
Lebih dari 2000 mayat hidup bangkit dari tanah, kemudian disusul dengan Skeleton yang membawa senjata sederhana.
Jumlah mereka semua lebih dari 100 ribu, Allen dan pasukan Raja Surgawi sudah terkepung sepenuhnya.
“Jangan panik, kita menguasai menara pemantauan.” Allen menenangkan konsisi mental pasukannya.
Setelah berpikir beberapa saat Allen memberi perintah selanjutnya. “Simon, keluar dan sembuhkan dirimu. Sedangkan orang yang menguasai menara tahan selama mungkin.”
Simon langsung berlari bersama orang-orangnya, mereka tidak punya sedikitpun keraguan dengan keputusan Allen. 11 orang keluar gerbang dengan sangat cepat, aura hitam di tubuhnya semakin memudar.
“Jangan biarkan mereka lolos, batas waktu tekniknya sudah habis!”
Penasihat segera meminum ramuan penyembuh, dia duduk dan mengedarkan teknik pernapasan untuk mendorong efektivitas obat. Setelah beberapa detik, dia membuka mata dan berlari mengejar Simon.
Allen yang berdiri di depan monitor hanya herap-harap cemas. Dia menunggu momen yang tepat untuk membuat keputusan. “Ye Mo, Shera sekarang kalian yang harus keluar!” ucap Allen memberi perintah.
Ye Mo dan Shera langsung bergerak bersama kelompoknya, mereka mencoba melewati tembok pembatas yang tingginya lebih dari 5 meter. Dengan keterampilan Langkah Bayangan, lima meter tidak terlalu sulit dilewati.
Keduanya berhasil selamat lebih dulu, Allen dan kelompoknya akan berlari ke depan. Namun dia ketahuan pria tampan dengan pistol di tangan kanannya. Allen menyempitkan mata karena dia mengenal orang itu.
“Topeng Misterius, kau sangat berani.” David menodongkan pistolnya ke arah lawan. Pistol itu telah dimodifikasi sedemikian rupa hingga bisa membunuh seorang pejuang beladiri tingkat 8 dengan sekali tembak. Makanya Ayahnya, Bernard tidak membiarkan David memegang itu sebelumnya.
Allen dengan santai menjawab, “Kami hanya menjalankan tugas, jadi jangan membuat ini menjadi sulit. Pergi dan pakailah pokok sana!”
David yang sudah lama memendam amarah tampak sangat marah. Meskipun dia tahu bukan tandingan Topeng Misterius, jarinya dengan penuh keberanian menarik pelatuk pistol. Suara tembakan pistol terdengar, semua orang tampak panik.
Sayangnya pistol khusus itu tidak bisa menembus telapak tangan Allen, energi ungu kehitaman mulai melahap peluru khusus itu. Allen tersenyum lebar setelah melihat pemberitahuan sistem muncul di sebelah kanannya.
[Pecahan Tulang Relix telah ditemukan, Pemain tanpa sadar menyerapnya. Racun kuat mulai menyebar ke seluruh tubuh.]
[Sistem Error, perhitungan salah. Tubuh Raja Perang telah menelan semua racun dan mengubahnya menjadi kekuatannya.]
[Kekuatan Tubuh +10.] (3x)
__ADS_1
Allen juga binggung kenapa fisiknya menjadi lebih kuat, padahal baru saja terkena peluru yang katanya bisa membunuh Pejuang Beladiri tingkat 8. “Apa hanya itu yang kau punya? Aku harap tembakan tadi bukan senjata terkuatmu.”
David yang marah ingin menarik pelatuknya sekali lagi, tapi seorang pria tinggi dan tampan muncul dan menghentikannya. “Tuan Muda, sudah cukup. Dia bukan lawan yang mudah.” Pria itu adalah Kepala Pelayan yang asli Keluarga Baruch.
“Tomi, jangan halangi aku. Biarkan peluru ini menembus kepalanya!” teriak David mencoba meloloskan diri. Namun genggaman Tomi lebih kuat dari perkiraannya, sehingga David tidak bisa melepaskannya.
“Tuan Muda, dia sangat kuat. Pistol tidak bisa membunuhnya!”
Tepat setelah mengatakannya, peluru bergerak dengan kecepatan tinggi menuju kepala Allen. Peluru itu datang dari jarak 1500 meter jauhnya, penembakanya adalah Bernard Baruch yang bersama Penasihatnya di atas Menara Pemantauan.
Allen tidak mau menggunakan formasi karena dia masih mendalami teknik Shadow, jadi tanpa rasa takut dia mengeluarkan pedang dan segera mengayunkannya. Peluru bertemu dengan bilah pedang pendek yang masih terbungkus kain mori.
Dengungan suara benturan mengakibatkan gelombang energi yang menghancurkan area sekitar.
Setelah dua tarikan napas, Pedang Pendek berhasil membelah peluru menjadi dua. Allen menatap tajam ke sumber penembak. “Karena kalian membuat pekerjaanku menjadi sulit, jadi jangan salahkan aku.”
Allen melempar sebuah bola ke langit, bola itu langsung meledak dan memunculkan asap berwarna hijau. David dan pelayannya segera berlari menyelamatkan diri, tidak terkecuali Allen dan kelompoknya yang mencoba untuk keluar dari kepungan mayat hidup.
Semua anggota kelompok Allen mengeluarkan senjatanya, mereka dengan cepat menebas para mayat hidup dan Skeleton.
"Gunakan Pedang Energi!" teriak Allen memberi perintah. Dia juga menyimpan pedangnya dan mulai menggunakan pedang energi dengan Lima Jarinya.
Semakin banyak jari yang dikeluarkan, maka konsumsi energi jiwanya akan semakin besar. Allen sudah tumbuh kuat, jadi menggunakan kekuatan besar tidak masalah.
Anggota lainnya menggunakan dua jari untuk memaksimalkan gerakannya. Allen dan kelompoknya kabur dengan sangat cepat.
Bernard yang melihat mereka kabur langsung menyiapkan senjata dan membidik. Namun dia dihentikan oleh Penasihat Keluarga.
"Jangan lakukan itu, biarkan mereka kabur. Kita tidak terlalu menderita." Penasihat Keluarga Baruch mengerti situasi yang telah dihadapi. Namun Bernard berpikir lain.
"Membunuh satu tidak akan menyebabkan kekacauan." Bernard menarik pelatuk tembaknya. Kali ini targetnya bukan Allen tapi seseorang yang ada didepannya.
Sayangkan Bernard salah sasaran, orang yang berlari di depan Allen adalah Tiwi.
__ADS_1
Peluru yang katanya sangat ganas dan bisa membunuh siapapun dihentikan. Tangan Tiwi memancarkan cahaya kuning dan menangkap peluru dengan sangat mudah.
"Aku kembalikan padamu." Tiwi berhenti dan mengambil ancang-ancang untuk melempar peluru sniper.
Lengannya menegang dan energi jiwa berpadu dengan kekuatan formasi. Di bawah kakinya muncul lingkaran berwarna hitam dan terukir simbol-simbol kuno.
"Terbanglah!" ucap Tiwi sambil melempar dengan kekuatan penuh.
Peluru yang dilemparkan mengandung energi jiwa, jadi arah lemparan sangat lurus dan berhasil mengenai target.
Jalur lemparannya meninggalkan bekas ungu kehitaman yang hilang setelah dua detik. Semua orang masih bisa melihatnya dan merasa kagum dengan keindahannya.
Allen menepuk punak Tiwi, semua rencananya tentang menghancurkan Keluarga Baruch dari dalam gagal total. Dia mengira 50 Pejuang Tingkat 8 sudah cukup, nyatanya keluarga Baruch punya senjata rahasia.
Semua kelompok Raja Surgawi berhasil meloloskan diri, mereka berlari sambil memakan Pil Kebugaran. Semuanya siap untuk bertarung jika ada pasukan yang menyergap.
Disisi lain, bom racun yang dilemparkan Allen mulai menyebar. Pepohonan di sekitarnya mulai mati dan mayat hidup mulai meleleh. Bahkan manusia tidak bisa mendekati pusat ledakan bom racun.
Penasihat Keluarga dan Kepala Keluarga belum bergerak dari tempatnya. Mereka masih mencoba memahami apa yang sedang terjadi.
Telapak tangan Penasihat Keluarga berlubang karena mencoba menghentikan laju peluru yang dilempar Tiwi. Kemudian Bernard Baruch hampir kehilangan tangannya karena peluru. Untungnya telapak tangan Penasihat berhasil menggeser jalur serangan peluru.
"Sial, apa itu tadi?" ucap Bernard Baruch tidak percaya ada manusia yang bisa melempar peluru lebih kuat dari Sniper.
"Formasi Kuno, aku pernah membaca buku tentangnya. Tidak aku sangka ada manusia yang bisa menggunakannya. Cepat kumpulkan semua petinggi yang selamat." Penasihat sudah tidak bisa menahan amarahnya.
"Ya."
Keluarga Baruch mengadakan pertemuan tertutup. Mereka membahas tentang penyerangan dadakan yang dilakukan Kelompok Topeng Misterius.
Valencia dihadirkan dalam pertemuan karena dianggap sebagai Pemimpin Asosiasi Pejuang Beladiri.
Perdebatan panjang yang dilakukan petinggi dunia akhirnya memutuskan bahwa Topeng Misterius dan kelompoknya adalah musuh seluruh dunia. Kekejamannya telah menodai kedamaian dunia yang ingin dibangun bersama.
__ADS_1
Allen yang mendengar berita bahwa kelompoknya di cap sebagai penjahat hanya bisa terdiam. Kemudian otaknya berpikir untuk memanfaatkan kondisi ini.
"Shera, buat momentum ini untuk membantu para penduduk miskin menggunakan nama Topeng Misterius." Allen menggunakan momentum ini untuk membangun citra di masyarakat luas.