Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Permaianan


__ADS_3

sontak saja Clara yang melihat sosok pria tak asing di depannya langsung terlonjak kaget dengan mata yang melotot ke arahnya. ia tak tahu nasib apa yang akan ia terima karena sudah menjebak pria itu agar menjadi miliknya. Terlebih lagi ia tahu bahwa Hamdi adalah calon suami dari Siska yang tak lain adalah adik iparnya sendiri.


"Apa kau senang Clara bisa melihat wajahku yang tampan ini?" tanya Hamdi dengan mengerikan.


Wanita itu bergerak gerak menggeliat agar bisa lepas dari cengkeraman tangannya pria di sampingnya. Namun kekuatannya yang tak sepadan mampu membuat Clara kembali harus diam tak banyak bergerak.


"kita akan mulai bermain main Clara" ucap Hamdi dengan pelan.


dengan segera pria itu mulai melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju jalan raya di depannya. ia tak perduli dengan air mata yang keluar dari sudut mata Clara terlebih lagi dengan teriakannya yang tak jelas dari balik kain sumpalan yang asisten Hamdi berikan.


"Kita akan bawa wanita ini ke tempat seharusnya dia berada. Dan kamu, harus patuh pada setiap ucapanku jika ingin anak anakmu hidup dengan terjamin" titah Hamdi pada pria di sampingnya.

__ADS_1


"Ba...baik tuan" jawab pria asing itu seraya mulai menundukkan kepala.


lama perjalanan yang Hamdi tempuh cukup memakan waktu tiga puluh menit untuk sampai ke tempat yang sudah ia sediakan. ia bahkan tak segan segan mengancam Clara untuk diam tak banyak bicara agar putranya tetap selamat.


"Ikuti saja permainan yang sudah kau buat agar kau bisa bernafas lega Clara. Aku hanya akan membuat permainan yang seru bersamamu setelah semua yang kau lakukan padamu terlebih lagi kini Siska bahkan tak mempercayaiku "


Kini mobil terparkir tepat di depan sebuah bangunan yang besar dengan sekelilingnya yang hanya ditumbuhi tanaman liar yang sangat tinggi dan lebat. Hamdi sengaja membawa Clara ke sebuah villa yang dulu pernah ia jadikan tempat tinggalnya di salah satu desa terpencil yang hanya di tempati beberapa rumah saja. Selain itu villa yang Hamdi miliki memiliki jarak yang cukup jauh dari rumah warga sehingga membuatnya cukup leluasa untuk membawa Clara ke tempat tersebut.


"Bawa wanita itu ke dalam!" perintah Hamdi pada asistennya.


Hamdi bahkan mengingat dengan kuat kedua kaki dan tangan wanita tersebut tanpa rasa kasihan sedikitpun. ya, dia tahu ini salah. terlebih lagi memperlakukan wanita sekadar ini bukanlah jati dirinya. Hanya saja perbuatan Clara telah membuat semua kepercayaan Siska hancur. Dan kini Hamdi bahkan harus mendengar semua perkataan orang yang ia cintai begitu menyakitkan.

__ADS_1


"Apa kau senang bisa bertemu dengan teman tidurku ini Clara?" tanya Hamdi seraya mulai menyumpal mulut wanita itu dengan kasar.


Perih sudah pasti. Tangan wanita itu berkali kali berontak dan bergesekan dengan tali hingga terluka.


"Apa kau mulai takut denganku Clara?" tanya Hamdi dengan senyumnya yang mengerikan.


Pria suruhan Clara hanya bisa terdiam dengan pandangan mata yang menunduk. Walau bagimanapun, ia tak kuasa melihat semua tindakan jahat Hamdi pad Clara terlebih lagi pria paruh baya itu memiliki empat anak yang semuanya berjenis kelamin perempuan. Berbeda dengan asisten Hamdi yang saat ini bahkan sudah siap sedia dengan air es di dalam ember yang ia bawa. Pria itu berdiri dengan tegap seolah menunggu perintah dari atasannya tersebut.


"Mandikan dia supaya bersih!" titah Hamdi pada pria di sampingnya.


Sontak saja asisten Hamdi langsung menguyur seluruh tubuh wanita itu dengan seember air es yang sejak tadi ia bawa tanpa memperdulikan teriakan yang keluar dari mulut wanita didepannya. Hamdi bahkan seolah tuli dengan keadaan Clara yang saat ini merasa kedinginan di kegelapan malam.

__ADS_1


"Walaupun ku tahu tubuhku yang kotor ini Takan pernah bisa kembali bersih, tapi setidaknya aku sudah bisa menghilangkan semua sentuhan yang kulakukan di tubuhmu dengan air ini. Sekarang kamu tunggu saja permainan kita selanjutnya" Hamdi mengusap lembut pipi Clara dan menepisnya begitu saja.


Wanita itu tampak memberontak menahan rasa dingin yang saat ini menusuk setiap pori dikulitnya.


__ADS_2