Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Keguguran?


__ADS_3

Ponsel kini di genggam oleh Naura dengan sangat kencang. wanita itu sungguh merasa terkejut dengan apa yang Siska tuliskan di pesan singkat tersebut, hingga ia bahkan mengumpat dengan kata kata kasar untuk Siska..


"Dasar jala*Ng! Wanita murahan! Darimana dia tahu kalau saat ini aku sedang hamil? Darimana dia tahu kalau aku saat ini tengah mengandung anak Aryo? Apa yang sekarang aku harus lakukan? Bagaimana jika sampai Siska memberitahu semuanya pada Hamdi? Aku bisa mati kalau itu terjadi? Ah ya, aku harus Meg**gurkan anak sialan ini! Ya, aku harus melenyapkannya"


gumam Naura dengan pelan.


Kini gadis itu pergi menuju balkon dan menelpon seseorang yang tentu saja sangat ia kenal.


Saat ini Naura berusaha mengatakan semuanya pada pria yang telah menghabiskan malam dengannya beberapa bulan sebelum dirinya menikah dengan Hamdi. Dan memberitahunya bahwa jangan pernah ia datang dan menganggap bahwa mereka sangat dekat sebelumnya.


Hanya saja Aryo yang memang sangat mencintai Naura. Tentu saja tak terima dengan apa yang wanita itu katakan. Apalagi saat Aryo kembali teringat malam kebersamaan yang telah mereka lewatkan dengan penuh kehangatan.


"kau tak bisa membuangku seperti ini Ra! Kau tahu malam yang kita lewati bersama saat itu? Apa kau lupa akan itu? aku sungguh sangat mencintaimu dan merelakanmu untuk menikah dengan Hamdi karena bahagiamu hanya dengannya, bukan dengan aku. Kau bahkan memilihku sebagai pemuas nafsumu dan aku terima itu karena aku benar sangat mencintaimu Ra!" teriak Aryo yang tentu saja membuat Naura menutup sedikit bagian lubang ponselnya agar tak terdengar oleh Hamdi yang tengah tertidur..


"Sekarang lebih baik kau jangan menghubungiku Yo! Kau pergi saja dari kota ini dan hiduplah dengan wanita manapun yang kau mau! Aku mohon kau jauhi aku dan jangan pernah temui aku lagi! Camkan ini baik baik jika kau masih menginginkan aku untuk hidup!"


Tut!


telpon di matikan dengan cepat oleh Naura. Wanita itu lantas mengusap sedikit perutnya yang masih terlihat rata, dan memukulnya beberapa kali hingga ia sendiri meringis karena sakit.


"ba"** sia***n! Kenapa kau muncul di saat cintaku telah kumiliki hah?! Kenapa kau ada disini! Lihat saja nanti! Aku akan menghilangkanmu dari sini! Dan tentunya aku Takan Sudi memilikimu sampai kapanpun lagi!" umpat Naura dengan kesal.


Malam ini Hamdi terlelap begitu pulas karena obat yang Naura berikan padanya. Hingga Naura pun bingung dengan apa yang ia harus lakukan sekarang sebab dirinya tak bisa membuat Hamdi mau berhubungan di saat pria itu bahkan terlelap dengan sangat pulasnya.


"apa yang harus aku lakukan sekarang? Aku salah menyusun rencana untuk menjebaknya. Harusnya aku membuat Hamdi mabuk dan memaksanya untuk melakukan hal itu! Tapi, sekarang lihatlah! Dia malah tidur dan aku tak bisa melakukan apapun dengannya. Huftt!"


Naura duduk di samping ranjang tempat tidur dan menatap cermin yang menampilkan dirinya dengan pakaian ketat.

__ADS_1


Sampai akhirnya muncul ide gila yang ia miliki untuk menjebak Hamdi agar tetap terikat dengannya.


"ya! Aku harus melakukan itu!"


Naura perlahan mulai meluc***ti pakaiannya Hamdi dengan pelan. Dan mulai ia mengecup pelan Bi***r pria itu dengan lembut hingga ia pun merasa bergairah untuk melakukan sesuatu.


Namun, belum sempat ia melakukan hal gila lainnya. Ia malah meras mahal dan tak tahan untuk mengeluarkan isi perutnya yang bahkan baru masuk hanya sedikit saja.


"huek!! Huek!!" pekik Naura dengan keras seraya pergi menuju kamar mandi.


Wanita itu beberapa kali memuntahkan isi perutnya yang hanya berupa cairan bening bercampur warna kuning. Dan tak lama, kemudian itu pun berusaha kembali melancarkan aksinya pada Hamdi. Namun lagi lagi perutnya merespon apa yang akan ia lakukan . Dan kembali merasa mual serta memuntahkan isi perutnya lagi.


"Dasar anak si**lann! Kau terus saja mengangguku dan menganggu rencanaku!" umpat Naura dengan kasar, yang saat ini bahkan wanita itu merasa sangat lemas tak berdaya.


Energi di tubuh Naura banyak sekali terkuras dan juga lemas. Hingga ia pun Memutuskan untuk duduk dan melepaskan pakaian luarnya untuk mengelabui Hamdi. Serta memeluk tubuh kekar pria itu dari samping dengan sangat erat untuk melancarkan aksinya menjebak Hamdi.


Ya, Naura bersikap seolah olah telah terjadi sesuatu dengan suaminya. Sehingga saat Hamdi telah terbangun nanti. Hamdi akan terkejut dan mungkin bersikap baik padanya setelah kejadian ini dilihat olehnya.


Dan Naura bahkan belum mengenal baik sikap Hamdi. Sehingga ia tak tahu bahwa respon yang akan Hamdi tunjukan jika sampai ia ketahuan menjebaknya. Hamdi bahkan tak segan untuk melakukan hal gila sama seperti pada Clara.


"Tunggu saatnya kau nanti mencintai Ham. Kau Takan pernah bisa lepas dariku saat kau tahu bahwa aku sangat ahli dalam urusan ranja*Ng!" Naura tersenyum licik, dan memeluk tubuh Hamdi yang tanpa Bu**na, hingga wanita itu terkena dan memejamkan mata.


*******************


Ting!!


Sebuah pesan masuk kembali ke dalam ponsel Naura di tengah malam. Dari seseorang yang tentu saja ia tahu siapa pengirimnya.

__ADS_1


[Aku Takan pernah bisa pergi darimu Ra dan Takan pernah bisa membiarkanmu jauh dariku sampai kapanpun! Aku tahu kini kau menjadi istri orang, namun aku Takan pernah bisa melupakanmu walaupun kau tak pernah mencintaiku. Aku harap kau temui aku di Hotel Grand Lexy untuk membicarakan semuanya tentang ini. aku berjanji jika kau temui aku nanti. Aku Takan pernah menganggumu lagi dan Takan menghubungimu sampai kapanpun nanti. Aku berjanji Ra. I love u Naura. I really Miss you Ra]


*********


Pagi telah tiba dengan sinarnya yang terang menyilaukan mata pria tampan yang masih terpejam.


Ya, Hamdi.


Pria itu merasakan bahwa silaunya mentari begitu terik tepat mengenai matanya. Hingga saat ia mencoba bangkit dan mengumpulkan kesadarannya. Alangkah terkejut dirinya menemukan tubuh seorang wanita di sampingnya, tengah memeluk erat tubuhnya yang bahkan kini tak memakai Bu***na.


Dengan cepat, Hamdi yang terkejut lantas mendorong tubuh Naura sampai terjungkal ke atas lantai dan Naura bahkan meringis menahan sakit akibat ulah yang Hamdi lakukan secara spontan padanya.


"akhhhh sakit Ham!" pekiknya keras yang tentu saja tak di dengar oleh pria di sampingnya.


"Apa yang kau lakukan Ra?! apa yang kau lakukan di sisiku selaman?! Apa yang kita lakukan hah?! Apa?!"


Dengan histeris Hamdi mencaci dan memakai Naura hingga wanita itu bahkan tertegun dan terkejut dengan sikap yang ia terima.


Naura tak menyangka bahwa Hamdi akan sekasar ini padanya dan bahkan Setega ini mencacinya yang bahkan merupakan istri sahnya.


"Kau telah menjalankan kewajibannya sebagai suamiku Ham. Dan aku pun telah melaksanakan kewajibanku sebagai istrimu!" jawab Naura dengan pelan.


Hamdi yang tak ingat apapun lantas, mengacak rambutnya dengan kasar. Dan melemparkan gelas yang ada di atas nakas dengan keras.


"akkhhhh. Apa yang telah kau lakukan padaku Ra?!" teriak Hamdi seperti kesetanan.


Naura yang terkejut dan takut. Hanya bisa terdiam membisu dan kini bahkan perutnya merasakan sesuatu.

__ADS_1


Rasa sakit yang ia rasakan di area perutnya benar benar tak tertahan. Ia bahkan meringis kesakitan, hingga saat ia mencoba untuk bangkit berjalan. Terlihat dengan jelas, aliran darah sedikit demi sedikit turun secara perlahan, melewati kakinya yang mulus tanpa luka sedikitpun..


"Da....darah" ucapkan pelan, yang tentu saja membuat Hamdi menoleh dengan cepat.


__ADS_2