
Kini pengajian pun telah dimulai. Semua orang dengan khusunya berdoa dan mengikuti kajian di rumah Atmaja untuk mengikuti pengajian dan syukuran acara empat bulanan kandung Nayla.
Siska yang sejak tadi duduk menggendong Cleo, tak henti hentinya menatap Hamdi yang saat ini tengh duduk bersanding dengan sosok perempuan cantik yang sejak tadi terlihat akrab dengannya. Baru kali ini Siska melihat Hamdi tertawa lepas dengan seorang wanita selain dirinya dan juga Nayla. entah kenapa ada yang terjadi rasa ngilu di dalam dadanya kala meliha orang yang masih sangat ia cintai terlihat nyaman dengan wanita lain.
Nayla yang sadar dengan arah pandangan adik iparnya itu mulai memegang pundak Siska dengan perlahan. Ia tahu apa yang tengah Siska pikirkan tentang Hamdi.
"kamu baik baik saja?" tanya Nayla dengan lembut yang sontak saja membuat Siska tersentak kaget dengan pertanyaan kakak iparnya itu.
"ah, a...aku baik baik saja mbak. emh, aku mau pergi dulu" Siska bangkit dan pergi berlalu menuju dapur
Nayla hanya bisa menghela nafas panjang kala melihat dengan kedua bola matanya Hamdi sedang berbincang asik dengan sosok wanita cantik bergamis biru tersebut.
Nayla berjalan menghampiri Zidan dan bertanya tentang identitas wanita yang seja tadi bersama sahabatnya itu. Nayla yakin bahwa wanita itu baru dekat dengan Hamdi dan yakin bahwa mereka hanyalah sahabat biasa.
"Mas wanita itu siapa?" tanya Nayla dengan pelan.
Zidan menatap ke arah wanita yang sedang duduk bersama dengan Hamdi di pojok ruangan. Zidan tersenyum manis ke arah istrinya dan mulai menjelaskan semua informasi mengenai wanita itu dengan jelas.
"Wanita itu adalah rekan bisnis kami yang baru Nay, namanya Naura. Dia adalah investor baru di perushaan kami dan baru saja datang kemari untuk mengecek semua kondisi perusahaan yang ingin kami bangun. Apa ada masalah Nay?" tanya Zidan dengan penasaran.
"emh sepertinya Siska merasa cemburu dengan kehadiran sosok wanita itu di dekat Hamdi mas. Ku rasa hati Siska terluka dengan perpisahannya dengan Hamdi terlebih lagi kini pria itu terlihat dekat dengan gadis baru"
"Untuk maslaah itu aku tak bisa membantunya Nay. Hubunganku dan Hamdi hanya sebatas teman saja dan aku pun tak bisa memaksakannya untuk mendekati atau me jauhi gadis manapun seban itu pilihannya. Memang aku merasa sangat kasihan dengan perpisahan yang terjadi diantara keduanya. namun aku pun tak bisa memberikan solusi apapun baik untuk Hamdi maupun Siska sebab itu adalah urusan pribadi mereka"
__ADS_1
Nayla menghela nafas. Memang benar apa yang dikatakan suaminya itu tentang apapun keputusan Hamdi dan juga Siska bukanlah urusannya. Namun tetap saja Nayla merasa sangat tak enak ketika melihat raut wajah sedih yang Siska tunjukan selama ini.
" ya sudah mas, aku pergi dulu ke dapur untuk membantu Siska membawa makanan lainnya"
"iya Nay, hati hati ya. jangan terlalu cape istriku yang manis" Zidan mencubit pipi Nayla dengan mesra.
Tak lupa pria itu bahkan mengelus perut Nayla yang mulai terlihat sedikit membuncit dikarena sang janin berkembang dengan baik didalam rahim istrinya.
Kini Nayla berjalan menuju dapur dan kemudian berdiri disamping Siska yang saat ini tengah melamun menatap ke arah jendela luar ruangan.
wanita muda itu bahkan tak sadar dengan kehadiran sang kakak ipar yang mulai mematikan keran akibat air di wastafel meluber kemana mana.
"Jika airnya penuh, harap di tutup kembali kerannya cantik" ucap Nayla dengan ramah yang sontak saja membuat Siska kembali terkejut .
"eh, iya iya mbak. Siska lupa"
Tiba tiba saja bulir bening mentes begitu saja dari balik kelopak mata indah milik Siska yang mungkin sudah sejak tadi ia tahan. Nayla yang terkejut bahkan segera menenangkannya dan memeluk tubuh Siska penuh dengan kehangatan.
"Eh kamu kenapa ? apa ada sesuatu terjadi padamu?"
"Ini adalah karma yang harus kuterima karena telah menyakitimu mbak. Karma yang harus ku bayar atas semua perbuatan yang telah aku, ayah dan ibu lakukan padamu dulu saat menikah dengan Mas Bian" Isak Siska dengan keras.
"karma apa yang kamu bicarakan Sis? mbak gak tahu maksudmu apa?"
__ADS_1
."Dulu saat Mbak menikah dengan Mas Bian, secara terang terangan aku, ayah dan juga ibu bahkan sangat membencimu dan menikahkannya dengan wanita tak jelas seperti Clara. Dulu aku bahkan sangat tak Sudi jika berhadapan denganmu danmegtakan bahwa mbak adalah bagian dari keluargaku. Tapi sekarang, Allah bahkan membalaskan semua rasa sakitmu dengan sangat adil padaku mbak. Kini aku hancur. masa depanku hancur, keluargaku hancur dan juga hatiku telah hancur karena semua perbuatan dan dosa yang telah ku perbuat padamu dulu. Maafkan aku mbak. mohon maafkan aku"
Siska bersimpuh dengan Cleo yang masih tetap berada di pangkuannya. Nayla yang jelas jelas tak tahu apa yang wanita muda ibu bicarakan segera memarahinya dan mengapit tubuh Siska agar segera bangkit berdiri.
"apa yang kau katakan Siska?! karma apa yang kau katakan?! mbak tak pernah menginginkan apapun terjadi padaku! mbak tak pernah menginginkan hal buruk sedikitpun terjadi padamu ataupun keluarga ini paham"
Nayla memegang bahu Siska dengan erat dan menghapus air mata yang menetes dipipinya. sungguh, Nayla tak pernah ingin jika Siska mengatakan hal tersebut apalagi seolah olah berpikir bahwa Nayla masih menaruh rasa sakit hati pada keluarga ini.
Sampai tiba tiba saja, seorang wanita yang sejak tadi membuat perhatian Siska teralihkan, masuk kedalam dapur bersmaa dengan Ibu Widya.
"permisi" ucapnya lembut.
Sontak saja Siska dan Nayla menatap ke arah sumber suara dan saling pandang satu sama lain ketika sadar akan kehadiran sosok wanita yang tengah dekat dengan Hamdi.
"Dia temannya Hamdi dan ingin ikut ke toilet. Kebetulan di dapur ini juga ada toilet, maka dari itu ibu ajak dia kesini sekalian untuk berkenalan dengan kalian" jelas Ibu Widya dengan santai.
"Hallo perkenalkan nama saya Naura Violin, panggil saja Naura. Rekan bisnis Pak Zidan dan juga Hamdi" wanita cantik itu mengulurkan tangan ke arah Siska dan Nayla dengan ramah.
"Sa...saya Siska dan ini putra saya Cleo. Se...senang bertemu dengan anda" jawab Siska dengan gugup.
"Nama saya Nayla, saya istri dari Zidan"
Wanita itu tersenyum ramah dan mulai mendekati Cleo yang saat ini berada di dalam pangkuan Siska.
__ADS_1
"aduh bayinya lucu sekali. Mana tampan lagi. pasti persis seperti ayahnya kan"
sontak saja hati Siska kembali berdenyut nyeri ketika pujian itu terlontar dari mulut Naura untuk lelaki yang entah siapa ayah bilogis dari anaknya tersebut.