Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Tak ada


__ADS_3

Frans mulai mencekik leher Nikita dengan kuat hingga perempuan dihadapnnya kesulitan untuk bernafas. Nikita yang terkejut dengan tindakan Frans yang tiba tiba mencekik lehernya, sekuat tenaga mencoba melepaskan cengkraman pria dihadapnnya dengan sekuat tenaga. Jangankan untuk berteriak, untuk bernafas pun saat ini Nikita merasa sangat kesulitan.


"Le...paskan aku Frans" rintih Nikita dengan suara yang sangat pelan.


"Kau adalah wanita rubah! wanita jal**ng. Aku memberikanmu hati, tapi kau malah meminta jantung. Untung saja aku tahu kebusukanmu lebih awal dari ayah saat itu. Kau sungguh tak wanita yang licik! aku sangat mencintaimu tapi kau malah memberikan luka dihatiku!"


Frans mencengkram kuat leher Nikita dan tersenyum dengan aneh hingga membuat Nikita sedikit merasa takut.


Untung saja Frans tak menyadari bahwa kamera kecil yang Nikita pasang sebelumnya tengah merekan semua aktivitas yang ia lakukan didalam kamar terhadap Nikita.


Nayla dan Zidan yang tengah sibuk mengumlulkan data serta informaso mengenai data hitam kasus korupsi dan suap yang dilakukan ayahnya Frans tak tahu bahwa saat ini Nikita tengah mengalami hal yang buruk.


Hingga saat Hamdi yang baru merebahkan badannya diatas kasur, ia kemudian tiba tiba saja memikirkan Nikita yang selama ini telah membantu misinya.


" Sedang apa Niki saat ini? entah mengapa perasaanku tiba tiba saja merasa tak enak" gumam Hamdi dengan pelan.


Sesaat kemudian ia mengeluarkan ponsel mewah miliknya dan mulai mencoba menelpon nomor Nikita, namun tak aktif. Beberapa kali, bahkan Hamdi mencoba menelpon Nikita namun tetap saja tak ada tanda tanda bahwa ponsel Nikita aktif dan akan menelpon balik dirinya.


"Kemana wanita menyebalkan itu"


Hamdi yang mulai khawatir kemudian mencoba mengakses rekaman cctv kamera yang Nikita pasangkan dikamar Frans. Hamdi sengaja memutar rekaman dimana saat Nikita mengaktifkan kamera serta mulai menampilkan Nikita sendiri yang tengah terduduk menunggu Frans didalam sana.


Hingga detik kemudian Hamdi pun merasa senang dengan jawaban Frans yang begitu lancar saat ditanya oleh Nikita mengenai kasus pelecehan yang ia lakukan setahun silam pada Siska. Namun betapa terkejutnya Hamdi saat leher sepupunya itu mulai dicengkram kuat oleh Frans hingga membuat wajah Nikita begitu tampak pucat dengan nafas yang sudah tersenggal senggal.


Tanpa menunggu waktu lama, ia kemudian mencoba menelpon Zidan dan Nayla untuk mengecek kondisi Nikita didalam kamar Frans.


"Hallo Ham ada apa?"


"Cepat! kau cek kamar Frans sekarang! Nikita sedang dalam bahaya!"


Zidan yang merasa terkejut segera menanyakan apa yang sebenarnya terjadi.


"Apa yang terjadi Ham? Nikita baik baik saja. Tadi di pergi menuju kamarnya dan mungkin saat ini ia sedang tidur"


"Apakah kau tuli hah! Nikita sekarang sedang dalam bahaya! cepat kau cek kamar Frans dan selamatkan Nikita. Aku akan menyusul datang kesana!"


"Katakan padaku dulu Ham! apa yang sebenarnya terjadi?"

__ADS_1


"Frans mencoba membunuh Nikita dengan cara mencekik lehernya!"


Tanpa basa basi Nayla dan Zidan kini berlari menuju kamar Frans dan mulai berteriak teriak memanggil nama Nikita. Tak lupa, Nayla dan Zidan sebelumnya sudah menyimpan data tentang kasus korupsi itu kedalam dokumen tersembunyi. Serta mengirimkannya ke akun Hamdi melalui email.


"Baji***n buka pintu! "


Zidan yang sudah kalap segera mengetuk pintu Frans dengan kencang. Tak lupa ia pun mencoba mendobrak pintu kamar Frans yang cukup kuat.


"Cepat buka! Frans sialan! kau apakan Nikita hah! baji**n!"


Nayla yang melihat amarah dimata suaminya hanya bisa terdiam dan mulai menangis. Ia begitu takut terjadi sesuatu hal buruk pada Nikita yang jelas jelas telah membntu misinya samapi sejauh ini.


"Jika sampai kau mencoba menyakitinya, akan ku buat kau buta dan tak bisa berjalan Frans!"


Zidan mulai berancang ancang mundur beberapa langkah. Hingga kemudian ,tubuhnya yang kekar, mendobrak pintu dengan sangat kencang sampai terbuka lebar.


Pemandangan yang begitu mengejutkan bagi Nayla dan Zidan. Didalam kamar Frans yang sudah acak acakan, tak ditemukan Frans beserta Nikita yang Hamdi bilang sedang dalam bahaya.


"Kita kalah cepat Nay. Kita harus cari barang bukti disini. Siapa tahu ia meninggalkan jejak"


"Aku tak menemukan kepar** itu dan Nikita didalam kamarnya! kau lihat dulu ia mereka melakukan apa Ham. Aku disini mencoba mencari sebuah petunjuk yang ditinggalkan oleh ibli** itu"


Zidan kemudian mematikan kembali ponselnya dan mulai mencari barang bukti yang bisa jadi Frans tinggalkan sebagai petunjuk ia membawa Nikita kemana.


Lama Nayla dan Zidan mencari petunjuk dikamar Frans, namun tetap saja mereka tak menemukan apapun didalam kamar sana. Hingga terlintas dibenak Nayla untuk mengecek kamar ayahnya Frans mungkin saja ada sesuatu disana.


Nayla dan Zidan segera berjalan menuju kamar ayahnya Frans. Dengan langkah yang pelan serta hati hati, Nayla dan Zidan mulai membuka pintu kamar ayahnya Frans yang tak terkunci. Keduanya melihat ruangan yang begitu rapih dengan sang pemilik yang tak tahu keberadaannya.


Nayla dan Zidan yang menyadari bahwa tak ada siapapun disana segera masuk dan mencari petunjuk yang mungkin saja ayahnya Frans punay tentang Nikita dan Frans yang menghilang secara tiba tiba.


"Ini mas! ponsel ayahnya Frans ketinggalan!"


Suara Nayla yang begitu keras, membuat Zidan menoleh dan merasa senang.


"Bagus. Sekarang kita coba buka kunci sandi yang ada didalam ponsel ini. Siapa tahu, ayahnya Frans ikut terlibat dalam kasus Nikita"


Beberapa kali Nayla dan Zidan mencoba membuka sandi yang membuat ponsel ayahnya Frans terkunci, namun usahanya gagal. Hingga tak sengaja Nayla melihat sebuah tulisan sebuah tanggal di foto keluarga Frans yang disimpan didalam laci kerja.

__ADS_1


"Berhasil mas!" sora Nayla dengan senang.


Zidan segera mengambil ponsel tersebut dan melihat beberapa kali panggilan masuk namun tak diangkat oleh ayahnya Frans. Sampai pada akhirnya Zidan kemudian membuka aplikasi berwarna hijau dan menemukan nomor yang mengirim pesan sebuah alamat di pelosok atau tepatnya desa dekat hutan.


Disisi lain, Nikita yang sebelumnya tak sadarkan, kini mulai membuka perlahan matanya dan tak bisa melihat apapun karena kondisi matanya yang tertutup sehelai kain hitam. Tak cuman itu, tangan, kakinya yang diikat serta mulutnya yang disumpal oleh kain, membuatnya tak bisa melakukan apapun.


"Kau sudah sadar syang? gimana? apakah badanmu sakit? apakah tangan dan kakimu yang indah itu merasa pegal? jangan khwatir, sebentar lagi kamu akan pergi ke neraka setelah aku memakai tub**mu. Hahahahah"


Frans tertawa melihat Nikita yang berontak dan perlahan merintih karena ikatan ditangan serta kakinya cukup kencang.


"Terimakasih ayah, karena sudah memberitahuku mengenai wanita mur**n ini yang ingin menjebakku agar masuk kedalam penjara"


"Tentu saja nak. Ayah tak rela sampai kau masuk bui dan membuat reputasi keluarga kita hancur"


"Oh ya ayah. Bagimana dengan pembantu dan supir sialan itu? bagaimana jika mereka kabur dan mengetahui bahwa Nikita sudah kita culik?"


"Tenang saja, ayah sudah membuat pengamanan disana ketat. Sehingga mereka tak bisa keluar dan tak ada siapapun yang bisa masuk kedalam sana"


Frans tersenyum mendengarkan perkataan ayahnya tersebut. Seberapa ia jengkel pada sang ayah. Namun kasih sayang serta perhatian sang ayah begitu berarti dalam situasi sekarang karena telah menyelamatkan nama baiknya serta dirinya dari penjara.


Nikta yang merasa ketakutan mulai menangis dan menarik nafas dengan susah payah. Dalam pikirannya saat ini, ia hanya khwatir dengan keadaan Nayla dan Zidan yang mungkin saja sedang dihadapkan dengan bahaya.


*****


Hamdi menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi dan saat ia sampai didekat rumah Frans ia kembali mengecek cctv dan melihat semua perkelahian antara Frans dan Nikita.


"Kumohon lepaskan saya tuan" Nikita yang mulai kesusuhan bernafas terus saja memohon pada Frans yang menyeringai mengerikan.


"Kau pantas mati agar tak ada siapapun yang bisa menjebloskanku kedalam penjara"


Nikita yang mulai lemas mulai teringat pada Hamdi dan misi yang sekarang ia jalankan. Hingga detik kemudian Nikita menendang bagian bawah perut Frans hingga membuat pria tersebut jatuh karena menahan sakit diarea sensitifnya.


"Dasar jal**ng!"


Tak banyak menunggu waktu lama. Nikita sgera memukul wajah Frans dengan tangan kosong hingga membuat hidung pemuda itu berdarah. Tak hanya itu, Nikita mulai memukuli Frans secara membabi buta hingga Frans jatuh tersungkir diatas lantai.


Saat Nikita mencoba lari dari tempat itu dan akan menoleh kerah pintu. Ayah Frans yang secara tiba tiba berada tepat di belakang Nikita segera memukul kepala Nikita menggunakan balok kayu hingga membuat dirinya pusing daj tersungkur diatas lantai. Perlahan oandangannya kian buram dan akhirnya menjadi gelap gulita.

__ADS_1


__ADS_2