
Semua mata memandang ke arah Siska. Namun wanita itu mencoba menahan tangis dan lebih memilih mengalihkan pembicaraan pada Jonathan.
"aku sudah lapar. Ayo Jo kita makan. Ayo mas, mbak, Bu, kita makan bersama".
Jonathan dan Zidan saling pandang. pria itu kemudian mendekat ke arah Zidan dan bersalaman sebagai tanda hormat.
"kau temannya Siska?" tanya Zidan dengan lembut.
Nayla bahkan lantas memotong pembicaraan keduanya dan memberitahu Zidan bahwa Jonathan adalah pria yang dulu pernah membantunya saat kecopetan.
"Dia temannya Siska mas.sekaligus orang yang membantuku dulu saat kecopetan membeli roti. Yang aku ceritakan waktu itu loh mas"
Zidan terdiam dan mengingat ngingat kejadian beberapa hari lalu saat Nayla kecopetan. Istri dari pria bertubuh tegap itu pulang dalam keadaan menangis dan Zidan bahkan sedikit syok saat melihat keadaannya saat itu. Zidan berpikir bahwa hal buruk telah terjadi padanya, dan memang benar Nayla mendapatkan musibah yang untung saja tak membuat dirinya ataupun kandungannya terluka.
"oh jadi kamu yang sudah menyelamatkan istri saya Jo? Ah beruntung sekali aku bertemu denganmu. Aku akan memberimu hadiah atas keberanianmu itu"
Jonathan tersipu malu dan segera menggelengkan kepala pelan. pria itu tak ingin mendapatkan hadiah apapun atas bantuan yang telah ia berikan pada Nayla. Jonathan melakukan itu semua karena ikhlas.
"Ah tak usah repot repot. Saya membantu Mbak ini dengan ikhlas. Saya hanya melakukan hal kecil saja, bukan berjuang di Medan perang" ucap Jonathan dengan guyonan.
Siska yang saat ini tengah berada di dapur, menatap ke arah Jonathan, Zidan, dan Nayla yang tengah tertawa bersama. Siska menghapus air matanya yang meluncur begitu saja kala ingat dengan undangan pernikahan Hamdi yang kini berada di tangan kakaknya itu.
__ADS_1
Siska sudah bisa ikhlas dan rela dengan takdir yang ada untuknya dan tak terlalu berharap dengan Hamdi yang mungkin datang untuk sementara. Namun demikian, Siska pun tak akan melupakan jasa serta kebaikan pria itu, sebab dengan bantuan Hamdi lah ia bisa mendapatkan keadaan atas kasus pelecehan yang ia alami saat dulu. Dan bahkan Hamdi juga telah kehilangan sosok orang yang sangat mencintainya, yaitu Nikita hanya karena ingin membantu mencari keadilan untuk Siska.
Kini semua tampak tertawa bersama di ruang makan tanpa ada satupun yang membahas tentang Hamdi. Mereka tahu bahwa Siska mungkin akan terluka dengan topik pembahasan itu, maka memilih untuk bungkam.
Namun tiba tiba saja pertanyaan yang keluar dari mulut Siska berhasil membuat semua orang terkejut dan tercengang.
"Jadi, kapan Hamdi menikah Mas? kita harus datang dengan pakaian terbaik kan"
Zidan tersedak. Nayla lantas mengambilkan secangkir air untuk suaminya dan mulai memberikannya untuk segera ia minum.
"Ka..kau bertanya tentang pernikahan Ham.."
"Ya tentu saja mas. Kita adalah satu satunya keluarga yang ia miliki. itu adalah momen penting dalam hidupnya dan kita memang seharusnya datang. oh ya sekarang bahkan ada Jonathan. kita bisa ajak dia untuk kesana juga"
Jonathan lantas melihat ke arah Siska. Entah kenapa ia merasa sedih dengan ajakan yang Siska layangkan untuknya.
"Hamdi akan menikah Minggu depan tepatnya tanggal 15, kita bisa hadir ke sana jika kamu memang mau. Tapi mas tak ingin kamu melakukan hal buruk disana" ucap Zidan dengan lembut.
Siska tertawa dengan renyah. ia tak tahu harus menjawab apa pada sang kakak dengan tuduhannya yang tidak mendasar. Siska tahu bahwa Zidan mungkin saja berpikir bahwa dirinya sakit hati dan tak rela jika mantan tunangannya itu menikah dengan cepat. Namun Siska kini telah berubah menjadi wanita mandiri, dewasa, dan juga berpikiran positif. Ia tentu saja Takan melakukan hal gila di perniakahn orang yang dulu pernah menjadi sosok spesial di hatinya.
"Apa aku seburuk itu di matamu mas? apa kau berpikir aku akan menjadi orang sejahat itu dan merusak pernikahan orang yang jelas jelas sudah memberikan keadilan untukku dan Cleo? Mas, aku ini adikmu. aku sudah banyak belajar dari kesalahan yang pernah ku perbuat pada kalian. Aku Takan melakukan hal yang buruk di sana. Aku tahu aku tak layak untuk bersanding dengannya dan bahkan sebagia orang akan menilai aku ingin membalaskan rasa sakit di tinggal nikah olehnya. Tapi ketahuilah, sifat positif yang telah Mbak Nayla berikan untukku, tentu saja merubah kepribadian ku. maka dari itu, tolong jangan berpikir bahwa aku orang yang buruk"
__ADS_1
Zidan terdiam. ia tak tahu Siska akan berubah seperti ini, dan seolah dirinya tak mengenali adiknya yang memang terlihat sudah berubah ke arah yang benar.
"maafkan mas, Sis. Mas tak bermaksud untuk berkata seperti itu"
Siska tersenyum dan memegang tangan kakaknya dengan lembut. Wanita itu benar benar telah menjadi sosok yang lebih baik. yang kini lebih dewasa, ceria dan juga penyabar. Mungkin ini adalah hikmah yang ia dapat dari kejadian mengerikan dulu yang pernah ia alami.
*************
Siska berjalan menuju halaman rumah untuk mengantar Jonathan masuk ke dalam mobilnya. Jonathan terlihat murung tak seperti biasanya yang sering banyak tersenyum dan juga cerewet.
Siska yang sadar akan perubahan mood dari Jonathan lantas bertanya tentang apa yang sedang pria itu pikirkan. Hingga jawaban dari Jonathan pun mulai membuatnya sadar.
"Kamu kenapa Jo? Kenapa wajahmu di tekuk kaya kertas?"
Jonathan tanpa basa basi langsung mengatakan apa yang mengganjal di hatinya. Ia tak tahu bagaimana caranya agar Siska tahu bahwa ia sangat mencintainya dengan tulus dan ingin mendapatkan perlakuan manis dari Siska juga dengan tulus tanpa sebuah alasan.
"Maaf jika perkataanku mungkin akan menyakitimu. Tapi aku tak bisa ikut di acara pernikahan pria itu Sis, sebab ku tahu kau membawaku kesana hanya karena kau tak ingin sedih jika melihat mereka bersanding. Aku mohon jangan jadikan aku sandaran jika kau menangisi pria lain. aku tak bisa memasang topeng palsu dengan berkata bahwa aku sahabat yang akan selalu ada di saat kau rapuh. kau tahu sejak dulu aku menyukaimu dan kau banyak sekali memberikan harapan padaku..Aku minta maaf jika aku tak bisa jadi orang yang bisa kau andalkan. Tapi kau juga harus tahu, hatiku tak bisa terus patuh pada orang yang jelas jelas sangat aku cintai. Kau bisa menjadikanku sahabat, tapi kau tidak bisa jadikan aku pelarian"
Siska terdiam. Memang benar niat awal dia mengajak Jonathan hanya ingin membuat Naura bungkam tentang tuduhannya yang mengatakan bahwa Siska sulit melupakan Hamdi. Tapi ia juga tak bisa membuat Jonathan tersiksa dengan keinginannya yang egois.
"Maafkan aku Jo. Aku egois"
__ADS_1