Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Undangan ?


__ADS_3

Satu Minggu telah berlalu begitu cepat. Hamdi telah resmi menjadi kekasih Naura dan hal itu tentu saja di ketahui Siska dari laman sosial media Naura yang sering memperlihatkan kemesraannya bersama Hamdi.


entah kenapa Naura begitu mencintai Hamdi dan tak perduli dengan Siska yang dulu pernah berniat melangsungkan pernikahan dengan pria itu, sampai sampai Naura kerap kali mengumpat foto mesranya dan di kirim pada Siska.


"hufttt" gumam Siska pelan saat tak sengaja melihat foto Naura di salah satu aplikasi sosial media terkenal.


"kau kenapa Sis? kenapa wajahmu ditekuk?" Jonathan mulai penasaran dengan apa yang sebenarnya Siska alami sehingga wajahnya tampak seperti murung.


"Aku tak papa Jo. aku hanya lelah saja. Sekarang sudah menunjukan pukul empat tepat, kalau begitu aku pulang duluan ya. kasihan Cleo jika terus ku tinggal lama lama. Aku juga tak enak pada Mbak Nayla yang repot mengurus putraku di usia kandungannya yang hampir memasuki usia enam bulan. Pasti Mbak Nayla kelelahan"


Jonathan yang tahu peran Siska sebagai ibu tampak antusias mendengar nama Cleo. Pria itu ingin sekali dekat dengan keluarga wanita yang ia cintai, sehingga menawarkan diri untuk mengantarnya.


"Kalau begitu kita pulang bersama saja Sis. Aku ingin sekali bertemu dengan putramu, bolehkan?" Tanya Jonathan dengan senyum mengembang di wajahnya.


Siska terdiam sejenak, hingga kemudian kepalanya mengangguk dengan cepat dan tersenyum menanggapi pertanyaan sahabatnya itu.


"Tentu saja boleh Jo. ku rasa kau pria baik dan pasti akan mudah sekali akrab dengan keluargaku"


*****************


Siska dan Jonathan segera pergi menuju parkiran tempat mobil pria bertubuh tinggi itu di parkirkan. Mereka kini mulai melakukan kendaraan besi tersebut dengan sangat cepat, sampai sampai tak terasa akhirnya kini mobil tersebut tengah memasuki halaman rumah kediaman Atmaja.


Siska tampak turun dengan Jonathan di sisinya dan mulai berjalan menuju pintu rumah seraya tertawa setelah lelucon yang Jonathan katakan padanya.

__ADS_1


Ceklek!


Pintu terbuka dengan lebar. Menampilkan Ibu Widya yang diam mematung melihat pria yang berada di samping putrinya.


"Siska" ucapnya pelan.


Siska yang menyadari kehadiran sang ibu pun, lantas mencium tangannya sebagai bentuk takzim yang tak lama kemudian di ikuti oleh Jonathan di sisinya. Ibu Widya hanya bisa memasang wajah bingung dengan kehadiran pria yang belum pernah ia temui sebelumnya, sampai sampai ia hanya terdiam tak sedikitpun bertanya pada kedua orang di hadapannya.


"Bu. kenapa ibu melamun?" tanya Siska dengan heran.


"Ah, ibu gak papa nak. kalian masuk dulu saja. Sekalian kamu bawa temanmu ini ke ruang makan, ibu sudah buatkan makanan lezat untukmu"


Siska tersenyum menatap sang ibu dan kini mengajak Jonathan untuk segera masuk ke dalam rumahnya.


"ayo Jo, masuk".


"kamu?"


Jonathan tersenyum melihat Nayla. Pria itu ingat betul sosok perempuan yang dulu pernah ia bantu saat kecopetan di depan cafe tempatnya bekerja. Siska yang kebingungan hanya mengerutkan keningnya melihat Nayla mulai ke arah Jonathan.


"Kalian saling mengenal?" tanya Siska penasaran


Nayla tertawa pelan setelah ingat tragedi pencopetan dua Minggu lalu di dekat kampus Siska. Kebetulan saat itu Nayla tengah membeli salah satu kue terkenal di tempat tersebut, karena bawaan ngidamnya. Namun saat ia berjalan tak jauh dari kedai tersebut, tiba tiba saja seorang pria bertubuh tinggi menjambret tasnya dengan kencang hingga Nayla hampir terjatuh, tapi dengan cepat Jonathan rengkuh.

__ADS_1


"Dia menolong mbak saat kecopetan di dekat kampusmu dua Minggu lalu. kau ingatkan saat Mbak bercerita tentang pencopetan itu dan pria misterius menolong mbakmu ini. Itu adalah Jonathan Sis. dia yang telah menolong mbak"


.Siska menatap Jonathan dengan kagum. wanita itu tak percaya bahwa sosok pria yang sempat Nayla ceritakan adalah Jonathan.


"jadi kamu yang telah menolong kakak ipar ku ini Jo?"


Jonathan tersenyum dan menganggukkan kepala dengan pelan.


Namun, tiba tiba saja pintu dibuka dengan pelan dan tampaklah Zidan dengan wajah gugup berjalan ke arah mereka.


"Assalamualaikum" ucap Zidan dengan pelan.


Nayla dengan cepat berlari ke arah mereka dan mencium tangan Suaminya dengan lembut.


"waalaikumsalam mas"


Nayla seketika terdiam kala melihat sebuah kertas ditangan Zidan.


"itu apa mas?"


Zidan terdiam dan menatap Siska dengan sendu. Nayla mengambil kertas kotak tebal di tangannya dan mulai membaca nama pria di kertas tersebut.


"Hamdi dan Naura. Jadi ini undangan..." ucapan Nayla menganggantung dan sontak saja membuat Ibu Widya berlari ke arah mereka untuk membaca undangan di tangannya.

__ADS_1


"Jadi Hamdi akan menikahi wanita itu?"


Siska terdiam. matanya seketika berembun kala mendengar undangan Hamdi tersebar begitu saja.


__ADS_2