
Hamdi menatap Siska dengan malu. Pria itu bahkan tak berani menatap lagi Zidan yang tengah memperhatikannya dari balik kuda besi yang sedang ia tumpangi.
"Terimakasih sudah memberikan bukti ini. Aku berhutang banyak padamu. Maaf karena sudah menganggu waktumu. Kamu bisa pergi sekarang" ucap Hamdi seraya kembali memberikan ponsel Siska setelah mengirimkan bukti rekaman tersebut pada ponselnya.
Siska terdiam, tak berniat sedikitpun menanggapi ucapan pria di hadapannya dan memilih pergi berlalu setelah kejadian itu menimpanya..
Ia tahu bahwa Hamdi sedang terguncang dan mungkin sedang butuh teman..Hanya saja hubungan pria itu sudah merenggang dengan Zidan entah karena apa alasannya.
Hamdi menatap nanar punggung Siska yang perlahan jauh dari hadapanya. Dan kini Hamdi kembali membuat ponsel miliknya yang masih saja menampilkan wajah cantik Siska sebagai wallpaper tampilan depannya..
"aku tak tahu jika kita bisa seasing ini Sis" gumam Hamdi pelan sebelum pergi kembali menaiki mobil miliknya..
**********
Sore ini Zidan kembali mengantar Siska ke rumah sakit tempat Jonathan dirawat, sebab ibu dari pria itu meminta Siska untuk menjenguk putranya yang masih saja tak mau berbicara dengannya setelah keributan sebelumnya terjadi..
Siska dan Zidan perlahan mulai turun dari mobil tersebut dan berjalan dengan santai menuju ruangan tempat Jonathan, sebelum akhirnya kini mereka berdua berhadapan dengan wanita paruh baya yang telah rapih berpakaian serba modis..
"Datang juga kalian. Ku kira setelah melukai anak saya kalian masih punya malu untuk bertemu orang orang" umpatnya dengan keras..
Zidan yang sejak tadi merasa kesal dengan kenyataan tentang Hamdi. Mulai melupakan amarahnya pada wanita paruh baya di depannya agar tak selalu semena-mena dan menyalahkan Siska sebagai dalang utama putranya terluka.
"Jika Anda tak ingin sampai sesuatu terjadi pada putra anda, maka cukup diam dan jangan terlalu banyak bicara di depan saya. Kami kesini atas permintaan anda dan kami kesini juga hanya sebagai bentuk ucapan terimakasih karena telah menyelamatkan Siska dari kebej*Tan set*n yang telah menganggunya. Jadi saya harap anda tak memulai lagi keributan"
Wanita itu hanya diam dan menatap Siska dengan nyalang. Ia tak Sudi jika Siska harus menjadi menantunya terlebih lagi Jonathan yang memiliki sikap keras kepala tak bisa di pisahkan dari gadis impiannya. Sehingga ia mengalah dan membiarkan Siska untuk datang kehadapan putranya..
"Bujuk putra saya agar mau makan sekarang. Dan pergi setelah ia selesai dengan makanannya!" titah wanita itu yang tentu saja membuat kening Siska dan Zidan mengerut seketika.
__ADS_1
"anda menyuruh saya kesini hanya untuk menyuapinya makan?" tanya Siska mencoba memastikan.
Wanita itu mengangguk dengan cepat dan memberikan sekotak makanan yang telah ia beli dari luar .
"Ya tentu saja saya menyuruh kamu untuk memberikan anak saya makan. Toh gara gara Kamu juga anak saya kesulitan untuk bergerak"
Siska terkekeh pelan. Ia bukanlah wanita lemah yang mudah sekali untuk di perintah seseorang jika bukan karena kasihan.
"Jika bukan karena rasa terimakasih dan juga balas budi saya pada putra anda, maka saya takan repot repot pergi meninggalkan anak saya di rumah hanya untuk memberikan putra anda yang dewasa itu makan. Saya bukan mengikuti perintah anda kali ini, tapi saya melakukan ini karena saya merasa bersyukur telah memiliki sahabat baik seperti.jonatahn yang kau mengorbankan hidupnya untuk saya"
Siska meraih kotak tersebut dan masuk ke dalam ruangan dengan perlahan.
*******
Pintu terbuka pelan. Jonathan yang sedang melamun memikirkan Siska lantas tersenyum bahagia kala melihat gadis yang selama ini ia sukai ternyata datang hanya untuk.melihat kondisinya.
"Siska" gumam Jonathan pelan seraya tersenyum senang..
"bagaimana kabarmu Jo? Sehat?" tanya Siska seraya mulai membuka makanan di tangannya.
"Ka...kamu jauh jauh kesini hanya untuk menemuiku sis?" tanya Jonathan mencoba meyakinkan hatinya jika Siska memang benar benar menyukainya..
Siska memang memiliki rasa aneh di hatinya setelah beberapa kali mendapatkan perhatian serta pengorbanan yang di tunjukan Jonathan terhadapnya. Hanya saja ia tak bisa meyakinkan hatinya jika rasa yang ia miliki adalah rasa cinta. Sebab ia pernah terluka dan beberapa kali bahkan gagal dalam urusan cinta, yang membuat hatinya di penuhi oleh keraguan di setiap langkahnya.
"A...aku kesini se...sebab merasa bersalah padamu Ham..ma...maksudku Jo..aku benar benar tak bisa berpikir jernih kala memikirkan luka yang kau alami setelah menyelamatkanku" ucap Siska dengan terbata bata..
Jonathan yang mendengar nama mantan tunangan wanita yang ia cintai disebut olehnya.hanya tersenyum tipis dan kembali menanggapi ocehan gadis di hadapannya dengan lelucon yang ada .
__ADS_1
"Ku kira kau cinta padaku sehingga datang kesini jauh jauh hanya untuk menyuapiku" gumam Jonathan pelan yang tentu saja membuat Siska menatapnya dengan dalam..
"ap..apa kau bilang Jo?"
seketika Jonathan menggelengkan kepalanya dengan pelan dan bangkit segera untuk menghilangkan kecanggungan yang ada..
"ah sudahlah Sis aku tak berkata apa apa. Sekarang ayo mana makananku! Aku sudah lapar!"
Jonathan tampak bersemangat membuka mulutnya, menunggu makanan yang Siska bawakan ia suapkan ke dalam mulutnya.
Siska tersenyum manis dan dengan cepat menyendokkan sesendok makan penuh, makanan ke dalam mulut Jonathan .
ibu dari pria itu yang saat ini memperhatikan kebersamaan keduanya bahkan tampak merasa geram dan mengumpat dengan kesal. Berbanding terbalik dengan Zidan yang malah senang ketika melihat tawa lebar di perlihatkan Siska saya bersama dengan Jonathan di ruangan tersebut..
"jika cinta sudah ada di dalam hati, maka anda bahkan tak bisa mengatur putra anda untuk berhenti mencintai. Cinta adalah kehendak dari Allah dan tentunya Anda tak bisa menghentikan kehendak darinya bukan? Saya sih fine fine aja jika Jonathan mau jadi adik ipar saya secara dia gentelman dan tak bisa di atur siapapun ketika pendiriannya sudah tegak" oceh Zidan yang tentu saja mendapatkan sangkalan dari wanita di hadapannya.
"Kamu sih seneng jika adikmu menikah dengan putra saya, secara kan kami orang kaya. Toh bisnismu juga pasti akan berkembang setelah semua kolega besar tahu bahwa adik anda menjadi bagian dari keluarga saya" oceh wanita itu dengan raut wajah yang kesal..
Dengan santai Zidan malah mengotak ngatik ponselnya dan memberikan kejutan pada wanita di hadapannya..
Ting!.
Kring!!!
sebuah telpon masuk ke dalam ponsel wanita paruh baya di hadapannya. Dan tak lama kemudian wanita itu bahkan terlihat tak bergeming kala mendapatkan informasi penting terkait proyek besar yang sedang ia tunggu sejak kemarin.
"Hallo Bu, proyek yang perusahaan kita sedang promosikan dua hari lalu mendapatkan lirikan dari perusahaan besar yang sedang naik daun sekarang. Mereka ingin menginvestasikan modal untuk perusahaan kita dan nominalnya dua kali lipat dari yang kita tetapkan. Perusahaan Tuan Atmaja benar benar ingin bekerja sama dengan perusahaan kita dan ini suatu kehormatan yang selama ini tuan impikan" ucap sekertarisnya dengan kencang .
__ADS_1
Wanita paruh baya itu menatap Zidan dengan mata tak berkedip sedikitpun. Dan ini adalah kejutan yang sudah Zidan siapkan setelah Jonathan mengorbankan nyawanya untuk adik kesayangannya.
"Kami memang miskin, tapi kami masih punya rekening untuk menjamin keperluan kami masing masing. Saya harap perusahaan Anda tak mengecewakan kepercayaan saya"