Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Ruang Ilusi


__ADS_3

Allen menyentuh dinding transparan yang membungkus Pulau Nemo, ia memejamkan mata dan berusaha memahami apa yang sebenarnya terjadi. “Jadi seperti itu, aku paham!” katanya dengan penuh semangat.


Tanpa rasa takut Allen melangkah masuk, tubuhnya langsung di lempar ke gurun pasir yang sangat luas. Bahkan energi jiwanya tidak bisa menjangkau ujung dari gurun pasir, udara yang sangat panas membuat tubuhnya mengeluarkan keringat yang cukup banyak.


“Ilusi ini sungguh nyata, ujian macam apa ini.” Allen duduk di atas pasir yang hangat, dia mencoba menyerap energi alam di sekitar. Hasilnya cukup mencengangkan, dia berhasil menarik energi alam meski tidak terlalu banyak.


Waktu berlalu dengan cepat, tidak berasa Allen sudah berada di gurun pasir selama 3 bulan. Kali ini tubuhnya mulai merasa nyeri, keringat yang menetes tidah henti-hentinya keluar. Untungnya dia punya elemen air yang dapat menunda hausnya. Juga ada makanan yang di jual Toko Sistem setiap harinya.


“Sial, sampai kapan aku ada disini!” ucap Allen sambil mengeratkan giginya.


Waktu belalu sedikit demi sedikit, Allen masih belum keluar dari ruang ilusi. Menurut pengetahuannya, sekarang sudah melebihi 1 tahun. Allen mulai berdiri dan berjalan, karena dia mungkin harus menemukan sesuatu di ujung gurun.


Langkah Bayangan digunakan untuk menyusuri seluruh Gurun Pasir, langkahnya perlahan melambat. Allen merasa kakinya tidak bisa digerakkan. Gurun pasir yang dia susuri tidak menemukan ujungnya.


“Sial, ini sudah lima tahun!” teriak Allen yang mulai menggila.


Udara yang panas membuat emosi Allen semakin mudah tersulut, dia masih harus mengandalkan sistem untuk menopang hidupnya. Meskipun Koin Emas di Toko Sistem sangat melimpah, itu masih punya batas.


Hari demi hari berlalu, Allen menyusuri gurun pasir dengan berjalan, tubuhnya menjadi kurus dan rambutnya sangat panjang. Kulinya mulai keriput karena kehilangan massa ototnya. Wajahnya tampak suram karena dia tidak menemukan jawabannya padahal sudah mengetahui ini hanya ilusi.


“Sudah berapa lama aku disini.” Allen mengangkat jarinya yang keriput, air matanya mulai berjatuhan karena dia terlalu menganggap tinggi kecerdasaanya. Dia terjebak di ruang ilusi selama 1000 tahun tanpa peningkatan.


Setelah melihat tangannya yang keriput, Allen mengempal dan mulai melatih ototnya. “Aku tidak bisa menyerah dan ayo lakukan latihan fisik,” katanya penuh dengan tekad, sebuah banyangan muncul didepannya. Dia adalah Clarissa yang sangat cantik mengenakan gaun berwarna putih sedang menunggu tangannya di gandeng.


Allen tersenyum, dia langsung berlari dan menggandeng tangannya. “Maafkan aku,” katanya dengan penuh penyesalan.


Clarissa masih tersenyum dan mulai berlari menggandeng tangannya. Mulutnya terbuka dan mengucapkan sesuatu. “Semangat!” katanya sambil mengepalkan tangan kanannya.


Allen tersenyum manis lagi, dia mengusap air mata dan mulai berlatih dengan sungguh-sungguh. Semua gerakan yang dia ketahui diterapkan hingga ratusan tahun lamanya, tidak ada yang menemaninya atau mengajaknya berbicara.

__ADS_1


Pikiran iblis mulai menyerang, untungnya ada bayangan ayah dan ibunya. Mahmudi dan Yeni tampak tersenyum sambil menyemangatinya. Kenangan masa kecil yang sangat bahagia mulai menghancurkan semua pikiran jahatnya.


Allen selamat dari ujian kedua, setelah berlatih selama ribuan tahun Allen mulai menerima ujian lagi. Dia melihat kedua orang tua dan adiknya mati dengan kondisi yang tidak masuk akal. Alona yang punya kekuatan tak terbatas mati karena terkena tusukan tombak besi berwarna hitam. Ibu dan Ayahnya mati kerena tembakan pistol sederhana.


Semua itu dilakukan oleh seseorang yang tidak dia kenal, perawakannya tinggi dan sangat tampan. Tubuh kekar dengan tanda bintang di dahinya sedang memandang rendah ketiga keluarganya. Kemudian pria itu menatap tajam ke arah Allen dan segera menodongkan pistolnya.


“Sekarang tinggal kamu sendiri, apa yang kau lakukan sekarang?” tanya Pria Misterius.


Allen kebingungan, dia mengetahui bahwa ini adalah ilusi. Namun emosinya meledak karena hawa panas di sekitar gurun. Tanpa sadar kakinya bergerak dan tangannya mengepal, ayunan lengannya langsung menghantam pria misterius.


Pukulan yang bisa menghancurkan sebuha gedung itu di tangkis dengan satu jari. Pria Misterius berkata, “Seperti yang dikatakan, kau adalah beban mereka. Sekarang matilah!”


Peluru yang tampak biasa menembus kepalanya dan mengirim Allen ke neraka. Napasnya menjadi berat dan tiba-tiba matanya terbuka lagi. Dia melihat kedua orang tuanya tewas lagi dalam kondisi yang mengenaskan, sekarang bukan tertebak pistol tapi terkena ribuan sayatan pedang. Namun pelakunya masih sama, Pria dengan bintang di dahinya itu tersenyum ke arah Allen.


“Jadi ini ilusi yang kau ciptakan. Sekarang katakan padaku bagaimana keluar dari sini atau kubunuh kau puluhan kali!” katanya dengan tatapan tajam.


Allen juga tidak tahu, yang dia tahu semua ini adalah ilusi. Tanpa mengatakan apa-apa dia langsung menyerang dan tiba-tiba tangannya terpotong. Rasa sakitnya benar-benar terasa, Allen mengerang kesakitan.


Pasir di gurun beterabangan, mereka berdia menggunakan semua energi yang dimiliki. Namun Allen tetap kalah dan mati. Kondisi yang lain tercipta lagi, Allen dan Pria Misterius sama-sama bingung, mereka terus bertarung hingga waktu yang tidak diketahui.


Allen dan Pria Misterius itu terus mengalami kejadian yang sama selama mungkin puluhan, ratusan, ribuan, bahkan jutaan tahun lamanya. Sampai akhirnya mereka saling mengerti gaya bertarung masing-masing dan memanfaatkan celahnya dengan baik.


Pria Misterius akhirnya mengatakan sesuatu setelah waktu lama itu. “Gaya bertarungmu menjadi sangat baik. Ngomong-ngomong siapa namamu?” tanyanya dengan suara pelan sambil mengayunkan pedang energi dengan lima jarinya.


“Kau bisa memanggil julukanku, Shen Zero.” Allen menggunakan nama leluhurnya untuk menakuti lawannya.


“Jangan berbohong, Bodoh. Tidak mungkin Shen Zero selemah ini. Aku pernah bertarung dengannya dan kalah. Sial aku harap kejadian itu tidak terulang lagi.” Pria Misterius itu teriangat kenangan yang tidak mengenakkan.


“Kau kenal leluhurku?”

__ADS_1


“Oh, jadi kau keturunannya. Sial ternyata ilusi ini diciptakan untuk menghukumku. Baiklah beberapa miliar tahun tidak ada bedanya dengan menghembuskan napas untukku.”


“Siapa kamu?”


“Radja, itu nama manusia yang diberikan kedua orang tuaku. Kalau mau menyebutkan julukanku, kau bisa memanggilku dengan Yang Mulia Agung Maha Kuasa Raja Segalanya. Allen duduklah, setelah membunuh mereka berdua seharusnya ruang dan waktu kembali normal, sekarang ada 2 entitas lagi yang sangat merepotkan.”


“Sejak kapan kau tahu namaku?”


“Aku bisa menggunakan Mata Dunia seperitmu. Oh iya, Mata Dunia itu hanya sepersatujuta dari miliku, jadi jangan lupa untuk terus menggunakannya. Mungkin masih lama aku terkurung disini.”


Radja dan Allen duduk dan bercerita tentang masa hidupnya, mereka saling bertukar pengalaman. Allen menjadi lebih memahami apa yang dimaksud sebagai penjaga ruang dan waktu. Sebagai Raja Segalanya, Radja harus menghukum mereka yang mengubah aturan alam semesta. Jadi sudah tugasnya membunuh kedua orang tua Allen.


“Apa tidak ada cara lain untuk menyelamatkan mereka?” tanya Allen dengan suara pelan.


“Tidak ada, sederhananya mereka akan mati di tanganku atau mati dengan sendirinya.”


“Aku tidak akan membiarkanmu membunuhnya!” ucap Allen dengan penuh tekad.


“Kalau begitu mungkin kita akan bertarung lagi. Tapi sepertinya ruang ilusi sialan ini sudah dibubarkan, para manusia itu benar-benar serakah Aldi. Apa ini yang kau inginkan?” katanya sambil melihat langit-langit.


“Aldi, bukankah itu leluhurku.”


“Iya, dia yang kamu sebut Shen Zero dan bocah itu juga yang mengurungku di ruang ilusi selama miliaran tahun. Kemudian membebaskanku, dan sekarang aku dikurung lagi, bocah brengsek itu memang minta di jitak. Tapi terserahlah, ngomong-ngomong apa kamu bisa masak?” tanyanya.


“Aku selalu masak sendiri selama puluhan tahun, jadi jangan meremehkan keahlian memasakku!” ucap Allen membanggakan dirinya.


Mereka malah menghabiskan hari dengan makan-makan selama puluhan tahun dan bercerita hingga usia memisahkan mereka. Allen sudah kehabisan sisa umur, Radja masih tampak seperti pria muda yang sangat gagah.


“Selamat tinggal teman, semoga harimu menyenangkan.” Radja mengubur jasat Allen di bawah gurun pasir yang cukup panas.

__ADS_1


Kesadaran Allen kembali ke bumi dan dia membuka matanya di Pulau Nemo. Perutnya mual dan dia langsung mengeluarkan darah hitam ke tanah.


Alona mendekatinya dan menyempitkan mata. “Darimana saja kau, kenapa lama sekali,” tanyanya penasaran.


__ADS_2