
Malam telah datang. Kini Siska tengah makan malam.bersama keluarganya di rumah, tak terkecuali Nayla dan Zidan yang tampak senang melihat perubahan Siska yang begitu signifikan. Akhir akhir ini Siska terlihat sangat senang dan bahagia, bahkan di tengah tengah kesibukannya mengurus Cleo yang sedang aktif aktifnya.
"emng Sis bagaimana kuliahmu? Apa semuanya lancar?" tanya Zidan memecah keheningan diantara mereka.
Siska tampak senang dan bersemangat menceritakan semua tugas tugas kuliahnya yang begitu banyak, apalagi saat ia membicarakan bahwa saat ini ia tengah mengerjakan sebuah tugas makalah bersama temannya, Jonathan.
"Aku sangat bersemangat mengerjakan semua tugas tugas di kampus mas. Banyak sekali hal yang belum pernah aku ketahui di kampus itu, bahkan aku banyak sekali belajar pelajaran baru yang sempat terlewatkan dulu"
Nayla tersenyum menatap ke arah Zidan, ketika mendengar ucapan Siska yang begitu bersemangat.
"Syukurlah kalau kau memang senang bersekolah disana. Mas ikut bahagia dan bangga dengan kesibukanmu sekarang. Jika ada apa apa katakan saja sama mas. Biar mas bantu"
Siska menganggukan kepala dan tersenyum ke arah Zidan.
"ya, mas tentu"
***************
Jarum jam telah menunjukan pukul delapan malam. Siska yang tengah menidurkan Cleo, tiba tiba saja mendapatkan sebuah panggilan telpon yang jujur saja nomor tersebut tak pernah Siska tahu. Hingga wanit itu pun mulai mengangkatnya dan berbicara sesopan mungkin pada seseorang di sebrang sana.
"Hallo, assalamualaikum. ini siapa ya?" tanya gadis berambut pendek tersebut.
"Hai, Sis ini aku Naura, kau pasti tahu kan siapa aku"
Degh.
__ADS_1
seketika Siska terdiam. Ia tahu dan sangat tahu siapa gadis yang tengah menelponnya saat ini. Hanya saja ia tak tahu jika gadis itu akan berbicara padanya di telpon seperti ini.
"iya aku tahu. Ada apa ya?" tanya Siska dengan datar.
Wanita di sebrang telpon sana terdengar tertawa sejenak dan kembali melanjutkan niatannya untuk berbicara dengan Siska. Ia tahu bahwa Naura tampak begitu menyukai Hamdi, hingga perempuan itu berusaha mendekatinya mungkin hanya untuk mencari informasi tentang hubungannya dulu bersama Hamdi.
"Emh, jadi maaf jika aku mengganggumu malam malam begini. Aku hanya ingin tahu, apa kau dan Hamdi masih sering berhubungan? ma...maksudku apa kamu masih menjalin komunikasi dengannya?"
Siska menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya dengan perlahan. Baru kali ini ia bertemu dengan gadis asing yang baru beberapa kali ia temui, dan langsung bertanya tentang masalah privasinya.
"Memangnya ada apa ya Ra?"
"ah, aku hanya ingin tahu saja tentang hubunganmu dengan Hamdi. aku tahu kalian pernah dekat dan bertunangan namun hubungan kalian berakhirkan? Maka dari itu sebagai calon istrinya aku ingin kamu menceritakan masa lalu kalian sebab aku takut jika ada sesuatu yang kalian sembunyikan yang jelas jelas harus ku ketahui"
"maksudmu apa Ra? Aku dan Hamdi memang pernah bertunangan dan akan melangsungkan pernikahan. Tapi kau tahu sendiri, hubungan kami kandas dan kami tak berjodoh. Jika kau calon istrinya maka tanyakan saja pada Hamdi apa yang ingin kau ketahui tentang kami. Aku dan dia tak pernah memiliki rahasia apapun dan kami tak melakukan hal aneh aneh selama berhubungan" jawab Siska dengan sedikit kesal.
"Emh, ku kira jika aku bertanya pada Hamdi maka pria itu pasti Takan pernah mengaku. Dia pasti memilih untuk bungkam daripada membeberkan aibnya sendiri"
Lagi lagi Siska hanya bisa menggelengkan kepala mendengar jawaban dari Naura. Batin Siska masih menerka arah pembicaraan gadis itu tentang dirinya dan juga Hamdi.
"sebenarnya apa yang ingin kau ketahui Ra? tolong katakan saja intinya. aku sedang menidurkan Cleo dan jika aku terlalu banyak berbicara maka putraku pasti akan bangun"
"Baiklah aku akan bertanya langsung pada intinya saja. Jadi Cleo adalah anak kandungmu bersama siapa? apa ayahnya Hamdi? atau pria lain? ku lihat umurmu bahkan masih sangat muda untuk menikah. Dan tak menutup kemungkinan jika kau dan Hamdi pernah melakukan hal tercela sehingga menghasilkan putramu itu. Aku hanya takut saja jika aku dan Hamdi menikah, maka Hamdi akan kembali berpaling dariku untuk bersamamu sebab anakmu itu"
Hati Siska seketika memanas mendengar apa yang Naura katakan. Wanita itu tak seolah tak pernah mendapatkan sebuah tatakrama dan sopan santun sampai menanyakan hal semacam itu. Siska tahu Cleo adalah hasil dari hubungan yang salah, tapi Siska tak pernah menginginkan jika dirinya melakukan hal tercela dengan siapapun. Dia adalah korban dan Cleo bukan hasil dari perbuatan yang dilakukan secara mau sama mau.
__ADS_1
"maaf jika aku akan menyakiti hatimu Ra. Tapi apa kau masih punya hati untuk berbicara demikian pada wanita yang sekarang harus berjuang sendirian membesarkan seorang putra kecil? Apa kau punya otak untuk berpikir bahwa hal yang tak seharusnya kau tanyakan telah kamu katakan? Apa kau tak berpikir dulu sebelum berbicara demikian padaku yang jelas jelas harus mengalami banyak hal mengerikan di usia muda? Dimana hati nuranimu sebagai perempuan Ra?!" Siska begitu saja meluapkan amarahnya pada Naura.
Ia tahu bahwa wanita itu akan bersanding dengan Hamdi tanpa ia ketahui sebelumnya. Tapi cara perempuan itu berkata benar benar seolah mengatakan bahwa Siska adalah wanita yang mudah memberikan tubuhnya pada sembarang pria.
"Eh kenapa kamu marah Sis? aku hanya bertanya saja. Kau tak perlu marah dan merasa tersinggung dengan ucapanku. Usiaku hampir sama dengan kakak iparmu, jadi jaga sopan santunmu ya"
Siska tertawa lebar mendengarkan pernyataan Naura.
"hahahaha. Apa kau bilang barusan Ra? kau bilang aku harus jaga sopan santun padamu yang usianya jauh di atasku? apa aku tak salah dengar? Ah gini ya Kak Naura yang cantik. Jika usia anda memang jauh di atas saya. Atau bisa di bilang jauh lebih TUA daripada saya, maka anda juga hatus punya tata cara dan juga sopan santun dalam berbicara. Anda merasa bahwa apa yang telah anda katakan itu biasa saja, tanpa tahu maksud dan tujuan dari pertanyaan itu sungguh membuat harga diriku terluka. Sebelum kau berkata tentang sopan santun padaku, lebih baik juga kau koreksi setiap perkataanmu pada orang lain, agar tak melukai perasaannya ataupun harga dirinya. Kau kira karena usiamu jauh di atasku, kamu bisa berkata hal yang jelas jelas sangat privasi untukku?! iya? apa pantas menanyakan siapa ayah dari putra seseorang yang bahkan bukan orang yang dekat denganmu"
Naura terdiam. Hatinya sedikit terbakar kala mendengarkan jawaban menohok dari Siska.
"Ya sudah terserah kau hamil dengan siapa dan siapa ayah dari anakmu itu. Yang jelas saat ini lebih baik kau jaga jarak dari Hamdi sebab dia calon suamiku. Paham!"
Tut!!
Tut!!!
Tut!
Sambungan telpon di putus dengan cepat oleh Naura. Hingga membuat Siska menarik nafas dalam dalam dan mengucap beristighfar dengan pelan.
"Astagfirullahhaladzim"
*Terimakasih banyak untuk yang sudah setia menunggu kelanjutan cerita ini. mohon maaf sebesar-besarnya jika saya terlalu lama up novel ini dikarenakan sebuah pekerjaan. insyaallah mulai dari sekarang saya aka sering update part barunya❤️❤️🙏🙏🙏
__ADS_1