Pernikahan Suamiku

Pernikahan Suamiku
Mulai Berbohong


__ADS_3

Ceklek.


Bunyi pintu mengagetkan Santi yang baru saja masuk kamar.


"Mas kok sudah pulang?"tanya Santi khawatir.


"Iya ada berkas yang lupa tidak terbawa," jawab Agus.


"Kenapa tidak telpon saja, biar aku yang mengantarkan ketempat mas kerja. Jadi mas tidak kecapean begini." Ucap Santi yang melihat wajah Agus lemas dan pucat.


Pikir Santi, Agus kelelahan di jalan sehingga ia terlihat pucat dan lemas.


Tanpa menghiraukan kecemasan Santi, Agus segera membaringkan tubuhnya di kasur, sambil memandang langit-langit Agus berpikir bagaimana caranya mendapatkan kabar Zihan, Agus sungguh mabuk kepayang seperti awal bertemu dengan Zihan kala itu. Santi yang kini telah menjadi istrinya tak dihiraukan sedikitpun.


"Oh. Iya aku baru ingat tentang surat itu, dulu aku simpan dimana?" Benak agus yang sedari tadi masih kaku di atas kasur.


Segera ia lari menghampiri rak buku dan membuka laci satu persatu tapi tidak menemukan apa-apa di sana.


"Berkasnya sudah ketemu?" tanya Santi sambil menyisir rambutnya yang masih basah seusai mandi.


"Sudah ketemu kok!" Agus mulai berbohong.


Semalaman Agus hanya bengong dan tak jarang mengotak-atik HP nya. Santi tak berani bertanya karena dia tau jawaban yang akan di ucapkan pasti sebuah kebohongan, Santi mulai curiga dengan sikap Agus yang berubah drastis. Santi hanya diam dengan seribu pertanyaan di benaknya. Ketika di panggilpun Agus hanya melirik dan mengangkat alisnya sambil menadahkan wajahnya ke atas pertanda ia benar benar tidak ingin di ganggu.


Malam itu di lewati Santi dengan penuh tanda tanya, sampai ia tertidur dan bangun telah mendapati suaminya berpakaian rapi.


"Mas subuh-subuh begini mau berangkat kemana?" Ucap Santi sambil mengucek matanya yang masih lengket.


"Kerumah teman, baru nanti siang berangkat kerja," jawab Agus


Karena Agus bekerja di perkebunan milik papanya jadi ia pikir apa salahnya kalau dia banyak bolos toh upah akan selalu di bayar full. Agus mulai males bekerja dan lebih fokus mencari kabar Zihan sang cinta pertama.


Tepatnya jam setengah 12 siang Agus masih ketar-ketir mencari kabar tentang zihan, tiba-tiba telpon di kantongnya berbunyi, sebuah panggilan masuk dari mama.

__ADS_1


"Halo. Gus kamu dimana? Bisa temenin mama makan siang hari ini. Mama tunggu di cafe biasa ya, jangan lama-lama!"


Tut.. tut.. tut..


Belum sempat Agus menjawab mama langsung menutup telponnya. Agus sedikit mengerutkan dahinya dan sedikit emosi pasalnya setiap kali mama telpon pasti seperti itu langsung menutup telponnya agar mama tidak usah debat dengan penolakan yang bertele-tele.


Senyum lebar terukir di wajah Agus ketika ia melihat mamanya duduk bersama seorang yang ia cari-cari keberadaanya.


"Mama, ko bisa sama Zihan disini?" tanya Agus kegirangan seperti kata pepatah pucuk dicinta ulampun tiba.


Langsung duduk dan tak berhentinya menatap Zihan.


"Mama sengaja mempertemukan kalian disini, sebelum kamu menikah dengan Santi mama merapikan kamar kamu dan mama menemukan surat dari Zihan di laci, sepertinya belum kamu baca jadi mama ambil dan baru membacanya tadi pagi, mama kaget dengan isi surat dari Zihan. disitu tertulis bahwa Zihan telah lama berpisah dan baru memberi kabar ini karena Zihan merasa malu untuk mengakuinya. disitu juga tertulis bahwa dia masih mengharapkan mu Agus, dia menuliskan nomor telpon yang baru makanya mama bisa menghubunginya dan sekalian mama pertemukan denganmu." Usut mama menjelaskan.


Mama yang tidak pernah setuju dengan pernikahan Agus dan Santi menjadikan ini satu-satunya cara memisahkan mereka, Santi yang tidak berpendidikan berbanding terbalik dengan Zihan yang berpendidikan tinggi.


"Mas, apa benar kamu sudah menikah? Aku masih mengharapkan kamu mas, dulu memang aku yang salah telah menerima perjodohan itu. Tanpa cinta rumah tanggaku hancur mas, aku masih mencintaimu mas." sambil memegang tangan Agus Zihan memohon diberi kesempatan lagi.


Mama yang terlebih dahulu mempengaruhi Zihan supaya Zihan tetap pada keinginannya untuk menikah dengan Agus.


"Kalau istrimu tidak mau dicerai aku siap menjadi istri keduamu mas" ucap Zihan


Mama tersenyum bahagia melihat pemandangan seperti ini.


"Biar mas pikirkan dulu," ucap Agus


Bunyi telpon terdengar dan Agus langsung mematikannya, panggilan masuk itu datang dari Santi yang akan mengingatkan jam makan siang, sudah menjadi kebiasaan setiap jam-jam tertentu Santi akan menelpon, bahkan untuk hal sepele pun terkadang Santi akan mengirimi Agus sebuah pesan singkat, bagi Santi dunianya hanyalah Agus.


"Sudahlah tidak usah pedulikan istrimu itu, dia tidak akan mengerti," ucap mama sambil memberikan senyuman sinis khasnya.


"Kita makan saja dulu, masalah ini nanti ku pikirkan lagi." Pinta agus.


Seraya mereka menyantap hidangan Santi terus menelpon Agus, Agus pun risi dengan sikap Santi yang monoton setiap harinya selalu saja seperti itu.

__ADS_1


Sesekali Agus melirik Zihan, tak ada yang berubah dari wajah dan penampilan Zihan ia tetap cantik dengan balutan kerudung dan senyumnya yang menyuguhkan lesung pipit itu. Hampir 5 tahun tidak bertemu, tanpa berkabar kini lirikan Zihan pun membuat Agus menjadi salah tingkah seperti baru pertama bertemu.


"Mas lagi ada pertemuan penting di tempat kerja. Maaf tadi mas tidak mengangkat telpon dari mu."


Sebuah pesan singkat dari Agus yang menyempatkan diri mengetik untuk Santi biar Santi tidak mengganggunya lagi.


Mendapati pesan itu Santi kembali beres-beres rumah.


"Mba aku mau jus jambu dong," ucap Dila enteng sambil rebahan di temani cemilannya.


"Mba lagi nyapu, kamu saja yang bikin lagian kerjaan kamu cuma tiduran doang ko, percuma pendidikan tinggi tapi tidak di manfaatkan, mubazir!" jawab Santi penuh berani karena memang hari ini hanya mereka berdua di rumah jadi Santi berkesempatan untuk menolak perintah Dila.


"Hey. Mba lupa ya siapa mba disini?" Teriak Dila memecahkan keheningan rumah.


"Menantu!" jawab Santi sambil melangkah pergi menjauh dari Dila. Sudah lelah rasanya di manfaatkan keluarga Agus, Jadi Santi sedikit melawan.


"Lihat saja sebentar lagi kamu akan menangis darah," ancam dila yang telah mengetahui rencana mamanya.


Santi hanya menoleh tanpa berbalik badan dan melanjutkan pekerjaannya lagi.


Dila yang masih kesal dengan kaka iparnya langsung mengunci diri di kamar.


Seseorang berseragam datang ke rumah memberi kabar bahwa bapak surya masuk rumah sakit akibat kecelakaan tunggal menabrak sebuah pohon besar, mobil hangus terbakar.


Mama pun syok mendengar itu semua, segera ia menelpon Agus menyuruhnya datang ke rumah sakit.


"Bapak surya mengalami cidera serius kini ia koma." ucap dokter.


Mama masih duduk lemas tidak percaya dengan ucapan dokter.


"Ma. Bagaimana keadaan papa?" tanya Santi sambil memeluk menenangkan mama.


"K. ko.. koma," sambil nangis histeris masih tidak percaya.

__ADS_1


Dila datang hanya mematung saja dia syok di tambah melihat mama tak henti-hentinya menangis.


__ADS_2