
Siska yang mendapatkan telpon dari seseorang yang sangat ia kenal, lantas menatap Zidan yang terpaku melihatnya dengan raut wajah yang bingung. Siska masih merasa bahwa Hamdi berhak untuk bahagia walaupun tak bersamanya. Tapi kebahagiaan Hamdi tentu saja dengan Naura yang merupakan seorang penipu.
Siska tak tahu apakah langkah yang ia akan lakukan ini salah ataupun benar. Namun ia tahu bahwa kebohongan Naura dan jebakan kelurganya cukup berpengaruh pada kesehatan mental Hamdi yang memang rawan untuk terguncang.
Kini ia yakin bahwa apa yang sudah Naura lakukan pada Hamdi benar benar sangat keterlaluan. Terlepas dari ikatannya dan Hamdi yang hanya seorang mantan tunangan.
Siska tak ingin jika Hamdi harus terikat pernikahan dengan wanita licik seperti Naura. Apalagi ia harus menderita dan menerima kebohongan seumur hidupnya tentang kehamilan istrinya yang merupakan benih dari pria lain.
Zidan yang tahu bahwa ada yang sedang di sembunyikan oleh Siska, lantas bertanya dengan lembut dan menatap manik indah milinya dalam dalam, untuk memastikan bahwa tak ada apapun yang ia sembunyikan saat ini.
"Ada apa sis? kenapa wajahmu begitu tegang?"
__ADS_1
Siska memainkan jarinya untuk menghilangkan rasa gundah di hati, kala pertanyaan seperti ini keluar dari sepupunya kini.
"Mas, boleh aku titip Cleo dulu sebentar? Ada urusan mendadak yang harus ku kerjakan bersama temanku tentang tugas kuliah, yang harus secepatnya selesai sore hari ini"
Zidan melihat kebohongan terpampang jelas di mata adiknya saat ini. Hingga ia pun dengan cepat menggiring opini bahwa Siska sebenarnya akan bertemu dengan Jonathan ataupun seseorang yang sangat ia takuti.
"Kau berbohong sis. Mas tahu kau menyembunyikan sesuatu dari mas sejak kemarin. Mas tak tahu apa yang sebenarnya kamu rahasiakan selama ini, namun mas yakin bahwa ini ada kaitannya dengan masa lalumu ataupun dengan masa depanmu"
Siska tampak cemas. wanita itu tampak tak berani menatap manik sang kakak yang seperti tengah mengintimidasi dan juga meneliti.
Zidan mengerutkan kening, merasa terkejut kala tahu bahwa Hamdi ingin menemui adiknya padahal istri sahabatnya itu tengah mengandung yang ia kira merupakan darah dagingnya sendiri.
__ADS_1
"kau dan dia sudah putus hubungan sejak lama Sis. Dan kau pun tahu bahwa Hamdi kini telah berstatus sebagai suami orang yang tentunya tak bisa dekat dekat denganmu apalagi ingin bertemu hanya berdua denganmu. Mas tak ingin kau di cap sebagai wanita perusak rumah tangga orang lain dan mas tak ingin image mu kembali rusak di mata orang lain karena sebuah kesalahpahaman saja. mengertilah Sis"
Zidan tiba tiba saja meluapkan kegundahan di hatinya kala tahu bahwa Hamdi mencoba kembali mendekati sang adik, yang kini bahkan dirinya telah berstatus sebagai suami orang lain.
Zidan tak ingin jika sampai ayah Naura ataupun orang orang yang pernah membenci Siska, kembali mencap buruk pada dirinya. Sehingga sebisa mungkin apa saja hal yang akan merusak reputasinya harus sebisa mungkin ia cegah.
"Kami tak memiliki hubungan apapun mas. Justru aku tahu bahwa kehamilan Naura itu merupakan benih pria lain yang sengaja ia limpahkan pada Hamdi untuk bertanggung jawab sepenuhnya. Naura telah mengandung anak dari pria lain dan kini Hamdi pun tahu hal itu karena ia tak sengaja mendorong tubuh wanita itu sampai mengalami keguguran kemarin"
Penjelasan Siska cukup mampu membuat Zidan bungkam. Ia tak mengira jika Siska tahu semuanya tentang Naura, padahal wanita itu hanya bertemu dengannya beberapa kali dan terlihat jarang sekali berkomunikasi.
"kenapa kau bisa terlihat dalam masalah ini? Kau tahu ini semua adalah urusan pribadi mereka dan tak ada sangkut pautnya denganmu dan juga hidupmu"
__ADS_1
Siska terdiam. Ia tertampar kenyataan bahwa memang urusan Naura dan Hamdi bukanlah ranahnya lagi.
"Ya, memang benar jika aku bahkan tak memiliki urusan apapun dalam rumah tangga mereka lagi mas. Tapi apapun yang Naura lakukan padaku dan juga Cleo, tentang umpatan kebencian serta hinaan yang ia kerap layangkan padaku dan juga Cleo. Tentu saja membuatku muak dan tak bisa hanya tinggal diam mendengarkan semua kata kata kotor yang keluar dari bibir manisnya lagi. Ini memang bukan urusanku lagi. Tapi aku akan memberinya pengertian tentang apa arti kesopanan dan juga balasan yang akan ia tuai"