
...Setiap hal yang terjadi didalam hidupmu adalah sebuah moment yang indah untuk kau lalui....
...Apapun hal itu, sesakit apapun lukamu jangan pernah tersenyum dengan pura pura karena itu sangat menyakitkan....
...Takdir hidup tak bisa kita pilih, hanya bisa dikejar tanpa pasti....
...Berdoalah tentang apapun yang menyangkut hidupmu, sebab semua pasti ada jalan terbaik yang akan kau lalui....
Nayla, Zidan dan Nikita hanya bisa saling pandang ketika tak bisa membuka pola kunci yang terpasang di ponsel milik Frans. Beberapa kali Nikita mencoba menggambar pola dengan acak namun ponsel itu tak kunjung terbuka.
Hingga akhirnya ketigannya menyerah dan mengendap ngendap menyimpan kembali ponsel milik Frans didekat meja makan. Nikita yang bertugas untuk menaruh ponsel tersebut dengan lihai menaruhnya tanpa mengeluarkan bunyi sedikitpun.
Nayla kembali kedapur untuk mencuci semua piring bekas ayah Frans dan Frans sarapan tadi pagi. Disusul dengan Zidan yang kembali mengelap kaca mobil milik majikannya dihalaman rumah.
Nikita berjalan mendekati Nayla yang tenagh sibuk mencuci piring dan kemudian Nikita mencoba berbicara dengan Nayla.
"Maafkan aku karena tak bisa menjagamu dari pria tua bangka itu"
"Tak papa Niki, aku tahu kau pun sama hanya asisten disini. Kau pasti akan mendapatkan masalah jika sampai melawan ayahnya Frans. Tadi saja kau hampir ditampar olehnya. Terimakasih karena sudah membelaku Nikita" ucap Nayla seraya tersenyum.
"Sebenarnya aku memiliki informasi penting tentang Frans Nay. Tapi aku tak yakin mengenai informasi ini"
"Memangnya informasi apa Niki?"
Nikita menarik nafasnya dan menghembuskan dengan kasar.
"Sebenarnya kemarin malam aku menggoda Frans dan tanpa kusadari aku hanyut dalam permainanku sendiri. Jangan salah paham Nay, aku memang wanita nakal dan kau pasti tahu tentang itu dari penampilanku. Namun kemarin malam hampir saja aku melakukannya diluar batas. Aku sejujurnya tak sepantasnya membuka aibku sendiri, tapi aku tak punya teman bercerita selain dirimu dan aku pun yakin kau akan menjaga dengan baik rahasiaku ini. Jangan sampai Zidan apalagi Hamdi tahu mengenai hal ini. Dan selain itu, aku juga menemukan berkas dilaptop milik Frans yang kuyakini bahwa file itu menyimpan beberapa video tak senonoh wanita wanita diluar sana dan pastinya Siska juga ada"
Nayla menatap tak percaya kearah Nikita dengan mulut yang menganga.
"Kau yakin itu Nikita?"
"Aku yakin Nay. Seperti Frans memang memiliki bukti yang kuat untuk kasus pelecehan Siska yang ia lakukan bersama teman temannya. Aku juga tahu bahwa Frans pasti menyembunyikan sesuatu dilaptop itu. Walaupun aku tak sempat membuka file itu karena dia keburu datang kembali kekamarnya, tapi setidaknya nanti aku akan mencoba membuka kembali file itu dan menyalinnya dimemori yang sudah ku siapkan bersama Hamdi"
Nayla tersenyum kearah Nikita dan memeluknya hangat.
__ADS_1
"Kau itu adalah orang asing dikehidupan Siska tapi mengapa kau begitu baik membantu kami untuk membongkar semua kejahatan Frans? kau itu adalah penolong Siska"
Nikita tersenyum mendengar perkataan Nayla yang baginya semua kerja kerasnya itu hanya untuk kebahagiaan sepupunya, yaitu Hamdi. Dan dialah orang yang selama ini ia cintai.
Cinta yang tumbuh sejak saat dirinya masih kecil membuatnya menutup hati untuk pria manapun. Kebaikan serta kepedulian Hamdi terhadap penyiksaan yang ayahnya lakukan sejak kecil, membuatnya merasa nyaman dan jatuh hati pada sepupunya sendiri.
Cinta yang selama ini ia pendam karena tak ingin Hamdi menjaga jarak serta menjauh dari hidupnya, sekuat mungkin ia tahan dan kubur dalam dalam. Hingga sampai saat ia tahu bahwa Hamdi mencintai seorang wanita, Nikita sangat hancur namun tetap menahan semua kekecewaannya dan membantu masalah yang Hamdi hadapi.
Ia tahu bahwa cintanya bertepuk sebelah tangan, tapi ia sadar bahwa jika kebahagiaan Hamdi bukan dengan dirinya maka ia tak boleh merusaknya justru harus mendukungnya. Kebahagiaan Hamdi adalah segalanya dihidup Nikita. Maka dari itu dia pun membantu misi ini dengan suka rela agar Hamdi bisa bahagia walaupun dirinya menjadi taruhannya.
"Aku melakukan ini karena aku juga wanita Nay. Aku tahu kesakitan apa yang dialami oleh orang yang dicintai Hamdi. Aku tak ingin sampai keadilan berpihak pada orang jahat sedangkan Siska harus menerima penderitaan yang selama ini ia alami"
Nayla kembali melepaskan pelukannya pada Nikita. Ia begitu takjub dengan kebijaksanaan yang dimiliki oleh Nikita.
"Kalau begitu, apa rencana selanjutnya?"
"Nanti sore aku akan mencoba kembali merayu Frans dan kembali membuatnya dirinya kesal hingga memesan wanita bayaran lagi. Saat itulah aku akan melihat dia menggambar pola diponselnya supaya aku bisa mengakses kembali ponsel miliknya jika tertinggal. Selain itu aku juga akan memancing dia agar memperbolehkan kamu masuk membereskan kamarnya dan jangan lupa ambilah laptop Frans ke kamarmu"
"Tapi bagaimana mungkin. Aku takut ketahuan"
*****
Sore telah tiba, Nikita yang baru saja mandi, kini berpakaian dengan sangat minim dan rambutnya yang terurai basah. Dengan sengaja ia masuk kedalam kamar Frans dan melihat majikannya sedang seperti biasa menonton adegan tak senonoh dilaptopnya.
Nayla dan Zidan yang sudah merencanakan pengambilan laptop dikamar Frans bersiap siap ketika melihat Nikita didekat kamar Frans memberikan keduanya kode.
Nikita berjalan menuruni anak tangga dan menghampiri Zidan serta Nayla yang berdiri disana.
"Dia sedang asik menonton video. Kalian bersiaplah mengendap kesana dan ambil laptopnya. Aku akan membawa Frans kekamarku"
"Kau akan melakukan apa Niki? jangan aneh aneh aku tak suka" ucap Nayla khawatir.
" Tenang saja, aku hanya akan mempermainkan dia saja. Sekarang kau fokus saja dengan rencana ini, aku akan meminta izin darinya agar kau bisa masuk kedalam kamarnya"
Zidan hanya bisa menunduk menatap lantai sebab takut pada Nayla jika ia menatap Nikita dengan pakaian sangat menggoda.
__ADS_1
"Ya sudah kau hati hati, jangan sampai aku dalam masalah jika sampai Hamdi tahu kau akan berbuat senekat ini"
Nikita tertawa pelan mendengarkan perkataan Zidan.
"Hahaha, mana mungkin ia marah. Dia saja tahu bahwa aku sering sekali tidur dengan pria diluaran sana. Lagi pula kau juga sahabatnya kan? pasti juga kau tahu bahwa dulu Hamdi sama nakalnya denganku. Jadi aku bebas melakukan apapun"
Nayla hanya bisa diam mendengarkan perkataan Nikita yang begitu blak blakan membuka aibnya. Hingga ia pun mencoba mengalihkan pembicaraan dan mulai melakukan rencananya
"Ya sudah, kita harus segera mulai rencana ini"
"Iya Nay. Kalian sembunyi dulu dibelakang sofa, jika aku memanggil kamu Nay, kamu datanglah kekamarnya dan ambil beberapa pakaian kotor disana. Jangan lupa laptopnya kau ambil pelan pelan jangan sampai kau mengeluarkan bunyi sesikitpun. Jika nanti rencanaku mempermainkan Frnas gagal atau sudah selesai, kau beritahu Zidan agar mengalihkan Frans. Beri aku waktu satu jam saja berduaan dengan Frans dikamarku, Kalian carilah informasi di laptop milik Frans dan salin didalam memori ini"
Nikita memberikan memori kepada Nayla dan Nayla pun mengangguk.
"Ya sudah aku akan keatas dulu untuk berbicara dengan bocah itu. Kalian bersiaplah"
Hampir sepuluh menit Nikita berbincang dengan Frans didalam kamarnya Frans. Hingga detik kemudian Nikita memanggil Nayla untuk segera kesana.
"Nay! Nayla cepat kesini! tuan Frans menyuruhmu untuk masuk dan mengambil pakaian kotor miliknya"
Dengan langkah terburu buru Nayla segera berlari menuju kamar Frans dan alangkah terkejutnya ketika ia melihat Frans sedang memeluk tubuh Nikita dari belakang.
"Masuk dan ambilah pakaian kotor milikku! jangan lupa cuci dengan bersih!"
"Tuan bisakah kita pindah kekamar saya saja. Disini tempatnya terlalu luas untuk kita bermain main." ucap Nikita dengan manja.
Sontak saja Nayla melotot kerah Nikita yang membelai pipi Frans dengan lembut.
"Ngapain kamu lihat lihat hah! cepat bereskan saja kamarku dan cucilah pakaian kotor itu"
"Ayolah tuan saya sudah tak tahan" Nikita mengedipkan mata kearah Nayla sebab dibelakangnya Frans tetap berdiri dikamarnya.
"Ya sudah, ayo kita main main cantik. Akan kupastikan kamu puas dengan permaiananku"
Nikita tersenyum jijik mendengarkan bisikan Frans ditelinganya.
__ADS_1
"Permaianan memang baru dimulai Frans" gumam Nikita dalam hati.