Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Persiapan Matang


__ADS_3

Allen segera menggerakkan jarimya mengetik keyboard di depannya. Ia tampak sangat serius untuk menangani serangan siber.


"Para bocah-bocah ini mencoba meretas sistem superku." Allen tersenyum tipis melihat banyaknya serangan masuk.


Layar komputernya berwarna hitam dan tulisan putih berjalan dengan sangat cepat. Poin Konsentrasi Allen mencapai 47, jadi kecepatan berpikirnya sangat cepat.


Hanya dalam beberapa detik saja, semua serangan siber di tiadakan. "Di dunia maya, akulah rajanya!" ucapnya dengan nada sombong.


Tidak bisa dipungkiri, pengalaman masa depan miliknya sangat membantu. Apalagi Allen di kehidupan sebelumnya sangat tekun belajar tentang dunia maya. Jadi serangan receh pada tahun 2010 hanya mainan anak-anak baginya.


"Sebentar lagi tahun baru, sebaiknya aku segera bergerak cepat. Tahun 2011 akan menjadi titik balik dunia teknologi."


Perlu diketahuinya, sekarang bulan Desember tahun 2010. Allen siap untuk memulai bisnis yang lebih beresiko.


Tombol Enter di tekan, semua pertahanan telah dibuat. Keamanan siber perusahan Allen menjadi super ketat.


"Membosankan, aku imgim keluar sekarang." Allen meninggalkan ruangannya, ia segera berjalan ke ruang direktur, Nathan.


Tiwi sekarang bukan lagi Direktur utama, ia adalah kepala HRD atau penanggung jawab terkait karyawan masuk dan keluar. Doni, Bobi, dan Tom juga mendapatkan posisi barbeda, mereka menjadi kepala suatu bidang.


"Apa semua sudah siap?" tanya Allen memastikan semua dokumen penting telah di bawa.


Doni mengangkat tangannya. "Bos, banyak dokumen di bidangku telah hilang. Seperti ada yang sengaja mencurinya."


Allen mengangguk mengerti, ia tidak menduga serangannya sudah di mulai. "Baiklah, lupakan saja. Apa ada lagi yang hilang?" tanyanya sekali lagi.


Semua orang mengangkat tangan, padahal baru berjalan setahun tapi setiap bidang sudah kehilangan dokumen penting.


"Baiklah, aku mengerti. Tulis dokumen yang hilang dan segera manipulasi secepatnya. Setelah selesai mari scan semuanya!"


Allen dan tim bergerak cepat, mereka membuat dokumen yang hilang. Tiwi dan Nathan sangat sibuk karena mereka menjadi ujung tombak pengesahan dokumen.


Doni, Bobi, dan Tom bertugas melakukan pemindaian atau scan dokumen penting. Mereka bertiga tidak terlalu pandai dalam membuat dokumen, jadi menyerahkan tugas itu pada rekan-rekannya.


Nala bertugas membuat salinan dokumen mirip dengan aslinya. Semua yang hilang bisa dibuat ulang dengan tangannya.


Kecepatan pekerjaan mereka sangat cepat, Allen membuat semua orang sibuk. Tidak lupa ia juga melepaskan aura ungu kehitaman untuk memulihkan stamina semua orang.

__ADS_1


Tidak berasa mereka semua bekerja hingga larut malam. Jam menunjukkan pukul 3 pagi, semua orang menghela napas dan menyadarkan tubuhnya ke kursi.


"Akhirnya selesai." Salah seorang pria berkacamata mengeluh. Namun ia tersenyum karena pertama untuknya bekerja begitu keras. Anehnya di merasa tubuhnya penuh dengan energi baik.


"Yah, aku tidak menyesal pernah lembur seperti ini. Rasanya begitu menyenangkan," kata salah seorang Perempuan.


Allen sendiri sudah pergi meninggalkan ruangan, ia tampak pucat karena terus melepaskan Energi Jiwa. "Jadi tebakanku benar, energi jiwa berbanding lurus dengan kekuatan mental."


Sayangnya kesimpulan Allen salah kaprah, Energi Jiwa tidak hanya berkaitan dengan Mental, melainkan gabungan dari semua kemampuan manusia.


Tiwi datang menemuinya. "Hyung, semua sudah selesai. Apa yang harus kita lakukan selanjutnya?"


Allen menggelengkan kepala, kemudian tersenyum tipis. "Biarkan mereka menggulung bolanya, kita hanya perlu menunggu waktu yang tepat. Ingatkan pada semua pemimpin dan orang-orang kepercayaan kita untuk tetap melakukan pemindaian dokumen setiap hari."


"Baik, Hyung."


Para karyawan tidak meninggalkan kantor, mereka duduk dan tidur di tempatnya. Tanpa tetara matahari sudah mulai terbit dan sinarnya yang hangat masuk lewat sela-sela jendela.


Doni membangunkan semua orang yang masih tertidur. Bobi sudah mempersiapkan meja dan menata kursi, Tom merapikan berkas dan peralatan kerja meraka.


15 orang karyawan melihat para petinggi tidak pernah malas sedetikpun. Sekarang mereka sadar, bahwa kesuksesan tidak akan datang dari langit tapi datang dari usaha keras. Secara tidak sadar Doni dan teman-temannya mempengaruhi karyawan lainnya.


Sesuai dengan prediksi Allen, banyak karyawan mencuri dokumen-dokumen penting. Beberapa orang kepercayaan mengambil bukti kejahatan mereka.


Hari berlalu dengan cepat, tidak terasa hari sabtu telah tiba. Pada karyawan bersiap untuk pulang dan menikmati akhir pekan. Namun berita menghebohkan Kota K terdengar menakutkan.


"Perusahaan Allen dicurigai melakukan pencucian uang!"


Ratusan orang menyebarkan berita tanpa dasar itu. Para pegawai yang ingin pulang segera membuat surat pengunduran diri secepatnya. Mereka tidak mau terjaring masalah dengan kepolisian. Namun tidak ada satupun yang menyerahkan surat pengunduran dirinya ke Tiwi.


Berita belum di konfirmasi sampai jam 5 sore. Karyawan masih mengobrol di ruangannya untuk menentukan nasibnya.


Tiwi keluar dari ruangnya, kemudian ia hanya menyapa para karyawan tanpa membahas masalah yang terjadi.


15 orang kepercayaan Tiwi memperhatikan sekitar, mereka mendengar dengan seksama dan menulis hal yang mencurigakan.


"Apa kau melihatnya, anak muda memang tidak tau diri. Sialan aku sudah bulat mengundurkan diri!" teriak seorang Perempuan cantik.

__ADS_1


Perkataan Perempuan cantik itu memantapkan para pekerja yang bimbang, karyawan berbondong bodong menumpuk surat pengunduran dirinya.


Beberapa orang yang masih ragu menahan surat pengunduran dirinya. Mereka sangat membutuhkan pekerjaan, tapi jika di Perusahaan Allen bangkrut, mereka otomatis akan di keluar.


"Semoga Bos menyelamatkan kita," doa salah satu Pria yang punya dua anak dan sangat bergantung dengan gaji perusahan.


Sabtu berlalu tanpa ada klarifikasi dari Perusahaan Allen, Nathan yang ditemui di rumah sewaannya juga menolak memberi klarifikasi.


Melihat tanggapan para petinggi Perusahaan Allen, publik langsung membenarkan bahwa Perusahaan Allen melakukan pencucian uang. Semua itu didukung dengan bukti-bukti yang di sebarkan.


Hari minggu dilalui dengan rasa gelisah para karyawan yang tidak mengajukan pengunduran diri.


Pagi-pagi sekali, Tiwi datang ke kantor sambil meminum es susu coklat kesukaannya. "Apa yang kalian lakukan?" tanyanya pada 15 orang kepercayaannya.


"Hanya bersih-bersih, Wi." Seorang Wanita Cantik menjawabnya dengan suara lembut. Ia mengambil kemoceng dan membersihkan jendela.


"Iya benar, Wi. Aku tidak bisa melihat kalian bekerja sendiri." Wanita lainnya menyahut dan mengambil sapu.


"Yah aku senang melihat kalian menjadi lebih semangat." Tiwi meninggalkan mereka untuk menaruh tas dan kembali lagi. Tapi ia kembali dengan peralatan lengkap seorang OB.


"Karena kalian sudah bersemangat, ayo lakukan bersama." Tiwi mengangkat semprotan pembersih.


Doni dan Bobi melihat Tiwi mengangkat semprotan pembersih. "Apa dia sudah gila?" kata Bobi sambil mendorong tempat sampah.


Doni mengangkat kantong sampah dan memasukkannya ke gerobak. "Sudahlah, paling tidak ada orang lain yang membantu wanita muda itu."


"Benar juga, selama ini dia bekerja sendirian." Bobi mendorong gerobak sampah dan meninggalkan Doni.


Doni melempar kantong sampah ke tempat Gerobak Sampah sebelumnya. Karena gerobaknya sudah jalan, Doni menatap tajam ke arah Bobi.


"Hei, bocah sialan. Pie sampah e ki?" teriak Doni menggukan bahasa daerah.


Tom yang merasa terganggu karena pertengkaran mereka langsung melempar tanah liat ke muka keduanya.


"Bacot, aku banyak rumput yang harus di potong. Apa kepala kalian saja aku potong!"


Doni dan Bobi segera berhenti, entah kenapa sekarang mereka sanga takut dengan Tom. Doni yang awalnya menjadi ketua juga merasakan perasaan yang mengerikan dipancarkan Tom.

__ADS_1


__ADS_2