Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Kebingungan


__ADS_3

Karena semua orang sudah membagi tugas, Allen mengajak Budi, Shera, Pedro, dan Ya Mo mengunjungi Keluarga Moldova yang sudah lama ditinggal. Allen dengan mudahnya masuk ke dalam tempat tersembunyi Keluarga Moldova.


"Dimana Robert Moldova?" tanya Allen pada penjaga keamanan. Matanya sedikit bersinar karena menggunakan Mata Surgawi.


[Penjaga Biasa


Umur : 30 tahun


Elemen : Darah


Total Kekuatan : 22.203.]


Penjaga biasa saja sudah mencapai Pejuang Tingkat 4, Allen cukup puas dengan perkembangan Keluarga Moldova. Karena tidak di hitung sistem, Allen harus mencoba mencari tahu penyebabnya.


Robert Moldova yang merasakan kehadiran Allen langsung terbang menemuinya, wajahnya tampak pucat karena luka dalamnya cukup serius. "Bos, maafkan keterlambatanku, ada sedikit kecelakaan."


Allen masih mengaktifkan Mata Surgawi, ia mendapati sesuatu.


[Robert Moldova


Umur : 210


Elemen : Darah


Total Kekuatan : 69.920.]


Allen langsung tahu kecelakaan apa yang dialaminya. "Jangan terburu-buru, keturunan Vampir punya waktunya sendiri. Lebih baik kau fokus pada perkembangan Lingkungan Mana."


Robert mengangguk setuju. "Baik, Bos. Aku sudah berhasil membangkitkan Lingkungan Mana pertama."


Bakan Robert tidak bisa diremehkan, hanya waktu yang bisa membayar kerja kerasnya.


"Bagus, diamana Drakula?." Allen bertanya tentang Drakula yang tidak menyambutnya.


"Senior tidak sadarkan diri sejak 2 hari yang lalu. Dia memaksa membangkitkan Lingkaran kedua." Robert mencoba menjelaskan situasinya.


Allen bergegas mencari Drakula yang ceroboh. "Bocah bodoh, Robert tunjukkan jalannya!" katanya tegas.


Robert langsung berlari menuju ruang bawah tanah. Ia membuka pintu dan tubuh manusia Drakula terbaring di atas ranjang.


[Drakula


Energi dalam tubuhnya tidak terkendali, hanya takdir yang bisa menyelamatkannya.]


Mendengar kata Energi, Allen langsung memfokuskan energi jiwa ke ujung jarinya. Tangannya langsung bergerak membentuk rangkaian simbol-simbol aneh.

__ADS_1


Setelah berhasil di tulis semua, simbol itu memadat dan membentuk kubah penghalang. "Dia akan segera sadar. Orang dulu menyebut ini Kelainan Mana, jika dibiarkan tubuhnya bisa meledak."


Robert tercengang dan membatu, ia tidak menduga situasinya berkembang sampai sejauh ini.


"Jangan khawatir, energi dalam tubuhnya sudah mulai stabil. Harusnya bocah bodoh itu segera siuman." Allen mengatakannya dengan nada santai.


Robert Moldova mengangguk, ia sangat bersyukur bosnya punya kemampuan yang hebat. "Baik, Bos," jawabnya sambil menghela napas.


"Robert kumpulkan orang-orang yang dapat dipercaya. Aku ingin melihat mereka, jangan banyak-banyak, bawa saja 10 orang." Allen menepuk pundak Robert Moldova.


"Siap laksanakan." Robert Moldova langsung menghubungi sepuluh anak muda yang dapat dipercaya.


Allen mengerutkan kening ketika tidak merasakan ikatan diantara mereka. "Apa kalian sudah mengucap Sumpah Darah?" tanyanya.


"Sudah, Bos!." Salah seorang pria menjawab dengan tegas.


"Aku tidak bisa merasakan ketulusan di hati kalian. Kalau ingin bebas silahkan pergi, aku butuh 10 orang yang setia menjadi bawahanku langsung."


9 orang langsung mundur, mereka masih anak-anak yang menghargai reputasinya. Menjadi bawahan manusia akan mencoreng nama baik keluarga Moldova.


"Baiklah, kalian boleh pergi. Aku tidak ingin memaksa." Allen melambaikan tangan pada 9 orang yang mundur.


Tersisa satu pemuda berusia 12 tahun, tubuhnya kecil seperti kurang nutrisi. Allen bertanya padanya, "Kenapa kau tidak ikut mundur?."


"Tidak ada lagi yang bisa aku lakukan di Keluarga Moldova. Aku juga tidak bisa menggunakan kemampuan keluarga sejak lahir. Jadi keluar dari sini adalah pilihan terbaik."


"Kenapa tidak, kedua orang tuaku juga sudah mati. Ketua mungkin tahu kejadian pastinya." Bocah 12 tahun itu melirik tajam ke arah Robert Moldova.


Allen bisa melihat ada dendam diantara mereka, tapi ia tidak ingin Bocah 12 tahun itu larut dalam dendamnya dan menjadi iblis.


"Tidak perlu dijawab, karena kau sudah memilih lakukan Sumpah Darah yang benar." Allen menyuruh Bocah 12 tahun itu mengucap sumpah darah.


"Aku Melvin Moldova bersumpah akan melayani Tuan Allen sampai akhir hidupku." Bocah 12 tahun itu menggigit ujung jarinya dan darahnya dioleskan ke dahi.


Cahaya merah darah berontak keluar dari tubuh Melvin Moldova. Allen segera mendekat dan memberinya Pil Kebugaran.


"Serap semuanya, jangan biarkan khasiatnya hilang." Allen mencoba memberinya perintah.


Melvin Moldova langsung memahaminya dan menyerap khasiat pil. Matanya ditutup dan fokusnya bergeser ke perut bagian atasnya.


Jantungnya berdetak kencang, Melvin Moldova meringis kesakitan. Namun ia tetap bersikeras menutup mulutnya dan menahan rasa sakitnya.


Penyerapan pil berlangsung selama 5 menit, Melvin menghela napas dan langsung pingsan di tempat.


Allen buru-buru menolongnya. "Bagus, kau berhasil menyerapnya hingga 80%. Angka yang sangat tinggi untuk pemula sepertimu."

__ADS_1


Setelah mendapatkan kesetiaan Melvin Moldova, tugas pembangunan pasukan mendapat progres yang baik.


[Kemajuan : 31/100.]


Allen dan kelompoknya menunggu Melvin dan Drakula sadar. Setelah beberapa saat menyelidiki, 2 orang yang dimaksud sistem adalah Drakula dan Robert Moldova.


Sedangkan sumpah darah Nathan dan Nala tidak dihitung. Allen bisa merasakan ikatan batin diantara mereka, tapi dia juga yakin Nathan memiliki sumpah darah.


"Ini membingungkan. Bagaimana caraku mengenali siapa yang berbohong." Allen kebingungan sambil memukul mejanya.


Budi memberi saran, "Kenapa tidak kau bakar saja mereka. Jika sumpah darahnya asli, mereka tidak akan melawan dan mati dengan tenang."


Saran Budi memang bisa diterapkan, tapi kehilangan sosok Nathan dan Nala adalah kerugian untuknya. Apalagi harus membandingkannya dengan Drakula dan Robert Moldova, keduanya punya pondasi yang kuat di dunia.


"Kita belum tahu sapa yang benar dan salah. Lebih baik meletakkan masalah dulu." Allen berjalan masuk ke dalam rumah.


Budi hanya bisa mengikuti keputusan bosnya, ia sebenarnya punya firasat bahwa Nathan dan Nala yang mengucap sumpah darah sudah mati. Mereka yang ada di perusahan adalah peniru.


Setelah menginap selama sehari, tiba-tiba Nathan dan Nala berkunjung ke Kediaman Keluarga Moldova. Mereka langsung menemui kepala keluarga untuk mengobrol.


Robert menemuinya dan menyampaikan, "Bos. Nathan dan Nala ada disini, apa anda tidak mua menemuinya?."


"Untuk sekarang biarkan saja mereka. Jangan sebuah namaku, dan laporkan hasil pertemuan kalian!." Allen memberi perintah.


Robert Moldova mengangguk menandakan ia mengerti. Kemudian ia undur diri dan menemui Nala dan Nathan.


Pertemuan mereka cukup singkat, Allen hanya mengerjakan latihan harian dan Robert Moldova menemuinya.


"Lapor, Bos. Nathan dan Nala menegaskan bahwa Keluarga Moldova ada di bawah kendalinya, sepeti yang anda tahu dia yang mengambil sumpah darah kita semua. Kecuali Aku dan Drakula."


Tembakan Allen sedikit meleset, jika Nathan dan Nala memang seorang penipu. Seharusnya ia menggunakan namanya untuk mengancam.


"Ceritakan detailnya, aku ingin mendengarnya!."


Robert Moldova mulai menceritakan apa yang dialami Keluarga Moldova. Lebih daei 11 keturunan murni keluarga telah terbunuh.


Kematian mereka sangat tragis, jentikan jari Nathan langsung menghancurkan tubuh target hingga berserakan ke seluruh ruangan.


"Apa dia menggunakan namaku untuk membunuh?" tanya Allen.


"Tidak, mereka mengatakan bahwa Nathan bergerak sendiri tanpa perintah atasan." Robert menjawabnya dengan perasaan campur aduk.


"Apa keluargamu ada yang terluka?." Allen mencoba menghibur suasana hati Robert Moldova.


"7 dari 11 pemuda yang terbunuh adalah cucuk kandungku. Mereka mencoba memberontak karena harga dirinya." Robert menghela napas dan mencoba menenangkan dirinya.

__ADS_1


"Aku yakin kau masih ingat persyaratan para saudara." Allen sekarang punya alasan untuk menangkap kakak beradik itu.


__ADS_2