Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Siapa?


__ADS_3

Hari ini adalah hari dimana Siska harus benar benar melupakan Hamdi di dalam hidupnya. Ya, Siska memang bukanlah orang yang suci dan juga baik, namun ia Takan pernah bisa melupakan janji manis yang di ucapkan Hamdi sebelum dirinya bertemu dengan Naura.


Siska yang saat ini sudah rapih dengan stelan berwarna putih terang serta jas almamater kampus berwarna biru tua, cukup membuatnya semakin cantik dan mempesona, apalagi wajahnya yang imut bak gadis belia pasti akan membuat siapapun akan terpana melihatnya.


"Wah putri ibu cantik ya. Persis seperti ibunya dulu" puji Zidan seraya menyuapkan sepotong roti ke dalam mulutnya.


"Ya, iya dong mas. Ibuku yang cantik mempesona itu telah berhasil membuat putrinya bisa secantik ini karena usahanya. Maka dari itu tolong jaga aku dan lindungi aku dari orang orang yang iri melihat kecantikanku" ucap Siska seraya mengecup pipi sang ibu yang tengah duduk memberikan sebotol susu pada Cleo.


"Hemh tentu saja kamu cantik Sis. Sekarang cepat makan sebelum terlambat" jawab ibu Widya dengan lembut.


Nayla yang baru saja selesai membungkus makanan di dalam tempat makan Siska pun terkejut ketika melihat Siska yang tampak cantik bak seperti boneka di hadapannya. Nayla terus saja memandang wajah Siska tanpa henti seraya tersenyum padanya.


"masyaallah adik iparku yang satu ini benar benar cantik" pujinya yang tentu saja membuat Siska tersipu malu.


"ah, Mbak Nayla bisa aja. pipi Siska jadi panas dan merahkan karena malu" jawab Siska seraya menutup punya yang sontak saja membuat semua orang tersenyum melihat aksi lucunya.


Siska memang masih sangat muda untuk memiliki seorang anak. Dan bahkan Siska masih sering bertingkah seperti seorang remaja pada umumnya, walaupun sekarang dirinya lebih bersikap sopan dan tahu tatakrama tak seperti dahulu.


"ini Sis, bekal buat Makan siang di kampus. Mbak sudah siapkan dua wadah sekaligus untukmu dan juga Jonathan"


Siska dengan cepat meraih kantung berisi makanan buatan Nayla dan lantas memeluk kakak iparnya itu dengan sangat erat


"Terimakasih banyak mbak. Sudah repot repot buatkan aku dan Jonathan makanan. Sekarang aku berangkat dulu ya mbak. Maaf merepotkan mbak, mas sama ibu karena sudah menitipkan Cleo pada kalian"


"Enggak sis. Mbak gak repot. Mbak justru senang bisa dekat dan bisa melihat tumbuh kembang Cleo yang begitu pintar dan juga cerdas sama sepertimu. Mbak harap kamu bisa menjadi orang sukses dan buktikan pada seluruh dunia kalau kamu adalah orang yang luar biasa. Sekarang sarapan dulu sana. sebelum terlambat.

__ADS_1


Siska meraih tas di atas kursi dan memasukan dua wadah makanan yang telah Nayla siapkan untuknya dan juga Jonathan.


"Sarapannya nanti saja mbak di kampus. Kebetulan dosenku sudah mengirim pesan agar aku cepat kesana. Katanya ada masalah tentang makalah yang aku buat"


Nayla dan Zidan saling pandang satu sama lain. Ini masih terlalu pagi untuk Siska berangkat kuliah, sehingga ada hal yang cukup ganjal dirasa oleh Nayla.


"apa ini tak terlalu pagi Sis? ini masih pukul setengah enam loh, biasanya kan kamu ke kampus jam 8 pagi" tanya Nayla dengan heran


"Enggak tahu mbak. Semalam orang kepercayaan Pak Abram nelpon katanya makalah Siska bermasalah dan Siska harus beresin hari ini juga" jelas Siska pada Nayla.


"mbak rasa ada yang tak beres disini Sis. Kenapa Pak Abram malah nyuruh tangan kanannya nelpon, padahal dia juga bisa nelpon kamu kalau ada apa apa sama makalah yang kamu buat. Mbak benar benar curiga"


Siska tersenyum dan berusaha meyakinkan Nayla agar tak terlalu khawatir dengan hal seperti ini.


"mbak jangan khawatir. Aku berangkat sama Jonathan kok Mbak. Kalau ada apa apa pasti dia duluan yang akan bantuin Siska" Siska mencium tangan Nayla, ibu Widya serta Zidan secara bergiliran hingga akhirnya ia pun pergi menuju gang depan komplek perumahannya untuk menunggu Jonathan menjemputnya.


"ini pukul enam, tapi kenapa dia masih belum juga sampai" gumam Siska yang mulai cemas, sebab takut jika tangan kanan dosennya itu lebih cepat sampai ke kampus.


Ting!


notifikasi pesan masuk ke dalam ponselnya dari tangan kanan sang dosen yang tentu saja tak terlalu Siska kenal sebelumnya.


[Pak Abram sudah berangkat ke kampus. Katanya dia menungguku di kelas untuk mengatakan hal hal yang menurutnya tak kau kerjakan dengan benar di makalah yang kau buat. Dia kata bahwa dia Takan memberikan nilainya di mata pelajaran itu jika kamu datang terlambat]


Siska panik. Gadis itu baru saja ingin memperbaharui hidupnya dan ingin berkuliah dengan nilai lulus yang bagus di akhir nanti, sehingga bertekad bahwa ia harus mendapatkan nilai baik di semua mata pelajaran tak terkecuali dosen yang menurut sebagian orang ini menyebalkan..

__ADS_1


Siska mengirim pesan pada Jonathan bahwa ia akan pergi duluan ke kampus dan meminta pria itu untuk menyusulnya. Siska takut jika sampai ia menunggu Jonathan, dia bisa terlambat dan benar benar mendapatkan nilai buruk di mata pelajaran Pak Abram. Maka dari itu Siska memutuskan untuk memesan ojek online dari sebuah aplikasi untuk pergi menuju kampus yang tentu saja masih sangat sepi.


****************


"Terima Kasih pak!" ucap Siska seraya mengulurkan uang pecahan berwarna hijau dan dua lembar uang berwarna kuning tua pada sang pengemudi.


Kini gadis itu menatap gedung kampus yang cukup mewah dan juga megah.


Siska berjalan dengan cepat, bahkan sesekali wanita itu berlari menaiki tangga menuju tempat dirinya menimba ilmu tanpa rasa takut sedikitpun. Hingga saat ia sudah berada di depan kelasnya. Siska pun berjalan dengan pelan, seraya membuka pintu kelas tersebut tanpa rasa curiga sedikitpun


"permisi, pak" ucap Siska lembut hingga saat ia melihat sekeliling, tak nampak satupun orang di kelas tersebut.


Brak!


Suara pintu di tutup dengan keras, tentu saja membuat Siska terkejut. Siska menatap sosok pria yang saat ini tengah berdiri menyeringai di hadapannya yang ternyata sejak tadi bersembunyi di belakang pintu kelasnya.


"Ap...apa yang ingin kau lakukan?" ucap Siska terbata bata seraya memundurkan langkahnya yang mulai terasa berat.


"Mundur!" bentak Siska dengan kencang saat pria itu mencoba mendekat ke arahnya.


"Ternyata memang benar, kau masih BOD**h sama seperti dulu ya Sis. hahahaha"


Tawa pria yang Siska kenal, terdengar menggema di seluruh ruangan tersebut. Siska tentu saja merasa takut, dan kembali teringat momen dimana masa depannya hancur di tangan kekasihnya dulu.


"Kumohon jangan lakukan apapun padaku" lirih Siska yang mulai terkantuk tepat ke arah meja.

__ADS_1


*Hayo, siapa kira kira pria yang datang pada Siska?🤔🫣Siapa yang berniat jahat pada ibu satu anak itu? Bagaimana jika sampai Zidan tahu bahwa Adiknya dalam bahaya? Ikuti terus kisahnya ya♥️♥️♥️😽😽😽


__ADS_2