
Belum kering bekas sayatan diperut Siska saat ini, tapi ia harus tahu bahwa kelakuan ayahnya benar benar jauh dari kata manusia yang baik.
Harta bagi ayahnya adalah kehidupan. Tak ada yang lebih berharga baginya selain harta, kekayaan dan kekuasaan yang akan ia miliki.
Sayup sayup terdengar obrolan antara Zidan, ibu, Hamdi dan Nayla di samping Siska. Hingga akhirnya mata indah Siska mulai terbuka secara perlahan.
"Bu"
Suara parau dari mulut Siska membuat semua orang diruangan itu bahagia dan segera berjalan menuju tempat Siska terbaring.
"Alhamdulillah nak kamu sudah sadar?"
Pelukan serta ciuman terus menghujani pipi dan tangan Siska dari Ibu Widya yang melihatnya siuman. Ucapan syukur tak henti hentinya diucapkan oleh seluruh keluarganya yang senantiasa menunggunya sejak kemarin.
"Mana bayiku bu? dia dimana? bagaimana kondisinya bu?" tanya Siska tak henti henti menanyakan bayi yang selama ini ia kandung.
Bagaimanapun keadaan Siska saat ini, baginya bayi itu sekarang menjadi salah satu alasan dia bertahan dan menjadi salah satu acuan untuknya tetap hidup.
"Anakmu baik baik saja Sis. Dia sekarang sedang dirawat diruangan NICU didalam inkubator karena terlahir prematur. Nafas dan detak jantungnya masih belum stabil untuk diluar ruangan" terang Nayla.
Siska bergeming hingga kemudian menatap kosong kearah langit langit tempat ia dirawat.
"Bayiki mungkin haus bu. Dia pasti belum mimum asi. Kasihan dia" bulir bening mulai membasahi pipi Siska.
Diusianya yang masih muda naluri seorang ibunya sudah terbentuk dan tercermin melalui kasih sayangnya pada bayi yang saat ini sedang dirawat.
"Tenang saja nak, dokter dan suster sudah memberi bayimu susu formula agar anakmu bisa tumbuh dan berkembang dengan baik. Selain itu dokter juga memberikan obat obatan untuk anakmu agar kondisinya segera cepat pulih"
__ADS_1
Siska kemudian bangkit dan mencoba melepaskan selang infus ditangannya. Ia mencoba untuk pergi menuju ruangan tempat anaknya dirawat hanya sekedar untuk melihat wajah sang bayi yang selama ini ia kandung.
"Kamu jangan dulu pergi kemana mana Siska. Bayimu pasti aman disana. Aku sama Mas Zidan tadi sudah melihatnya disana. Bayimu cukup sehat dan tampan. Sekarang kau tak perlu khawatir karena ada Anyleir dan Rio yang menjaganya. Pulihkan dulu kondisimu agar bisa cepat menemui dan menemaninya"
Siska mulai tenang, dan kembali duduk diatas kasur tempat ia berbaring. Kepalanya yang masih sedikit pusing, serta jaitan diperutnya yang masih terasa ngilu dan sakit membuatnya berfikir bahwa sebaiknya memang ia memulihkan dulu kesehatannya.
Hamdi menatap lekat manik mata Siska yang begitu indah. Terlepas dari semua noda yang diberikan beberapa pria di tubuh serta kehidupan Siska, Hamdi tetap mencintainya dengan sepenuh hati. Ia tetap menerima apapun kelebihan dan kekurangan yang dia miliki.
"Terimakasih banyak karena kalian masih sayang sama Siska dan mau menjaga Siska" ucapnya parau.
"Kau itu keluarga kami Sis. Mana mungkin kami membiarkanmu sendirian"
Siska memeluk erat tubuh Nayla yang kini berada disamping tempat tidurnya. Kejahatan dan perilaku buruknya dimasa lalu tak pernah membuat Nayla memiliki dendam ataupun mati rasa terhadap masalah yang dihadapi Siska saat ini.
Ponsel Hamdi berdering nyaring, hingga membuatnya terburu buru pamit keluar untuk mengangkat telpon.
"Maaf saya permisi dulu"
Saat ini Hamdi begitu senang dengan panggilan dari seseorang pada dirinya. Nomor seseorang yang sangat penting kini terhubung dengannya.
"Hallo Nik bagaimana kabarmu?"
"Aku baik Ham. Kau bagaimana?"
"Aku baik Nik. Langsung saja to the point, bagaimana dengan orang yang saat ini sedang ku cari? apakah dia sudah ketemu?"
"Iya, iya sabar napa. Aku sudah mencari titik lokasi pria yang sedang kau cari saat ini. Dia sekarang berada diluar kota sedang kuliah disalah satu universitas disana. Memangnya ada apa Ham, sampai sampai kau begitu ingin mengetahui bocah tengil sepertinya?" Nikita bertanya pada Hamdi yang adalah sepupunya sendiri.
__ADS_1
"Kau tak perlu tahu apa urusanku. Yang terpenting kau jalankan saja perintahku. Nanti aku transfer uang hasil kerjamu. Jika dipikir pikir kau punya bakat juga dibidang itu"
"Ya jelas dong, sepupunya siapa dulu. Ya sudah aku buru buru mau kerja lagi. Sampai ketemu lagi sepupuku yang tua" Ucap Nikita sebelum telpon dimatikan.
"Sekarang aku akan membuatmu menderita Frans" gumam Hamdi dengan penuh penekanan.
Hamdi mengepalkan tangan kala dia mengingat semua cerita Siska mengenai Frans yang merupakan kekasih biad*b yang telah memberikan tubuh Siska pada teman teman prianya, sampai membuat Siska hamil dan tak tahu benih siapa yang tumbuh menjadi bayi dan sekarang sudah lahir.
Detak jantungnya yang kencang serta matanya yang mulai terlihat memerah membuat Hamdi segera mencoba menetralkan semua emosi yang terpendang didalam hatinya saat ini.
Kini ia mulai berjalan menuju tempat bayi Siska dirawat dan menatap wajah mungil anak sang kekasih yang tak tahu siapa ayah biologisnya tersebut.
Bagaimanapun, bayi itu tak bersalah dan tak ada sangkut pautnya dengan dendam yang dimiliki Hamdi pada pria pria yang telah merusak hidup Siska.
"Tumbuhlah dengan baik sayang, dan balaskan dendam ibumu pada ayahmu serta teman temannya" gumam Hamdi seraya mengelus kaca jendela yang tepat mengarah pada sang bayi.
Kekesalan serta dendam dihati Hamdi begitu membara pada seluruh pria yang telah menikmati tubuh Siska secara paksa. Hamdi bukanlah pria yang taat beribadah seperti Zidan hanya saja sesekali memang ia melakukan hal ibadahnya.
Siska adalah wanita yang ia cintai saat ini. Siska mampu merubah sikap Hamdi yang notabene adalah seorang playboy atau bisa dibilang pria yang sering bergonta ganti pasangan. Namun begitu, Hamdi tak pernah sekalipun melakukan hubungan badan bersama gadis yang menjadi pasangannya.
Siska adalah wanita pertama yang bisa membuat dirinya merubah segala komitmen serta keteguhan hatinya untuk tidak berkeluarga karena trauma masa kecil yang dia alami dari pernikahn ibu dan ayahnya.
******
Sedikit Informasi : Banyak bayi yang dirawat diruangan NICU belum bisa menyusu sendiri. Baik karena perkembangan awal ataupun masalah kesehatan. Untuk itu, mereka dapat memperoleh ASI atau susu formula melalui selang makanan.
Perawatan intensif bayi prematur dilakukan di NICU. Di ruangan ini, bayi akan dihangatkan dalam inkubator serta diberikan asupan nutrisi dan obat-obatan melalui infus sesuai kebutuhannya. Bayi prematur juga mungkin akan membutuhkan alat bantu napas, jika ia tidak dapat bernapas dengan baik.
__ADS_1
Bayi prematur perlu mendapat asupan ASI sebanyak 8-10 kali dalam sehari, dengan jeda waktu pemberian 3-4 jam. Hal ini dilakukan untuk mencegah bayi dehidrasi.
Maaf jika up ceritanya siang dan cuman sedikit kata per bab nya. karena jadwal kerja sama jadwal bikin part baru kadang suka bentrok dan buat saya menjadi hilang konsentrasi🙏