Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Memulai Perjalanan


__ADS_3

Semuanya berlatih keras untuk menjadi kuat, Allen harus menemukan petunjuk tentang keberadaan Gunung Kelud di Kota K.


Kali ini dia tidak bodoh, Allen menggunakan Topeng Misterius dan pergi ke Kota M. Setelah sampai di taman permainan, Allen merasakan sesuatu yang aneh.


"Mereka sudah kabur," gumam Allen pelan dan segera mencari petunjuk. Semuanya telah hilang, menyisakan beberapa manusia biasa.


Seorang pria berbaju biru meliriknya, tatapan curiga mengarah padanya, Allen berjalan keluar dari taman bermain dan menuju hutan.


Seperti yang dikhawatirkan, pria baji biru itu seorang Pejuang Tingkat 4 yang ditugaskan Dante untuk mencari petunjuk.


"Sampai kapan kau memata-mataiku." Allen memandang pohon besar di depannya.


Seorang pria berbaju biru segera keluar dan bertepuk tangan. "Sangat mengesankan, anak muda sepertimu bisa menemukan keberadaanku."


"Tidak perlu basa-basi, kemana Organisasi Bunga Mawar pergi?." Allen bertanya tanpa ekspresi.


Pria berbaju biru tersenyum tipis. "Buka topengmu dulu, kami orang-orang Bunga Mawar tidak bisa memberi informasi tanpa mengetahui identitas kliennya."


Allen tersenyum tipis. "Sepertinya kita tidak sepakat," katanya sambil melangkah menggunakan Langkah Bayangan.


Tubuhnya menghilang dan pedangnya tiba-tiba menebas leher lawannya. Pria berbaju biru tidak sempat merespon dan tersungkur tak bernyawa.


Monster hitam muncul dari punggungnya, Allen segera mengeksekusinya dengan Pelahap Jiwa. Segudang informasi penting masuk ke ingatannya, Allen tersenyum tipis karena Organisasi Ular Naga tidak mengetahui keberadaan Bunga Mawar.


"Kalau seperti ini aku harus mencari informasinya sendiri." Allen ingin meninggalkan tempat kejadian, tapi dirinya dihadang 8 orang Pejuang Beladiri tingkat 5.


"Aku tidak punya urusan dengan kalian. Jadi bicarakan aku pergi." Allen mencoba menyelinap kabur dari sebelah kiri. Namun salah seorang pria mengayunkan pedangnya dan memotong jalannya.


Pria itu berjalan mendekat. "Siapa yang menyuruhmu pergi, apa di matamu Ular Naga itu organisasi tidak berguna!."


Setelah mengatakannya, 7 orang lainnya menghubungkan pedangnya. Mereka semua tahu salah satu rekannya mati di sekitar sini.


Tanpa melakukan penyelidikan, 8 oramg itu lebih baik menyingkirkan semua kejanggalan.


Allen menghela napas pelan. "Karena kalian ingin mati, Majulah!."


8 Pejuang Beladiri langsung melesat ke arahnya, Allen dengan santai mengibaskan lengannya. Tanpa di sadari semua orang, 8 jarum menusuk leher semua orang.

__ADS_1


Meskipun tidak memberikan luka fatal, 8 orang yang mengepungnya terlentang dan berhenti.


"Bos, bocah ini tidak biasa. Ayo gunakan Formasi Pedang!." Salah seorang pria memberikan saran.


Ketua dari kelompok kecil itu mengangguk setuju "Formasi pedang pertama, Jalankan!."


8 orang membentuk formasi bertarung, mereka menghunuskan pednagnya ke depan mengarah ke Allen yang masih tenang.


"Aku tidak punya waktu bermain denganmu, jadi mari selesaikan dengan cepat." Langkah Bayangan digunakan, Allen menghilang dari pandangan semua orang.


Pria paling depan berteriak, "Jangan panik. Tunggu saja dia muncul!."


Setelah beberapa menit, Allen tidak kunjung muncul. Salah seorang pria menghela napas lega, ia mengira musuh sudah melarikan diri.


Allen tiba-tiba muncul dan menebas lehernya, sebelum ada yang bereaksi dia sudah menghilang lagi.


Hawa keberadaannya hilang, Allen menggunakan Elemen Angin untuk memanipulasi udara dan menggunakan Stealth dari Teknik Jiwa. Ditambah lagi dia menggunakan Topeng Misterius yang bisa memaksimalkan tekniknya.


6 orang yang tersisa mulai panik, tapi ketua mereka masih tenang dan menunggu momen.


"Aneh, kenapa dia tidak muncul. Apa jangan-jangan..." Tepat setelah Ketua Kelompok bergumam, sebuah jarum menembus tenggorokan pria yang lengah.


"Cepat beri pertolongan padanya." Ketua Kelompok berteriak keras, ia mulai meneteskan keringat dingin.


Pria yang terkena jarum masih bisa diselamatkan, 5 orang lainnya segera memberikan pertolongan pertama. Darah membasahi semua baju dan tangannya.


Pria yang terkena jarum tak sadarkan diri tapi kondisinya sudah stabil. "Bos, dia sudah stabil."


"Bagus, sekarang ayo pergi. Sepertinya bocah bertopeng itu sudah pergi." Ketua Kelompok menyimpan pedangnya.


Jarum berkecepatan tinggi mengarah padanya, Ketua Kelompok menghindar tapi kakinya masih terkena serangan.


"Sial, dia menipu kita!."


Allen berjalan perlahan ke arah kelompok musuh. Pedang pendek berada di tangan kanannya. "Karena sudah membuang waktuku, ayo selesaikan sekarang!."


"Pengecut, Brengsek. Kau dari tadi sembunyi dan menyerang saat ada kesempatan!." Ketua Kelompok berteriak marah. Kakinya tidak bisa digerakkan karena ada racun di jarumnya.

__ADS_1


"Seorang penjahat berteriak musuhnya pengecut. Seharusnya kau melihat dirimu sendiri!." Allen terus berjalan hingga jarak mereka hanya satu meter.


"Berani kau mendekat. Semua serang!." Ketua Kelompok berteriak memberi perintah. Namun perintahnya tidak segera dilaksanakan.


"Lihatlah ke belakang." Allen menunjuk ke depan.


Ketua Kelompok melirik ke belakang, matanya terbelalak tak percaya. "Bagaimana kamu bisa..." Dia tidak menyelesaikan perkataannya karena otot pipinya sudah kaku.


"Kau tidak perlu tahu. Pria Tua bernama Dante akan segera menyusul kalian!." Pedang pendek langsung mengakhiri nyawa ketua kelompok musuh.


Allen memunculkan monster hitam dan melahap semua mayat. Keterampilan itu semakin rakus dan energi yang di terima Allen semakin besar.


"Aku aku rencanakan pembunuhan masal ya... Sepertinya tidak perlu." Allen berbicara pada dirinya sendiri. Efek samping dari pengguna Pelahap Jiwa mulai terasa.


Kepribadian Allen mulai berubah semenjak menggunakan Pelahap Jiwa. Sekarang dia menjadi Pria yang tidak kenal ampun pada musuhnya.


Energi Jiwa mulai bergejolak lagi, Allen langsung duduk dan mengedarkan teknik Prinsip Jiwa. Dia tidak mau kehilangan kesempatan untuk menerobos tingkat 3.


Pohon seeta rumput di sekitarnya mulai mengering, energi mereka dilahap oleh teknik Allen. Teknik Jiwa sudah sedikit bergeser dari tujuan awalnya, Allen tidak bisa membedakan jalan putih dan hitam.


Pencipta Prinsip Jiwa tidak peduli dengan anggotanya yang memilih jalan putih atau hitam. Yang dia inginkan hanya tenaga kerja yang kuat dan setia.


Energi ungu kehitaman merendam Allen di bawah rembulan. Tubuhnya terus mengeluarkan cairan berwarna merah gelap.


Allen meringis kesakitan, rasanya seluruh tulangnya sedang di pukuli. Namun ia tetap bertahan dan meneruskannya.


Setelah 8 jam, Allen memuntahkan darah hitam. Bukannya panik, dia malah tersenyum manis.


"Tidak kusangka berjalan begitu mulus. Sekarang aku sudha berada di tingkat 3. Seharusnya Dante sekarang bukan lawakku." Allen tampak senang, setelah sadar dari rasa bangganya ia langsung menutup hidung.


"Sial, aku lupa. Bau badanku seperti kotoran babi!." Allen segera berlari dan mencari sungai untuk membersihkan dirinya.


Dia lupa bisa menggukan Elemen Air untuk membasuh dan menghilangkan bau badannya. Peri Air juga tidak mengingatkan, ia masih tertarik dengan ukiran simbol di rantai Drakula.


Allen memandang matahari yang akan terbit. Matanya tampak tenang dan pandangannya sangat jauh, sejauh memandang masa depan.


"Sekarang aku tidak perlu sembunyi-sembunyi. Tidak banyak orang yang bisa menyakitiku," kata Allen sambil mengepalkan tangannya ke arah matahari terbit.

__ADS_1


__ADS_2