Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Sadar


__ADS_3

Mobil terparkir dihalaman panti asuhan. Seperti biasa, anak anak datang saling berebut menghampiri Zidan hanya untuk bersalaman serta memeluk tubuh pria baik yang selalu memberikan kebahagiaan bagi mereka.


Zidan dengan senang membalas pelukan anak anak kecil dihadapannya dan mulai membagikan permen serta susu kepada mereka.


"Terimakasih Om Zidan" teriak anak anak girang.


"Sama sama adik adik manis. Oh iya , salim dan peluk juga itu teman om. Mereka juga punya makanan untuk kalian"


Anak anak mulai mengahampiri Anyelir dan Rio yang tersenyum kearah mereka. Terlihat anak anak begitu antusias melihat Anyelir dan Rio yang sama baiknya seperti Zidan.


"Terimakasih Tante Anye, terimakasih Om Rio" ucap anak anak serempak.


Tak lama Ibu Aisyah dan Nayla keluar dari rumah dan menghampiri Zidan serta Anyelir dan Rio.


"Assalamualaikum bu" ucap Zidan seraya mencium punggung tangan Ibu Aisyah disusul Anyelir dan Rio yang juga melakukan hal yang sama.


"Waalaikumsalam nak. Kapan kalian sampai?"


"Baru saja bu. Maaf jika kami tak memberitahu kedatangan kami kesini sebelumnya"


"Gak papa nak. Ibu sama anak anak senang jika kalian bisa datang kesini. Dan yang lebih penting, dengan kehadiran kalian bisa membantu menghilangkan kesedihan kami" ucap Ibu Aisyah kemudian memandang Nayla yang terlihat cukup tegar.


Anyelir dan Rio tertawa melihat Zidan yang terus memandang Nayla tak berkedip.


"Jangan dipandang mulu Dan. Dosa tahu ,belum mukhrim" ucap Anyelir yang langsung membuat pipi Nayla merah merona.


"Sudah Nye, jangan terus menggoda Nayla dan Zidan. Kasihan mereka, mukanya merah kaya udang rebus" timpal Rio seraya tertawa.


"Sudah, sudah. Kalian ngobrolnya didalam saja"


Ibu Aisyah berjalan masuk kedalam rumah diikuti, Nayla, Zidan, Rio dan Anyelir. Mereka larut dalam canda tawa bersama hingga waktu terasa begitu cepat berlalu.


Pukul 17.00 Zidan, Anyelir dan Rio akhirnya memutuskan untuk pulang karena sebentar lagi malam. Zidan berpamitan pada Ibu Aisyah dan tak lupa berpamitan juga pada Nayla yang selalu menari nari dipikirannya.


Mobil melaju dengan cepat. Tak terasa mobil yang Zidan tumpangi telah sampai disalah satu restaurant mewah dan mengajak Anyelir serta Rio ikut turun.


"Mau ngapain kesini?" tanya Anyelir heran.


"Kaliankan belum makan. Jadi aku akan telaktir kalian kali ini. Ya, itung itung sebagai perayaan kerjasama perusahaanmu dan aku Nye"


Rio dan Anyelir sangat senang dengan kedewasaan yang Zidan miliki. Bagi Rio, tak perduli bagaimana hubungan istrinya dan Zidan saat dulu. Yang terpenting, istrinya telah berubah dan Zidan yang merupakan mantan kekasihnya, selalu berbuat baik serta menghormati Rio yang sekarang merupakan pendamping Anyelir.

__ADS_1


Makanan mewah sudah terhidang dimeja. Rio, Anyelir dan Zidan kini memakan makanan dengan lahap. Tak ada rasa cemburu serta benci diantara dua insang yang dulu saling terikat dengan kata cinta. Bagi mereka masa lalu adalah masa lalu. Hubungan yang dulu kandas tak harus selalu berakhir dengan permusuhan serta kebencian. Bagi keduanya, setidaknya mereka harus tetap berkomunikasi seperlunya dan tak harus memutuskan tali silaturahmi.


"Dan, aku mau tanya. Sebenarnya kenapa pela*r itu masih saja tinggal dirumahmu? kau bisakan usir wanita kegatelan itu dan buang dia kembali ketempat asalnya" tanya Anyelir.


"Sudah sejak duku aku ingin sekali ia pergi dari rumahku. Namun dengan adanya Algi sebagai anak Clara dan Bian, membuatku iba dan tak bisa berjauhan dari keponakanku itu. Aku tak bisa membuat Algi tinggal dirumahku dengan layak dan membuang ibunya ketempat asalnya, karena aku tahu sakitnya hidup tanpa kasih sayang kedua orang tua. Dan Algi harus tetap mendapatkan kasih sayang ibunya serta hidup yang layak walaupun itu sebenarnya bukan tanggung jawabku"


Rio sebagai laki laki paham bagaimana perasaan Zidan saat ini. Bagi Rio, walaupun Zidan bukan paman yang selalu menunjukan rasa peduli pada keponakannya dengan terang terangan namun Zidan memiliki hati yang luas untuk menerima dan menyayangi keponakannya yang merupakan anak dari pembunuh kekasihnya sendiri.


"Tapi ku lihat Clara selalu saja berusaha mendekatimu. Maaf apakah niatmu tak akan goyah pada Nayla jika terus melihat Clara yang selalu berpakaian minim dirumahmu? Sudah cukup Clara menghancurkan rumah tangga Nayla dengan merebut suaminya. Sekarang kau yang ingin memperjuangkan Nayla kuharap kau takan pernah sama dengan Bian"


"Walaupun aku laki laki normal Nye dan aku juga selalu berbuat dosa dengan memandang wanita yang bukan mukhrimku, termasuk melihat Nayla, Clara dan kau, tapi aku sudah memantapkan hati untuk selalu menjaga serta memperjuangkan Nayla walaupun godaan selalu datang padaku. Aku manusia biasa yang mempunyai hawa nafsu ketika melihat wanita yang aku cintai apalagi ketika melihat wanita yang berpakaian minim. Aku tak munafik jika terkadang suka tergoda dengan hal hal yang sudah jelas merupakan dosa. Tapi In Sya Allah, aku akan selalu merubah sikap serta ibadahku dengan menjauhi larangan dan menjalankan ibadah sebab tak ada kata terlambat dalam memperbaiki diri"


Tak ada kata terlambat untuk memperbaiki diri ke arah yang lebih baik, walaupun diri masih sering terlena dengan indahnya dunia.


Rio menatap Zidan dengan rasa bangga. Walaupun masalalu yang kelam, tapi Zidan mampu merubah dirinya menjadi lebih baik dan lebih dekat dengan sang pencipta. Tak dapat dipungkiri bahwa Rio kagum dengan kedewasaan yang Zidan miliki. Zidan mampu berubah dengan segala kekurangan yang ada didalam dirinya. Terkadang orang akan menyebutnya sebagai orang lalai dengan sikapnya yang mulai berubah menjadi baik namun sering melakukan dosa serta kesalahan. Tapi setidaknya Zidan bukanlah orang yang munafik, yang selalu berkata bahwa dia taat beribadah dan menjauhi larangan, padahal kenyataannya dia ahli dalam membicarakan keburukan oranglain, mencari kesalahan orang lain serta lalai dalam beribadah. Tak bermuka dua serta tak merasa dirinya sebagai sebagai orang baik.


"Rio aku ingin bicara padamu. Aku banyak banyak berterimakasih padamu karena telah menjaga Anyelir dan mampu menerimanya apa adanya. Ku tahu, sangat berat menerima kenyataan masa lalu orang yang kau cintai, tapi kau mampu membuktikan bahwa cinta sejati itu ada. Sekali lagi terimakasih" ucap Zidan tiba tiba.


Anyelir dan Rio saling memandang hingga akhirnya Rio tersenyum ke arah mantan kekasih istrinya.


"Jangan ucapkan terimakasih Dan. Aku mencintai Anyelir tanpa syarat dan tanpa batas. Aku mencintai Anyelir bukan karena wajah ataupun segala yang ia miliki. Cintaku pada Anyelir tak terpatok pada masa lalu yang baik ataupun buruk. Sebab cinta menurutku adalah perasaan yang istimewa. Tanpa diminta, tanpa diduga, aku mencintainya karena Allah"


Anyelir memandang wajah Rio dengan haru. Terlihat matanya mulai berkaca kaca, hingga detik kemudian Rio memeluk erat Anyelir yang tampak meneteskan air mata.


"Kau tak perlu malu Dan. Orang didunia ini tak ada yang sempurna sekalipun dia ahli ibadah dan taat pada agama. Manusia adalah tempatnya salah jadi aku bisa memakluminya karena akupun juga sering melakukan kesalahan. Kau orang baik Dan, karena mau mengakui semua kesalahan yang telah kau perbuat. Kau mau memperbaiki diri dan mau menerima semua hukuman atas kesalahan yang kamu perbuat"


Zidan, Anyelir dan Rio larut dalam obrolan hangat, hingga malam pun telah tiba dan mereka pergi menuju masjid untuk melaksanakan shalat magrib berjamaah.


Dalam doa, dalam diam, terlihat Zidan, Anyelir dan Rio tengah berdoa selepas shalat kepada sang pemilik jiwa raga serta alam semesta.


Mereka berdoa dengan khusu hingga terlihat Zidan mengeluarkan airmata.


Lama mereka berada didalam masjid, hingga ketika selesai, merekapun akhirnya kembali ke mobil dan pulang menuju rumah Zidan.


Diperjalanan mereka membicarakan rencana Zidan selanjutnya mengenai perasaannya pada Nayla.


"Dan, apa langkah selanjutnya yang akan kau ambil untuk kehidupan Nayla?" tanya Rio.


"Aku akan memantapkan hati serta memantaskan diri untuk Nayla. Ku tahu bahwa dia belum resmi bercerai dengan Bian, karena masih dalam proses perceraian. In Sya Allah jika memang kami di takdirkan untuk bersama, aku akan melamarnya langsung pada Ibu Aisyah tahun depan, karena aku tak ingin jika nanti Nayla di cap sebagai wanita tak baik karena cepat menikah setelah bercerai dari suaminya. Aku tak tahu perasaannya padaku sperti apa, yang jelas aku akan terus membuatnya merasa nyaman jika berada dekat denganku dan mau menerima segala kekurangan yang aku miliki"


"Niatmu sudah baik Dan. Aku berharap semoga ushamu lancar dan selalu diberi diberikan jalan yang terbaik untuk niat baikmu pada Nayla" jawab Anyelir cepat.

__ADS_1


Obrolan yang terjadi antara Zidan, Anyelir dan Rio terasa sangat dalam. Terlepas dari masa lalu yang ada, mereka kini menjadi sahabat dekat.


*****


Dikamar saat ini Siska tengah memikirkan setiap kata kata Hamdi yang membuat dirinya sedikit lebih tenang. Pikirannya yang tadi sempat kacau, kini kembali menjadi jernih dan memikirkan nasib anak, ibu serta dirinya sendiri.


Siska berjalan menuju kamar ibunya dan memandang punggung ibunya yang tengah menatap kearah jendela.


"Bu" ucap Siska pelan.


Ibu Widya menoleh kearah anaknya. Terlihat senyum tipis ia berikan walaupun hatinya serta pikirannya sedang hancur karena ulah suami, menantu serta kedua anaknya.


"Iya ada apa sayang?" jawab ibu cepat.


Siska berjalan mendekat kearah ibunya lalu memeluk tubuhnya dengan erat. Air mata yang selama ini ia keluarkan karena ketidak siapannya menjadi seorang ibu, justru sekarang air matanya tumpah karena telah bersalah membuat hati ibunya hancur.


"Maafkan aku bu, maafkan aku" isak Siska.


"Maaf untuk apa nak? kau tak salah apapun pada ibu"


"Aku salah bu, aku salah! aku telah membuat ibu kecewa. Ibu yang selalu menjagaku dan merawatku justru kubalas dengan melempari kotoran kewajah ibu. Maafkan aku bu, maafkan aku. Aku anak tak tahu diri, dan anak durhaka. Air mata ibu telah jatuh karena kesalahan yang telah aku perbuat"


Ibu Widya yang terharu mendengar ucapan putri satu satunya, hanya bisa terdiam dan menangis. Diusapnya pelan pucuk kepala sang anak, serta menciumi pipi anak perempuannya yang telah beranjak dewasa.


"Ibu sudah memaafkanmu nak. Kau tak perlu merasa bersalah pada ibu. Kau adalah putri ibu satu satunya. Walaupun sejujurnya ibu kecewa dan sakit hati, tapi bagaimana pun hati ibu serta kasih sayang ibu padamu takan pernah luntur. Terlepas dari kesalahanmu dan juga tindakan salahmu, ibu akan tetap menyayangimu tanpa batas nak. Ibu tak membenarkan kesalahan fatal yang telah kamu perbuat, bahkan jika ibu mau ibu bisa melenyapkanmu karena kamu telah membuat ibu malu dan juga sedih. Tapi mau bagimana lagi, nasi sudah menjadi bubur biarkan ini menjadi teguran atau hukuman untuk kita agar menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Sekarang kau jaga baik baik kandunganmu dan sayangi anakmu karena dia tak salah apapun padamu. Dia tak meminta untuk kamu kandung dan kamu lahirkan. Sayangilah dia seperti ibu menyayangimu Siska"


Ibu Widya menghapus air matanya serta menghapus air mata anaknya dengan lembut. Walaupun hatinya hancur dan kecewa, tapi nalurinya sebagai seorang ibu masih ada.


Ibu Widya kini berbaring disamping Siska persis seperti dulu saat putrinya masih kecil.


Siska tidur membelakangi ibunya yang tengah mengusap lembut rambutnya agar sang ibu tak melihat air matanya yang masih saja mengalir.


Rasa bersalah serta penyesalan kini sedang menyelimuti Siska. Hingga detik kemudian dia teringat kata kata Hamdi untuk selalu menemani ibunya dan jangan berjanji atas dirinya sendiri untuk menjadi pribadi yang lebih baik lagi.


Menurut bahasa, pengertian munafik diartikan sebagai berpura-pura. Sedangkan menurut istilah, pengertian munafik artinya berpura-pura dalam suatu hal. Orang munafik juga disebut orang yang perkataannya tidak sesuai dengan tindakan atau kenyataan.


Salah satu ciri orang munafik adalah gemar melakukan tipu daya. Tipu daya yang sering dilakukan orang munafik adalah dalam sikapnya, yang biasanya tampak baik di permukaan tapi dalam hatinya busuk.


Sebagian manusia selalu ingin terlihat baik padahal hatinya buruk. Terlepas dari pribadinya sendiri, beberapa orang sering sekali menampilkan kesan baik padahal kenyataan didalam hatinya selalu bertentangan dan berbanding terbalik. Disekitar kita di kehidupan nyata banyak sekali orang yang memiliki sifat ini. Termasuk saya yang masih sering melakukan kesalahan dan termasuk orang yang lalai. Mari kita ambil sisi positifnya serta ambil hikmah didalamnya. Karena tak ada kata terlambat untuk merubah semuanya.


Pengertian diatas bersumber dari salah satu halaman web. Jika ada salah atau ada yang mau menambahkan silahkan tinggalkan dikolom komentar.

__ADS_1


Terimakasih 🙏


__ADS_2