
Udara malam ini bertiup cukup dingin, masuk ke dalam fentilasi kamar mewah yang saat ini telah di tempati oleh Hamdi dan Naura yang saling membelakangi satu sama lain.
"yang" panggil Naura pelan yang tentu saja tak mendapatkan respon apapun dari pria di sampingnya.
"Hamdi sayang" ucapnya kembali seraya menghirup dalam dalam aroma tubuh suaminya yang saat ini tengah mencoba memejamkan mata.
"Apa kau tak pernah penasaran dengan permainanku?"
Hamdi terus saja memejamkan matanya. Ingin sekali ia bangkit dan menjambak rambut wanita yang baru saja beberapa jam ia nikahi, namun ia cukup sadar bahwa wanita di sampingnya itu cukup licik dan berbahaya. ia harus mengurus dulu strategi agar dirinya bisa lepas dari pernikahan ini.
"Aku mau kita melakukannya Ham" ucap Naura tapa rasa malu sedikitpun.
Wanita itu dengan cepat mencium pipi Hamdi yang tengah memejamkan mata, hingga sontak saja Hamdi yang terkejut, bangkit dan mendorong tubuh Naura dengan keras.
"apa apaan sih Ra?! Jaga sikapmu ya! aku menikahi karena terpaksa! paham!"
Naura tak gentar. Dia terus saja mencoba merayu Hamdi dan mengelus tangannya hingga membuat Hamdi bergidik ngeri.
"Ku tahu kau pria normal Ham. kau pasti sangat tergoda ketika melihat tubuhku, namun gengsi mu terlalu tinggi sehingga tak berani memintanya terlebih dahulu" Naura perlahan mulai melepas**kan kimo**no tidur yang ia pakai.
Wanita itu cukup ahli dalam merayu, namun Hamdi tetap saja tak menggubrisnya dan diam dengan apa yang Naura lakukan di hadapannya.
__ADS_1
Hamdi bangkit dan berjalan menuju cermin jendela. Naura yang merasa bahwa Hamdi tengah menahan gelora di dalam dirinya pun, segera berjalan menghampirinya dan diam di samping Hamdi dengan mata yang berbinar.
Naura menatap takjub wajah Hamdi yang begitu tampan dan juga menarik. Tubuh pria itu pun tampak gagah dan juga kekar bak seperti binaragawan, apalagi dengan dada bidang yang Hamdi miliki.
Hamdi mendekat ke arah Naura dan meniup telinga Naura dengan lembut. Naura yang salah tingkah pun hanya bisa memejamkan matanya seraya menikmati setiap hembusan nafas Hamdi di dekat leher jenjangnya yang begitu terasa panas.
"Kau wanita ular Ra. Kau rela memberikan tubuhmu ini pada pria manapun yang kau inginkan. Berapa banyak pria yang telah ti*r denganmu?"
Seketika Naura membulatkan matanya kala mendengar bisikan yang Hamdi lakukan di telinganya. Naura tak pernah menyangka bahwa Hamdi akan mengatakan hal seperti itu padanya, di malam pertama yang harusnya berjalan dengan sangat romantis.
"apa yang kau katakan Ham? kau berani mengatakan hal jahat itu padaku? hah yang benar saja!"
Hamdi tersenyum menyeringai. ia benar benar sangat muak dengan apa yang Sudah Naura lakukan untuk mendapatkannya.
Hamdi menyeret tubuh Naura secara tiba tiba. Naura yang belum siap melawan pun hanya bisa terseret dengan cepat ke arah Hamdi tuju, sampai sampai baju yang ia kenakan sedikit longgar.
"lepasin Ham! lepasin! apa yang kau lakukan?!"
Hamdi menaruh tubuh Naura tepat di dekat pagar balkon rumah tersebut, sampai sampai sebagai tubuh Naura kini berada diambang batas balkon tersebut. Hamdi mencoba memperingatkan Naura dengan cara seperti ini, agar Naura tak selalu mengancam untuk Bu*h diri.
"kau ingin ma*i kan? iya? biar aku bantu agar kemat*tianmu terasa menyenangkan!" Hamdi sedikit menekan tubuh Naura agar lebih condong ke arah luar pagar balkon, sampai sampai Naura memohon ampun dan menangis sebab merasa ketakutan dengan perlakuan yang Hamdi tunjukan.
__ADS_1
Naura bahkan segera berlari ketika cengkraman tangan Hamdi mulai melemah, dan Naura pun masuk ke dalam kamar mandi untuk menghilangkan rasa takutnya jika berada di dekat Hamdi.
"Dasar kau pria gila! pria tak tahu diuntung! kamu tega lakukan ini sama aku Ham!" kamu tega!"
Hamdi terkekeh pelan mendengarkan umpatan serta teriakn yang berasal dari kamar mandi. Pria itu merebahkan tubuhnya di atas kasur dan mulai menutup seluruh tubuhnya dengan selimbut, hingga ia pun tertidur dengan lelap.
***********
Pagi telah tiba, menampilkan cahaya matahari yang begitu terik di luar rumah mewah tersebut.
Naura yang semalam tidur di kamar tamu, mulai membuka pintu kamarnya bersama Hamdi, dan menatap pria yang baru sehari menjadi suaminya itu, dengan perasaan bimbang.
"aku sangat mencintaimu Ham. tapi kenapa kau selalu berbuat kasar padaku dan tak pernah melihat cinta di mataku!" Naura memeblai wajah Hamdi dengan lembut dan mencium kening pria yang masih dalam keadaan tertidur itu denga lekat.
Hingga niatan buruk pun ia miliki, agar semua orang tahu bahwa pernikahannya dengan Hamdi baik baik saja dan tak ada satu pun orang yang mengira bahwa Hamdi mau menikahinya karena sebuah ancaman. Terutama untuk Siska. Naura ingin semua orang tahu bahwa tak ada satupun wanita yang pantas bersanding dengan Hamdi selain dirinya.
Naura bahkan merogoh saku celananya untuk mengambil benda pipih yang selalu menemani hari harinya itu, dan dengan cepat mengambil foto dengan Hamdi yang masih tertidur pulas dengan wajah yang cukup tampan.
[Permainan yang cukup panas semalam. Kau bahkan tertidur seperti bayi di dalam pelukanku sayang] caption Naura di unggahan foto pribadinya pada sebuah aplikasi media sosial.
Foto dengan gambar yang menunjukan posisi Hamdi tertidur, serta rambut Naura yang basah. membuat sebagian orang mengira bahwa keduanya telah melaksanakan kewajibannya sebagai suami istri, tak terkecuali Siska yang saat ini tengah memegang ponselnya dengan sangat erat, karena hatinya yang mulai terasa berdenyut nyeri.
__ADS_1
"Janji yang kau katakan dulu padaku, untuk tak pernah membagi jiwa ragamu untuk wanita lain, sekarang telah dilanggar Ham. Sekarang jiwa ataupun ragamu bukanlah milikku, melainkan untuk istrimu Naura. Aku senang melihatmu bahagia Ham" gumam Siska di sela Isak tangisnya.
Wanita berambut pendek itu tampak mencium pelan, wajah Cleo yang masih tertidur pulas di pangkuannya. Seraya mulai menonaktifkan seluruh aplikasi sosial media yang ia miliki agar tak terlalu intens melihat status status Naura yang terkesan seperti tengah membuatnya cemburu.