Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Rinci


__ADS_3

Hamdi yang sudah berada didalam apartement sewaannya, kini mulai berjalan menuju kamar mandi dan segera membasuh seluruh tubuhnya dengan air yang mengalir.


Sabun beraroma khas yang Hamdi miliki membuat seluruh ruangan kamar mandi menjadi sangat wangi dengan aroma tersebut saat Hamdi mulai keluar dari kamar mandi. Ia kemudian berjalan menuju ruangan khusus tempat ganti pakaian dan mengambil kaos serta celana pendek untuk ia kenakan.


Hingga saat ia sudah selesai dan akan peegi menuju dapur, ia kemudian dikejutkan dengan bunyi bel dari arah pintu yang dibunyikan oleh seseorang.


TingTong


Hamdi dengan santai menghampiri asal suara dan segera membuka pintu tersebut. Sesaat ia terkejut dengan kedatangan pria yang selama ini sangat ia banggakan.


"Ada apa kau kesini?" tanya Hamdi dengan ketus.


"Maafkan saya tuan, saya sudah mengganggu istirahat anda" jawab Andi seraya menundukan kepala.


"Cepat masuk dan katakan apa tujuanmu datang kesini!"


Hamdi melangkahkan kaki masuk kembali kedalam rumah, disusul oleh Andi yang mengekor dibelakangnya. Tak lama kemudian Hamdi mengambil dua cangkir teh dari dapur dan menyuguhkannya ke hadapan Andi yang terduduk di sofa.

__ADS_1


"Minum! dan cepat katakan apa tujuanmu datang kesini!"


Andi menatap kosong ke arah cangkir berisi teh dihapannya. Tanpa mau ia menyentuh sedikitpun.


"Saya mau mengatakan sesuatu tuan. Sebenarnya saya memang telah ikut andil dalam kejadian malang yang menimpa Siska"


Hamdi menatap tajam kearah Andi, ia sangat senang akhirnya Andi akan mengakui semuanya tentang pelecehan yang menimpa Siska.


"Katakanlah"


"Jadi malam itu, aku sebenarnya meminta ijin darimu untuk datang ke acara yang diadakan oleh Frans disalah satu villa milik teman kami. Dan ia mengajak Siska yang merupakan adik kelas disekolah menengah kami, sekaligus pacarnya untuk dstang kevilla tersebut hingga membuatnya menjadi satu satunya perempuan yang hadir di acara kami. Aku sudah lama mencintainya dan ingin dekat dengannya. Namun beberapa kali juga setiap kali aku berada disampingnya, ia selalu saja berkata kasar dan mengatakan bahwa aku adalah anak cupu dan culun. Walaupun demikian, makiannya tak pernah aku masukan kedalam hati dan cintaku tetap tumbuh untuknya. Malam itu aku tak tahu jika Siska sudah Frans berikan sesuatu yang mengakibatkan dirinya tak sadarkan diri. Aku hanya tahu saat tiba tiba saja Frans keluar dari salah satu kamar dengan tersenyum penuh kemenangan dan berkata kepadaku jika ia memiliki hiburan didalam kamar milik Dika. Aku yang keheranan akhirnya masuk kedalam sana dan terkejut melihat Siska dalam kedaan yang memprihatinkan"


"lanjutkan" ucap Hamdi dengan datar.


"Saat itu, kamar yang cukup gelap namun sinar yang terang dari arah luar sontak membuatku terkejut karena melihat Siska tak sadarkan diri tanpa busana disamping teman temabku yang merupakan temannya Frans juga. Mereka yang dalam pengaruh alkohol tertidur pulas disamping tubuh Siska diatas ranjang. Bahkan beberapa temanku tertidur dilantai dan sofa. Aku adalah lelaki normal yang akan tergoda ketika melihat santapan didepan mata. Hatiku seakan menolak untuk aku melakukan hal tak baik pada Siska, namun nafsu mengalahkanku hingga aku pun tak sadar melakukan hal keji juga kepadanya. Saat itu, ketika aku men***umnya, aku melihat kamera diatas laci dan spontan mematikannya. Dan aku pun berpikir, jika aku melakukan hal itu pada Siska, maka kemungkinan terburuknya Siska akan hamil anakku bukan anak mereka. Aku tahu aku salah. Tapi entah ibli** apa yang sudah membisikan rencana jahat padaku hingga aku menik**ti tubuhnya dan berfikiran bahwa jangan sampai benih benih dari temanku tumbuh dirahim Siska"


Mendengar perkataan Andi, Hamdi kemudian bangkit dan menarik kerah baju pria dihadapnnya karena jelas jelas perkataan yang Andi ucapkan sungguh tak bermoral.

__ADS_1


"Aku sudah membiayaimu untuk sekolah dengan benar agar sukses hingga bjsa membuat ibuku bangga, namun kau malah melemparkan kotoran dimukaku serta muka ibumu! kau sunggu keji dan tak berakal! kau layaknya seperti hewan yang tak pikiran hingga tega melakukan itu pada Siska, Andi!"


Andi hanya bisa menunduk, mendapatkan perlakuan kasar dari Hamdi yang selama ini tak pernah ia lihat sebelumnya. Andi mengatakan semua kronologi pelecehan yang Siska alami saat malam tahun baru dengan rinci hingga membuat Hamdi geram dan panas.


"Sekarang katakan siapa saja yang melakukan semua itu pada Siska!"


"Kau juga tahu dalang utama dari semua ini adalah Frans. Dan aku akan katakan semua orang yang telah ikut dalam kejadian itu. Mereka adalah Dika, Leo, Danil, Gilang, Nanda, Stevan, Brian, Wiliam dan tentunya aku sendiri" Adi kembali menundukan kepala tak berani menatap Hamdi yang mungkin sebentar lagi akan lebih murka kepadanya.


"Aku sebisa mungkin tak ingin menghajarmu karena aku sudah menganggapmu sebagai adikku. Namun, kelakuanmu sungguh menbuatku sangat, sangat, sangat kecewa Di! aku memprioritaskanmu untuk belajar dan tak perlu memikirkan soal biaya karena aku ingin kau bisa membanggakan ibumu yang sudah sakit sakitan. Aku tak pernah merasakan belaian kasih sayang seorang ibu dan ketika aku melihatmu dan ibumu begitu saling menjaga, aku terenyuh dan ingin kau bisa membuatnya bangga dan tersenyun berkat kerja kerasmu. Aku tak ingin kau bernasib sama sepertiku yang tak bisa membuat ibuku melihat keberhasilanku Di!"


"Aku salah dan aku minta maaf tuan" Andi berlutut dan bersujud dikaki Hamdi.


Hamdi segera menyingkirkan kakinya dari tubuh Andi dan menyuruhnya untuk segera bangkit. Tak lama kemudian Andi bangkit dan dirinya begitu merasa menyesal karena kepercayaan yang selama ini Hamdi berikan kepadanya, ia malah balas dengan kalakuan buruknya. Namun demikian, Andi merasa heran karena Hamdi begitu perduli dengan Siska sehingga membuatnya begitu penasaran dengan sikap Hamdi yang begitu ingin .enguak kasus yang menimpa Siska tahun lalu.


"Aku akan menceritakan hal lainnya padamu tuan, tapi ku mohon maafkan aku dan jangan kasih tahu ibuku dulu. Biarkan aku yang mebgatakan semuanya pada ibu. Dan jika boleh aku tahu, kenapa kau begitu berusaha untuk menguak kasus yabg menimpa Siska? apakah tuan mengenalnya?"


Seketika Hamdi mengarahkan pandangannya kepada Andi. Matanya begitu nyalang menatap pria muda dihadapannya.

__ADS_1


"Kau tak punya hak untuk bertanya demikian kepadaku! seharusnya kau tanyakan itu pada dirimu sendiri. Kenapa kau begitu tega melakukan hal serendah itu pada perempuan tak berdaya? apalagi kau memiliki rasa cinta untuknya? kenapa kau merusak rasa cintamu padanya dengan nafsu?"


Perkataan Hamdi sontak saja membuat Andi kembali terdiam dan membeku.


__ADS_2