Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Ingin menjadi lebih baik


__ADS_3

Hari ini adalah jadwal Hamdi, Nikita , Nayla dan Zodan bertemu sore haridi villa sewaan Hamdi. Hamdi yang sudah pulang dari kantor segera berangkat menuju villa menaiki mobil dinasnya. Sedangkan Nikita, Nayla dan Zidan menyewa sebuah mobil untuk segera pergi menuju tempat yang mereka sepakati sebelumnya.


Mobil Hamdi terparkir dipekarangan Villa yang begitu indah , hingga tak lama kemudian Nikita, Nayla dan Zidan yang baru saja sampai, turun dari mobil. Membuat Hamdi sedikit senang dengan kehadiran teman temannya yang selama ini tak bertemu.


"Assalamualaikum Ham"


"Waalaikumsalam " jawab Hamdi dengan tersenyum.


"Bagimana kabarmu bro? apakah kau sehat?" tanyan Zidan seraya mulai memeluk tubuh Hamdi yang tak terlalu kecil darinya.


"Aku baik baik saja Dan. Oh ya, bagaimana kabar kalian selama tinggal di rumah set*n itu? apakah kalian mendapatkan beberapa kejuyan di sana?"


Nikita yang mulai memakai jaket dan sedikit memakai celan jeans mulai menjadi pusat perhatiannya Hamdi.


" wah wah wah, sepupuku yang selalu berpakaian kurang bahan kini mulai tertutup ya" ejek Hamdi seraya tersenyum.


"So, kamu pengennya aku gimana Ham? apakah aku harus melepaskan celana serta jaketku agar seluruh tubuhku bisa kau ligat?"


Pertanyaan Nikita sontak saja membuat Hamdi, Zidan membulatkan mata dengan sempurna. Lain halnya dengan Nayla yang ikut terkejut hanya bisa menggelengkan kepalanya mendengarkan perkataan Nikita.


"Ya sudah ayo kita masuk, sebentar lagi mau malam" ajak Nayla memecah suasana agar mereka segera masuk kedalam villa.


Nayla, Nikita, Zidan dan Hamdi berjalan beriringan masuk kedalam villa dan mulai duduk diruang tamu. Keempatnya kini tengah bersantai dengan minuman serta camilan yang sudah terhidang disediakan oleh orang yang Hamdi suruh untuk bekerja di villa ini.


"Hemh, jadi rencana kita sudah mulai menemui titik terang" ucap Zidan seraya mulai menyeruput teh didalam camgkir.


"Tentu saja Dan. Aku sudah tahu siapa saja nama pelaku dari kasus pelecehan Siska tahun lalu. Dan kau pasti terkejut jika mengetahui aku mendapatkan informasi itu dari mana"


"Memangnya kau dapat informasi itu dari mana ?" tanya Zidan penasaran.


"Aku akan mengatakannya namun kau tak boleh marah ataupun main hakim sendiri Dan"


Zidan menghembuskan nafasnya dengan kasar dan mulai menyimpan cangkirnya diatas meja.


"Katakan kau dapat dari mana informasi penting itu Ham?"

__ADS_1


"Jadi sebenarnya aku mengenal salah satu pelaku didalam vidio itu Dan"


"Apa!?"


Zidan, Nayla dan Nikita yang kompak terkejut segera menatap Hamdi dengan penasaran.


"Siapa dia Ham? katakan !" cecar Nayla dengan mata tajamnya.


"Di..dia adalah adik angkatku. Andi"


*Breng**ek , baji"*n . Mengapa mau menolong seekor harimau Ham? kenapa? masih banyak orang membutuhkan kehidupan layak diluar sana. Namun kau malah memilih manusia tak bersyukur serta tak tahu diri itu!"


Hamdi hanya bisa menundukan kepala dan mulai mengambil gelas miliknya.


"Maafkan aku Dan. Aku pun baru tahu saat kau memperlihatkan video itu padaku. Hingga saat aku melihat orang terakhir yang berada direkaman itu, seketika jantungku berhenti berdetak dan amarku sempat tak tertahankan. Aku ingin sekali melenyapkan pria bej*t itu, namun aku sadar dia masih memiliki seorang ibu yang menggantungkan harapan serta kehidupannya pada Andi"


"Lalu kenapa kau tak menjebloskan dia kedalam penjara dan membuat dia mengakui semuanya?" tanya Nikita serius.


"Yang kita hadapi bukan manusia biasa Nik. Kita saat ini tengah berhadapan dengan orang yang memiliki jabatan serta kekuasaan yang sangat berpengaruh disini. Kita tak bisa gegabah menjebloskan mereka kedalam penjara hanya dengan rekaman yang walaupun kita anggap jelas, namun dengan uang mereka bisa saja merekayasa cerita dan membalikan fakta bahwa kita telah mencemarkan nama baik mereka"


"Lalu bagimana caranya agar kita bisa membuat mereka membusuk didalam penjara Ham?"


"Hanya dengan terkuaknya fakta dari orang yang paling berpengaruh serta yang sudah merencanakan pelecehan Siska lah yang bisa membuat hukuman ini memberatkan mereka dan membantah argumen bahwa video itu sebuat editan. Jika kita hanya memberikan bukti rekaman yang kurang jelas, maka penyidik yang sudah disuap pun bisa membolak balikan fakta karena takut dengan jabatan yang dimiliki ayah Frans serta jabatan dari beberapa teman Frans sendiri"


"Jadi bagaiman agar misi kita cepat selesai Ham?"


"Satu satunya cara adalah dengan membuat Frans mengakui kejadian saat itu dan membuat dia menceritakan semuanya dengan jelas"


Nayla berfikir keras untuk rencana selanjytnya.


"Tapi bagaimana mungkin itu bisa terjadi? sedangkan pada kenyataannya, seseorang yang bersalah pasti takan pernah mau mengakui kesalahannya"


"Iya aku juga tahu. Sekarang kita pancing saja dia untuk meminum alkohol terlalu banyak dan buat ia mabuk. Setelah itu kita bisa menanyai segala rahasia miliknya"


"Itu terlalu gampang diketahui oelh Frans Ham. Secara dia adalah seorang pemabuk. Pasti ia akan bertanya tanya kenapa kita memberikannya minuman"

__ADS_1


"apa yang Nikita katakan memang benar Ham. Frans tak sebodoh yang kita kira. Dia pasti akan curiga dengan gerak gerik kita yang memberikannya minuman".


Hamdi terdiam memikirkan ide untuk bisa menjebak Frans supaya ia mau mengatakan semuanya dengan penuh kesadaran.


"Aku yang akan membuatnya mengakui semua perlakuannya kepada Siska Ham. Percayakan semuanya padaku. Aku memiliki ide brilian untuk nanti malam. Frans memang tak sebodoh yang kita kira. Namun dia juga tak sepintar yang kita pikirkan. Ini pasti akan sangat mudah dan tentunya nanti aku akan merekan semua pengakuan Frans yang ia lakukan dengan kesadaran penuh serta dengan jujur tanpa paksaan"


"Apakah kau akan mengorbankan tubuhku Nik?"


Pertanyaan Hamdi sontak saja membuat Nikita diam membisu karena terkejut. Dia berfikir apakah dirinya begitu mur*h dan bodoh hingga bisa mengorbankan tubuhnya hanya untuk rencana ini bisa berjalan.


Nikita sekarang sudah berubah dan sudah sadar, bahwa tubuhnya adalah sesuatu hal yang paling berharga dan takan pernah ia berikan pada orang lain selain jodohnya sendiri.


Nikita sekarang sudah sadar bahwa walaupun ia menahan luka sesakit apapun dihatinya, ia takan pernah mau jika tubuhnya kembali dijam**h oleh pria yang selama ini ia panggil ataupun kembali masuk kedalam jurang penuh dosa kembali.


"Aku sekarang sudah berubah Ham.Aku takan sudi jika ia menyentuh tubuhku apalagi sampai menikma***ti tubuhku ini. Aku sekarang sudah sadar bahwa diriku dan tubuhku tak bisa selalu jadi pelampiasaan amarah serta kekesalanki terhadap luka luka yang selama ini sudah terukir dijalan hidupku"


Hamdi hanya bisa terdiam mendengarkan perkataan Nikita. Ia sekarang merasa sangat bersalah pada Nikita karena sudah mengatakn hal yang tidak baik mengenai sepupunya tersebut.


"Oh ya, bagaimana jika kita makan malam dulu? aku yang akan masak bersama Nikita" tawar Nayla mencairkan suasana.


"Tentu Nay, tentu. Semua bahan masakan ada didalan kulkas dan dilaci paling atas lemari dapur" jawab Hamdi.


****


Saat ini Nayla tengah berkutat dengan pisau serta sayuran didapur. Nikita yang ikut menbantunya kini sedang mengiris beberapa biji cabai dan mulai mengulek cabai tersebut.


"Maaf Nik, jika aku boleh tahu apa rencanamu agar bisa membuat Frans mengakuinya?"


Nikita tersenyum manis kearah Nayla dan tetap melanjutkan mengiris cabai.


"Aku sekarang sudah berubah Nay. Aku ingin sekali berhijrah dan menjadi wanita yang delat dengan Allah. Aku sudah menyinggung Frans soal gadis gadis yang pernah ia tiduri mungkin saja hamil. Dan kau tahu bagaimana rekasinya?"


"Bagaimana memang?"


"Wajahnya memucat seperti vampir dan tubuhnya membeku seperti es. Aku tahu pasti ia pun takut jika banyak gadis mengadukan kelakuan beja* nya dan membuat reputasi keluarganya hancur"

__ADS_1


__ADS_2