Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Cinta Dalam Diam


__ADS_3

...*Sejak kapan cinta ini tumbuh dan bersemi dihatiku?...


...Entahlah jika pun aku bertanya pada diriku mungkin aku takan tahu jawabannya....


...Secarik kertas terbang didalam kamarku dan kutemukan bayangan wajah pria kecil yang sangat menggemaskan saat itu....


...Pangeran yang usil dan sangat cengeng itu sungguh sangat kucintai....


...Tak ada air yang menetes kembali dalam wadah ketika ia hadir menemaniku setiap hari untuk kabur menuju kebun belakang rumahnya....


...Neneknya yang tak lain adalah nenekku juga sangatlah perhatian bahkan saat aku demam ia bersama pangeranku tetap terjaga sampai pagi hari*....


...Hamdi terdiam dan kemudian tak terasa air matanya mengalir begitu saja dengan deras....


"ini tak mungkin! ini tak mungkin" gumamnya seraya menggelengkan kepala.


Zidan, Nayla dan Siska pun hanya terdiam menyaksikam guncangan yang dialami oleh Handi ketika mengetahui bahwa ialah pria yang selama ini Nikita cintai.


"Bagaimana bisa ia mencintaiku sejak lama bahkan aku pun tak tahu bahwa ia memendam rasanya sendiri"


"Ia bahkan rela mengorbankan nyawanya demi menyelamatkan si brengse* Andi dan mengorbankan dirinya untuk ikut serta dalam rencana bodoku"


Zidan mencoba menenangkan diri Hamdi namun cepat cepat Hamdi beralalu meninggalkan mereka begitu saja. Zidan dan Nayla pasti sangat paham dengan keadaan Hamdi yang masih sedih apalagi saat ia tahu kebenarannya sendiri.


Nikita memendam rasa cintanya selama lebih 20 tahun kepada Hamdi bahkan saat mereka terpisah di usia masih dini pun Nikita tetap menjaga cintanya untuk Hamdi.

__ADS_1


Nikita pasti sangat hancur ketika mengetahui bahwa Hamdi berusaha keras menuntaskan keadilan untuk Siska yang tak lain adalah kekasihnya sendiri.


Cinta dalam diam tak membuat Nikita menjadi seorang wanita menyedihkan namun membuatnya menjadi wanita kuat yang merelakan perasaannya demi orang yang ia sayangi.


Nayla menatap wajah Siska yang saat ini tengah melamun hingga kemudian ia pun pergi meninggalkan Nayla dan Zidan berdua dikamarnya.


"Aku permisi dulu mbak, Mas. anakku pasti sangat ngantuk dan ingin tidur" Wanita itu pun berjalan menjauhi Nayla dan Zidan seraya menutup pintu secara perlahan.


Nayla tahu bahwa Siska pun ikut terluka karena mengetahui fakta bahwa pria yang ia cintai di cintai oleh wanita lain bahkan cinta wanita itu abadi sampai akhir hayatnya.


"Siska pasti sedih ketika mengetahui bahwa Nikita memiliki cinta yang lebih besar kepada Hamdi mas"


"Tidak Nay. Siska bersedih pasti sebab ia merasa sangat jahat menjadi wanita yang dicintai Nikita. Ia mendapatkan cinta yang tulus dari Hamdi sedangkan Nikita yang sudah lama memendam rasa serta memberikan hidupnya untuk Hamdi tak mendapatkan sedikit pun balasan cinta darinya. Mana yang lebih sakit diantara dua wanita yang mencintai satu pria yang sama sama sangat berarti dihidup mereka"


Zidan kemudian berjalan menuju ranjang dan merebahkan badannya yang terasa sangat pegal. Berbeda dengan Nayla yang lebih memilih mendekati laptop milik Nikita dan membaca semua catatan puisi yang Nikita tulis untuk Hamdi.


Nikita menanti perjumpaan dengan Hamdi selama ini dan ketika mereka bertemu, Nikita harus dihadapakan dengan kenyataan bahwa Hamdi sangat mencintai wanita lain dan ingin menikahi wanita tersebut. Bahkan saat mereka menjalankan misi itu, Nikita ikut andil melakukan perannya agar membuat Hamdi bahagia.


...*Angin titip salam untuk dia yang sedang memandang bintang lain dilangit....


...Awan yang hitam menjadi pelukan hangat untukku ketika ku tahu bulan tak dapat untuk kuraih...


Entah aku yang bodoh atau dia yang terlalu jauh


Bulan yang kutatap sangat jahat

__ADS_1


ia ku puja namun dia memuja bintang yang lain


Ku tahu aku hanya bintang yang redup dan hitam tak memiliki makna


Bahkan binyang yang lainpun tak pernah melihat keberadaanku disaat aku tepat dihadapannya


Angin titipkan salamku untuknya yang masih bersinar dan tersenyum menatap bintang yang lain


Walaupun cahayaku tak terlihat namun suatu saat pasti ia akan melihatku jua*


Nayla menetskan air mata dan kemudian mentup laptop Nikita dengan perasaan yang campur aduk. Disatu sisi ia sangat sedih ketika tahu kebenaran pria yang Nikita cintai selama ini adalah Hamdi.


Bahkan Nayla merasa bersalah ketika ia tak bisa membantu Nikita mengungkapkan perasaannya kepada pria misterius itu ketika ia masih hidup.


Canda tawanya yang begitu singkat bersama Nikita telah membuatnya banyak belajar mengenai arti sebuah ketulusan dalam hidup. Ia bisa menujukan cintanya tanpa diketahui siapapun.


Nayla berjalan mendekati Zidan dengan matanya yang sembab dan basah.


"Kamu kenapa Nay?" tanya Zidan heran.


"Aku tak papa mas, hanya saja hatiku begitu terenyuh ketika membaca puisi Nikita mas"


"Nikita sudah tenang sekarang. Orang yang ia cintai akhirnya mengetahui cintanya yang selama ini ia pendam. Bahkan ia akan sangat senang ketika nanti Hamdi bisa hadir di acara pemakamannya" Zidan memeluk tubuh Nayla dengan sangat erat.


"Besok kita akan pergi membeli tiket pesawat untuk pulang kembali ke Jakarta untuk pemakaman Nikita serta sidang yang akan kita jalankan di sana"

__ADS_1


"Iya mas, besok pagi aku akan bangun dan menyiapkan makanan terlebih dahulu, setelah itu kita pergi"


__ADS_2