Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Masalah Berlalu


__ADS_3

Pernyataan Allen tentu saja mengejutkan, tapi Clarissa tidak menyangkalnya. Hal itu karena Clarissa tahu betul perkembangan dunia sudah mulai tidak masuk akal.


"Jadi apa rencanamu?" tanya Clarissa dengan ekspresi serius.


"Tentu saja melakukan pencegahan."


Allen mulai membicarakan rencana untuk mencegah krisis yang dibuat keluarga Morgan dan sekutunya. Karena waktunya mepet, Allen dan Clarissa harus bergerak cepat.


Pembangunan pabrik obat besar-besaran segera dibangun, Allen yang mengawasinya secara langsung.


Perang tidak hanya dengan fisik tapi juga dengan pikiran, Allen meminta seluruh anggota Raja Surgawi untuk membantunya.


Kelompok Raja Surgawi yang berhasil memahami Prinsip Jiwa tingkat 5 diwajibkan untuk membuka usaha.


Anak perusahan Allen telah mengakar ke seluruh dunia. Mereka semua berjalan senyap, perkembangan besar-besaran ini di danai kelompok Raja Surgawi tanpa melibatkan Perusahaan Allen.


Tidak berasa satu bulan telah berlalu, tepat seperti yang dikatakan Allen. Penyebaran penyakit bernama kopit telah menginfeksi manusia di Kota C.


Penyebarannya sangat cepat, hanya butuh 1 minggu untuk menginfeksi semua orang di kota tersebut. Allen dan orang-orang sudah siap, mereka akan menggagalkan rencana busuk penguasa dunia.


Keluarga Morgan sudah merasa menang, mereka berhasil menyebarkan virus buatan dengan maksud tertentu.


Allen dan kelompoknya sedikit demi sedikit memulai pencegahan. Mereka tidak ingin terlihat mencolok, puncak dari pademi ini terjadi di tahun 2020 akhir. Jadi masih banyak waktu yang tersisa.


Sayangnya pergerakan Raja Surgawi sudah tercium, Keluarga Morgan mengutus kaki tangannya untuk menghancurkan pabrik farmasi.


Allen memukul mejanya, dia lupa bahwa Keluarga Morgan mengendalikan media saat ini. Setelah jatuhnya Keluarga Baruch, mereka menjadi satu-satunya penguasa media. Hanya dengan sedikit api, seluruh dunia mulai menyalahkan Perusahaan Allen dan sekutunya.


"Mundur, untuk sementara mundur. Kumpulkan bahwa bakunya dan kita mulai dari bawah lagi." Allen memberi perintah para 500 pemimpin anak perusahaan.


Semua orang setuju, lebih baik kehilangan uang sekarang daripada masalah di kemudian hari.


Clarissa menyampaikan pendapatnya. "Kenapa harus mundur, kita bisa memanfaatkan situasi ini untuk menarik keuntungan."


Allen melirik dan langsung bertanya, "Bagaimana caranya?"

__ADS_1


"Karena media massa sudah ditangan musuh. Kita manfaatkan Media Sosial, aku rasa meraka masih bersikap netral."


Allen memikirkan berbagai media sosial yang sedang naik daun saat ini. "Kumpulan semua data yang dibutuhkan," katanya sambil melirik Jery.


Sebagai asisten sistem informasi, Jery dengan sigap langsung mengumpulkan analisis tentang tren yang sedang terjadi.


Setelah menarik kesimpulan ternyata media sosial memang bersikap netral dan cenderung memihak Perusahaan Allen dan sekutunya.


"Baik, semuanya dengarkan. Kita akan terus bekerja, gunakan waktu yang mendesak ini untuk merekrut anggota yang loyal!"


Semuanya bergerak meninggalkan ruangannya, mereka semua tidak punya waktu untuk bersantai.


Bulan berlalu dengan cepat, Allen dan sekutunya terus melakukan inovasi untuk mencegah krisis. Puncaknya terjadi ketika semua orang mulai menyadari kelangkaan obat-obatan dan alat medis.


Perang di media sosial terjadi, semua masyarakat mulai memihak Perusahan Allen yang sebelumnya disalahkan.


"Angin sudah berpihak, ayo lancarkan serangan habis-habisan!" ucap Allen dengan penuh semangat.


Seluruh alat medis dan berbagai keperluan untuk mengatasi virus dikeluarkan. Dengan kuantitas yang sudah diatur Dunia tidak harus krisis ekonomi. Bahkan bahan-bahan yang sudah di timbun Keluarga Morgan sia-sia di gudang.


Dengan pakaian rapi berjas, seorang pria paruh baya berambut putih duduk didepannya.


"Pemimpin Allen, kemampuan anda memang tidak perlu di ragukan lagi. Di umurmu yang baru menginjak 30 tahun kamu berhasil mencapai semua ini."


Allen tersenyum manis, dia tahu itu hanya omong kosong yang dirangkai indah. "Anda tidak terlalu memuji, saya tidak punya peran lagi di perusahaan. Jadi semuanya perbuatan rekan-rekan semuanya."


"Tidak perlu bohong, kami sudah mempunyai data yang valid. Ngomong-ngomong pesta pernikahanmu sepertinya cukup mewah."


Allen dan Clarissa memang akan menyelenggarakan pesta pernikahan pada tahun ini. Dengan perhitungannya, seharusnya virus ini bisa dikendalikan sampai bulan desember 2020.


"Anda sudah mendengarnya, itu membuatku bangga pada diriku sendiri." Allen mencoba mengulur waktu. Dia sedang mencari seseorang untuk memeriksa seluruh karyawan yang berkhianat.


"Tidak perlu mencari siapa yang berkhianat. Aku hanya ingin menyampaikan semoga acaranya berjalan dengan lancar."


Setelah mengatakan itu, Pria Paruh Baya dari Keluarga Morgan keluar ruangannya.

__ADS_1


Meski perkataannya sederhana dan lembut, Allen dapat melihat ada ancaman besar yang sedang dipersiapkan. Tidak mungkin baginya untuk mengabaikan ancaman itu, karena ini berkaitan dengan pesta pernikahannya.


Setelah menyelidiki semuanya, Allen hanya bisa merenung di meja kerjanya. "Sial, aku kecolongan lagi!."


Organisasi kesehatan dunia mengeluarkan pendapat bahwa virus kopit masih belum usai. Ada virus varian baru yang bisa menginfeksi manusia dengan sangat cepat.


Padahal satu bulan lagi adalah acara besar untuk Allen dan Clarissa. Semuanya menjadi kacau, berbagai pihak mulai membatalkan kesediaannya membantu persta pernikahan.


"Tiwi apa pendapatmu?" tanya Allen pada sekretarisnya.


Tiwi dengan santai menjawab, "Pekerjaan saja para anggota Raja Surgawi, mereka semua punya keahlian masing-masing."


Allen langsung teringat bahwa anggota Raja Surgawi tidak peduli dengan Organisasi Kesehatan Dunia, mereka hanya mematuhi perintahnya.


"Benar, ayo buat pesta pernikahan yang meriah!."


Persiapan mulai dilakukan, Allen dan Clarissa mulai mengukur baju dan membuat pakaian yang cocok untuk mereka. Bekerja sama dengan Tiwi, mereka menemukan kain dan model gaunnya.


Tiwi sebagai eksekutor langsung membuat gaunnya sebaik mungkin. Meski tidak pernah kursus menjahit, Tiwi sering membantu ibunya di kampung. Jadi secara otomatis dia punya keahlian menjait yang cukup memadai.


Setelah semuanya selesai, Allen ingin menyebarkan undangan. Namun masalah terjadi lagi, semua ekspedisi pengiriman barang berhenti beroperasi. Mereka semua diancam akan dicabut izinnya jika memberontak. Hanya Kota K yang masih berjalan normal.


Allen tidak kalah pintar, semua di blokir dia dan timnya menggunakan media sosial untuk mengirim undangan. Dalam hitungan jam lebih dari 2 ribu undangan telah dikirim. Meski Allen dan Clarissa tidak yakin mereka bisa datang.


Ayah Clarissa datang menemuinya, Allen duduk terdiam seperti seorang menantu pada umumnya.


"Kenapa kamu keras kepala sekali, Organisasi Kesehatan Dunia sudah melarang segala kegiatan. Bagaimana dengan kesehatan mereka setelah datang kesini."


"Ayah, apa kamu lupa siapa kami. Perusahan Allen sudah menyiapkan tindakan pencegahan."


"Apa rencanamu?"


"Untuk sekarang masih rahasia. Tolong bersabar," kata Allen dengan senyum manis.


Ayah Clarissa hanya diam dan memandang calon menantunya dengan penuh kebingungan. Mata Dewa Iblis miliknya tidak dapat melihat batas kekuatan Allen, jadi dia harus waspada. Meski begitu Sulaiman Hardiman tidak bisa membatalkan pernikahan karena reputasinya bisa rusak.

__ADS_1


__ADS_2