Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Masuk perangkap


__ADS_3

Semua mata tertuju pada Ibu Wdiya yang kini tertunduk lesu. Tak ada semangat serta keceriaan yang selama ini terpancar diwajah sinisnya. Hidupnya hancur seiringan dengan seluruh isi rumahnya yang ikutan hancur.


Clara yang ia harapkan bisa membuatnya bahagia, ternyata tak lain adalah racun yang perlahan melenyapkan kebahagiaan di keluarganya.


Bian sang putra tertua di keluarganya kini masuk kedalam penjara akibat kasus pelenyapan Arumi beberapa tahun silam. Siska yang merupakan anak perempuan satu satunya, kini harus menjadi seorang ibu dari bayi laki laki hasil pelecehan yang ia alami diusianya yang masih belia.


Ibu Widya menatap sendu pada Siska yang tengah menggendong bayinya di pangkuannya.


Andai Siska berfikir betapa sakitnya hati Ibu Widya kala melihat dengan mata kepalanya video panas suami serta menantu kesayangannya dulu dirumah ini, mungkin Siska juga paham penderitaan yang selama ini ibunya tutupi.


"Mengapa ibu memutuskan berpisah dari ayah?"


Mata Siska mulai berembun mendengarkan keputusan sang ibu.


"Ibu sudah jera dengan tingkah laku ayahmu nak. Dia tak pernah peduli dengan kita dan tak pernah perduli dengan masa depanmu. Dihidupnya uanglah yang penting dan tak ada yang lebih baik dari kehidupan mewahnya saat ini. Ia tak pernah bertaubat setelah kemarin sakit dan mengalami kebangkrutan. Kau mungkin juga tak lupa dosa yang telah ayahmu lakukan bersama si jala**ng Clara dirumah ini"


Siska bergeming mendengarkan perkataan ibunya yang memang benar adanya.


"Kalau itu memang keputusan yang terbaik untuk ibu. Maka aku akan mendukung keputusan itu. Aku harap ibu sudah memikirkannya matang matang" Siska menatap wajah sbayi dipangkuannya dengan bulir bening yang mulai menetes.


Hamdi, Nayla dan Zidan hanya mampu terdiam mendengarkan apa yang diucapkan Ibu Widya.


Saat ini Zidan tengah memikirkan misi Hamdi yang memintanya untuk ikut bersama Nayla menuju kota tempat tinggal Frans.


Bayi dipangkuan Siska mulai menangis karena mengantuk. Hingga akhirnya Siska pergi berlalu meninggalkan Hamdi, Zidan, Nayla dan Ibu Widya di ruang tamu untuk menidurkan bayinya didalam kamar.


"Aku pergi dulu kekamar ya. Bayiku sudah mengantuk, aku akan tidurkan dulu dia"


Hamdi menatap punggung Siska yang perlahan menjauh dari hadapannya. Ada keinginan dihati kecilnya untuk menemani Siska mengasuh serta merawat sang bayi yang jelas jelas bukan darah dagingnya. Ketulusan serta cinta yang hadir dan tumbuh dihatinya telah membuat Hamdi melupakan semua identitas bayi yang lahir dari rahim wanita yang dicintainya serta asal mula sang bayi bisa hadir dihidup sang pujaan hatinya.


Zidan segera membuka obrolan mengenai misi yang akan ia jalankan bersama Nayla dan Hamdi dihadapan Ibu, agar jika suatu saat nanti Siska bertanya mengenai kepergian mereka keliar kota, ibu bisa memberikan alasan yang tepat.

__ADS_1


"Bu, jika nanti aku sama Nayla pergi bersama Hamdi untuk menjalankan rencana menjebak Frans, ibu jangan pernah kasih tahu Siska dimana kita dan jangan kasih tahu juga apa yang sedang kami lakukan. Aku takut jika Siska mengetahui semua rencana kita, dia akan goyah dan membela baj**ngan itu"


"Iya nak, tenang saja, ibu akan berusaha menutupi semua ini dari Siska. Ibu juga tak mau jika sampai Siska mengingat kejadian kelam itu sebab jika sampai ia merasa tertekan dan ingat kembali kejadian kelam itu, penyakit depresi yang ia alami kemarin akan kumat lagi"


Nayla tersenyum mendengar perkataan mertuanya yang sekarang lebih bijak. Bagi Nayla Ibu Widya kini benar benar telah berubah dan telah menjadi ibu serta mertua yang baik.


"Ya sudah kalau begitu. Jadi rencananya aku akan mengajak kalian pergi besok sore ke iIbu Kota Bali atau tepatnya Denpasar untuk tinggal di sebuah villa sewaanku agar bisa memantau Nikita menjalankan misinya. Kalian siapkan dulu semua barang barang yang akan kalian bawa. Jika nanti kita sudah sampai disana aku akan memperkenalkan kalian dengan Nikita dan kita jalankan misi ini bersama sama. Kita harus menjebak semua pelaku pelecehan Siska dan menjebloskan mereka kedalam penjara"


Nayla dan Zidan mengangguk dengan semangat. Keadilan untuk Siska memang harus ditegakkan agar mereka tak bisa leluasa dan seenaknya berbuat jahat lagi kepada mangsanya yang baru.


"Ibu doakan agar kalian bisa cepat menangkap para set*an itu dan memberikan hukuman yang menyakitkan untuk mereka"


"Tenang saja bu. Allah tak tidur. Ia pasti akan menunjukan jalan serta keadilan untuk Siska dan bayinya"


Ibu Widya memeluk tubuh Nayla dan mencium keningnya dengan lembut. Baru kali ini Nayla bisa merasakan pelukan serta kehangatan yang Ibu Widya berikan untuknnya padahal sebelumnya ia adalah istri dari anak laki lakinya.


"Ibu juga doakan agar kalian sehat dan selamat menjalankan misi ini. Ibu harap kalian bisa menjaga diri kalian dengan baik dan jangan lupa untuk Zidan dan Nayla, nikmati misi kalian di Bali sekalian honeymoon dan berikan secepatnya ibu cucu"


Tawa renyah keluar dari mulut ibu dan Hamdi. Keduanya begitu senang melihat pipi Nayla yang bersemu merah karena menahan malu.


Zidan menatap wajah Nayla yang makin menunduk. Hingga detik kemudian Nayla pergi berlalu menahan malu.


"Ibu aku pamit dulu ya mau beres beres baju. Wassalamualaikum"


Gelak tawa dari mulut Hamdi, Nayla dan Ibu Widya terdengar keras. Ketiganya larut dalam canda tawa dengan sedikit melupakan masalah yang sedang terjadi.


******


Disisi lain, Nikita yang sedang berada didalam kamarnya dikediaman Frans, tak henti hentinya menatap wajah bocah tengik yang sudah membuat wanita yang dicintai sepupunya hancur. Dendam yang ia bawa atas nama Hamdi membuatnya ingin melenyapkan Frans namun ia sadar bahwa itu akan beresiko fatal.


Baju yang ia kenakan begitu sangat tipis hingga membuat lekuk tubuhnya terlihat sangat menggoda. Frans yang sangat senang dengan pengasuh barunya yaitu Nikita terlihat begitu bersemangat mendekati wanita yang usianya terpaut jauh darinya karena nafsu yang selama ini ia tahan setiap melihat tubuh sang pengasuh yang begitu menggoda.

__ADS_1


Diusianya yang terbilang cukup dewasa, Frans tak ayal hanyalah seorang anak mami yang bisanya pergi malam dan pulang pagi dengan keadaan mabuk serta pecandu s**** bebas.


Hidupnya yang terjamin serta reputasi keluarganya yang terpandang, membuatnya bisa leluasa berbuat sesuka hati melecehkan wanita wanita diluaran sana dengan ancaman yang serupa yaitu membuat kehidupan para korbannya hancur dengan kasus pelecehan yang dipublikasikan olehnya.


Hari ini ia sedang berga***h dan sangat ber**nafsu setelah melihat adegan tak senonoh yang ia tonton dari situs web legal. Ia begitu tersiska dengan has***t yang menggebu didalam dirinya yang belum tersalurkan sedikitpun.


Nikita yang tahu saat ini Frans tengah gelisah dengan kondisi hasr**tnya segera melancarkan aksi agar Frans siap melakukan apa yang ia inginkan.


Nikita yang melihat Frans duduk diatas sofa ruang tamu, segera berjalan mendekat kearahnya dengan membawa secangkir teh hangat yang kemudian ia taruh tepat didepan Frans. Punggung dan badannya yang begitu berisi serta kakinya yang begitu putih mulus, seketika membuat Frans menelan salivanya menahan bir**hi yang mulai muncul.


"Ini den silahkan diminum" ucap Nikita manja.


Frans yang sejak tadi mencoba menahan gelora didalam tubuhnya segera bangkit dan memeluk Nikita dari belakang.


"Hari ini kau adalah milikku sayang" bisik Frans tepat ditelinga Nikita.


Nikita tersenyum mendengarkan perkataan Frans yang terdengar begitu tersiksa dengan nafs**unya. Hari ini bukan Frans yang akan memengkan tubuhnya, tapi dirinyalah yang akan membuat misi ini perlahan berhasil.


"Jangan begini den, nanti ada yang lihat" Nikita mendorong pelan tubuh Frans agar menjauh dari tubuhnya.


Semakin Nikita mencoba melepaskan pelukan Frans, semakin kencang pula tangan Frans melingkar dibagian pinggangnya.


"Hari ini puaskan dulu aku. Tenang saja kau akan mendapatkan upah sangat besar untuk ini"


Ingin sekali Nikita tertawa mendengar perkataan pria yang usianya lebih muda dari dirinya.


"Maaf den, hari ini saya sedang datang bulan. Den Frans bisa memintanya nanti"


Perlahan Frans melepaskan tangannya dipinggang Nikita kala ia tahu bahwa saat ini wanita yang sangat menggodanya tak bisa memberikan pelayanan untuknya.


Dengan kesal Frans mendorong tubuh Nikita hingga jatuh terduduk diatas sofa dan pergi berlalu menuju kamarnya.

__ADS_1


"Dasar maniak s****" umpat Nikita serya tersenyum melihat kepergian Frans.


Maaf sebelumnya jika saya uploadnya terlalu lama, dikarenakan dikehidupan nyata saya hanyalah seorang karyawan biasa😁jadi harap dimaklum gak bisa bikin cerita panjang lebar dan tepat waktu. Terimakasih untuk pembaca setia yang terus menunggu cerita ini up part baru🙏❤️Salam kenal dari saya. Terimakasih ❤️❤️❤️❤️🤗


__ADS_2