Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Penyusup


__ADS_3

Ras iblis yang menjaga Pemimpin Tambang menandakan bahwa ada kepentingan yang disembunyikan. Allen tidak punya waktu untuk mencari tahu kepentingan, dia langsung bergerak dengan Pedang Pendek pemberian orang tuanya.


Kain Mori yang membalut pedangnya tidak dilepaskan, Allen segera menebas salah satu iblis dengan kecepatan tinggi.


Satu iblis berhasil di eksekusi. Kematian salah satu pengawal memancing perhatian semua orang.


Allen memasang gestur menantang. "Jangan buat aku menunggu, lebih cepat lebih baik," katanya sambil tersenyum kecil.


Dua iblis menyerangnya bersamaan, Allen tidak ingin membuang tenaga dan melompat mundur.


"Gelombang Kejut." Ayunan pedang pendeknya menciptakan lima sayatan pedang yang bergelombang.


Dua iblis yang menyerangnya tidak sempat merespon, keduanya terbelah.


Allen berhasil menyingkirkan tiga musuh, itu yang dia pikirkan. Namun kenyataannya tidak seperti itu, tiga iblis yang dieksekusi bangkit kembali dengan kekuatan yang sama.


"Apa?"


Pemimpin Tambang tertawa keras dan berdiri menghadap Allen. "Apa kau pikir bisa mengalahkan mereka? Bahkan jika Tiwi dan semua orang Raja Surgawi datang. Tidak mungkin mereka membunuhnya!."


Allen tertegun, dia langsung menggunakan Mata Dunia untuk mengintip informasi dari para iblis pengawal. Tidak hanya mengintip informasinya, Allen malah mendapatkan sesuatu yang sangat berharga.


[Iblis Buatan


Hasil eksperimen dari Laboratorium Keluarga Baruch, punya inti mana yang terus beregenerasi. Mengandung energi Tulang Relix yang langka.]


Bukannya takut, Allen justru tertawa keras di balik topengnya. "Menarik, menarik. Mari mulai babak kedua," katanya sambil melepas kain yang membungkus pedangnya.


Cahaya ungu gelap keluar dari pedangnya, energi jiwa Allen di sedot hingga titik yang mengkhawatirkan. Namun Tubuh Raja dan Mahkota Raja membantunya menyembuhkan diri.


Rambutnya berubah putih, Allen dengan cepat melangkah dan menebas musuhnya. Senyumnya muncul, pedang di tangannya tidak biasa.


Iblis yang tersungkur tidak bisa beregenerasi, Allen langsung menggunakan Monster Bayangan untuk menyerap semua negri iblis.


Allen masih belum kehilangan senyumnya, dia melangkah lagi. Tanah di sekitarnya hancur, Allen memanfaatkan elemen Angin dan Tanah.


Tebasannya sangat keras dan cepat, dalam satu tarikan napas 7 iblis terkapar tak bisa beregenerasi. Allen tertawa dan memunculkan Monster Bayangan, tanpa perasaan dia memakan semua iblis itu.


Melihat masih banyak musuh, Allen mengambil kain mori yang dia jatuhkan tadi. Kemudian mengikat pergelangan tangannya dan pedangnya.


Pemimpin Tambang sadar bahwa kekuatan musuhnya tidak sederhana. Tanpa sadar dia mundur selangkah.


Keringat di dahinya mulai menetes, Pemimpin Tambang tidak tahu harus berbuat apa. "Brengsek, aku membayar banyak untuk kalian. Cepat bunuh dia!" teriaknya dengan suara keras.


Iblis yang tersisa menyebut Allen dengan seluruh kemampuannya. Namun Allen semakin ganas ketika luka di tubuhnya bertambah banyak.


Tawa yang nyaring membuat suasana mencekam. Tanpa sadar Pemimpin Tambang mundur selangkah lagi.


"Haha, kau takut?" ucap Allen sambil melirik Pemimpin Tambang. Meskipun kondisinya sekarang tidak memungkinkan untuk mengejek musuh, Allen tetap melakukannya.


Puluhan Iblis menyerbunya lagi, Allen memakan Pil Kemarahan yang ia dapatkan dari Toko Sistem. Kulitnya berubah merah, petir di matanya semakin gelap dan mengerikan.

__ADS_1


Ayunan lengang tidak terlihat, tiba-tiba saja sayatan pedang muncul dimana-mana. Iblis yang mengepungnya reflek langsung menggunakan teknik pertahanan.


"Ekstrim Blade." Allen menggunakan keterampilan yang bisa menyelamatkan nyawanya dari kepungan musuh.


Iblis yang tidak sempat bertahan langsung dihancurkan begitu saja, angin dan api berkolaborasi membentuk badai yang kejam.


Tubuh Iblis yang tidak sempat mundur di cincang hingga lembut. Tanah bergetar, bahkan penambang di luar merasakan getarannya dan langsung berlari menyelamatkan diri.


Tanah di bawah kaki Allen bangkit dan membentuk pelindung baginya. Badai Api menghancurkan semua yang ada di dalam ruangan.


Besi yang katanya kebal api di hancurkan. Tanah mulai runtuh dan Pemimpin Tambang berlari keluar.


Masih ada 15 iblis yang tetap setia melindungi Lentera Hantu dengan sekuat tenaga. Angin yang terus berputar membuat kobaran api menjadi lenih ganas.


Setelah suhu ruangan menjadi sangat panas, Allen menginjak tanah dan gelombang air muncul dari tanah.


Gelombang air menghancurkan setiap barang dan badai api dihentikan. Tidak sampai disitu, setelah air membanjiri semua ruangan, air itu berubah menjadi es dan mengikat semua iblis.


Suhu es yang semakin dingin hingga semua iblis membeku tanpa bisa melakukan apapun. Allen memuntahkan seteguk darah segar, dia terlalu memaksakan dirinya.


Lebih dari 80% kekuatannya digunakan, jadi efek samping dari penggunaan Pil Kemarahan langsung menyerang tubuhnya. Namun kemampuan Tubuh Ilahi Raja Perang dan Mahkota Raja menyembuhkannya dalam tiga tarikan napas.


[Fisik + 3


Stamina +2


Mental +1


Padahal Allen sudah memaksa tubuhnya hingga titik tertinggi. Namun penambahannya tidak terlalu besar sepeti dulu. Meskipun hanya menguasai Tahap kedua dari Tubuh Ilahi Raja Perang, Allen harus puas dengan hasilnya.


Pedang Pendek yang memakan banyak energinya di bungkus kain mori dan memasukkannya kembali ke Cincin Penyimpanan.


Sedangkan para iblis yang membeku di tebas menggunakan Tongkat Sihir yang berubah menjadi sabit kematian.


"Menggunakan sabit sebesar ini terasa sangat ringan, apa ini karena bahannya rapuh?" ucap Allen meragukan kekuatan ketahanan senjatanya.


Untuk membuktikannya, Allen menebas semua iblis dengan sabit kematian miliknya. Namun setelah membereskan semuanya, sabitnya masih sangat kuat.


"Sepertinya aku salah." Allen mengeluarkan Monster Bayangan dan melahap semua iblis yang tersisa.


[Aura +5.]


Pemberitahuan sistem mengejutkannya. Selama ini dia terus melahap musuhnya, tapi setelah sekian lama akhirnya muncul lagi penambahan aura.


"Apa yang terjadi, bukankah penambah aura milikku sudah mencapai batasnya?"


[Tubuh raja meningkatkan batas penyerapan tubuh Anda. Semakin sering anda bertarung, wadah penyimpanan aura akan semakin banyak.]


Aura dan Energi Jiwa sebenarnya berbeda, tapi sistem mengenalinya dengan Aura.


"Baiklah, mari periksa benda besar ini." Allen berdiri di depan Lentera Hantu dan mengunakan Mata Dunia.

__ADS_1


Setelah beberapa saat membaca informasi, Allen hanya bisa menggelengkan kepala. "Tidak ada petunjuk sama sekali."


Suara Silvy terdengar. "Masukkan Lentera Hantu ke Ruang Pelatihan, kemudian letakkan di dekat pohon dunia."


[Pohon dunia dan Lentera Hantu punya energi yang berbeda. Jika anda melakukannya, kemungkinan besar akan meledak.]


"Ini pertama kalinya kalian tidak sependapat. Apa yang ada di dalam Lentera Hantu ini?" tanya Allen dengan suara pelan.


[Raja Hantu.]


"Demon King, Lucifer. Energi jiwa milik anggota Raja Surgawi bisa menyerap kekuatan Lucifer. Jika digunakan dengan benar, Raja Roc akan datang menemuimu." Silvy menggunakan telepati untuk menjawabnya.


"Raja Roc?" tanya Allen penasaran.


"..." Sayangnya Silvy tidak mau menjawabnya. Jadi dia hanya diam dan menunggu tuannya memasukkan Lentera Hantu dan Tulang Relix.


Allen mengambil kesimpulan untuk memasukkan Lentera Hantu ke Ruang Pelatihan, tapi tidak menyimpannya di dekat Pohon Dunia.


Karena harus mencari Pemimpin Tambang, Allen berlari keluar dan mengejarnya setelah mengambilkan Lentera Hantu.


Pemimpin Tambang hanya seorang Pejuang Tingkat 5, jadi Allen dengan cepat menemukannya.


"Nona Shera, ada pembunuh yang ingin menghancurkan tambang." Pemimpin Tambang ingin mengadunya dengan Shera.


Allen tersenyum dan tidak mengirim apa-apa. Kepekaan Shera terlalu tinggi, sehingga dia menyadari bahwa orang di balik topeng misterius itu adalah bosnya.


"Tenang, biarkan kami menyelesaikannya." Shera dan kelompoknya bergerak menyerangnya.


Allen yang sudah tahu Shera akan menyerang justru kabur meninggalkan tempat. Ia menggiring Shera dan kelompoknya ke tempat yang aman.


"Bos, apa yang sebenarnya terjadi?" tanya Shera pelan.


"Pemimpin Tambang itu sudah menempuh jalan iblis. Kita harus segera menyingkirkannya, sedangkan untuk kasus korupsi aku kurang tahu."


Allen melepas topengnya, Shera dan kelompoknya juga melepasnya.


"Kasus korupsi yang dilakukan Pemimpin Tambang hanya alat untuk mengalihkan pandangan kita ke sesuatu yang lebih besar. Aku sedang melacaknya, jadi jangan bunuh pria gendut itu." Allen menambahkan.


"Tapi Bos, semua bukti sudah mengarah padanya. Aku dan kelompok sudah menemukan bukti hasil korupsi yang dilakukan pemimpin tambang dan komplotannya." Shera mengatakan yang sebenarnya.


"Simpan saja dulu, pasti ada orang yang menjadi otak dari semua rangkaian ini. Jangan fokus ke tambangnya, tapi fokus pada keuntungan yang diperoleh musuh." Allen menyentuh janggutnya dan berpikir.


Setelah beberapa saat berpikir, Allen menemukan jawabannya. "Keluarga Baruch ingin balas dendam, mereka mengirim iblis buatan untuk menyerang dari segala sisi."


Shera mendengar penjelasan Allen yang cukup panjang. Mereka membuat rencana untuk mencari pion yang di tinggalkan Keluarga Baruch.


Tidak lupa Allen juga mengirim telepati ke Tiwi untuk segera membersihkan orang-orang tidak kompeten serta pengkhianatan. Kemampuan Eye of Truth sangat membantu di situasi saat ini.


Semua bergerak dengan cepat, Shera dan kelompoknya kembali dengan semua bukti yang mengarah pada Pemimpin Tambang. Tapi mereka tidak langsung menangkapnya, Allen terus mengikuti pria gendut itu hingga akhirnya sosok pria kurus mengunjunginya.


"Apa yang terjadi, kemana pengawalmu?" tanya Pria Kurus.

__ADS_1


"Mereka lemah dan mati di tangan satu orang." Pemimpin Tambang tampak marah.


__ADS_2