
Merasa diabaikan, Allen menggunakan Langkah Bayangan untuk mendekat. Tangan kanannya yang membawa Pedang Pendek segera berayun.
Kaki kanan musuhnya mundur satu langkah, Pedang Pendek Allen meleset dari targetnya. Teknik gerakan ini sering dipakai para petinju.
Anak panah melesat menuju matanya, Allen berputar menghindari ujungnya. Tangan kirinya yang bebas melempar lima Jarum Beracun.
Lemparannya meleset, Allen mengerutkan kening dan menganalisa apa yang terjadi. Ternyata gerakan kaki sederhana yang dipraktekkan musuhnya sangat efektif.
"Ini mulai menarik," ucap Allen yang mulai melepaskan tenanan jiwa yang kuat.
Musuhnya memang kuat tapi mentalnya sangat lemah, terbukti dari raut wajahnya yang takut karena Allen marah.
"Jangan sombong!" kata musuhnya dengan suara gemetar.
Allen tertawa dan berkata, "Jangan paksakan keberuntunganmu, Kawan. Menyerah atau mati!"
Tali busurnya di tarik, dua anak panah muncul dan langsung ditembakkan. Dua panah mengarah padanya, Allen tersenyum dan menggunakan Tangan Bayangan untuk menangkapnya.
Energi Jiwa yang melapisi Tangan Bayangan bisa menyerap energi anak panah. Allen tidak menunjukkan semua kemampuannya karena itu akan membongkar identitasnya.
Musuhnya panik dan menembakkan lebih banyak anak panah, sayangnya Allen bisa menghentikan semuanya.
"Sudahlah, aku bosan." Allen menggerakkan lima jari tangannya. 10 jarum yang tergeletak di tanah menusuk Musuh dengan kecepatan tinggi.
Musuhnya tidak bisa merespon dan racun mulai menyebar ke seluruh tubuhnya. Kulitnya yang putih mulai berubah menjadi ungu kehijauan, racun ini mirip sekali dengan Suku Sumeria.
Pejuang Beladiri yang kedua tewas mengenaskan karena racun. Allen menggerakkan jemarinya dan Jarum Beracun langsung kembali padanya.
"2 - 0 apa kalian masih ingin menyerang?" tanya Allen dengan tatapan mengintimidasi.
Risma sudah mendapatkan persetujuan dari semua petinggi Aliansi. Dia juga mendapat dukungan dari Keluarga Baruch.
"Jangan gentar, pasukan bantuan sudah berangkat. Korbankan semua orang-orang bodoh ini," kata seorang Pria besar di sebelah Risma.
"Lupakan duel tadi, Semuanya Serang!!!" teriak Risma dengan suara lantang.
Gelombang pasukan pertama menerjang pasukan Allen yang berjumlah 1000 orang. Allen mengangkat tangan dan menyuruh semua pasukannya membentuk 3 batalion.
300 pasukan dipimpin Tiwi, 300 pasukan dipimpin Ye Mo, dan 400 akan mengikuti Allen mundur.
Batalion Tiwi dan Ye Mo melebar ke samping. Mereka menghalangi pasukan yang ingin keluar dari jalurnya.
Setelah cukup jauh berlari, Allen mengangkat Pedang Pendek dan berteriak, "Serang!."
Sepuluh Jarum Beracun langsung terbang dan menusuk 10 terget berbeda. Mereka semua langsung tewas karena hanya seorang Pejuang Tingkat 5.
"Risma sudah gila, dia mengobarkan manusia untuk menguras stamina kita." Allen memberi peringatan melalui telepati.
Perang berkecamuk, Allen membunuh puluhan orang dalam dua tarikan napas. Matanya terus bergerak dan memperhatikan setiap pergerakan musuh.
Ye Mo memberi perintah untuk maju. "Blokir serangannya, jangan biarkan mereka mengepung!."
Tiwi sebaliknya. "Tutup formasi, jangan biarkan mereka keluar jalur!."
__ADS_1
Formasi perang ini bertumpu pasa 400 orang yang dipimpin Allen, jika mereka gagal mengendalikan gelombang musuh, maka semuanya akan hancur.
Allen mengangkat pedangnya dengan darah disekujur tubuhnya. Meskipun banyak darah yang mengalir, tubuhnya baik-baik saja, bahkan cenderung lebih kuat.
"Jangan menyerah, mereka tinggal 8 ribu orang!." Allen berteriak sambil memakan pil kebugaran. Darahnya mulai beregenerasi dan tubuhnya menjadi lebih segar.
"Wa...!" teriakan pasukan Raja Surgawi yang dipimpin Allen menggetarkan tanah. Hingga membuat pasukan musuh gemetar ketakutan.
Feng Yu mengangkat pedangnya. "Jangan takut, ada anak-anak yang menunggu kita di rumah!" serunya membangkitkan semangat pasukan.
Tidak kalah dengan Allen, Feng Yu membangkitkan semangat orang-orangnya. Siapa yang menyangka ternyata Wibawa Feng Yu sangat tinggi.
Aura berwarna kuning muncul di langit. Semua orang melihat ke atas dan mendapati sebuah tongkat melayang.
"Apa itu?" ucap Allen.
[Hati-hati, benda itu bisa menekan aura orang di dalamnya.]
Peringatan sistem membuat Allen waspada dan memberi telepati pada semua rekan-rekannya. "Lindungi diri kalian dengan energi jiwa, cahaya yang menyilaukan itu bisa mempengaruhi tenagamu."
Semua orang bersamaan menggunakan energi jiwa dan menyelimuti seluruh tubuhnya. Benar saja cahaya yang dikira akan memberikan berkat justru sebaliknya. Semua anggota musuhnya terjatuh, termasuk Risma.
Allen dan memberi aba-aba dengan tangan untuk berkompul. Semua pasukan dengan cepat bergerak ke arahnya.
"Bos, apa kita menang mudah?" tanya Ye Mo.
"Tidak, lihatlah orang-orang yang pingsan karena cahaya." Allen menunjuk salah satu orang yang kulitnya mulai pucat. Allen memastikan lagi dengan Mata Dunia.
[Calon Zombie
"Mereka akan berubah menjadi zombie." Allen memperhatikan perubahan pasukan musuh.
"Bukankah lebih baik kita membunuhnya sekarang?" tanya Tiwi sekaligus memberi saran.
"Tidak, para Zombie itu tidak punya akal. Mereka hanya menyerang tanpa tahu cara berterung. Jadi gunakan keempat ini untuk meningkatkan pengalaman kalian." Allen mengatakannya melalui telepati.
Allen memberi 100 orang pil racun dan kebugaran. Mereka akan bertarung habis-habisan.
Suara desisan terdengar, seseorang manusia dengan mata merah bangkit. Giginya tersenyum lebar, dia sudah sepenuhnya menjadi zombie.
"Tidak ada yang diizinkan mati, ayo serang!." Allen berteriak dengan penuh semangat.
Zombie dari Pasukan musuh mulai berdiri dan menyerang menggunakan tangan. Allen dengan cepat menebas lehernya. Namun zombie itu masih bisa bangun tanpa kepala.
Setelah itu dia menusuk jantungnya, Pedang Pendek berhasil menghilangkan penghalang dari Inti Mana.
"Incar Jantungnya dan ambil Inti Mana di tubuhnya." Allen memberi perintah melalui telepati.
Tusukan pedang dari seluruh anggota Raja Surgawi terdengar dimana-mana. Zombie yang diharapkan bisa mengurangi stamina pasukannya tidka berhasil.
Dalam 2 jam semua Zombie berhasil disingkirkan. Orang-orang dari Keluarga Baruch melarikan diri karena sudah mendapat apa yang dia inginkan.
Tubuh Risma dibawa karena punya potensi menjadi wadah mahkluk kuno.
__ADS_1
Benda di langit juga terbang menjauh. Allen tidak membiarkannya kabur, Tangan Bayangan digunakan dan menggenggamnya.
"Jangan harap kau bisa kabur." Allen menatap tajam ke benda tersebut.
Melihat artefaknya hampir dicuri, Salah seorang dari Suku Sumeria datang. Dia langsung melepaskan racun mematikan.
Allen tersenyum dan menyeluruh Tiwi dan Ye Mo mengurusnya. "Habisi dia," katanya melalui telepati.
Tiwi dan Ye Mo mengeluarkan senjatanya masing-masing. Tiwi dengan Langkah Bayangan mendekat dan menusuk jantung musuh, Ye Mo menarik busuknya dan menyerang semua sudut tubuhnya.
Musuh yang mendekat langsung tewas, dia tertawa dan meledaknya dirinya. Asap hijau mengebul di sekitarnya, Allen tampak tenang karena Prinsip Jiwa bisa menetralkan racun.
Kematian musuhnya tidak menghasilkan apa-apa, sedangkan rekannya sudah kabur membawa tubuh Risma ke markas Keluarga Baruch di Kota R.
Allen dan pasukannya tidak mengeja. "Sekarang ayo bantu Simon di sisi lain!."
Pasukan Allen utuh tanpa luka berat, strategi dan kebijakan Allen dalam memberikan perintah patut diacungi jempol.
Ribuan Inti Mana diberikan pada Allen.
[Pembaruan sistem siap dilakukan, apa Anda akan melakukannya?]
Allen tanpa pikir panjang langsung menekan tombol setuju. Pada awalnya pernyataan menaikkan sistem ke tingkat 5 sangat sulit, entah apa yang terjadi sekarang dia hanya butuh batu mana tingkat rendah.
Seribu orang bergerak menuju medan pernah yang dipimpin Simon. Allen dan semua rekan dibelakang tampak terkejut tidak percaya.
Pasukwn Raja Surgawi dihajar habis-habisan, mereka semua terluka parah. Bahkan sebagian besar keliatan tangan atau kakinya. Kondisinya sangat miris, bahkan Simon juga terlihat menyedihkan.
"Bantu mereka yang terluka, jika tidak kuat kembali ke markas!" kata Allen memberi perintah.
1000 orang langsung bergerak membantu teman-teman, lebih dari 1400 orang terluka dan harus kembali.
"Mundur - mundur!." Allen berteriak memberi perintah.
Simon dan pasukannya hanya bisa menggetarkan giginya. Mereka tampak marah tapi tidak bisa melampiaskan kemarahannya.
Wilayah keausan Raja Surgawi sedikit berkurang, Allen menarik semua pasukannya karena tidak mungkin melanjutkan perang.
Allen secara rahasia menepuk pundak orang-orang yang terluka parah. Dia memasukkannya ke dalam Ruang Pelatihan untuk mendapat pertolongan pertama. Sehingga hanya 1800 orang yang berlari sedangkan lainnya masuknke ruang pelatihan.
"Jangan melawan, tetap berlari!." Allen berhenti berniat menghadang pasukan musuh.
Simon juga berhenti, tapi Allen tampak tidak suka. "Sudah aku katakan, terus berlari!" katanya sambil mengeratkan giginya.
"Tapi..."
"Percayalah, aku bisa kabur dari mereka." Allen meyakinkan Simon dan mendorongnya.
Simon memejamkan matanya dan berlari ke markas Raja Surgawi di Perusahan Allen. Mereka langsung masuk ke ruang bawah tanah yang terhubung dengan Gua Misterius.
Allen sendirian menghadapai ratusan pejuang beladiri tingkat 7. "Huh, mari bersenang-senang," katanya sambil menghela napas.
[Sistem tingkat 5 berhasil diperbarui. Silahkan nikmati berbagai kemudahannya.]
__ADS_1
"Berikan aku formasi untuk mengurung mereka semua." Allen berniat mengurung dirinya bersama degan para mahkluk zaman kuno.