
Pria Kurus yang mendengar langsung menampar Pemimpin Tambang. "Bodoh, bohong padaku. Tidak ada manusia yang bisa melawan 25 orangku!."
Allen yang bersembunyi menggukan Mata Dunia untuk memeriksa identitas Pria Kurus.
[Tedy Baruch
Umur : 57
Total Kekuatan : 71.329
Kepala pelayan Keluarga Baruch, membuat masalah dengannya bisa memancing kemarahan seluruh keluarga. Meskipun lemah, dia adalah pengasuh David Baruch sejak kecil.]
"Pelayan keluarga, aku tidak menyangka orang itu melakukan tugas seperti ini." Allen bergumam pelan.
Perdebatan Tedy dan Pemimpin Tambang terus berlanjut, sampai akhirnya Tedy mengerutkan keningnya.
"Sial, bukankah Allen sudah mati. Kenapa mereka masih punya hubungan dengan Topeng Misterius?" ucap Tedy pelan.
"Benar, mungkin yang mereka hadapi Topeng Misterius. Rambutnya bisa berubah putih dan menggunakan pedang pendek. Oh iya, dia bisa menggunakan Api, Angin, Air, Es, dan terkahir Tanah." Pemimpin Tambang menjelaskan semua yang dia ketahui.
"Bodoh, aku tahu. Ayo lihat apa Lentera Hantu juga dicuri." Tedy menyeret tubuh Pemimpin Tambang dan membawanya ke ruangan.
Allen mengikutinya, dia tidak ingin mengungkapkan identitasnya. Gabungan antara Elemen Angin dan Stealth membuatnya tidak bisa di deteksi.
Setelah sampai di ruang bawah tanah, semua orang hanya melihat air yang menggenang. Kondisinya sangat buruk, bahkan lampu dan besi yang menyangga ruangan roboh.
Tedy menggunakan keterampilannya, sebuah tangan besar muncul dari punggungnya dan menyingkirkan semua reruntuhan. Bahkan dia menggali tanah dengan cukup cepat.
Allen tidak bisa terlalu dalam masuk, dia harus menunggu di pintu masuk dan menggunakan energinya untuk mengawasi musuh.
Tedy dan Pimpinan Tambang sampai di tempat Lentura Hantu, mereka tidak menemukan benda penting itu.
"Sial, Topeng Misterius ternyata ingin ikut campur urusan kita. Ayo harus segera melaporkan ke kepala keluarga!." Tedy dengan cepat berlari keluar dan mencari kepala keluarga.
Pemimpin Tambang yang ketinggalan hanya bisa berusaha berlari mengikutinya. Namun tiba-tiba lehernya terangkat, wajahnya berubah panik karena tidak melihat orang.
"Hantu!!!."
Setelah berteriak, Allen muncul di belakang dan menggunakan Pelahap Jiwa untuk memeriksa ingatan pentingnya.
Ternyata Pemimpin Tambang tidak mengetahui apa-apa, dia hanya dijadikan boneka untuk melelehkan Lentera Hantu.
"Sepertinya aku harus memeriksa Tedy." Allen dengan cepat mengejar Tedy.
Setelah beberapa saat Allen berhasil menyusul dan langsung menghadap nyerang punggung musuhnya.
Pukulannya cukup berat hingga mematahkan beberapa tulang rusuk belakangnya. Tidak sampai disitu, tanah yang menjadi tumpuan terang. Pepohonan tersikap karena hembusan gelombang anginnya.
Tedy memuntahkan darah dan hanya bisa mengerang kesakitan. "Bajingan jadi kau sengaja menungguku. Tuan pasti akan membunuhmu!" katanya dengan tatapan marah.
Allen tersenyum manis dan langsung menggenggam kepala musuh dengan telapak tangannya. Pelahap Jiwa digunakan, rasa sakit mulai menjulur ke seluruh tubuh Tedy.
Suara teriakannya terdengar sangat keras, tapi Allen menggunakan Formasi untuk memblokir suara keluar.
Setelah dirasa cukup menyerap ingatan Tedy, Allen melepaskannya tekniknya. Namun siapa yang menyangka ternyata Tedy masih hidup.
"Pria yang keras kepala. Baiklah, hidup dan laporkan bahwa Topeng Misterius ikut campur urusan kalian." Allen memberi Pil Kebugaran untuk menyembuhkan.
Meskipun kehilangan 90% jiwanya, Tedy masih bertekad untuk hidup. Pil Kebugaran hanya mengembalikan fisiknya, untuk jiwanya tentu saja tidak.
Allen meninggalkan Tedy dan kembali ke Pulau Nemo. Dia sudah menemukan apa yang diinginkan.
Keluarga Baruch sedang bersiap-siap untuk menyerang Raja Surgawi. Mereka akan menggunakan pasukan terkuatnya setelah Raja Hantu dibebaskan.
__ADS_1
Bernard Baruch sebagai Kepala Keluarga akan mengandalkan Raja Hantu untuk menghanguskan seluruh Kota K. Kemudian Allen juga menemukan ternyata Tulang Relix ditangannya bisa membuat iblis dan memanggil kekuatan zaman kuno.
Tedy yang sekarat berusaha menghubungi kenalannya untuk meminta bantuan. Namun kejadian tak terduga terjadi.
"Bajingan apa yang kau lakukan?" tanya Tedy yang tertusuk pedang panjang.
Pria yang menolongnya tak terlihat karena gelapnya malam. "Jangan banyak bicara dan matilah dengan cepat."
Sambaran petir mengungkapkan identitas pembunuh Tedy, orang itu tidak lain adalah David Baruch. Senyumnya sangat lebar, dia akan melaporkan pada ayahnya bahwa Tedy dibunuh kelompok Raja Surgawi.
Allen tidak mengetahui hal tersebut, tapi dia kembali ke Pulau Nemo untuk memahami Prinsip Jiwa tingkat 6. Namun baru saja memejamkan matanya, dia dikejutkan oleh Tiwi yang terlihat panik.
"Hyung, ratusan ribu Pejuang Beladiri sedang mengarah ke Kota K. Mereka ingin membalaskan dendam Tedy yang mati." Tiwi panik, dia belum pernah melihat lautan manusia yang menyerbu bersamaan.
Allen mengerutkan keningnya, dia tidak merasa membunuh Tedy. "Pasti ada yang bermain trik. Siapkan semua pasukan Raja Surgawi. Kita akan melawan mereka!."
Tiwi segera bergerak, semua orang-orang Raja Surgawi berkumpul di Pulau Nemo dalam hitungan jam. Bahkan Simon yang ada di kota L harus undur diri dan berlari ke Pulau Nemo.
Allen memeriksa Koin Emas yang dia miliki. Sudut bibirnya diangkat karena angkanya masih cukup banyak.
[11 Miliar Koin Emas.]
Jery berkerja dengan sangat baik, dia berhasil memonopolo Bitcoin diseluruh dunia. Lonjakan nilainya akan secara otomatis dikonversi kedalam Koin Emas.
[Status : Pemain Allen]
Level : 5
Kekuatan tubuh : 292
Stamina : 253
Konsentrasi : 282
Mental : 240
Aura : 278
Total Kekuatan : 242.310 (kurang akurat)
---- Keterampilan ----
Pemain pengguna sistem dewa, tingkat Maha Dewa.
Mata Dunia, tingkat ?.
Seni Beladiri (Teknik Jiwa), tingkat ?.
Alkemis, tingkat Menengah.
Keterampilan Senjata, tingkat Bagus.
Kebal Racun, tingkat Menengah.
Fear, tingkat Sangat Rendah.
---- Spirit Pendukung ----
Peri Air
Peri Tanah
Peri Api
__ADS_1
Peri Angin (Silvy)
Peri Kegelapan (Lembu Suro)
---- Gelar ----
Peramu Racun, meningkatkan efek racun sebanyak 10%.
Pengguna Senjata, meningkatkan akurasi 10%.
---- Bonus ----
Bonus poin bebas : 0
Bonus poin skill : 0
Allen tidak tahu bahwa dia sekarang setara dengan Pejuang Tingkat 8. Meskipun sudah memahami Prinsip Jiwa tingkat 5, ternyata tidak menjamin mereka setara dengan Pejuang Tingkat 8. Namun Allen bisa mencapainya dalam beberapa bulan saja.
"Aku harus memeriksa Lantai 3." Allen cukup percaya diri dengan Kekuatan Mental miliknya.
Langkah pertama sampai ke delapan terasa sangat mudah, tapi ketika menginjak tangga ke 9 tubuhnya gemetar kesakitan. Allen tidak mau menyerah, dia duduk dan mencoba menyerap tekanan mental dengan Tubuh Ilahi.
[Mental +1]
Siapa yang menyangka ternyata Tubuh Ilahi juga bisa melakukan hal seperti ini. Setelah satu kali berhasil, Allen mengeluarkan Mahkota Raja dan terus menyerap tekanan mental.
Satu hari berlalu, Allen berhasil melangkah ke Lantai 3. Matanya terbuka lebar karena banyak sekali buku dan teknik tentang pembentukan Formasi.
Zahra muncul di sebelahnya. "Ayah, sepertinya benda ini yang ingin kamu cari."
Allen mendekati Zahra yang melambaikan sebuah buku tentang teknik Demon Blood atau Darah Iblis.
Bukannya senang, Allen justru tampak jijik. "Zahra jangan bercanda, aku sedang menghadapi krisis sekarang."
Zahra menggelengkan kepala. "Namanya memang aneh, tapi lihatlah pengantarnya."
Allen terlalu cepat memutuskan karena hanya melihat judulnya saja. Setelah disandarkan, Allen segera mengaktifkan Mata Dunia dan melihat isinya.
[Demon Blood.
Bisa maksa budakmu ke tingkat yang lebih tinggi, mengkonsumsi Energi Mental.]
Allen mengerutkan keningnya. "Aku masih tidak paham, aku tidak punya budak."
"Apa kau ingat tentang Sumpah Darah? secara tidak langsung mereka adalah budakmu." Zahra menjelaskan kebenarannya.
"Tidak, mereka adalah saudaraku. Jangan pernah mengatakan hal konyol seperti itu!." Allen tampak marah karena perkataan Zahra.
Bukannya takut, Zahra malah menepuk jidatnya. "Coba pikir dulu kemudian simpulkan. Aku tidak pernah melihat ayah menjadi begitu bodoh."
Allen duduk dan memikirkan semua kemungkinan, dia sudah memikirkan hal itu beberapa jam tapi tidak menemukan jawabannya.
"Ah, bodoh. Kamu bisa memodifikasinya dengan Energi Jiwa. Teknik Demon Blood itu tidak absolut, lihatlah pengantar di depannya!" teriak Zahra yang sedikit marah.
Allen melihat pengantar depan, dia langsung menekan beli setelahnya. "Bilang dong, aku sempat meragukan pengetahuanmu."
Zahra menghilang, dia kembali lagi ke Pohon Dunia untuk melanjutkan pemahamannya.
Allen yang sudah menerima Demon Blood langsung mempelajarinya. Tepat ketika dia membuka lembaran pertama, bukunya bersinar kuning dan langsung masuk ke keningnya.
"Jadi Nama aneh itu diciptakan Dewa baik. Apa dia kehabisan kata-kata untuk menamainya?" ucap Allen kebingungan. Pasalnya Demon Blood tidak mengarah pada kekuatan jahat, tapi mengarah ke pembangkitan kekuatan paksa seseorang.
Jika seseorang terhubung dengan pengguna keterampilan, tubuhnya akan menjadi merah dan kekuatannya akan meningkat drastis sesuai dengan bakatnya. Sedangkan pengguna keterampilan akan menguras energi mentalnya setiap 10 menit sekali.
__ADS_1
Allen berdiri di depan semua orang. Dia tidak percaya penambahan tenaga kerja Raja Surgawi dalam satu bulan sudah cukup banyak. Ada sekitar 8 ribu anggota yang mempelajari Prinsip Jiwa.
"Aku punya satu keterampilan yang bisa menyelamatkan kita semua. Namun aku harus melakukan Sumpah Darah tingkat 2 atau Kontrak Jiwa." Allen mengatakannya dengan lantang, tidak lupa dia menggunakan telepati supaya suaranya terdengar hingga barisan belakangan.