Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Dapat


__ADS_3

Perlahan lahan Nayla mulai memungut satu persatu baju Frans yang tercium begitu tak enak dibawah tempat tidurnya. Matanya tak henti henti tertuju pada Nikita dan Frans yang saling berpelukan sehingga membuatnya sedikit risih.


"Ayolah tuan kita pergi dari sini. Saya malu" ucap Nikita lembut.


"Ya sudah ayo sayang. Mari kita bermain main disana"


Tak lama Frans merengkuh tubuh Nikita yang lebih kecil darinya dan mulai menggendongnya didalam pelukan. Nayla yang merasa kasihan dengan Nikita yang harus mengorbankan dirinya demi misi ini hanya bisa terdiam seraya mulai berjalan kearah laptop milik Frans yang masih memutar video tak senonoh.


Hingga akhirnya Nayla mematikan video tersebut dan mulai menutup laptop Frans serta menyembunyikannya dibalik pakaian milik Frnas ditangannya.


"Alhamdulillah akhirnya dapat juga. Semoga saja benar dilaptop ini ada bukti tentang kejadian yang menimpa Siska"


Dengan langkah tergesa gesa, Nayla segera keluar dari kamar Frans. Hingga langkah kakinya terhenti kala melihat pria paruh baya yang merupakan majikannya kini berjalan kearahnya.


"Sedang apa kamu diluar kamar anak saya ? kamu mau maling ya?!" bentak ayah Frans pada Nayla.


Rasa takut didalam hatinya tak dapat ia bendung. Zidan yang menunggunya dibawah tangga tak tahu bahwa istrinya sedang dalam masalah. Nikita, Zidan dan Nayla pikir ayahnya Frans sudah berangkat bekerja sebab setelah sarapan tadi pagi mereka tak melihat kehadiran ayah didalam rumah tersebut.


"An...anu tuan. Saya disuruh tuan Frans untuk mencuci pakain miliknya. Tadi tuan Frans juga ada dikamar kok saat saya sedang mengambil pakaiannya"


Ayah Frans menatap Nayla dengan tajam hingga kemudian ia mendekatkan tubuhnya kearah Nayla dan mulai tersenyum menjijikan.


"Kalau dilihat lihat kamu cantik juga ya. Kamu tak terlihat seperti orang kampung sebab kulitmu begitu putih mulus"


"Sa..saya harus segera pergi tuan maaf" Nayla sengaja mengeraskan suaranya agar Zidan segera datang kearahnya.


"Andai saja kamu belum menikah. Pasti kamu akan saya jadikan wanita simpanan. Tapi kurasakan kau pasti mau jika aku jadikan sebagai istri diam diam. Kau tak perlu bekerja dan tak perlu menceraikan suamimu yang miskin itu" perlahan tapi pasti, ayahnya Frans mendekatkan dirinya kearah Nayla.


Hingga tak berselang lama saat tangannya yang mulai keriput akan menyentuh wajah Nayla, Zidan datang dan dengan aktingnya menyuruh Nayla untuk segera mencuci sebab hari sudah mau malam.

__ADS_1


"Sayang, cepatlah turun kebawah. Ini sudah malam, dan cepat cuci baju milik tuan Frans karena mungkin esok ia akan memakainya"


Nayla menganggukan kepala dan mulai berjalan kearah suaminya. Ayah Frans menatap Zidan dengan tatapan tak suka sebab rencananya terganggu dengan kehadiran Zidan.


Setelah dirasa cukup jauh dari pria paruh baya tersebut. Zidan yang khawatir dengan istrinya mulai bertanya berbagai macam hal.


"Si tua itu tadi ngapain kamu Nay? apa kamu tadi disentuhnya? apa dia tadi mencoba melecehkanmu? "


Nayla yang mendapatkan pertanyaan tanpa diberikan kesempatan berbicara hanya bisa terdiam.


"Jawab Nay? tadi si tua itu ngapain kamu?"


"Mas Zidan, gimana aku mau jawab kalo kamu terus terusan berbicara tanpa henti. Aku baik baik saja. Ayahnya Frans tak melakukan apapun padaku. Kamu jangan khawatir"


Zidan menghembuskan nafasnya dengan kasar.


Nayla tersenyum mendengarkan ocehan Zidsn yang terdengar begitu lucu. Sampai akhirnya mereka telah memasuki kamar dan mulai menaruh laptop milik Frnas diatas laci.


"Ayo kita lihat, bocah tengik itu menyimpan rahasia apa didalam sini" gumam Zidan pelan.


Nayla menatap layar laptop yang sedang Zidan otak atik dan kemudian dirinya menatap jarum jam yang menunjukan waktu yang diminta Nikita tinggal 30 menit lagi dari rencana ini dimulai.


"Mas bisa cepat sedikit. Nikita meminta waktu hanya satu jam untuk kita menjalankan misi ini. Sekarang tinggal tersisa 30 menit lagi"


"Iya sabar Nay. Aku sedang mencari file yang dimaksud Nikita. Selain itu aku juga mencoba mencari informasi penting didalam sini"


Beberapa aplikasi Zidan buka dan matanya terbelalak ketika membuka sebuah foto didalam laptop milik Frans. Dikeluarkannya memori milik Hamdi yang sudah disiapkan Nikita, kemudian memasng card reader pada laptop Frans.


Sebuah foto masa lalu Frans bersama beberapa teman sekolah waktu SMA nya, Zidan salin kedalam memori tersebut sebab mungkin saja merekalah orang orang yang ikut dalam kejadian pelecahan yang dialami oleh Siska.

__ADS_1


Selain itu, ketika Zidan mulai membuka berkas yang dimaksud oleh Nikita, matanya terbelalak sempurna dengan berbagai macam video Frnas dengan beberapa wanita yang ia pastikan mereka adalah wanita wanita polos yang diperdaya oleh Frans. Hingga sesaat kemudian, mata Zidan menatap sebuah video yang membuat hatinya begitu panas dan terbakar.


Ya, video dimana saat Siska dilecehkan oleh Frnas serta beberapa pria didalam ruangan yang sangat gelap. Emosi Zidan sangat menggebu kala melihat adiknya diperlakukan seperti binatang oleh beberapa pria yang yak begitu jelas wajahnya karena kondisi ruangan begitu gelap. Nayla yang tak sanggup melihat kejadian itu hanya bisa memalingkan wajah karena merasa sakit melihat adik iparnya dilecehkan tanpa rasa berperikemanusiaan.


Hingga beberapa menit kemudian saat Zidan akan mematikan video tersebut, ia melihat satu wajah yang begitu jelas didepan kamera yang Frans letakan disamping tubuh Siska. Pria berkacamata yang tak ada didalam gambar sebelumnya.


Zidan kemudian menyalin semua video yang berada didalam berkas tersebut kedalam memorinya dan segera mengembalikan laptop Frans kesemula. Dimana menampilkan video yang sempat Frans tonton sebelum ia pergi bersama Nikita. Selain itu, ia juga menghapus beberapa jejak aplikasi yang sudah ia buka sebelumnya dilaptop tersebut.


"Kita sudah memiliki bukti kuat Nay, sekarang kita tinggal mencari nama nama pelaku pelecehan Siska yang ada didalam video itu"


"Iya mas, tapi bagaimana bisa kita tahu, sedangkan dalam video itu saja kita tak bisa melihat wajah wajah pelaku dengan jelas"


"Untuk masalah itu, kita serahkan saja pada Hamdi, biarkan dia mengerjakan tugasnya. Sekarang kita kembalikan saja dulu laptop ini kekamar baji**ngan itu dan segera kasih tahu Nikita"


Nayla kembali membawa laptop tersebut dibalik pakaian Frans dan secepatnya menuju kamar majikannya tersebut untuk menyimpannya. Zidan yang berjalan disamping Nayla terus saja memantau keadaan sekitar sebab ia takut bahwa ayahnya Frans akan kembali menggoda istrinya itu.


Disisi lain, Nikita yang dibaringkan diatas kasur oleh Frans hanya bisa menatap jijik kepada Frans. Dalam hatinya ia begitu mengharapkan bahwa sekarang ia tengah bersama Hamdi dan sentuhan yang diberikan Frans adalah sentuhan yang diberikan oleh Hamdi.


Sayang seribu sayang, kenyataannya kini ia tengah bersama pria yang usianya terpaut dibawahnya serta merupakan maniak s****.


Matanya terpejam merasakan sentuhan yang Frans berikan begitu lembut. Hingga membuatnya begitu melayag dan seakan melupakan semua beban dihatinya.


Ia tahu bahwa apa yang dirinya lakukan itu salah. Namun, apa yang bisa ia perbuat saat ini mengetahui bahwa tubuhnya sedang dinikm**ti oleh seorang pria yang jelas jelas bukan orang yang ia cintai, bahkan bukan orang yang ia sewa sendiri.


Saat Frans akan membuka seluruh pakaiannya, nasib beruntung ia miliki ketika dari arah luar kamarnya terdengar seseorang mengetuk pontu kamarnya dengan keras.


"Buka pintu!"


Sontak saja Frans kemudisn bangkit dengan kesal karena permainannya yang baru ia lakukan selama 40 menit harus berakhir dengan kekacauan yang dilakukan seseorang dari luar.

__ADS_1


__ADS_2