
Rasa penasaran Allen semakin memuncak, ia mengetuk pintu tetangganya dengan pelan. "Halo, aku dari kamar sebelah. Apa kita bisa bicara sebentar?."
Setelah menunggu satu menit, tidak ada jawaban tapi Allen bisa merasakan hawa keberadaan bocah 15 tahun itu.
Allen sadar bocah 15 tahun itu tidak mau menemuinya, makanya ia pergi ke kamarnya. Kemudian menggunakan Stealth dan kembali ke depan pintu tetangganya.
"Untung saja dia bukan psikopat. Aku harus keluar dari sini." Bocah 15 tahun itu segera mengemas barang-barangnya dan membuka pintu. Betapa terkejutnya dia melihat Allen berdiri di depan pintu dan tersenyum.
"Apa yang kau inginkan?" teriak Bocah 15 tahun sambil menghunuskan pisau dapur.
Allen menggelengkan kepala. "Aku tidak bermaksud apa-apa, tapi ingin memberimu saran. Kemampuan unik seperti itu bisa membahayakan nyawamu."
"Aku tahu, makanya aku terus bersembunyi selama 3 tahun!." Bocah 15 tahun itu berteriak emosional.
Allen tersenyum. "Aku bisa menjadi pelindungmu sampai kau cukup berpengalaman," katanya sambil mengulurkan tangannya.
Wajah Allen memang sangat mengerikan jika di lihat anak kecil. Namun Bocah 15 tahun itu bukan orang bodoh, ia tahu pria didepannya tidak miskin.
"Apa nama perusahan mu?." Bocah 15 tahun itu mencoba menguji lawan bicaranya.
Mendengar pertanyaan remeh seperti itu, Allen menjawabnya dengan santai. "Aku pemimpin Perusahaan Allen."
Bocah 15 tahun itu langsung tertarik, ia sudah menyelidiki beberapa informasi rahasia Perusahaan Allen. Tidak hanya kuat ekonominya, sistem pertahanan cyber milik mereka juga nomor 1.
"Jadi kamu Nathan, Baiklah aku menerima tawaranmu. Tapi apa yang harus aku kerjakan untukmu?." Bocah 15 tahun itu mengatakannya dengan polos sambil menjabat tangan Allen.
Allen hanya bisa tersenyum dirinya dikenali sebagai Nathan. "Tidak banyak, semakin mahir kau menggunakan kemampuan mu pasti datang tugas yang cocok untukmu."
Sebagai tanda keseriusan, Allen memberikan sebuah kalung yang ia beli dari Toko Sistem seharga 20 ribu Koin Emas.
[Kalung Konsentrasi.
Meningkatkan konsentrasi +10.]
"Apa ini?"
"Kalung yang bisa membantumu mengontrol pendengaran super mu. Coba saja." Allen segera pergi karena ia tidak ingin kehilangan Son.
Bocah 15 tahun itu memakainya, ia merasakan kedamaian dalam dirinya. Kemudian mencoba melepas handset di kepalanya.
"Wah, aku berhasil..." Sebelum menyelesaikan perkataannya, suara bising langsung menusuk telinganya.
__ADS_1
Segera setelah melakukan kesalahan, Bocah itu memegang penutup telinga dan segera memakainya.
"Ternyata aku bisa mengontrolnya." Bocah 15 tahun itu masuk ke kontrakan dan belajar mengendalikan kemampuannya.
Allen segera menuju tempat Son di rawat untungnya ia masih sempat. Melihat Son masih memulihkan diri, ia tersenyum dan mendekat.
"Pak Tua, Son. Aku ada hadiah untukmu, aku sudah menghubungi keluargamu. Jadi nanti seorang sopir akan menjemputmu." Allen berkata dengan sopan layaknya seorang direktur menjamu tamu terhormat.
Son Hyung menyempitkan matanya, dia ingin melihat kekuatan Allen yang sebenarnya. Namun hasilnya nihil, Allen hanya manusia biasa.
"Apa kamu yang punya pasukan bertopeng hitam?" tanya Son tidak memperdulikan pernyataan Allen.
"Pasukan Bertopeng Hitam? Sepertinya anda salah orang. Kami memang punya pasukan Pejuang Beladiri, tapi mereka belum membentuk pasukan khusus." Allen tampak tenang menjawab pertanyaan dari kakek tua berusia 72 tahun itu.
Son Hyung menghela napas pelan. Ia tidak menemukan sedikitpun petunjuk dari para pejuang bertopeng.
"Baiklah, aku pasti akan membalas kebaikan kalian." Son meninggalkan Allen sendiri di ruangan.
Namun Allen tidak mudah menyerah. "Tunggu, Tuan. Aku punya produk yang hanya bisa digunakan para pejuang beladiri."
Son Hyung hanya melambaikan tangannya, ia tidak peduli produk manusia biasa.
Son Hyung berhenti dan menerima botol berisi satu pil. Tanpa menunggu lama ia langsung membuka penutup botolnya.
Matanya langsung terbuka lebar, terkejut. Son Hyung tidak pernah melihat obat yang sangat murni seperti ini.
"Dari mana kau mendapatkannya?" tanya Son Hyung dengan nada tegas sambil mendekat dan menarik kerah Allen.
Ye Mo langsung menarik pedang kecil di pinggangnya. Ia bersiap bertarung jika tuannya menyuruh. Namun Allen justru menyuruhnya untuk mundur.
"Tenang saja, Pak Tua Son tidak mungkin melukaiku." Allen menghentikan pergerakan Ye Mo yang siap menyerang musuhnya.
Pandangan Allen di arahkan ke Son yang sangat tertarik dengan pil buatannya. "Aku membuatnya sendiri, meskipun aku lemah tapi membuat ramuan atau pil masih dalam kendaliku."
"Jangan bercanda, pil ini untuk pejuang tingkat 4. Bagaimana orang sepertimu membuatnya!." Son Hyung mengangkat Allen hingga menggantung.
Ye Mo tidak bisa menunggu, ia berlari dengan kecepatan tinggi dan segera menebas tangan kanan Son Hyung.
Pedangnya terlihat sangat cepat, jadi Son tidak bisa membuat gerakan perlindungan diri. Namun tangannya tidak terluka sedikitpun.
"Aku seorang pejuang tingkat 6, serangan biasa seperti itu tidak mungkin melukaiku." Son Hyung menyombongkan dirinya.
__ADS_1
Ye Mo melompat mundur menstabilkan pijakannya. Ia hanya bisa mengeratkan giginya karena masih terjebak di Pejuang Tingkat 2.
Budi tiba-tiba muncul di sebelah Son Hyung dan memukul wajahnya. Sony Hyung terbang beberapa meter dan membentur pohon.
Matanya memancarkan ketidakpercayaan. Seorang pejuang tingkat 6 sepertinya di terbangkan begitu saja.
"Siapa kau?." Son Hyung teriak sambil menunjuk Budi.
"Kalian berdua tenanglah, ini salah paham. Aku hanya ingin membuat kerjasama dengan Keluarga Son." Allen menghentikan perkelahiannya, ia tidak menduga situasinya berkembang sampai sejauh ini.
Son Hyung tidak terima terkena pukulan, ia berlari ke arah Budi dan membalas pukulannya. Namun Budi sedikit menghindar dan tinju Son hanya mengarah ke angin.
Kaki Budi menjegal Son Hyung dan langsung dibantingnya. Son Hyung hanya bisa membelalakkan matanya, ia tidak percaya terjatuh seperti orang bodoh.
"Aku tahu kau memang pejuang beladiri, tapi kekuatanmu masih belum pulih. Bahkan pembantu sepertiku bisa menjatuhkan mu." Budi berkata dengan dingin sekaligus mengejek Son Hyung. Dari awal dia memang kurang suka dengan kehadiran Son Hyung di lingkungan Perusahaan Allen.
Allen melerainya. "Sudah-sudah aku tidak ingin kalian bertengkar."
Son dan Budi akhirnya menurunkan kewaspadaannya dan segera menjauh.
"Aku sudah mengatakannya, pil itu buatan ku. Memang benar kekuatanku tidak lebih kuat darinya, tapi aku bisa membuat Pil untuk Pejuang Tingkat 4. Bahkan ada kasus aku membuat pil tingkat 5."
"Jelaskan lebih detail." Son Hyung tertarik dengan kerja samanya. Ia tidak menduga Allen punya bakat yang melebihi peramu pil di keluarganya.
Keduanya berbincang cukup lama, Allen menunjukkan beberapa pil biasa yang dinamakan Pil Kebugaran tingkat rendah. Namun Son Hyung bersedia menampungnya semua, ia bahkan membelinya dengan harga mahal.
Kerjasama mereka diatasnamakan Perusahaan Allen dan Keluarga Son. Semuanya akan di mulai bulan depan, jadi Allen merasa tenang.
"Sebagai tanda kerjasama kita, terimalah ini. Aku menemukannya di dalam gua misterius." Son Hyung memberikan sebuah batu berwarna putih keabu-abuan.
"Terima kasih, Pak Tua. Semoga kita terus berkerja sama bahkan setelah dunia berubah."
[Misi selesai, Pemain Allen berhasil mendapatkan Inti Mana.
Hadiah : Sistem naik level.]
[Selamat Pemain Allen berhasil menjadi level 4, semua batasan akan segera di angkat. Persiapkan diri Anda.]
[Perubahan sistem akan segera terjadi, Pemain akan mengalami rasa sakit yang luar biasa.]
Sejumlah pemberitahuan sistem membanjiri layar statusnya, Allen masih bersama Son jadi tidak bisa melakukan apa-apa.
__ADS_1