
Malam yang dingin, angin yang berbisik, membuat Nikita terpaku menatap langit langit kamarnya. Begitu banyak luka yang ia terima sewaktu kecil, baik itu dari ayah, ibu serta orang orang disekitarnya. Hanya Hamdi yang mampu serta mau menerimanya.
Kebaikan serta kasih sayang tulus dari Hamdi sewaktu ia kecil, mampu membuat Nikita terpesona dengan kharisma yang terpancar dari diri Hamdi.
"Niki aku mau bertanya sesuatu boleh?"
tanya Nayla yang berbaring disamping Nikita.
"Tentu Nay, kamu mau tanya apa?"
"Maaf jika aku lancang, tapi apakah keluargamu tak mencarimu saat ini sebab pergi terlalu lama menjalankan rencana untuk Siska"
Nikita terdiam sejenak, dan mulai mengahadapkan tubuhnya kearah Nayla.
"Tak papa Nay, mungkin kau bisa menjadi teman ceritaku. Jadi sebenarnya sejak kecil aku selalu dibedakan oleh ayah. Ayah menikah dengan wanita lain dan memiliki anak darinya. Setelah itu, ayah selalu bersikap kasar padaku dan seolah menganggapku hanya seorang pembantu dirumah. Tak pernah kudapatkan kasih sayang dari ibu sambungku, begitu pula dari ayah"
"Lalu apa hubungan kau dengan Hamdi? kenapa kau mau terlibat dalam masalahnini dan mengorbankan keselamatanmu demi wanita yang jelas jelas kau saja tak pernah tahu?"
"Nay, berapa kali harus aku jelaskan padamu. Aku ikhlas membantu adik iparmu karena aku juga seorang wanita. Aku berhak memilih jalanku dan membantu siapapun orang yang aku mau bantu. Mau sekenal apapun aku pada seseorang, jika hatiku tak tergerak menolongnya maka aku tak mau. Aku mengetahui semua tentang Siska dari Hamdi dan aku merasa iba dengan nasib Siska yang harus menanggung semua itu di usianya yang masih muda"
Nayla yang merasa bersalah karena bertanya demikian oada Nikita seketika menundukan kepala.
"Maafkan aku, jika membuatmu tersinggung. Aku tak bermaksud terus menanyakan hal itu padamu, aku hanya merasa kau seharusnya tak terlibat masalah ini sebab aku khawatir dengan keselamatanmu"
Nikita tersenyum melihat Nayla dan menepuk pelan tangannya.
"Tak papa Nay, aku hanya ingin kau tahu bahwa aku melakukan ini dengan hati yang tulus. Kau tak perlu khawatir tentang keselamatanku, sebab aku juga bisa melindungi diriku sendiri."
__ADS_1
Jauh dilubuk hati hang paling dalam, Nikita memang melakukan ini semua dengan ikhlas dan tentunya karena rasa sayangnya kepada Hamdi. Ia ingin sekali melihat Hamdi bangga pada setiap usahanya.
"Ya sudah kalau gitu, ayo kita tidur sebelum bocah baji**ngan itu datang dan membuat onar disini"
"Iya Nikita"
Tak lama Nayla dan Nikita kembali berbaring dan mulai memejamkan matanya. Keduanya tidur diatas ranjang yang sama dan saling bersebelahan. Selimbut yang cukup tebal serta kasur yang begitu luas, membuat Nayla dan Nikita dengan cepat pergi menuju alam mimpinya.
Disisi lain, Hamdi yang baru saja sampai di apartementnya kini mulai berjalan menuju kamarnya dan mengganti pakaiannya tanpa manti terlebih dahulu.
Rasa penasarannya terhadap video serta gambar gambar yang Zidan kirimkan keponselnya lebih besar dibandingkan dengan rasa capenya setelah bekerja seharian.
Diambilnya laptop dan mulai memindahkan file yang Zidan kirimkan keponselnya tanpa ia lihat sebelumnya. Setelah semua berkas sudah tersalin didalam laptop kesayangannya, Hamdi mulai membuka satu persatu gambar dan Video yang Zidan kirimkan.
Hingga sampai akhirnya saat ia membuka video yang berisikan rekaman pelecehan Siska, emosinya kemudian meluap dan segera memalingkan pandangannya.
"Seta**, biad***, ba***ingan!! ahhhh!!!"
Frans yang sudah merenggut kesucian Siska pertama kali, dengan tega meninggalkan dirinya bersama teman teman prianya yang sudah berada dalam keadaan mabuk. Tanpa rasa kasihan sedikitpun mereka memakai tubuh Siska dengan sangat buas.
Hingga pada menit terakhir, saat semua orang sudah puas bersenang senang dengan Siska yang tertidur pulas, muncul wajah seorang pria berkacamata yang terlihat begutu jelas dikamera. Hamdi dengan sigap, menghentikan rekaman tersebut dan mulai mengingat ngingat wajah pria yang menurutnya tak asing.
Sampai pada saat ia sadar dengan sosok pria tersebut ia kemudian mengepalkan tangannya dan mulai membanting seluruh buku buku yang berada diatas meja kerjanya.
"Ternyata kau sama saja Andi!!! kau telah menghancurkan masa depan calon istriku haaaa!!!"
Ternyata pria berkacamata yang ia lihat adalah Andi, asisten pribadinya dikantor yang merupakan orang satu satunya yang ia percaya. Selama ini ia percayakan perusahaannya pada Andi serta seluruh keperluan almarhuman neneknya Hamdi saat masih hidup juga ia percayakan padanya.
__ADS_1
Andi adalah seorang anak yatim yang Hamdi sekolahkan karena telah menolong dirinya saat kecopetan. Dirinya mengenal Andi ketika Ibunya Andi memberikan tumpangan serta makan saat Hamdi meringis kesakitan setelah kecopetan dijalan raya.
Tubuh kecil Andi serta kondisi rumahnya yang memprihatinkan, membuat Hamdi iba dan kemudian menyekolahkannya disalah satu sekolah elit yang saat itu Hamdi pun tak tahu bahwa sekolah yang Andi masuki, sama dengan sekolah Siska.
Gemuruh amarah didadanya kian memuncak ketika dirinya memutar kembali rekaman tersebut yang memperlihatkan tubuh Siska yang polos dici*** lembut oleh Andi kemudian, Andi mematikan kameranya.
Walaupun Hamdi tak melihat dengan mata kepalanya sendiri, Andi melakukan pelecehan pada Siska, tapi ia tahu bahwa sifat alami pria ketika melihat tubuh gadis tanpa sehelai benangpun pasti ia akan tergoda.
"Lihat saja kau Andi. Kau berani beraninya melakukan hal serendah itu setlah semua yang aku berikan untukmu! sekolah, ilmu, uang, kenyamanan. Semuanya ku berikan.padamu karena kasihan! dan kau malah melakukan hal kotor itu pada gadis yang seharusnya kau lindungi!" teriak Hamdi menggema diseluruh ruangan apartementnya.
Bagi Hamdi, baik Andi menyentuh atau tidak tubuh Siska, tak sepantasnya Andi melakukan pelecahan kepada Siska.
"Aku akan memberiaknmu pelajaran! lihat saja" gumam Hamdi geram.
Tak lama kemudian, Hamdi menelpon Zidan dan membicarakan semuanya yang ia tahu.
"Hallo Dan" Suara Hamdi begitu bergetar menahan amarah yang memenuhi hatinya.
"Iya ada apa Ham? kenapa suaramu seperti itu?"
"Dengarkan aku baik baik Dan. Aku tahu nama salah satu pelaku yang ada direkaman Siska. Dan aku akan membuatnya kembali hidup ditempat sampah! kau cari tahu lagi apakah ada informasi penting mengenai kasus itu dan aku disini akan melacak semua orang orang yang ada direkaman itu"
Zidan terdiam mendengarkan ucapan Hamdi.
"Siapa dia!? beritahu aku Ham! agar aku bisa menyiksanya sekarang!" jawab Zidan penuh emosi.
"Kau tak perlu tahu siapa dia! yang jelas aku sangat dekat dengannya. Kau fokus saja dengan misi kota selanjutnya dan tolong jaga Nikita untukku. Aku cemas dengan dirinya yang tak seperyi biasanya menghubungiku"
__ADS_1
Zidan menghembuskan nafas dengan kasar. Dan mulai memejamkan matanya.
"Iya baiklah. Aku pasti akan menjaga sepupumu itu dari baji**ngan ini. Aku juga akan mencari tahu lagi tentang para ib**lis yang sudah menghancurkan hidup Siska"