
Shin Miyazaki seorang pejuang beladiri yang sangat kuat, seharusnya ejekan seperti itu tidak bisa mempengaruhi tekadnya. Allen berjalan ke arah dinding pembatas, ia menutup mata dan memfokuskan aura pada seluruh tubuhnya.
Warna biru pertama kali muncul dan menyelimuti tubuhnya, Allen menghembuskan napas dan warna hijau muncul dari kakinya. Disusul warna merah menyelimuti kedua tangannya dan matanya, tanah di sekitarnya mulai mengeras seperti batu dan berwarna coklat.
Allen menarik napas dalam-dalam, bahunya menegang dan kepalan tinjunya segera meluncur mengarah ke dinding. “Bam...” suara ledakan terdengar akibat dari benturan tangan dan dinding.
Gempa bumi terjadi, dinding yang terbuat dari bahan pilihan dan dikhususkan untuk pertarungan pejuang beladiri runtuh. Untungnya itu tidak menghancurkan susunan bangunan.
Setelah menyelesaikan gerakannya, Allen menghela napas dan memperbaiki posisi berdirinya. “Itulah yang terjadi jika aku gunakan 50% kekuatan auraku.” Allen meninggalkan Shin Miyazaki yang masih tersungkur di tanah.
Melihat dinding yang seharusnya tidak bisa dihancurkan seorang pejuang tingkat 4 bisa runtuh seperti itu, Shin Miyazaki tidak punya alasan lagi untuk melepaskan tuan mudanya.
“Tunggu, apa kau ingin membentuk pasukan pejuang?” teriak Shin Miyazaki.
Allen berhenti dan menoleh ke belakang. “Ya, aku butuh orang-orang yang bisa di percayai. Kau tahu pemberontakan Perserikatan Beladiri sudah terjadi, aku merasa butuh pasukan pejuang.”
Setelah mengatakannya Allen naik ke atas dan meninggalkan Shin Miyazaki. Langkah kakinya gemetar karena terlalu memaksakan tubuhnya. “Sial tubuhku belum bisa menahannya.”
Allen sebenarnya memangsa keluar semua kekuatan elemen miliknya, tetapi kekuatan tubuhnya masih belum cukup. Makanya kakinya gemetar hebat, ia harus segera meninggalkan tempat ini dan mengolah teknik jiwa.
Disisi lain, Peri Air yang ada di dalam ruang bawah sadar tercengang. Ia mengusap matanya untuk memastikan kebenarannya. “Apa aku salah lihat, bocah itu menggunakan 4 elemen tanpa luka dalam?” tanyanya.
Peri Api tidak peduli dan memilih untuk tidur karena kekuatan api yang digunakan Allen memakan 30% kapasitas energinya. Sedangkan Peri Tanah mengelus jenggotnya sambil mengerutkan keningnya.
“Aku sudah menduga ini bisa dilakukan. Tapi semua teori yang aku buat tidak mungkin menggabungkan 2 elemen yang bertolak belakang.”
Peri Air tanpa sadar mengangkat sudut bibirnya, ia menemukan objek kesenangan untuk menghibur dirinya. Namun suara Peri Tanah langsung menghapus senyumnya.
“Jangan berpikir seperti itu, mungkin saja kau akan di buang. Apa kau tahu kenapa setiap keturunan pengguna Tenik Jiwa sangat istimewa?” tanya Peri Tanah.
“Tidak, memangnya apa?”
“Mereka tidak butuh kekuatan elemen, karena alam itu sendiri yang memberi mereka kekuatan.”
Para peri diciptakan dari energi alam, jadi alam adalah kedudukan yang lebih tinggi dari peri. Para pengguna Teknik Jiwa tidak perlu bantuan elemen karena mereka bisa menciptakan energi dari dalam dirinya dan sedikit bantuan dari alam.
__ADS_1
Peri Air segera mengerti apa yang dimaksud Peri Tanah, ia mengangguk dan berkata, “Ya.”
Sesampainya di rumah kontrakan Allen segera duduk dan menstabilkan tubuhnya. Aura ungu kehitaman muncul dan menyelimuti tubuhnya, perlahan tapi pasti kekuatan elemen langsung stabil.
“Sangat nyaman, ayo gunakan kesempatan ini.” Allen mengambil sumpit di sebelahnya.
Tangan kanannya segera menggenggam erat sumpit berwarna merah tua itu. Kemudian ia menutup matanya serta membayangkan bahwa sumpit itu adalah sebuah pedang. Tanpa ia sadari aura ungu itu membentuk sebuah pedang pendek.
Allen yang sudah siap langsung mengayun, menusuk, dan menebaskan sumpitnya, gerakannya sangat tenang dan udara di sekitar mendukungnya. Suara tebasan terdengar, “Wus”.
Yone yang menyusup ke kontrakan Allen melihat dengan kedua matanya sendiri, sumpit di gunakan untuk membuat tarian pedang. “Apa dia gila, sepertinya aku salah datang ke sini.”
Setelah memastikan Allen ada di kontrakan, ia melangkah menjauh. Namun suara tebasan menghentikan langkah kakinya, tanpa menunggu lama ia langsung berbalik dan mematikannya.
Elemen angin di sekitar Allen meningkat, Yone tanpa sadar menyerap kekuatan angin. Setelah beberapa menit, Allen menyadari keberadaannya tapi Yone tidak bergerak sedikitpun. Sumpit Allen langsung terbang dan menembus kaca, untungnya serangan Allen tidak ditujukan untuk membunuhnya dan hanya mengenai rambut palsunya.
“Sampai kapan kau bersembunyi disana?” tanya Allen. Dia tahu Yone yang ada di balik kaca jendela, tetapi ia harus tetap waspada.
Yone masuk dari jendela, tubuhnya yang kurus memudahkannya menerobos jendela. “Sejak kapan kau menyadari kehadiranku?”
“Seperti yang di harapkan dari bos Allen. Apa tawaranmu tempo hari masih berlaku?” tanya Yone yang sudah tidak punya tempat kembali.
Allen tersenyum tipis. “Tentu saja, ini kesempatan terakhirmu. Jadi apa keputusanmu?” tanyanya.
“Aku ingin mengikutimu.”
“Tidak semudah itu, sekarang untuk mengikutiku kau harus mengucap sumpah darah.”
Allen menjelaskan risiko mengucap sumpah darah. Jadi jika ia berpikir untuk mengkhianatinya, seketika jiwanya akan terbakar dan tidak bisa bereinkarnasi seperti manusia pada umumnya.
Yone menceritakan keadaannya sekarang, saat ini semua keluarganya telah di bunuh. Tidak ada satu pun anggota keluarganya yang berhasil lolos dari kekejaman penguasa Kota R.
Berbagai upaya untuk menegakkan keadilan sudah dilakukan, tetapi Yone tidak mendapatkan hasil sama sekali. Bahkan asosiasi pengadilan di dunia telah memblokirnya, yang lebih parah sekarang penegak keadilan dunia memasukkannya ke daftar pencarian kriminal.
Yone tidak punya aset sedikitpun, ia hanya bisa mencuri untuk menyambung hidupnya. Jadi pilihannya adalah menjadi kuat dan meminta bantuan orang kuat.
__ADS_1
Reza adalah dalang dari semua kejadian yang menimpa keluarga Yone, itu dilakukan untuk mengadu domba David dan Allen. Dengan harapan Allen akan membantu Yone membalaskan dendam ke Kota R, tapi siapa yang menyangka Yone meminta bantuan Allen malah meminta bantuannya.
Setelah menunggu beberapa saat, Yone menyadari bahwa ada yang salah dengan pilihannya. Dia kabur dengan memanfaatkan kemampuan spesial yang dimiliki, tetapi sepandai-pandainya tupai melompat pasti akan jatuh juga. Yone tertangkap dan masuk ke penjara pribadi Reza.
Dari situ Yone menceritakan bagaimana ia di siksa, bahkan ada cap di punggungnya. Semua itu dilakukan Reza hanya untuk mengetahui informasi dari David dan Penguasa Kota R yang baru. Karena Yone tidak punya, jadi ia disiksa terus sampai akhirnya seorang pria besar membantu semua tahanan keluar.
Pria besar itu adalah orang suruhan dari William, Yone tidak tahu pasti kekuatan pria itu. Namun satu hal yang pasti, seorang Pejuang Beladiri tingkat 5 tidak mungkin sekuat itu.
Yone yang tidak punya arah langsung menuju kontrakan Allen untuk mencari perlindungan, tubuhnya sangat kurus dengan luka bakar di sekujur tubuhnya. Akhirnya ia berhasil menyerap kekuatan elemen karena melihat tarian pedang Allen, jadi tidak ada penyesalan bahkan jika sumpit yang di lempar menembus tengkoraknya.
“Aku tidak bisa membantumu balas dendam sekarang, tapi aku bisa membantumu suatu hari nanti.”
Yone tersenyum tipis. “Aku tidak pernah berpikir untuk balas dendam, tapi aku akan tetap menyimpan amarah ini di dalam hatiku.”
Karena sudah mendengar cerita Yone dan mengetahui konsekuensi membuat sumpah darah, akhirnya ritual Sumpah Darah dilakukan tanpa ada hambatan sedikitpun.
Seperti biasa Yone mendapat pencerahan dan langsung melompat ke tingkat 4 serta elemen angin. Anehnya Yone tidak memiliki peri pendukung, tetapi ia bisa menggunakan elemen angin dengan kekuatannya sendiri.
[Yone
Umur : 65 tahun
Elemen : Angin
Total Kekuatan : 10.760.]
Meskipun jauh dari kata kuat, tetapi Yone tersenyum manis karena mendapatkan kekuatan baru. Tubuhnya yang ringkih seperti lidi yang kapan saja akan patah bergetar karena senang.
“Bos, aku akan mengabdikan hidupku untukmu!” teriak Yone sambil bersujud di kaki Allen.
Sejujurnya Allen sangat canggung melihat pria berumur 65 tahun berlutut di kakinya. Tetapi setiap kali ia menyuruh Yone bangun, ia mendapat penolakan dari pria tua di depannya.
“Aku berharap banyak padamu.” Allen mengarahkan jari telunjuk ke dahi Yone, sebuah cahaya kuning masuk ke dalam pikirannya.
“Pelajari itu, jangan pernah menulis atau memberikannya pada orang lain.” Allen tanpa sadar melakukan tindakan aneh itu.
__ADS_1
Yone yang mendapat informasi tentang dasar Tenik Jiwa langsung mempraktikkan di dalam kamar kontrakan Allen. Padahal Allen sendiri ingin mandi dan tidur dengan tenang.