Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Mengumpulkan


__ADS_3

Nathan menyiapkan beberapa berkas untuk menuntut kepala koki Kota I, tapi ia menemukan banyak kendala dan harus menghubungi Allen. “Bos, sepertinya kita harus menutup kasus ini,” katanya di telepon.


Allen baru saja menyelesaikan latihannya di alun-alun kota, ia mengangkat telepon dan bertanya, “Ada masalah apa?”


“Setelah aku memeriksa identitas koki itu, banyak Pejuang Beladiri yang mendukungnya dari belakang. Bisa di bilang Kepala Koki itu punya keterampilan khusus yang membantu para pejuang beladiri.”


Nathan menggunakan jaringan ilegal untuk mengakses informasi Kepala Koki, ia sangat terkejut karena ternyata Kepala Koki itu adalah seorang pejuang tingkat 3 yang cukup langka di dunia.


Allen segera menemui Nathan di penginapan, ia membaca semua informasi dengan sangat cepat. Nathan dan Nala hanya bisa terperangah melihat Allen membalik kertas informasi sangat cepat.


“Menarik, aku tidak menduga sialan itu punya kelompok yang kuat.” Bukannya takut, Allen malah tersenyum jahat. Sekarang ia sudah cukup kuat untuk menghadapi para penjahat di bawah tingkat 4.


[Status : Pemain Allen]


Level : 3


Kekuatan tubuh : 55


Stamina : 39


Konsentrasi : 44


Mental : 32


Wibawa : 30


Aura : 49


Total Kekuatan : 41.370 (kurang akurat)


---- Keterampilan ----


Pemain pengguna sistem dewa, tingkat Maha Dewa.


Mata Dunia, tingkat ?.


Seni Beladiri (Teknik Jiwa), tingkat ?.


Alkemis, tingkat sangat rendah.


---- Spirit Pendukung ----


Peri Air


Peri Tanah


Peri Api

__ADS_1


Peri Angin


---- Gelar ----


Peramu Racun, meningkatkan efek racun sebanyak 10%


---- Bonus ----


Bonus poin bebas : 0


Bonus poin skill : 0


Perkembangan Allen tidak lepas dari kemampuannya dalam meramu pil. Sekarang Allen tidak hanya bisa membuat pil penguat tubuh, tetapi juga pil ketenangan yang sangat berkhasiat untuk peningkatan aura.


“Bos, lawan kita bukan orang-orangan sawah. Tidak hanya kuat, mereka punya banyak jaringan.” Nathan sedikit khawatir dengan keputusan bosnya. Meskipun ia yakin dengan kekuatan Allen, tetapi melawan ratusan pejuang beladiri bukan keputusan yang bijak.


Allen tersenyum tipis. “Kamu benar, bukan keputusan bijak membuat mereka menjadi musuh. Tapi bagaimana jika membuat mereka berdiri di sisiku, terutama si kampret yang telat kemarin,” katanya pelan.


Yone saja menolak tawaran Allen, sekarang Kepala Koki yang punya keterampilan alkemis dibidik juga. Nathan hanya bisa menggelengkan kepala dan menerima keputusan bosnya dengan lapang dada.


“Aku tidak punya pendapat lagi, Bos.”


Allen segera mengalihkan pandangannya ke Nala. “Nala, akses Website Gelap. Hubungi seseorang bernama Jery. Katakan padanya Pemimpin Dunia ingin bertemu dengannya!”


Jery adalah nama asli dari seorang peretas bernama Pala Merah, ia salah satu kelompoknya di awal-awal belajar komputer. Meskipun kemampuannya dalam dunia maya tidak lebih baik dari Nala, Allen punya rencana untuknya.


Nala menggerakkan jarinya, ia mengetik dengan kecepatan yang tak masuk akal. Dalam beberapa menit saja ia langsung mendapat jawaban.


“Katakan bahwa ia akan membongkar warna celana kesukaannya!” ucap Allen dengan suara pelan.


Nala tanpa bertanya lagi langsung mengirim pesan pada Pala Merah. Setelah membaca pesan dari Nama, Jery Si Pala Merah langsung membalas dan mengatakan, “Dimana kau bajingan gila!”


Jery adalah salah satu orang yang mengetahui identitas aslinya. Oleh karena itu, Jery harus segera di amankan, termasuk 3 temannya yang lain. Meskipun mereka tidak tahu siapa Allen, setidaknya mereka tahu bahwa dirinya ada di Kota K.


Dua hari waktu yang dibutuhkan Jery untuk sampai di Kota K, ia langsung menggunakan pesawat kelas bisnis. Bukan karena dia kaya, tetapi karena kemampuannya menghasilkan uang sangat licik.


“Huh, semoga saja aku tidak tertangkap. Bajingan itu kenapa tiba-tiba menghubungiku, bukankah dia sekarang jadi budak perusahaan!” gumamnya pelan.


Siapa yang menduga ternyata Allen muncul di belakangnya. “Sialan, kau selalu mengumpat di belakangku!” katanya sambil duduk di sebelah Jery.


“Bajingan, jika kau sudah tahu aku di sini kenapa kau menyuruhku ke kota K. Kau membuang uangku yang berharga!” teriak Jery dengan suara keras.


Allen menarik dompet dan mengeluarkan 2 juta rupiah untuk mengganti ongkos perjalanannya. “Brengsek, kau masih saja mata duitan. Ambil ini, anggap saja ongkos untukmu.”


“Sejak kapan kau menjadi baik hati seperti ini?”


“Sejak dululah, Bodoh. Kau saja yang tidak bisa lihat hati malaikatku!”

__ADS_1


“Jijik, sialan!”


“Baiklah, ayo langsung ke fokus utama kita.”


Allen menjelaskan pekerjaannya, kemudian ia langsung memberikan tawaran untuk Jery berlayar bersama kelompoknya. Tidak lupa ia juga menjelaskan bahwa dunia beladiri sangat menyeramkan, jadi nyawa bisa melayang kapan saja.


“Bodoh, tidak mungkin aku menerimanya. Lebih baik hidup damai dan menikmati kekayaanku.”


Allen membuka laptopnya dan sebuah kode hitam putih muncul di layarnya. Allen tersenyum tipis dan mengatakan, “Satu kali tekan tamat riwayatmu, hukuman penjara selama 100 tahun segera menantimu!”


“Cih, sekarang kau menjadi sangat berani. Kau pikir aku takut, sebarkan saja!” teriak Jery sambil membuang mukanya, tetapi lirikan matanya masih mengarah ke layar laptop untuk memastikan keadaan.


Allen dengan gerakan pelan mengarahkan telunjuknya ke tombol Enter, tidak lupa ia tersenyum tipis untuk mengintimidasi lawan bicaranya. Allen tidak berharap Jery akan mengucap sumpah setia maupun sumpah darah, yang dia butuhkan sekarang adalah tim yang kuat.


Setelah jari telunjuk Allen satu centimeter dari tombol, Jery langsung menghentikannya. “Baik, baik kau menang. Sekarang apa kerjaku?” ucap Jery pasrah dengan keadaan.


“Tidak terlalu banyak, pelajari ini dan terapkan dalam tubuhmu. Aku ingin kau menghafalnya kemudian bakar bukunya. Satu minggu lagi kau harus datang lagi ke hadapanku.”


Allen menggunakan gabungan keterampilan Stealth dan angin tiba-tiba menghilang dari pandangan Jery. Padahal mereka sekarang ada di atas udara, tidak mungkin manusia melompat dari ketinggian ini.


Jery hanya bisa ternganga kemudian mengusap matanya beberapa kali memastikan matanya bekerja dengan normal. “Sial, apa itu tadi. Bajingan itu menjadi hantu!” katanya pelan.


Allen sebenarnya ada di balik pintu, ia menunggu pesawat turun dan segera keluar tanpa membayar tiket pesawat bisnis. Jery yang tidak punya pilihan selain menetap di Kota K, harus mencari penginapan dan segera menghafal buku Teknik Pikiran Dewa.


“Satu orang sudah aman, sekarang waktunya membuat persiapan yang lebih matang. Nathan, apa semua sudah siap?” tanya Allen dengan suara pelan.


“Seperti yang kau katakan, aku sudah mengirim surat tuntutan ke Kota Z pada Kepala Koki. Sekarang tinggal menunggu waktu yang tepat.”


Allen mendatangi Jamie Oliver untuk menanyakan kabar terkini tentang ayahnya yang sekarang sudah kehilangan jabatannya. “Apa kau masih tidak percaya dengan rencanaku?” tanyanya dengan suara mengejek.


“Bocah sialan, kau bisa membaca situasi ini dengan sangat baik. Mari mulai langkah kedua.” Jamie Oliver mulai bersemangat, karena semua persiapan sudah selesai, tinggal menunggu panen.


“Tidak perlu terburu-buru, yang akan menjadi walikota selanjutnya adalah seorang Pejuang Beladiri. Jadi lebih baik kita mendekatinya dengan barang yang bermanfaat untuknya.” Allen mengeluarkan botol berisi pil kebugaran kualitas paling rendah.


“Meskipun aku bukan seorang pejuang beladiri, aku bisa merasakan pil ini sangat berharga.”


“Tentu saja, jika di jual harusnya ini berharga 1 miliar.”


Setelah berbicara panjang lebar, Allen berpikir untuk menarik Jamie Oliver ke sisinya. Ia memberikan tawaran yang sama seperti Jery, sehingga Jamie Oliver bisa mempelajari Teknik Pikiran Dewa.


“Aku sudah terlalu tua, tidak mungkin untukku belajar beladiri lagi.” Jamie Oliver pesimis dengan keadaan tubuhnya sekarang.


“Makanlah satu, kau akan mengerti maksudku.” Allen menyodorkan pil ketenangan.


Tanpa terlihat curiga, Jamie Oliver langsung menelan pil itu tanpa mendorongnya dengan air. Tepat setelah pil mencapai tenggorokan, tubuhnya terasa sangat hangat dan pikirannya menjadi sangat tenang.


Jamie Oliver yang merasa terbebani sepanjang waktu langsung mengambil kertas dan membiarkan Allen duduk di kursi tamunya. Ia bekerja layaknya robot dan menulis semua pemecahan masalah dengan gampang. Tidak terasa 2 jam berlalu, Jamie Oliver baru sadar bahwa Allen masih duduk manis ditemani dengan teh hijau di cangkirnya.

__ADS_1


“Itu adalah salah satu keistimewaan pejuang beladiri. Kau bisa berkonsentrasi penuh pada sebuah pekerjaan.” Allen berdiri dan mendekati Jamie Oliver.


“Apa kau sekarang berminat?” lanjutnya memberikan penawaran.


__ADS_2