Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Munculnya Monster


__ADS_3

Mendengar perkataannya Allen, semua orang hanya bisa diam. Mereka semua juga penasaran, tidak mungkin anak berusia 30 tahun punya kekuatan setara pejuang tingkat 9.


"Aku punya teknik Kultivasi Kuno. Sayangnya teknik itu tidak bisa ditulis atau diberikan pada mereka yang belum mengucap sumpah darah."


Allen tidak ingin mengatakan nama tekniknya, dia ingin menguji para petinggi Asosiasi yang setia padanya.


"Aku tidak punya masalah dengan mengucap sumpah darah dan setia pada Kelompok Raja Surgawi. Tapi biasakan kita menghentikan pasukan dari dimensi lain itu?" tanya salah satu ketua Asosiasi.


"Sejujurnya aku tidak yakin bisa menang, itu karena Keluarga Windsor menolak bekerja sama. Artinya kita harus menghancurkan mereka sebelum bergabung dengan pasukan musuh."


Valencia mengerutkan keningnya. "Apa yang membuktikan orang-orang dari dimensi lain itu musuh?"


"Monster, mereka akan mengeluarkan monster ke seluruh dunia dan menciptakan kepanikan. Semakin panik umat manusia, celah dimensi Bumi akan semakin besar."


"Itu tidak membuktikan bahwa meraka jahat. Tuan Allen, tolong jangan paksa kami mempercayai omong kosong ini." Valencia memang setuju bekerja sama dengan Kelompok Raja Surgawi, tapi dia adalah Mantan Ketua Asosiasi Pejuang Beladiri yang dilengserkan.


"Tidak perlu terburu-buru, mari kita lihat apa yang akan terjadi dengan retakan di atas langit Kota D."


Ancaman Allen terasa sangat nyata, tepat sebelum dia duduk seorang pelayan menerobos masuk ke ruang rapat.


"Lancang, kau menerobos masuk ruang penting!" bentak salah seorang Ketua Asosiasi Pejuang Beladiri.


"Ketua, ada monster besar seukuran rumah di Kota D. Beberapa pejuang sudah berusaha membunuhnya, tapi semuanya tewas. Monster itu sekarang menyerang kota dan memakan lebih dari 200 nyawa!."


Valencia memejamkan matanya dan memberi isyarat untuk pelayan keluar. "Biar aku selesaikan ini. Rapat ini juga membahas cara membunuh monster itu."


"Sudah terlambat, bahkan jika kalian menjatuhkan nuklir, monster itu tidak akan tergores." Allen duduk di kursi pemimpin Asosiasi Beladiri.


Semua orang mulai percaya perkataan Allen, Kota C mulai menunjukkan nuklir dan menembaknya. Kejadian berturut-turut itu terjadi ketika semua orang masih di dalam ruangan.


Ledakan Nuklir tidak menggores kulit monster yang muncul dari retakan dimensi seperti yang dikatakan Allen.


"Apa sekarang kalian percaya?" tanya Allen dengan tatapan serius.

__ADS_1


Bukannya menjawab, semua orang justru menelan ludahnya. Mereka semua merasakan dingin di punggungnya, jika satu monster saja sudah sekuat itu bagaimana jika lebih banyak.


"Tidak perlu takut, monster kedua tidak bisa muncul selama manusia punya harapan hidup. Singkatnya kita harus lebih banyak melatih pejuang beladiri."


Ide Allen langsung disetujui semua orang, tiga ketua Asosiasi Pejuang Beladiri bertanggung jawab untuk perkembangan semua orang.


Allen tidak memaksa orang untuk mengucap sumpah darah pada Raja Surgawi atau dirinya. Meski begitu banyak orang bodoh yang mencoba membocorkan Teknik Jiwa pada keluarga Windsor, tapi jiwanya terbakar dan tidak akan pernah bisa bereinkarnasi.


Satu bulan telah berlalu, Monster yang menyerang Kota D masih hidup. Tidak ada orang yang berani mendekatinya, sampai akhirnya Allen menyuruh Budi dan 5 orang lainnya mengalahkan monster.


Hanya 2 jam setelah pertarungan, monster itu tumbang. Budi dan rekannya tidak terluka sedikitpun, mereka membelah tubuh monster dan mendapat sebuah batu.


Batu itu adalah Batu Jahat yang telah terkontaminasi energi jahat. Untuk memurnikannya, dibutuhkan orang-orang dengan penguasaan pembuatan simbol.


Allen dan Tiwi dengan mudah memurnikan semua Batu Jahat. Kemudian batu yang sudah dimurnikan dijadikan senjata melawan para monster.


Dibawah kepemimpinan Allen, Asosiasi Pejuang Beladiri berhasil mengambil keputusan terbaik. Bahkan Asosiasi Pejuang Beladiri kedatangan lebih banyak orang.


5 tahun telah berlalu, Allen masih menjadi pemimpin Asosiasi Pejuang Beladiri. Pejuang beladiri di seluruh dunia meningkat drastis. Bahkan banyak Akademi khusus untuk para Pejuang Beladiri.


Sebagai Keluarga terbesar di dunia, Keluarga Windsor mengundang semua tokoh terkenal termasuk Allen dan Clarissa.


"Aku yakin ini jebakan," kata Clarissa dengan ekspresi serius.


"Aku tahu ini jebakan, tapi kita harus datang ke pesat ulang tahun Orang tua itu." Allen tidak takut siapapun di dunia ini, dia sudah menjadi manusia terkuat di dunia.


Prinsip Jiwa yang sudah dikuasainya mrncapai level 8 atau setara dengan Pejuang Beladiri Tingkat 14. Setelah menerobos ke tingkat 7, lompatan kekuatannya sangat tinggi. Jadi dia menjadi sekuat ini hanya dalam lima tahun.


Namun sikap Allen menjadi terlalu sombong. Meski dia sangat kuat, kewaspadaannya menjadi sangat rendah. Bahkan dia sering kecolongan dan kehilangan barang penting.


"Baiklah, aku akan tetap menemani mu." Clarissa meski tampak biasa saja, dia sorong Pejuang Beladiri Tingkat 10.


Dunia menjadi lebih maju, tidak hanya teknologi tapi diimbangi dengan kekuatan kultivasi. Para monster bisa dikendalikan dengan baik, Asosiasi Pejuang Beladiri menjadi organisasi yang bertanggung jawab semua retakan dimensi.

__ADS_1


Meski begitu Keluarga Windsor mencuri beberapa retakan demensi dan mengambilkan Batu Jahat.


Akibatnya, para monster mulai tertarik dengan Batu Jahat yang kurang dimurnikan. Setiap monster yang memakan Batu Jahat, kekuatannya akan bertambah.


Oleh karena itu Keluarga Windsor mengalami banyak kerugian, tanpa bantuan Allen mereka cepat atau lambat akan musnah. Sama seperti yang dikatakan Allen lima tahun yang lalu.


Allen dan Clarissa mendatangi pesta dengan pakaian rapi, mereka telihat serasi. Semua mata tertuju padanya, sebagian orang yang mengetahui identitas Allen segera mendatanginya.


Sampai akhirnya sosok pria berkacamata mendatanginya. "Allen, sudah lama kita tidak bertemu."


Pria berkacamata itu adalah William, temperamennya menjadi sangat baik. Bahkan kekuatannya juga sudah berada di tingkat 8.


"William, kamu telihat sangat baik." Allen sebenarnya sedang mengejek lawan bicaranya.


William hanya bisa tersenyum karena ejekan itu. "Oh iya, kakek Zelius ingin bertemu denganmu."


"Tunjukkan jalannya!" jawab Allen dengan nada sombong.


Setelah sampai di ruang khusus, Allen dan Clarissa memperhatikan sekitarnya.


"Sudah aku katakan, ini jebakan!" ucap Clarissa tampak panik. Meski dia kuat, tapi pengalamannya masih sangat terbatas. Berbeda dengan para petinggi keluarga Winsor.


Bukannya takut, Allen justru tertawa keras melihat semua orang memegang senjatanya. "Oh lihatlah itu, Reza ada apa denganmu?" tanya Allen melihat Reza yang punya rambut panjang dan putih.


"Diamlah, ini semua karena kau menghancurkan keluargaku!" jawab Reza sambil mengeratkan giginya.


"Bukannya kalian dulu yang membuat masalah?"


"Diamlah!" teriak Reza sambil menerjang musuhnya.


Sayangnya Reza terlambat 5 tahun. Jika dia sama dengan lima tahun yang lalu, mungkin saja Allen tidak bisa menerima serangan itu.


Namun setelah pedang Reza mengarah padanya, pedangnya patah karena tubuh Raja Perang telah berkembang pesat.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan?"


__ADS_2