Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Arogan


__ADS_3

Siska terdiam, air matanya jatuh dengan perlahan ketika kembali teringat foto yang baru saja Clara kirimkan dengan akun palsu. Hamdi, Nayla dan Zidan bahkan belum melihat foto tersebut. Kini Zidan dan Nayla semakin yakin tentang sosok yang Hamdi katakan sebagai orang yang menjebaknya adalah Clara yang sama. Clara yang dulu membuat rumah tangga Ibu Widya dan Nayla hancur.


"Kau buktikan saja ucapan mu itu dan berikan aku waktu untuk sendiri dulu" Siska berlalu pergi meninggalkan Hamdi yang sat ini sudah muak dengan tuduhan yang Siska lontarkan padanya.


Hamdi bahkan berteriak dengan kencang pada Siska yang terus saja berjalan meninggalkan sendiri dengan emosi yang memuncak.


"Baik Sis! akan ku buktikan bahwa aku tak serendah yang kamu tuduhkan! aku masih punya harga diri dan cinta untukmu! aku Takan pernah menyentuh wanita manapun apalagi melakukan hal yang kau pikirkan! lihat saja nanti saat semua bukti sudah ada di depan matamu Sis"


Hamdi berjalan menuju parkiran dan meninggalkan rumah sakit begitu saja. ia tahu ini salah, pergi tanpa pamit pada Nayla maupun Zidan yang sejak tadi mendengarkan semua keluh kesahnya. Tapi, Hamdi sangat buru buru untuk mencari bukti agar Siska percaya bahwa memang dirinya telah dijebak oleh Clara. Wanita yang bahkan tak pernah ia kenal sebelumnya dan hanya ia tahu sekilas saja. ia bahkan tak tahu persis bahwa Clara yang sudah merusak rumah tangga Nayla adalah Clara yang sama dengan yang menjebaknya kemarin malam.


Hamdi mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Pria itu tampak tergesa gesa untuk sampai di rumahnya untuk memulai rencananya. Ia adalah pria dingin dan sopan, namun jika saja dirinya di usik, maka Hamdi Takan diam saja. Dia bahkan berani menyakiti wanita sekalipun jika sudah mencari masalahnya dengannya.


"lihat saja Clara! kau yang memulainya maka kau jika yang harus jadi akhirnya" gumam Hamdi dengan pelan.

__ADS_1


Saat ini mobil putih itu kini sudah terparkir di depan halaman rumahnya. Hamdi segera pergi turun dari mobilnya dan berjalan membuka kunci rumah yang sudah beberapa hari ini ia tinggalkan. Hamdi berjalan dengan cepat menuju kamarnya dan mulai membuka laptop yang sudah ia nyalakan. Pria itu menelpon orang kepercayaannya dan mulai menyuruh orang tersebut untuk mencari tahu tentang Clara.


Ya, Hamdi adalah orang dingin yang bisa berubah menjadi arogan. Pria itu tak segan segan untuk membuat musuhnya terluka.


"cari tahu siapa orang yang kemarin malam memukul kepalaku dan bawa dia kehadapan ku. Aku ingin dia besok dan bawa juga wanita ular itu agar bisa ku berikan pelajaran!" Hamdi segera memutus sambungan telpon dan mulai mencari tahu informasi tentang Clara.


Hamdi yang pandai dalam meretas akun media sosial dan juga mampu meretas sistem pemilik data orang yang sedang ia cari, dengan cepat bisa menyadap akun media sosial Clara dan juga aplikasi hijau yang saat ini dipakai Clara untuk menjual diri serta mengirim foto pada Siska. Pria itu meremas minuman kaleng di samping laptopnya ketika melihat foto foto yang dikirimkan Clara pada Siska tadi.


"benar benar jal**Ng! sialan! tunggu saja kehancuranmu Clara! aku tak segan segan memberikan pelajaran pada orang yang berani mengusik hidupku seperti ini! aku tak perduli siapa kau dan juga bagaimana kehidupanmu. Yang ku inginkan kau hancur sama sepertiku saat ini dan memohon padaku untuk melepaskanmu. Akan ku pastikan kau mendapatkan luka setelah kejadian ini"


Hari telah berlalu dengan cepat, pukul dua dini hari ponsel Hamdi berdering begitu nyaring hingga Hamdi beranjak dengan perasaan yang sangat kesal. Pria itu mengucek matanya mencoba melihat nama dari seseorang yang saat ini menelponnya.


"Ya ada apa?!" tanya Hamdi dengan ketus pada seseorang diseberang telpon sana.

__ADS_1


"Pak saya sudah tangkap orang yang kemarin memukul Anda dan kini pria itu bahkan sedang bersama saya"


Hamdi sangat senang mendengar jawaban yang sejak tadi ia tunggu tunggu.


"Bagus! sekarang kamu sekap dia dan cepat cari wanita yang menyuruhnya agar permainan ku semakin menyenangkan" ucap Hamdi dengan semangat.


"Baik pak, saya pastikan besok siang wanita itu sudah berada di tempatku. Dan jika saya berhasil maka dengan segera saya akan kabari anda"


Hamdi mematikan telepon dengan cepat setelah meminta anak buahnya itu untuk membalas apa yang sudah Hamdi dapatkan kemarin malam. Bukan rasa sakit di kepala yang ingin Hamdi balaskan pada pria itu, hanya saja rasa sakit dari ucapan Siska tadi siang atas ketidak percayaannya pada kejadian yang menimpa Hamdi, membuat pria itu gelap mata dan ingin memblaskan sakitnya.


Hamdi bahkan mulai membuka kembali laptop miliknya dan mulai mencari cara agar Clara bisa masuk kedalam jebakannya nanti pagi. Dengan uang yang Hamdi miliki ia bahkan bisa memerintah seorang pria untuk menyewa jasa keahlian Clara agar bisa menyekapnya dan juga menyeretnya ke hadapan Hamdi.


Hingga saat pancingan yang ia buat disepakati dengan cepat oleh Clara. Hamdi segera memakai kaus serta jaket Hoodie kesukaannya sebelum pergi menuju tempat perjanjian itu disepakati.

__ADS_1


"tunggu saja pembalasnku Clara"


__ADS_2