Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Setuju


__ADS_3

Hari ini mentari bersinar dengan terang. Senyum di wajah Siska mulai menggembang kala matanya yang sempat terpejam, kini terbuka dan menatap indahnya ciptaan sang maha kuasa tepat berada di sampingnya.


"pagi gantengnya mama" dengan cepat Siska mencium pipi Cleo yang sangat tembam dan juga bulat.


balita yang masih memejamkan mata itu pun perlahan mulai menggeliat ketika merasakan sentuhan lembut sang ibu pada tubuh mungilnya.


"Doa kan ibumu ini ya nak, semoga nanti Nenek sama Pamanmu memberikan izin pada ibu untuk kembali bersekolah. Kamu tenang saja sayang, ibu berjanji Takan pernah melupakanmu walaupun ibu sibuk di sekolah. Ibu ingin kamu memiliki hidup yang lebih baik dan juga layak nantinya"


Siska memangku Cleo dan segera membawa balita mungil itu ke dalam kamar mandi untuk membilas keringat di seluruh tubuhnya.


Tawa riang dan ceria yang keluar dari mulut Cleo, mampu membuat Siska ikut bahagia ketika menyadari putra yang dulu pernah ia ingin singkirkan ternyata tumbuh menjadi anak yang lucu dan juga tampan.


Seburuk apapun kejadian yang ia terima saat mengandung Cleo dan sejahat apapun ayah dari sang putra, Siska akan tetap menyayangi putra semata wayangnya itu layaknya seorang ibu yang baik dan juga cekatan. Sebab walau bagaimana pun bayinya itu tak memiliki dosa baik padanya ataupun pada kehidupannya sekarang.


*************


Siska da Cleo kini perlahan mulai menuruni anak tangga menuju dapur untuk sarapan bersama ibunya, Zidan dan juga Nayla.


Mereka bertiga bahkan merasa heran dengan tingkah Siska yang seceria hari ini, padahal mereka tahu bahwa semalam Siska menangis karena hubungan Hamdi dengan Naura yang mulai dekat.


Ibu Widya menepuk pelan tangan Nayla agar dia bertanya pada Siska apa yang sebenarnya telah membuat putrinya itu bahagia.


"Kenapa kalian melihatku seperti itu? apa ada yang aneh?" tanya Siska heran.


Ibu Widya, Zidan bahkan Nayla dengan serempak menggelengkan kepala dan mulai kembali melahap makanan yang sudah terhidang di atas meja seolah tak memperhatikan mimik wajah yang Siska tunjukan.

__ADS_1


"emh jika kalian tak keberatan, aku ingin bertanya sesuatu hal pada kalian " ucap Siska dengan pelan.


Nayla sontak saja menatap Zidan yang masih terdiam dengan wajah santainya tanpa penasaran dengan apa yang ingin adiknya katakan.


"Tentu saja sayang. Apa yang ingin kamu katakan ? ayo kami penasaran" jawab Ibu Widya dengan bersemangat.


Siska menarik nafas dengan pelan dan seketika menghembuskannya untuk menetralkan rasa gugup dihatinya.


"Jadi sebenarnya aku ingin bertanya tentang masa depanku Bu, mas, mbak. Apa boleh aku kembali berkuliah di perguruan tinggi di sekitar sini?"


sontak saja Zidan, Nayla dan juga Ibu Widya melotot, Merasa tak percaya dengan apa yang mereka dengar.


"Ap...apa aku tak salah dengar?" tanya Zidan dengan bingung.


"Tentu saja mas, ibu dan juga mbak Nayla tak salah dengar. Siska memang ingin kembali bersekolah dan melanjutkan studi yang dulu pernah terputus akibat kejadian buruk itu. Apa kalian mengizinkan?"


Ibu Widya menatap Zidan. wanita paruh baya itu tak keberatan dengan keinginan sang putri untuk kembali bersekolah. Namun Ibu widya merasa malu jika Zidan harus kembali mengeluarkan uang banyak untuk keperluan sekolah Siska padahal selama ini dirinya, Siska dan juga Cleo sudah terlalu banyak menikmati harta milik Zidan.


Siska yang sadar akan perasaan ibunya mulai memejamkan mata dan menarik nafas dalam dalam. Keputusannya memang sudah bulat untuk bersekolah, dan nanti jika ia sudah lulus serta bekerja. Suka berjanji akan mengganti semua biaya yang Zidan keluarkan untuknya.


"Emh maaf sebelumnya mas, mbak, jika keinginan Siska ini terkesan mendadak. Siska benar benar ingin kembali bersekolah dan melanjutkan studi Siska yang telah lama tertinggal untuk mendapatkan pekerjaan serta kehidupan yang lebih layak lagi untuk Cleo nantinya. Aku tahu aku pasti akan membuat kalian kerepotan dengan biaya sekolah yang Siska perlukan. Tapi, tapi Siska berjanji akan mengganti semua biaya sekolah Siska saat nanti sudah mendapatkan pekerjaan. Dan untuk Cleo, Siska juga akan membawa pergi ke kampus kok tenang aja"


Binar di mata Siska benar benar membuat Nayla terenyuh dan juga terharu. Nayla tahu betul tabiat Siska saat dulu, dan sekarang Nayla benar benar merasa bangga dengan kelapangan hati yang dimiliki Siska setelah kejadian pahit yang bertubi tubi ia dapatkan.


"Kamu gak perlu khawatir Sis, mbak dan Mas Zidan akan selalu mendukung setiap keinginanmu itu. Mbak juga bisa menjaga Cleo saat kamu pergi belajar di sekolah agar kamu tak kesulitan. Mbak, ibu dan juga Mas Zidan pasti akan selalu bersamamu Sis"

__ADS_1


Nayla bangkit dan dengan cepat memeluk tubuh wanita muda itu penuh dengan kehangatan.


Nayla tahu semua ini adalah hikmah dan juga hidayah yang Allah berikan pada Siska setelah cobaan dan ujian yang selama ini selalu datang padanya. Terlebih lagi menjadi sosok ibu di usia yang cukup muda dan juga kehamilan yang ta pernah ia rencakan sebelumnya psti sangat membuat Siska mengalami trauma hebat.


"Mas akan membantu semua apa yang kamu inginkan Siska. kamu tak usah khawatir tentang uang dan semua hal yang akan membuatmu terganggu. Kamu cukup belajar dan raut cita citamu yang sudah lama terpendam. Mas yakin kamu pasti akan menjadi orang hebat dan wanita kuat untuk kami semua"


Zidan menggenggam erat tangan Siska dan mulai mencium kening sepupunya itu.


Ibu Widya tampak terharu dengan kasih sayang tulus yang diberikan Zidan dan Nayla padahal selama ini Zidan dan Nayla selalu ia sisihkan dan juga sakiti.


"Terimakasih karena sudah memberikan apa yang kami butuhkan dengan ikhlas. Ibu benar benar merasa malu atas apa yang selama ini ibu lakukan pada kalian." ibu Widya menutup wajahnya, sebab tak kuasa menahan tangis.


Nayla yang sadar akan kesedihan yang Ibu Widya alami lantas memeluk tubuhnya dan berusaha menenangkannya.


"ibu tak perlu mengatakan itu. Nayla dan Mas Zidan bahkan sudah melupakan semuanya yang pernah terjadi di masa lalu. Biarlah masa lalu tetaplah menjadi masa lalu. Sekarang kita harus bahagia dengan cara menempuh hidup yang baru"


***************


Malam ini Hamdi yang tengah berada disalah satu restoran ternama bersama Naura tampak begitu serasi menghadiri sebuah perayaan launching produk terbaru perushaan keduanya.


Kerjasama bisnis yang terjalin antara mereka berdua cukup baik dan mendapatkan penghasilan cukup besar setiap harinya.


Naura yang kebetulan duduk disamping Hamdi tamapak begitu terpukau dengan pria dewasa di sampingnya itu sehingga tanpa sadar ia mulai menggenggam tangan Hamdi dengan erat.


"Kumohon tetaplah seperti ini. Aku sudah pernah kehilanganmu satu kali saat berkuliah dulu, dan aku Takan bisa menerima kehilanganmu untuk kedua kaliny lagi Ham" bisik Naura dengan pelan di telinga Hamdi.

__ADS_1


__ADS_2