Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Lancang


__ADS_3

Malam yang dingin serta hembusan angin yang menerpa wajah cantik Nikita, sontak membuat Frans begitu kelimpungan dengan kecantikan wajah sang asisten pribadinya.


Ha**srat didalam dirinya untuk memiliki sang asisten begitu menggelora dan membuatnya seperti tertarik dengan tubuh yang dimiliki Nikita. Perlahan tapi pasti, Frans mulai mendekatkan tubuhnya kearah Nikita yang hanya berbalut pakaian minim dengan panjang rok sepaha saja.


"Malam ini kau akan menjadi miliku" bisik Frans lembut ditelinga Nikita.


Gadis dengan panjang rambut sebahu hanya bisa tersenyum geli mendengarkan bisikan pria yang usianya jauh lebih muda dari dirinya sendiri. Entah kenapa kali ini ia juga sedang begitu berga***h dengan tubuh kekar milik Frans. Namun akal sehatnya yang masih jalan, membuat dirinya seakan menolak setiap sentuhan yang mulai dilakukan oleh Frans.


Bukan karena ia jatuh cinta pada Frans, hanya saja kebutuhan ranjang yang selama ini selalu ia dapatkan dari pria bayaran langganannya sudah lama tidak ia rasakan. Sehingga membuatnya seperti kehausan.


"Ternyata kau menikmatinya juga" Frans tersenyum puas.


Mereka masih saling menempelkan wajah, hingga Nikita tersadar dari prilaku salahnya dan segera menjauhkan dirinya dari Frans.


"Maafkan aku tuan" ucapnya pelan.


Frans tersenyum kearah Nikita dan mulai mencoba mendekatinya lagi.


"It's ok honey. Kita sama sama butuh kehangatan. Jadi jangan tolak aku malam ini"


"Tapi tuan. Saya masih belum selesai datang bulan" ucap Nikita berbohong.


Seketika Frans kesal dan mendorong keras tubuh Nikita ke atas kasur empuk miliknya.


"Dasar wanita tak tahu diuntung! selalu saja setiap aku mau memulainya denganmu kau selalu saja memberikanku alasan seperti itu"


Nikita mulai bangkit dan merapihkan pakaiannya.


"Maafkan saya tuan" ucapnya tertunduk.


Tak lama Frans keluar dengan membantingkan pintu dengan keras dan meninggalkan Nikita sendirian didalam kamar.


Kesempatan emas, sejurus kemudian Nikita mencari sesuatu barang berharga dikamar Frans, dan ia melihat laptop milik Frans yang masih memutar video tak senonoh diatas laci.


"Ternyata seceroboh ini bocah itu" gumam Nikita pelan.

__ADS_1


Ia kemudian mengembalikan video yang masih berputar kehalaman menu dan mulai mencari sesuatu didalam laptop tersebut. Hingga akhirnya dia menemukan file bertuliskan 'My Secret' didalam sana. Nikita yang berlomba dengan waktu akhirnya mengembalikan layar laptopnya untuk menampilkan video sebelumnya karena ia mendengar langkah kaki Frans yang akan kembali masuk kedalam kamarnya.


Tak lupa ia membersihkan dulu bekas pencarian file di laptop milik Frans tersebut. Tak berselang lama, pria bertubuh kekar itu kembali dengan hanya mengenakan celana pendek tanpa baju mendekat kearahnya.


Dengan cengkaraman yang keras ia memegang tangan Nikita dan membentak wanita itu dengan kencang.


"Kalau sampai masa itu sudah beres, datanglah dan layani aku! akan ku pastikan kau menyerahkan apa yang aku mau!"


Nikita yang mulai geram hampir saja melepaskan amarahnya. Matanya mulai memerah dan giginya gemertak menahan emosi. Tak sampai disitu saja, Frans mulai merah ponselnya dan memesan wanita panggilan yang kemarin ia sewa.


Nikita yang muak dengan kelakuan majikannya kini pergi berlalu tanpa sepatah katapun meninggalkan Frans yang tenagh berbincang dengan seseorang wanita disebrang sana.


*****


Pagi menjelang, Nayla dan Zidan yang sudah bersiap siap kini mulai berjalan kearah dapur dan memasak sarapan untuk majikannya.


Zidan yang sedari tadi membantu Nayla memasak hanya bisa menatap wajah istrinya yang nampak begitu ceria mengiris beberapa jenis sayuran dan mulai menumisnya.


Tak lama ketika semua hidangan sudah matang dan siap disajikan, Nikita berjalan kearah Nayla dan Zidan, membantu menyajikan makanan diatas meja makan.


"Biar aku bantu Nay" ucapnya ramah.


Beberapa camilan memang Zidan dan Nayla bawa dari rumah untuk sekedar mengganjal perut mereka ketika lapar dan belum diizinkan untuk makan.


Tak berselang lama Frans yang baru saja keluar dari kamarnya dengan ramvut yang basah segera duduk diatas kursi dan mulai mengambil nasi serta lauk pauk yang telah Nayla buat. Ia begitu kagum dengan masakan Nayla yang begitu lezat saat ia makan. Sampai sampai ketika ayahnya ikut turun dan bergabung dimeja makan, Frans dengan acuh mengabaikan ayahnya dan tetap menyantap makanan yang terhidang dihadapannya.


Ketika ayah Frans mulai menyantap makanan yang Nayla buat, ia tertegun merasakan masakan Nayla yang begitu lezat saat bersentuhan dengan lidahnya. Sesaat ia menatap kearah Nayla hingga kemudian ia menganggukan kepala.


"Siapa yang buat makanan ini?"


Nayla menunduk dan mengatakan bahwa ia yang memasak semuanya.


"Sa...saya tuan"


Ayah Frans kemudian bangkit dan memegang pundak Nayla dengan tiba tiba, hingga membuat wanita itu terkejut dan refleks menyingkirkan tangan majikannya dari tubuhnya.

__ADS_1


"Maafkan saya tuan!"


"Cih So suci sekali kamu! dasar wanita tak berguna!" bentak ayah Frans dengan keras.


Sontak saja Zidan yang mendengar keributan segera berlari kearah sumber suara dan mendapati istrinya tengah menundukan kepala dengan Nikita disampingnya.


"Ada apa ini?" ucap Zidan lantang.


"Istrimu yang tak tahu diri ini berani beraninya menghempaskan tanganku! tak tahu malu dan tak punya tatak rama sekali dia!"


"Maaf bukannya Nayla yang tak pinya tatak rama, tapi anda yang tak sopan tuan karena menyentuh pundak istri orang" ketus Nikita menyela pembicaraan.


Sontak saja ayah Frans begitu murka dan melayangkan tangan untuk memukul wajah cantik milik Nikita. Namun belum sampai ia menyentuh wajah asisten pribadi anaknya, Frans mencekal tangan ayahnya dengan keras dan kemudian menghempaskannya.


"Jangan buat keributan! ayah bisa makan tanpa dengan nafsu! lagian ngapain ayah sentuh tubuh wanita kampung itu? apa masih kurang dua wanita dikamar ayah?" ejek Frans dengan senyumnya.


"Dasar anak kurang ajar! kau membela wanita murahan sepertinya dan malah menghina ayahmu?!"


Belum selesai sang ayah berbicara, Frans justru berjalan dengan santai meninggalkan ayahnya yang masih menggebu dengan amarah.


Zidan yang ikut tersulut emosi dengan kenyataan bahwa sang istri dipegang oleh lelaki tua itu, segera dicekal tangannya dengan kuat oleh Nayla supaya tenang.


Hingga saat ayah Frans pergi berlalu meninggalkan mereka bertiga, Zidan kemudian meluapkan amarahnya dengan memukul meja makn dengan keras.


"Dasar pria tua bangka! berani beraninya memegang istriku? lihat saja akan ku patahkan tangan kotornya jika sampai menyentuh istriku lagi!"


"Tenangkan dirimu Zidan! kutahu kau pasti tak terima dengan perlakuan pria tua itu. Tapi rencana kita baru saja dimulai. Kita harus lebih bisa mengendalikan emosi agar misi kita cepat selesai"


"presetan dengan rencana ini. Jika sampai dia menyentuh lagi istriku, maka lihat saja, aku akan mendatangkan ajalnya lebih cepat tanpa ia sadari hingga ia tersadar sudah berada didalam tanah"


Nayla hanya bisa diam melihat emosi suaminya. Hingga ketika ia menundukan kepala dan melihat kearah meja makan, ia melihat ponsel milik Frans tergeletak begitu saja didekat piringnya.


"Ini ponsel Frans mas!" pekik Nayla dengan pelan.


"Iya benar Nay, ini ponsel bocah itu. Mari kita sembunyikan dan cari tahu apa saja yang ada didalamnya, siapa tahu ada rahasia didalamnya"

__ADS_1


Ketiganya kemudian cepat cepat membereskan meja makan dan kemudian pergi berlalu menuju kamar Nayla dan Zidan untuk mengecek isi dari ponsel milik Frans.


Hingga saat ketiganya mencoba untuk membuka ponsel milik Frans yang menggunakan pola kunci, ketignya saling pandang karena tak tahu apa kata sandi ponsel milik majikannya tersebut


__ADS_2