
Keduanya sudah berbagi rahasia, ternyata Clarissa bukan cucu kandung Sulaiman. Dia merupakan anak dari panti asuhan, karena punya kelebihan menghitung angka Clarissa diangkat sebagai anak. Kejadian itu terjadi 27 tahun yang lalu.
Meskipun tidak terlalu berbakat dalam beladiri, Clarissa terus berusaha melakukan yang terbaik. Dia melakukannya untuk bisa bersanding dengan Allen. Mendengar semua cerita Clarissa, Allen menjadi sangat bersimpati.
Hari mulai malam, mereka menghabiskan waktu tanpa melihat jam. “Clarissa, sepertinya aku harus segera kembali.”
“Aku akan terus menunggumu, karena sudah berada di tingkat 7 umurku cukup panjang. Jadi jangan pernah melupakanku!” ucap Clarissa sambil tersenyum. Dia sudah memahami apa yang diinginkan Allen, sebagai calon istri dia akan mendukungnya. Meskipun jalan yang dipilihnya akan sangat berat.
“Tentu, aku akan kembali.” Allen menghilang seperti debu yang tertiup angin. Keterampilan Langkah Bayangannya sudah mencapai ketinggian yang tidak bisa di jangkau manusia biasa. Dalam ruang ilusi, dia melatih langkah bayangan hingga ribuan tahun.
Setelah Allen pergi, Clarissa menatap keluar jendela. “Apa mungkin Allen sudah sekuat dia,” ucapnya dengan penuh makna.
Allen berhenti di tebung dekat Kota K, dia melihat perkotaan dan pedesaan yang makmur. Akses listrik menjangkau ke seluruh rumah, bahkan rumah di pelosok Kota K sudah terjangkau listrik. “Bagaimana kabar ayah dan ibu?” tanyanya pada dirinya sendiri.
Entah apa yang terbesit di pikirannya, dia justru kembali ke markas Raja Surgawi dibandingkan kembali ke rumah.
Sebelum sampai di markas, dia merasakan sejumlah mata-mata yang dikirim Asosiasi Pejuang Beladiri. Melihat gerak-gerik mereka, tidak ada tanda-tanda ingin menyerang markas Raja Surgawi. Allen segera memasang topeng, dia menepuk pundak seseorang dari Asosiasi Pejuang Beladiri.
“Apa yang kalian lakukan?” tanya Allen dengan suara pelan.
Mata-mata yang bertugas terkejut, tanpa peringatan dia langsung melemparkan pukulan ke belakang. Kemudian mengambil pedang dan langsung menggunakan keterampilan mematikan untuk menghancurkan musuhnya.
Allen dengan sangat mudah menghindari serangan itu, dia sangat terlatih karena sudah ratusan tahun berlatih dengan Radja. “Tenanglah, aku tidak ada permusuhan denganmu.” Allen mencoba menjelaskan keadaannya.
Pria itu menghentikan serangannya dan mendekat perlahan, 8 orang muncul di belakangnya dan melakukan hal yang sama. Setelah menghela napas, pria mata-mata itu memasukkan pedangnya. “Apa kamu pemimpin kelompok Topeng Misterius?” tanyanya.
“Bukan, aku salah satu petingginya.” Allen mencoba memanipulasi informasi tentang kelompok Topeng Misterius.
“Baiklah, ikuti kami. Percayalah, keselamatanmu pasti terjamin.” Pria yang tidak diketahui namanya itu memberi penawaran.
__ADS_1
“Baiklah ayo pergi, aku juga tidak punya tugas hari ini.” Allen mengikut kelompok Asosiasi Pejuang Beladiri, mereka langsung menuju markas besar di Kota H.
Setelah perdebatan panjang, akhirnya seluruh dunia memutuskan untuk mendirikan markas Asosiasi Pejuang Beladiri di Kota H yang paling netral. Melihat banyaknya mata-mata dari keluarga Winsor dan Morgan, Allen hanya diam dan terus memakai topengnya.
Sampai akhirnya dia di hadang pria besar. “Bukan topengmu, sialan. Kau pasti orang yang membuat onar di Kota R!” katanya dengan suara mengancam.
Allen tertawa. “Aku tidak memiliki kewajiban mematuhimu, bahkan jika dunia hancur selama pemimpin tidak menyuruhku membuka topeng aku tidak akan melakukannya!” katanya dengan suara berat.
“Bocah pendek, cobalah terima pukulanku!” Pria besar itu langsung melayangkan tinjunya dengan kekuatan penuh.
Allen menerima pukulannya, kemudian tangannya tanpa sadar membalas dengan pukulan yang lebih keras. Pria besar itu diterbangkan hingga menabrak pintu besi, pintunya bengkok dan pria itu pingsan di tempat.
“Orang lemah sepertimu jangan banyak ngomong.” Allen merendahkan Pria besar yang menghadangnya.
Semua orang yang melihatnya terdiam, pria besar yang diterbangkan tadi adalah pejuang beladiri tingkat 6. Mereka tidak menyangka satu anggota dari kelompok Topeng Misterius menjadi sekuat itu.
“Lupakan dia, ayo masuk.” Seorang pria misterius dengan pakaian kuning menyambutnya. Kepalanya botak dan ada 8 titik di dainya. Dia adalah seorang biksu yang punya kekuatan setara dengan Pejuang tingkat 8.
[Yi Jing
Umur : 1320 tahun.
Elemen : Tanah
Total Kekautan : 452.320.
Punya penyakit yang tidak bisa disembuhkan manusia biasa, dia kehilangan 5 pancaindranya. Tidak hanya itu, dia sekarang menderita Racun Es Abadi dari Iblis Laba-laba Kutub.]
Sembari berjalan menuju tempat mediasi, Allen bertanya pada biksu dengan suara pelan. “Biksu, sepertinya Anda pernah menghadapi iblis laba-laba dari kutub selata.”
__ADS_1
Biksu itu hanya tersenyum manis tanpa memperlihatkan emosinya. “Benar, aku pernah menghadapi. Wanita itu penuh dengan tipu daya, sebaiknya Anda tidak melawannya.”
“Sayangnya itu sudah terlambat, aku punya sedikit perselisihan dengannya.” Allen menyembunyikan ekspresi dinginnya di balik topeng, tapi aura membunuhnya tidak bisa luput dari penjagaannya. Dia hanya memanipulasi emosinya supaya berada di pihak si Biksu.
“Takdir memang tidak bisa dielakkan. Sebagai makhluk yang maha kuasa, kita hanya bisa berpasrah diri.” Si Biksu tetap tenang meskipun mengetahui mereka ada di pihak yang sama.
“Semoga kamu tidak terkena Es Abadi dari laba-laba itu. Setelah seratus tahun kamu pasti akan mati, bahkan Bos harus bepergian ke seluruh dunia hanya untuk mencari obatnya. Untungnya dia menemukan dokter ilahi dan mengajari kelompok kita.” Allen melempar umpan dan melangkah lebih cepat.
Setelah sampai di ruang diskusi, seorang wanita cantik duduk di tengah memimpin mediasi. Wanita itu adalah Valencia alias ketua Asosiasi Pejuang Bela diri.
“Tuan, silakan duduk. Kalau boleh tahu siapa namamu?” tanya Valencia dengan ekspresi serius.
“Semua orang memanggilku Code Five, Bukankah ini hanya pertemuan biasa. Kenapa banyak sekali orang kuat berkumpul?” tanya Allen dengan santai, dia duduk di tempat yang sudah dipersiapkan untuknya.
SI Biksu langsung duduk di tempatnya, dia mengucapkan sesuatu yang selalu diucapkan seorang Biksu. Kemudian matanya menatap tajam ke arah Allen. “Jangan basa-basi, bagaimana kalian menyembuhkan Racun Es Abadi!” ucapnya dengan penuh ancaman.
8 orang yang hadir dalam pertemuan langsung mengarahkan pandangnya ke Si Biksu. Setelah itu mereka menatap tajam ke Allen dengan tatapan penuh tekanan.
“Hai Kawan, kenapa menjadi seperti ini. Bukannya kita di sini untuk diskusi, kenapa semua orang menatapku dengan serius. Apa kalian pikir aku punya kemampuan untuk mengatakannya!” ucap Allen dengan gerak tubuh seperti ketakutan.
Valencia menghentikan tatapan 8 orang yang hadir. “Tenanglah, kita sedang mencari obat untuk kalian semua. Biarkan aku berbicara.”
“Oh, jadi mereka semua terkena racun Es Abadi. Mengejutkan aku pikir ketua sudah memukul kepala iblis laba-laba itu.” Allen mengarang cerita untuk memperkuat fakta buatan yang sedang dia ciptakan.
“Tuan, tolong kerja samanya. Berikan resep untuk menyembuhkan Es Abadi, kami siap memberikan uang berapa pun.” Valencia mencoba membeli resepnya.
Allen sendiri tidak bisa menyembuhkannya, dia hanya perlu membeli pil api neraka dengan kualitas terbaik untuk menyembuhkan mereka secara langsung. “Sayangnya aku tidak punya teknik terapinya, tapi aku punya obat kualitas terbaik.” Allen menunjukkan Obat Api Neraka kualitas sangat rendah.
“Sayangnya setiap anggota hanya diberi 1, jadi jangan harap aku memberikannya.” Allen memasukkannya lagi demi keamanannya.
__ADS_1
Valencia langsung menanggapi. “Berapa yang Anda inginkan, kami siap menyelamatkan nama kelompok Topeng Misterius.”
“Nama kami memang tidak baik, jadi buat apa diperbaiki. Bagaimana jika Asosiasi Pejuang Beladiri sepenuhnya mendukung kelompok kami untuk membersihkan beberapa tikus jahat di dunia?” tanya Allen dengan tatapan serius.