
Kejadian hari ini membuat dunia terguncang, tidak pernah ada yang menyangka Keluarga Baruch yang digadang-gadang akan menjadi pemimpin dunia hancur dalam semalam. Keluarga Morgan dan Winsor mulai waspada dengan keberadaan kelompok Topeng Misterius.
Valencia dan kelompoknya baru datang di tempat kejadian, mereka tercengan melihat semua rembok yang mengelilingi pekarangan keluarga Baruch roboh. Mayat tergeletak dimana-mana, semuanya adalah pengawal keluarga baruch dan beberapa manusia buatan.
“Apa ini baunya busuk sekali,” kata Valencia sambil menutup hidupnya.
Lebih dari 100 ribu mayat hidup tergeletak di tanah, tubuhnya membusuk hingga tumbuhan di sekitarnya menghitam. Semua orang di asosiasi pejuang beladiri terdiam, mereka tidak bisa berkata apa-apa.
“Nona, aku tidak menyangka Kelompok Topeng Misterius sangat kuat. Melihat dari kerangka tubuh mayat hidup ini, mereka semua setara dengan pejuang tingkat 7.” Kakek tua berjenggot putih mengungkapkan pendapatnya.
Mendegar perkataannya, Valencia meliriknya. “Aku lebih penasaran berapa uang yang dikeluar untuk menyewa kelompok gila itu. Keluarga Baruch punya banyak ahli, tapi tak satupun mayat mereka utuh.”
Mendengar penjelasan Valencia, semua anggota Asosiasi Pejuang Beladiri terdiam. Mereka mantan penjahat yang melakukan apapun untuk menyelesaikan misinya, tapi tidak ada yang pernah mencapai pencapaian gila seperti ini.
Disisi lain Allen mulai siuman, dia melihat seorang wanita dewasa dengan rambut yang dikuncur belakang. “Siapa kamu?” tanyanya.
“Apa aku harus mencongkel matamu, cepat bangun!” kata Alona dengan suara keras sambil melempar handuk.
Penampilan Alona benar-benar berbeda, dia sekarang menjadi wanita dewasa yang sangat cantik. Bahkan kecantikan Clarissa tidak bisa dibandingkan dengannya.
Allen menyempitkan matanya dan menyadari bahwa Alona tampak sama persis dengan ibunya ketika muda, bedanya kulit dan auranya sangat lembut. “Apa yang terjadi padamu?” tanyanya dengan suara lembut.
“Semua karenamu, Sialan. Sudah lupakan saja, semua sudah berlalu dan cepat sembuhkan lukamu dan bawa aku ke Pohon Dunia!” ucap Alona sambil menyerahkan sup kesehatan.
Meskipun tidak sebaik buatan Allen, sup itu masih bisa membantu penyembuhan tubuhnya. Setelah beberapa saat, Allen berdiri dan semua luka di tubuhnya sudah menghilang. “Dimana teman-temanku?” tanyanya.
“Mereka istirahat di ruangan sebelah. Auranya sangat lemah, jadi butuh waktu untuk sembuh.” Alona berdiri dan menyerahkan Tulang Relix pada kakaknya. “Jangan membuatku mengulanginya lagi, itu benar-benar menyiksa!” lanjutnya sambil menyerahkan Tulang Relix.
[Alona
Umur : 320 tahun
__ADS_1
Elemen : ?
Total Kekuatan : ???.]
Allen sedikit bingung dengan penjelasan sistem yang mengatakan Alona punya umur lebih dari 300 tahun, padahal Allen seharusnya lebih tua darinya. “Ada apa dnegan umurmu?” tanyanya penasaran.
“Ah, benar seharusnya aku menyembunyikan semuanya. Kau punya kemampuan mata yang merepotkan.” Alona tidak mau menjawab pertanyaan Allen, dia punya masalahnya sendiri setelah mempelajari Prinsip Jiwa.
“Baiklah, anggap saja aku tidak pernah bertanya.” Allen segera keluar dan menyembuhkan semua rekan-rekannya. Ia baru sadar, bahwa ada yang aneh, darimana Alona bisa tahu Topeng Misterius adalah kakaknya.
“Alona, dariamna kamu tahu aku Topeng Misterius?” tanya Allen dengan penuh rasa penasaran.
Alona tanpa peringatan langsung memukul kepala kakaknya. “Apa kamu bodoh, pedang pendek pemberian ibu tidak ada duanya. Mana mungkin pedang itu bisa di rebut orang lain!” jawabnya tampak kesal.
Allen merasa lega karena penyamarannya sebenarnya tidak terungkap, dia harus lebih berhati-hati lain kali.
“Jangan bangga dulu, penyamaranmu seperti anak-anak dimata para ahli. Bukankah sudah aku katakan, kita itu keturunan Shadow Ninja!” ucap Alona dengan suara kesal.
Allen kebingungan dengan istilah Shadow Ninja, dia memang sudah mendalami jalan pertarungan diam-diam. Namun siapa yang menyangka ternyata pemahamannya salah kaprah.
Setelah menolong semuanya, Allen dan anggota Raja Surgawi kembali ke Pulau Nemo. Mereka semua masuk menggunakan energi jiwa yang sudah ditandai Sumpah Darah. Anehnya Alona bisa masuk tanpa mengucap Sumpah Darah pada Allen.
“Jangan menatapku seperti itu, kita ini keluarga. Jadi jangan menganggap formasi kuno bisa menghalangiku.” Alona langsung berjalan menuju pusat pulau nemo, dia menemukan sebuah gunung dan pohon besar tumbuh di atasnya.
Allen yang penasaran mengikuti Alona dari belakang, tanpa rasa takut dia mengeluarkan Tulang Relix dan sebuah kejadian besar tercipta.
Gunung yang menopang Pohon Dunia mulai bergetar, teriakan Raja Hantu semakin keras karena kehadiran Tulang Relix. Pohon Dunia meneluarkan energi alam yang sangat banyak untuk menekan keberadaan 2 barang jahat itu.
Burung Roc yang awalnya hanya sebesar burung pipit sekarang menjadi sebesar elang, ia melebarkan sayap serta menyerap semua energi jahat dan energi alam milik pohon dunia. Suara monster keluar dari mulut Burung Roc yang perlahan membesar, tubuhnya mulai membentuk seekor monster.
“Garuda, ternyata benar dia ada disini.” Alona tampak semangat melihat Burung Roc yang terus bertambah besar.
__ADS_1
“Apa maksudmu Garuda?” tanya Allen yang tidak tau apa-apa.
“Tidak ada yang spesial. Mulai besok persiapkan dirimu kehilangan ayah dan ibu. Sial ini membuatku semakin semangat!” ucap Alona tampak senang.
Energi ungu kehitaman mulai dikeluarkan, Alona melihat burung roc dengan penuh rasa kasih sayang. Tubuhnya mulai terbang dan ingin memeluk burung itu, tapi dia langsung dilempar dan membentur tanah.
Tubuhnya sekuat baja, benturan ringan tidak bisa melukainya. Alona yang bersemangat langsung terbang lagi dan mencoba memeluk Burung Roc. “Apa kamu ingat aku?” tanya Alona dengan air mata yang bercucuran.
Burung roc tidak mengerti, tapi untuk kali ini dia tidak melawan dan membiarkan tubuhnya di peluk Alona dengan penuh kasih sayang. Energi jiwa yang ada di tubuh Alona mulai terserap, bukannya menolak, dia malah membiarkan Burung Roc memakan semua energi jiwa di tubuhnya.
Allen membelalakkan matanya, dia melihat sesuatu yang sangat mencengangkan. Umur Alona bertambah terus menerus dengan kecepatan yang sangat gila. “Apa yang kau lakukan, cepat berhenti!” teriak Allen dengan suara tegas.
[Alona
Umur : 1320
Total Kekuatan : ????.]
Tanda tanya yang tertera di kekuatan tidak menurun malah menambah, Allen tidak tahu apa yang sebenarnya terjadi. Meskipun umurnya bertambah, Alona tampak semakin kuat. Pohon Dunia, Tulang Relix, dan Lentera Hantu berhenti bertarung. Mereka tampak ketakutan di depan Burung Roc.
Zahra keluar dan menyapa ayahnya. “Ayah, apa yang terjadi. Kenapa Pohon Dunia ketakutan. Bukannya dia adalah pohon dari zaman kuno?” tanyanya dengan penuh penasaran.
“Aku juga tidak tahu, mungkin ini ada kaitannya dengan Alona. Aku harus segera bertambah kuat.” Allen mengepalkan tangannya dan bertekad akan berlatih lebih keras.
“Kau sudah menggunakan semua waktumu.” Zahra mencoba mengungkapkan pendapatnya.
Burung Roc berteriak keras, dia tampak mengenali Alona sebagai ibunya. Allen yang ada di bawah semakin bingung, apa yang sebenarnya dia lihat saat ini.
“Kak, mulai sekarang aku akan tinggal disini. Jangan ganggu aku dan pergilah berlatih.” Alona terbang bersama Burung Roc mengelilingi Pulau Nemo.
Tidak lupa dia membuat sebuah formasi raksasa untuk memanipulasi ruang dan waktu, sehingga pulau nemo menjadi 100 kali lebih besar dan 1 hari di Pulau Nemo setara dengan 100 hari di dunia luar. Prestasi ini tidak mungkin dilakukan manusia normal, Allen semakin bingung dengan keluarganya.
__ADS_1
Setelah formasi di aktifkan, semua orang yang ada di dalam Pulau Nemo langsung di tendang keluar. Mereka harus melewati ujian seperti dulu untuk masuk.
Allen yang menjadi pemilik resmi Pulau Nemo tidak bisa masuk. “Sial, sejak kapan pemilik rumah bisa di usir dari rumahnya!” terianya sedikit marah. Bukan marah pada Alona tapi pada dirinya sendiri yang tidak cukup kuat.