk menjenguk Jonathan yang bahkan telah siuman dari keadaan kritis yang sempat ia alami setelah kehabisan cukup darah.


Siska membawa beberapa macam buah di tangannya dan kini telah bersiap masuk ke dalam ruangan tempat Jonathan dirawat , sebelum akhirnya langkah wanita itu berhenti kala menatap dan mendengar dengan jelas suara Jonathan berteriak pada wanita paruh baya yang sempat bersitegang dengannya.


"Dia wanita baik baik Bu! Dia wanita yang baik! Ibu tak bisa melarang ku untuk mencintainya dan ibu bahkan tak berhak mengatakan hal buruk padanya! Aku yang tahu dia dan aku bahkan telah mengenalnya cukup lama! Ibu tak bisa mengatakan hal buruk tentangnya ataupun tentang Cleo di hadapanku setelah ini! Camkan ini baik baik Bu!"


Wanita paruh baya itu tampak mengecak pinggang mendengar ucapan yang terlontar dari mulut Jonathan. Ia bahkan terdengar tertawa keras mendengar jawaban kasar yang Jonathan katakan.


"kau bahkan berani membentak ibu karena wanita sialan itu! Iya?! Wah! wajah! Wah! seberapa murah wanita itu sehingga bisa membuat kamu berteriak sekeras ingin padaku!"


Siska membuka pintu dengan pelan, hingga membuat jonathan yang terbaring seketika menoleh dengan cepat dan membuatnya bahkan berusaha bangkit mendekat ke arahnya.

__ADS_1


"Siska" lirih Jonathan pelan.


"Jo. Aku wanita kotor. Kau bahkan tak pantas mengatakan cinta padaku tepat di hadapan ibumu yang baik seperti ini. Aku tahu kasta dan derajat kita bahkan berbeda, terlebih lagi jika mengingat harga diriku yang rendah di mata ibumu"


__ADS_2