Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Makin memburuk


__ADS_3

Ibu Widya, Rio dan Anyelir berlari menuju ruangan tempat Siska dirawat yang sebelumnya, Zidan sudah mengabari Rio lewat pesan di aplikasi berwarna hijau.


Tak lama, Mereka akhirnya menemukan Zidan dan Nayla yang tengah duduk diluar ruang menunggu Siska yang tengah mendapatkan perawatan.


"Bagaimana kondisi Siska nak?" tanya ibu khawatir.


"Aku juga tak tahu bu. Siska sedang diperiksa sama dokter. Kita sebaiknya berdoa suoaya Siska dan bayinya tidak kenapa napa"


Zidan memeluk ibunya dan mencoba menenagkannya. Dari kejauhan terlihat sosok pria yang sejak tadi membuatnya emosi.


"Bagaimana kondidi anakku Dan?" ayah dengan panik melihat sesekali kearah jendela ruangan Siska.


"Dokter sedang menanganinya. Anda bisa duduk dan doakan saja supaya Siska baik baik saja"


Anyelir, Rio dan Nayla hanya bisa bergeming memikirkan kondisi Siska saat ini.


"Seharusnya kau tak pulang lagi kerumah!" ucap ibu dengan datar.


Ayah yang merasa selalu disalahkan kemudian bangkit dan mulai memegang tangan ibu dengan kencang.


"Kau selalu saja membuatku muak hah! tak bisakah kau sedikit sopan padaku?! aku ini masih sah menjadi suamimu! dia anakku! anakku sedang dirawat didalam sana. Jangan sampai aku menyakitimu dan lupa bahwa kau adalah ibu dari anak anakku!"


"Sekarang kau mengingat bahwa kau memiliki anak hah! kemarin kemana saja saat kau enak enakan tidur bersama menantumu sedangkan kami tak tahu kebusukan yang kalin perbuat!? dimana peranmu sebagai ayah untuk mendidik putrimu dan memberikan kasih sayang yang utuh untuknya! anakku menderita karena kesalahan yang kau perbuat bersama si jala*ng itu. Anakku harus menerima karma atas kesalahan dan dosa yang kau perbuat!"


Satu tamparan lolos begitu saja mengenai pipi Ibu Widya. Noda merah bekas jari ayah menghiasi pipi ibu yang putih.


Zidan yang sejak tadi menahan emosi mendengar keributan yang dilakukan adik ayahnya sekarang mulai bangkit dan memegang tangan ayah dengan sangat kencang.


"Jangan sekali kali anda menyakiti ibu saya! kau adalah salah satu pria pengecut didunia yang berani melayangkan pukulan pada seorang wanita"

__ADS_1


"Jangan ikut campur anak pembawa sial! kau adalah anak kutukan yang membuat kakakku meninggal! sekarang kau jangan ikut campur urusan keluargaku. Kau bukan siapa siapa disini, jadi kau tak perlu mengurusi rumah tanggaku!"


"Jika aku memamg bukan siapa siapa anda, lalu kenapa selama ini anda menikmati setiap fasilitas yang saya punya? mobil? pabrik? rumah? itu semua milik saya dan masih atas nama saya!"


Ayah mengepalkan tangan mendengarkan perkataan Zidan yang membuat harga dirinya seketika hilang. Mukanya merah menahan emosi yang meledak didalam dirinya.


"Semua harta itu milik kakakku dan kau hanya anaknya. Kakakku merintis semuanya bersamaku dan kau hanya menikmati hasilnya. Jadi jangan seolah olah kau adalah orang yang berperan penting dalam kekayaan yang di miliki dia. Bersyukurlah karena kau masih hidup dalam kecelakaan dulu"


Deg


kata kata yang keluar dari mulut ayah mampu membuat Zidan bungkam. Ingatannya mengenai tragedi kecelakaan yang menewaskan kedua orang tuanya kembali hadir didalam bayang bayangnya. Entah sejak kapan ia telah lupa dengan kejadian itu, dan sekarang ia kembali mengingat semuanya karena ayah.


"Aku selalu bersyukur karena Allah sudah memberikan kesempatan hidup kedua kalinya untukku. Tapi kenapa anda mengungkit masalaluku? jika memang karena kau yang merasa mendedikasikan diri membantu ayahku membangun ushanya, maka aku pun tak lupa akan hal itu dan aku ucapkan terimakasih. Tapi mengapa anda mengungkit kejadian yang merenggut nyawa kedua orang tuaku?"


Ayah terdiam dengan ucapan Zidan yang mulai menanyakan semua perkataannya mengenai kecelakaan. Sejujurnya didalam benak ayah ia sangat merasa tenang dengan kematian kakaknya tersebut sebab dulu ia pikir Zidan bisa ia peralat. Namun kenyataannya tidak, Zidan yang ia pikir akan memiliki sifat seperti kakaknya yang selalu menuruti apa maunya ternyata jauh berbeda.


"Anda harus tahu, aku tak pernah meminta dilahirkan dari keluarga kaya. Aku tak pernah ingin lahir dikeluarga yang tak pernah kekurangan uang, tapi kekurangan kasuh sayang. Jika aku boleh memilih, ibu dan ayahku harus hidup walaupun kami miskin. Memang benar aku harus bersyukur, dan aku bersyukur juga ikhlas mengenai semuanya. Tapi kau harus tahu, bahwa kenyataannya memang semua harta kakakmu jatuh ketanganku karena aku adalah ahli warisnya"


"Kamu tuh anak tak tahu diri! kalau saja aku tak mengurusmu sejak kecil. Maka hidupmu akan jauh menderita dan sengsara!"


"Kau yang harus jaga ucapan pria brengs**k! dia adalah anak dari kakakku tapi kau selalu menganggapnya sebagai ladang emas. Kau tak pernah tulus merawatnya!" sanggah Ibu Widya geram.


"Jaga ucapanmu istri durhaka! berani beraninya kau mengatakan aku pria brengs**k. Aku masih suamimu dan kau harus menghormatiku mengerti! kau pun sama sejak dulu, kau menyayangi dia karena uang yang ia miliki! jangan so suci didepanku!"


Suster yang mendengar keributan diluar ruangan segera melerainya. Dengan kesal suster mencoba menenangkan keluarga Siska yang tengah berdebat tanpa memikirkan kondisi pasin sekitar.


"Jika kalian ribut maka silahkan diluar! ini rumah sakit! harap diam jangan buat kegaduhan yang akan membuat seluruh orabg disini terganggu!"


Mereka semua sontak terdiam dengan pikiran masing masing. Zidan saat ini sedang memikirkan kondisi Siska harus juga memikirkan semua perkataan yang keluar dari mulut adik ayahnya tersebut. Mengenai kecelakaan orangtuanya serta harta warisan yang selalu saja ayahnya Bian ungkit.

__ADS_1


Dokter segera keluar ruangan dengan panik dan memberitahukan keadaan Siska saat ini.


"Keluarga pasien atas nama Siska?"


"Iya dok. Ada apa?" Zidan bangkit dan berjalan kearah dokter.


"Maaf sebelumnya, pasien mengalami pendarahan hebat dan saat ini dalam keadaan buruk.. Kami akan melakukan tindakan cesar untuk menyelamatkan bayi didalam perutnya. Diusianya yang masih belia panggulnya masih terlalu sempit untuk dilalui bayi dan kondisi kesehatan lain dari pasien akan sangat rentan untuk melakukan persalinan yang bahkan akan mengancam nyawa ibu dan anaknya"


Ibu Widya kini luruh diatas lantai dan menangis tersedu sedu mendengar kabar bahwa anaknya sedang bertaruh nyawa. Nayla dan Anyelir berjalan menuju ibu dan memeluknya serta berusaha menenangkan jiwa ibu yang terguncang.


"Mengapa jadi seperti ini nak! mengapa"


"Sabar bu, mungkin ini ujian dari Allah. Kita sebaiknya berdoa agar kondisi Siska baik baik saja dan anaknya terlahir dengan selamat"


ayah hanya bisa termangu diam menatap kosong kearah ruangan tempat anaknya dirawat. Tak pernah ia sangka sebeluknya jika putri kecilnya yang dulu kini sedang bertaruh nyawa demi seorang anak yang jelas jelas tak pernah diinginkan kehadirannya dalam keluarganya.


"Akan kubunuh bajinga**n yang telah menodai putriku!" gumam ayah.


"Aku akan pastikan pria breng*sek yang membuat Siska menderita, ma*ti dengan menyedihkan hingga mereka tak bisa membedakan antara neraka yang akan ku buat dan neraka yang sesungguhnya"


Zidan berlalu meninggalkan semua orang dan bergegas menelpon Hamdi untuk memberitahu kabar Siska saat ini.


"Assalamualaikum Ham"


"Waalaikumsalam calon kakak ipar" dengan tawa yang renyah Hamdi mencoba melempar canda pada Zidan.


"Ku mohon carikan identitas pelaku kasus pelecehan Siska sekarang juga. Aku akan menjebloskan mereka kedalam penjara dan memberikan siksaan yang menyakitkan untuknya"


"Memangnya kenapa? ko tiba tiba begini Dan?"

__ADS_1


"Siska mengalami pendarahan Ham dan saat ini akan menjalani oprasi cesar karena keadaannya semakin memburuk. Kumohon carikan informasi mengenai pria pria baji*ngan itu dan bawa kehadapanku secerapatnya"


informasi: Perempuan yang hamil di usia muda berisiko lebih tinggi terkena komplikasi kehamilan, seperti tekanan darah tinggi danĀ preeklamsia. Jika tidak ditangani dengan baik, kondisi ini bisa berbahaya bagi ibu dan janin.


__ADS_2