
POV Hamdi
Hari ini adalah hari penting dimana aku mendapatkan kabar sangat baik ketika kenyataan istriku Naura telah keguguran dari kehamilannya dengan pria lain. Ya, ini adalah kabar baik untukku yang tentu saja tak menginginkan tubuh kotornya dan juga anak yang ia kandung hasil dari perbuatan menjijikannya dengan pria asing yang tentu saja tak ku kenali.
Walaupun begitu, aku benar benar merasa bersalah dengan apa yang menimpa bayi tak berdosa itu, sebab dia telah tiada akibat perbuatanku yang tanpa sengaja mendorong tubuh menjijikan ibu yang mengandungnya, sehingga ia kehilangan nyawa.
"Maaf" lirihku pelan seraya menundukan kepala tepat di hadapan Siska yang masih diam tanpa suara.
Ini adalah saat yang tepat untukku meluapkan semua amarah dan rasa hancur yang telah ku peroleh dari ancaman pria tua dan juga anak ularnya itu agar aku mau menikahinya beberapa bulan lalu.. Kini aku bisa memutuskan hubungan pernikahan ini dengan Naura dengan alasan yang cukup jelas.
**********
Malam ini, ku tatap wajahnya yang begitu menjijikan dari jarak yang cukup dekat dan ingin sekali ku tam*r wajahnya agar ia sadar dengan apa yang telah ia perbuat dengan tindakan busuknya.
Aku muak, benar benar muak kala tangisan dan juga rintihan terus saja keluar dari bibirnya. sampai tanpa sadar aku pun mendorong tubuhnya dengan kasar sampai terkatuk tepat mengenai sofa mewah kediaman Mahendra, padahal jelas jelas Naura baru saja pulih dari keguguran yang ia alami.
"hentikan pria baji**Ng! Jangan sakiti lagi putriku!" teriak pria paruh baya yang saat ini mencoba bangkit menyelamatkan putri kesayangannya.
aku menatap nyalang pada Mahendra yang saat ini mencoba untuk mencegah aksi brutalku dan mencoba untuk menyakitiku dengan guci yang ia bawa dan hendak lemparkan tepat ke atas kepalaku..
"Apa hah?! Apa yang ingin kau lakukan padaku?! Kau telah menipuku dan memanipulasiku agar mau menuruti semua ucapanmu! Kurang apa aku ini hah?! Kau berani beraninya mengancamku dan berusaha untuk menyakiti Siska serta putranya hanya demi memilikiku dan sekarang kau berakting seolah tak tahu dengan apa yang telah putrimu lakukan di belakangku! Apa kau orang tua yang tak waras hah?!" Teriaku dengan kencang, saat tahu bahwa ayah mertuaku yang sangat manis ini mencoba memukul kepalaku.
Dia terdiam. Sorot matanya begitu takut kala melihatku, sampai sampai dapat ku rasakan getaran tubuhnya begitu kentara saat aku memegang tangannya.
"Sekarang kau tak bisa ikut campur dengan urusanku lagi dan aku akan proses perpisahan ini secepatnya dengan putrimu! Aku Takan takut lagi dengan apapun ancamanmu dan aku Takan takut lagi dengan tindakan burukmu, walaupun kau berusaha untuk membunuhku!"
__ADS_1
Ku acungkan guci itu tepat ke arahnya dan dengan cepat ku lemparkan kesembarangan arah hingga terdengar bunyi pecah yang begitu menggema di seluruh ruangan megah.
"Dengan ini, Saya Hamdi menyatakan bahwa mentalak Naura Quenna Anatasya detik ini juga, sehingga kami resmi tak memiliki ikatan apapun setelah saya keluar dari rumah ini dan menginjakan kaki keluar rumah neraka ini! Kalian tidak bisa melakukan hal hal buruk ataupun mengatakan ancaman keji lagi padaku setelah ini, sebab semua tindakan kalian telah aku rekaman dan sedang dalam proses pemberkasan yang akan ku ajukan ke kepolisian. Paham!"
Ku langkahkan kaki ini dengan pasti menuju luar ruangan ini. Dan terdengar teriakan serta tangisan yang keluar dari bibir Naura yang sungguh membuatku merasa jijik.
*******
Ku pacu mobil ini dengan cepat, membelah keheningan malam yang begitu terang dengan bulan yang tampak bulat sempurna di atas awan.
Hancur sudah pasti ku rasakan saat tahu bahwa aku telah menikah dengan wanita gila dan penipu seperti Naura.
Aku tak mengira jika sahabat masa kualihku akan berlaku sejauh ini hanya untuk mendapatkan ku, dan aku tak pernah mengira juga jika akan memiliki takdir bersamanya walaupun secepat ini.
Ku rasa lebih baik menjadi bujang lapuk daripada harus menikahi wanita gila itu yang tentu saja hanya merugikan nama baikku.
Aku tak bisa mendapatkan Siska karena ku sadar bahwa aku lemah dan juga memiliki trauma yang membuat mentalku tidak stabil, tapi aku benar benar sangat mencintainya.
Andai saja waktu bisa ku putar kembali, maka aku lebih baik tak pernah mengenal gadis itu, daripada harus mencintainya sesakit ini dan juga sedalam ini.
Aku muak! Aku benar benar muak dengan otakku dan juga jalan pikirku. Kenapa aku di ciptakan dengan rasa ini dan kenapa aku bisa memiliki gangguan mental yang tidak stabil karena beberapa kejadian yang membuat hatiku benar benar terguncang..
Apa aku harus merelakan Siska menikahi pria lain? Tentu saja tidak! Aku benar benar sangat mencintainya dan aku ingin memilikinya.
Tapi apa aku bisa menjaganya dan juga menjaga putranya setelah semua yang terjadi diantara kami? Ku rasa Siska telah terluka begitu dalam oleh perbuatanku, dan dapat di pastikan bahwa ia Takan mau menerimaku kembali di kehidupannya nanti..
__ADS_1
Hanya saja apa aku bisa kuat ketika melihat dirinya bersanding dengan pria lain? Entahlah kurasa hatiku pasti akan mati setelah melihat kebahagiaan terpancar di wajahnya, apalagi mengingat jika pria di sampingnya bukannya aku yang selama ini selalu menyakitinya..
******
Pagi telah tiba, aku sengaja bangun lebih awal untuk datang menemui pengacara yang sudah siap dengan semua berkas perceraian dan juga berkas kekerasan dan juga ancaman yang sempat dilakukan oleh Naura serta ayahnya. Dan tak lupa aku pun membuat berkas atas tuduhan penipuan padanya karena telah melakukan hal sekotor ini dalam pernikahan kami..
Ku turuni anak tangga rumah ini dan sedikit berlari kecil menuju pintu rumah ini, sampai akhirnya saat ku buka pintu rumah yang sempat terkunci, ku lihat Zidan telah berdiri memandangku dengan nyalang dan menuju wajahku dengan sangat keras tepat mengenai hidungku.
"Bajin** kau Hamdi! Apa yang telah ku lakukan pada Cleo hah?! Jawab! Kenapa kau bisa sampai Setega itu memerintah orang hanya untuk mengancam Siska agar mau kembali denganmu!"
Bugh!!!
Zidan memukulku tepat di wajah dengan sangat keras..
Aku yang belum siap dengan pukul Zidan yang bertubi tubi, jatuh terhuyung ke belakang, dan hidungku bahkan terasa perih dan juga sakit, sampai sampai terlihat bercak merah saat kulihat tangan yang sebelumnya memegang area wajahku.
"Apa yang sebenarnya terjadi? Apa yang Siska alami Dan? Aku benar benar tak mengerti"
Zidan hanya terkekeh pelan dan terus saja melayangkan tinjunya tepat ke wajahku.
Pria itu terlihat sangat murka padaku dan ia bahkan menuduhku menjadi dalang utama dari hal yang jelas saja tak pernah ku lakukan sebelumnya.
"Siska yang sedang mengajak Cleo jalan jalan di sekitar rumah, tiba tiba saja di datangi oleh beberapa pria yang lantas mengambil Cleo dari pelukannya. Mereka bilang pada Siska jika kau memintanya untuk bertemu di rumah ini dan sebagai jaminan agar Siska mau datang, dia menculik keponakanku dengan kekerasan yang mereka lakukan pada adikku!" Ucap Zidan penuh amarah padaku.
Aku hanya bisa menggelengkan kepala pelan dan menyangkal semua tuduhan yang ia ucapkan padaku. Ini semua tak da kaitannya dengan rasa suka ku pada Siska. Dan ku tahu ini adalah salah satu trik dn cara dari Naura serta ayahnya agar kembali menggagalkan semua usahaku.
__ADS_1
"Ini bukan ulahku! Aku bersumpah atas nama Tuhan Dan! Ini benar benar bukan rencanaku! Aku telah bertekad untuk menceraikan Naura karena kasus pengancaman dan juga penipuan yang kemarin ku ketahui. Mereka sebelumnya memaksaku untuk mau menikah dengan Naura dan mengatakan jika aku tak mau mereka akan melakukan hal buruk pada Siska sebab ia tahu jika Siska lah cintaku! Percayalah Dan, ini semua bukan salahku. Aku bisa membuktikan semuanya padamu!"