Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Kediaman Moldova


__ADS_3

Dante yang sekarang sudah bertambah kuat karena Black Jade, sekarang ia setara dengan Pejuang tingkat 6. Semua itu karena elemen kegelapan langsung bergabung dengannya karena memiliki kecocokan sempurna.


[Dante


Umur : 253 tahun


Elemen : Anomali (Angin, Api, Kegelapan)


Total Kekuatan : 71.680.]


Elemennya masih tetap anomali atau keanehan, kekuatan elemennya di dapat dari cara yang jahat. Makanya anomali adalah kata yang tepat untuk menggambarkan kekuatan Dante.


“Beli semua properti dan cari jejak mereka. Aku yakin para tikus itu meninggalkan jejak!” kata Dante memberikan perintah.


Organisasi Bunga Mawar memang berseteru dengan semua kekuatan di dunia, makanya mereka banyak di buru khususnya Ular Naga. Bunga Mawa di kejar Ular Naga karena mereka membocorkan kebangkitan organisasi yang telah di hancurkan puluhan tahun yang lalu.


Untungnya Dante berhasil menerobos tingkat 6, jika tidak mereka pasti akan di hapuskan seperti sebelumnya. Meskipun punya pendukung kuat seperti David, Ular Naga masih seperti sampah yang bisa di buang kapan saja.


Seorang pria berbaju serba hitam muncul di belakang Dante dan langsung berlutut. “Tuan, anak yang Anda cari sedang berjalan ke Kota Y. Mereka sedang mencari temannya yang di culik keluarga Moldova.”


Dante mengerutkan kening, ia tahu Allen bukan orang biasa karena ia tidak bisa merasakan aura elemen dalam tubuhnya. Hal itu karena peri angin yang tertarik padanya telah ia curi, tapi firasatnya mengatakan Allen punya kekuatan yang sangat kuat.


“Untuk sekarang lupakan saja bocah itu, yang penting kita sudah tahu dia pemimpin Perusahaan Allen.” Dante membiarkan Allen lolos untuk kali ini, tetapi ia akan kembali setelah berurusan dengan Bunga Mawar.


“Baik, Tuan.”


Disisi lain Allen dan Budi baru sampai di Kota Y, mereka langsung menuju tempat yang diduga adalah tempat penyekapan Nathan dan Nala. 10 menit dari gerbang Kota Y, Allen dan Budi sampai di kawasan kumuh penuh dengan kontainer terbengkalai.


“Tunggu, ada yang aneh di sini.” Allen tiba-tiba meraba udara kosong, ia melihat kiri dan kenan.


Budi tidak tahu apa yang dilakukan bosnya, tetapi sekarang dia tidak punya keluhan atau keinginan untuk bertanya.

__ADS_1


Setelah beberapa saat meraba udara, Allen akhirnya sedikit tersenyum dan memukul udara dengan tinjunya. “Ayo masuk!” katanya sambil jalan pelan.


Budi yang tidak mengerti hanya bisa mengangguk dan mengikuti langkah kaki bosnya. Mereka masih menggunakan topeng yang dapat menyembunyikan keberadaan, jadi mereka tidak akan mudah ketahuan.


“Apa kau tidak penasaran mengala aku melakukan tadi?”


“Sejujurnya aku penasaran, Bos. Tapi apa untungnya aku mengetahuinya,” jawab Budi dengan santai.


“Setidaknya kau harus tahu. Tadi itu adalah penghalang tak kasat mata, manusia biasa tidak mungkin menyadarinya. Penghalang itu terbuat dari aura yang telah di lepaskan kemudian di kolaborasikan dengan teknologi canggih. Seharusnya penghalang sekuat ini tidak mungkin ada di kota Y, Allen semakin curiga ada sesuatu di dalam sana.


Setelah melangkah dua kali, pandangan Allen dan Budi berubah. Awalnya hanya kawasan kontainer bekas, sekarang berubah menjadi hutan dan ada sebuah bangunan yang menjulang ke langit. Bangunan itu adalah sekolah beladiri untuk mereka anggota keluarga Moldova.


Sebelum selesai mengagumi keindahan kediaman Moldova, 3 penjaga langsung menodongkan senjatanya. Satu orang menggunakan pedang, dua lainnya menggunakan kapan.


“Siapa kau, dimana keluarga kita?”


Karena Allen dan Budi bukan datang untuk bertamu, mereka berdua langsung bergerak. Budi berlari ke arah pria dengan kapak di tangan kanannya, dalam sekejap mata ia berhasil mengambil leher lawan dan menariknya hingga terputus. Seorang Pejuang tingkat 2 langsung di kirim ke neraka hanya dalam hitungan detik.


“Membunuhnya sekarang tidak akan memberi hasil memuaskan. Makanya biarkan mereka meminum ramuan ini!” kata Allen sambil meminumkan ramuan aneh berwarna ungu kehitaman ke dalam mulut dua penjaga. Seperti yang kita ketahui, Allen adalah seorang peramu racun jadi efek racunnya akan bertambah 10%.


Metode penyiksaan Allen sungguh kejam, padahal 2 penjaga itu bukan pelaku utama. Mereka hanya mengamankan kediaman Moldova, tanpa mengetahui kebenarannya.


Setelah memberikan racun, Peti Tanah keluar dan memperingatkan. “Hukum sebab dan akibat selalu berlaku. Apa kau tidak takut terkena karma?” tanyanya dengan suara pelan.


Allen melirik ke arah Peri Tanah. “Aku tidak peduli,” jawabnya dengan suara pelan. Tanpa sadar Allen menjadi sangat sombong karena kekuatannya sudah melampaui kata normal.


Peri Tanah tidak punya pembelaan lagi, ia kembali ke alam bawah sadar. “Aku tidak menyangka keturunan Seven Soul menjadi sangat kejam pada orang tak bersalah. Seingatku mereka adalah pahlawan yang membela kebenaran,” katanya sambil memejamkan mata dan duduk menyerap energi ungu.


Kemarahan adalah salah satu jurang yang dapat menjerumuskan manusia, Allen saat ini sedang dalam masa itu. Jadi Peri Tanah yang bisa menunggunya sadar dan menentukan keputusannya.


Setelah 3 penjaga berhasil di lumpuhkan, Allen dan Budi langsung menuju bangunan di tengah. Mereka mendapati ada lebih dari 20 orang melihatnya karena berjalan tanpa anggota keluarga Moldova.

__ADS_1


“Sepertinya kalian datang dengan niat buruk. Semua, Serang!” teriak salah seorang ketua pasukan.


20 orang pengguna pedang langsung menyerang, mereka menggunakan pedang berkualitas baik. Allen melepaskan aura pejuang tingkat 5 dan menciptakan sebuah tangan berwarna hitam.


20 pendekar langsung berhenti di udara, Allen segera mengambil kertas dan mengayunkannya. Sebuah aura muncul dari tebasannya dan menyerang 20 orang bersamaan. Cahaya ungu kehitaman langsung membelah mereka semua dengan sangat mulus.


Ketua divisi pendekar pedang ketakutan, matanya tampak gemetar. “Tidak mungkin, siapa kau!” teriaknya dengan suara tak stabil.


“Allen, apa kau tahu kesalahan keluarga Moldova?” tanya Allen mengarahkan tangan bayangan menangkap ketua divisi.


Sebelum menjawab pertanyaannya, Allen sudah menjawabnya sendiri. “Karena kau menculik salah satu keluargaku!” katanya sambil mengeratkan giginya. Ketua divisi pedang langsung di remas menggunakan tangan bayangan.


21 orang langsung kehilangan nyawanya karena memprovokasi orang yang salah. Kepala keluarga Moldova menghela napas panjang melihat beberapa bawahannya tewas di tangan anak muda.


“Katamu anak muda itu lemah, lihatlah dia mungkin lebih kuat dariku,” kata Kepala Keluarga Moldova.


“Maafkan saya, Tuan. Semua informasi yang tertera adalah 3 bulan yang lalu. Mereka mengawasi Allen karena persaingan bisnis, sekarang wilayah strategis kita telah di milikinya dan Harjo Susanto.”


“Panggil kakek. Hanya dia yang bisa menyelamatkan kita dari serangan monster gila itu.”


Seorang kakek tua membuka pintunya. “Aku sudah di sini, aura anak muda itu sangat misterius. Aku tidak bisa mengalahkannya sendiri.”


“Apa kau yakin, Kek?”


“Jika aku melawannya sendiri mungkin ada kesempatan. Tapi pria paruh baya di belakangnya itu sangat kuat. Meskipun tidak bisa merasakan auranya, aku bisa melihat menggunakan mata spesialku.”


“Jadi bagaimana rencana kita?”


“Bodoh, masih saja bertanya. Segera buang anak yang kau culik, tapi jangan membiarkan bocah itu pergi tanpa luka!” katanya dengan suara pelan. Kemudian ia berbalik dan turun untuk mengambil pedang pendeknya di atas almari.


Pedang itu punya sarung berwarna hitam dihiasi emas murni dan sebuah batu ruby di gagang pedangnya. “Sudah lama kita tidak berjumpa sayangku. Karena ada bocah nakal, ayo habisi dia,” kata kakek tua pada pedangnya.

__ADS_1


Allen sendiri langsung berhenti karena merasakan energi sangat jahat keluar dari kediaman Moldova. “Sepertinya ada monster tua yang baru keluar. Hati-hati,” kata Allen memperingatkan Budi di belakang.


__ADS_2