Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Perang Berkecamuk


__ADS_3

Thomas hanya bisa menunduk, dia langsung putus asa setelah mendengar ada 15 Pejuang Tingkat 7.


Namun dengan kata-kata Allen, Thomas mulai bangkit. Sekarang bukan saatnya putus asa, dia langsung mengangkat tangan dan memanggil orang kepercayaannya.


"Segera kumpulkan pejuang yang siap berperang. Kita harus melindungi Keluarga Muller!." Suara lantang yang dikeluarkan Thomas membuat orang-orang disekitarnya termotivasi.


Allen dan Simon tersenyum, mereka akhirnya membangkitkan Thomas Muller yang sebenarnya.


"Ketua Wilson, tolong panggil 2 Leluhur lainnya." Thomas sudah siap bertarung, pedang panjang di kursi segera diambilnya.


"Tidak perlu repot, kami sudah datang." Salah Satu Leluhur Keluarga Muller menampakkan wajahnya.


"Dimana Ketua ke 3?" tanya Thomas dengan tatapan serius.


"Tidak perlu mencari, dia ada di sekitar kita." Ketua Kedua menjawabnya dengan santai.


Allen melirik ke arah Ketua Ketiga yang menyembunyikan dirinya menggunakan sebuah jubah transparan.


Ketua Ketiga membalas melihat, dia sedikit terkejut karena penyamarannya bisa diketahui dengan mudah.


"Bertarung tanpa persiapan hanya akan membuang nyawa. Sekarang kalian duduklah," kata Allen dengan tenang dan duduk langsung. Padahal tuan rumah sebenarnya adalah Keluarga Muller.


Semua orang mengikuti perintah Allen, hal itu membuat poin Wibawanya naik.


[Wibawa +3.]


"Musuh punya 10 pejuang tingkat 7, itu yang dirumorkan. Namun aku bisa memastikan mereka hanya membawa 4 Pejuang Tingkat 7, sisanya puncak tingkat 6." Allen membeberkan informasi yang dia lihat dengan mata kepalanya sendiri.


"Apa kamu yakin?" tanya Thomas sedikit punya harapan.


Allen menggelengkan kepala. "Itu informasi beberapa hari yang lalu. Seharusnya sebentar lagi informasi terbaru datang."


Sebuah panah mengarah ke depan Allen, dengan sigap ia menangkap anak panah itu. "Ada 3 bantuan lain, mereka bertiga setara dengan Pejuang Tingkat 7. Artinya sekarang ada 7 orang pejuang kuat."


Thomas dan semua Leluhur Keluarga Muller panik. Mereka tidak bisa menghadapai banyak Pejuang Tingkat 7.


"Apa semangat kalian turun lagi?" tanya Allen dengan wajah serius.


"Kita tidak bicara tentang semangat, tapi tentang peluang menang." Wilson Muller mencoba membela pihaknya.


Allen mengelar peta dan menaruh sebuah bidak catur di bukit dekat kediaman Keluarga Muller. "Manfaatkan pegunungan untuk menahan serangan musuh."

__ADS_1


"Apa kau menyuruh prajurit mati di atas bukit?" tanya Thomas sedikit kesal.


Allen tidak bisa bicara lagi, meskipun pintas Thomas masih awan dengan medan perang asli.


"Aku tidak menyangka kau masih bodoh seperti yang dulu. Menggunakan bidak di atas bukti artinya bisa menyerang dan bertahan." Simon menyela pembicaraan mereka berdua.


Benar apa yang dikatakan Simon, prajurit di atas bukit memang sangat efektif, tapi mereka semua harus siap mati.


Allen menyela pembicaraan mereka. "Tidak sesederhana itu, sebenarnya pasukan di atas bukti hanya untuk mengalihkan perhatian musuh. Percayalah, mereka tidak akan kehilangan nyawa."


Rencana langsung dilaksanakan tanpa pertanyaan lebih lanjut. Allen sebagai pusat komando mengirim 30 pejuang tingkat 5.


Mereka langsung memasang tenda dan beberapa peralatan modern. Pergerakan mereka diketahui musuh dan sekelompok orang dari pihak musuh langsung menyerang.


Budi dan kelompoknya menghadang penyerangan musuh. Mereka semu pengguna Prinsip Jiwa, jadi bisa menggunakan Monster Bayangan.


Jejak pasukan musuh menghilang di telan bumi. Tidak ada tanda-tanda pertarungan di sepanjang jalan.


Kepala Keluarga Bishop kebingungan, dia memerintahkan pasukan yang lebih banyak. Namun hasilnya tetap sama, semua orang menghilang tanpa memberi kabar.


Budi melihat pohon besar, "Bukankah tugasmu di tempat musuh?" tanyanya.


Shera dan Pedro menampakkan wujudnya. "Bos ingin kita mundur sejenak, dia yang menyuruh kita menghancurkan pasukan penyerang," jawab Shera dengan suara pelan.


"Ok," jawab Shera dan Pedro, kemudian mereka langsung menghilang dan bersembunyi.


Pasukan 100 orang dikirim ke dua arah yang berbeda, Budi hanya bisa melihat 50 pasukan musuh menerobos pertahanannya.


Shera dan Pedro tidak mau menunggu lagi, mereka langsung mengeksekusi semua orang dengan Pedang Pendek.


50 orang langsung menghilang dalam beberapa menit saja. Bekas pertarungan terlihat dimana-mana, Shera dan Pedro sedikit terluka karenanya.


Allen dari pusat komando memberi perintah. "Shera, Pedro sekarang kalian bergerak ke samping kanan. Manfaatkan kesempatan yang di buat Pasukan Keluarga Muller."


Shera dan Pedro menelan pil kebugaran, kemudian langsung menjawab, "Baik Bos!." Keduanya langsung menghilang layaknya debu yang tertiup angin.


Budi dan pasukannya sedikit kelelahan karena pertarungan sebelumnya. Mereka memakan pil kebugaran untuk memilihkan stamina.


Kepala Keluarga Bishop sangat marah karena sudah mengirim 250 orang tapi tidak membuahkan hasil. "Brengsek, kirimkan Pejuang Tingkat 7. Aku ingin melihat mereka hancur sekarang."


"Tuan, tenangkan dirimu. Memangnya apa yang bisa diperbuat orang-orang di atas bukit. Mereka hanya semut tingkat 5." Jendral Perang Keluarga Bishop memberi saran.

__ADS_1


"Kau benar, sekarang fokus menyerang ke depan. Nanti malam kita buat Keluarga Muller rata dengan tanah!." Kepala Keluarga Bishop tampak sangat bersemangat.


Sejarah sedikit berubah, pada awalnya Keluarga Bishop menyerang Keluarga Huben. Karena Keluarga Huben sudah terpecah, mereka melampiaskan kemarahannya pada Keluarga Muller.


Malam telah tiba-tiba, ribuan orang bergerak ke arah kediaman Keluarga Muller. Mereka berjalan kaki dan membawa senjata. 15 orang di depan sangat mendominasi, mereka adalah Pejuang Tingkat 7 yang sangat ditakuti.


Thomas dan semua keluarga Muller tampak sangat pucat. Tidak hanya semangat juang mereka turun, tapi kepercayaan anggotanya juga menurun.


Allen mengambil alih komando. "Siapapun yang tidak ingin bertarung pergilah, Aku Allen akan menuntun kalian sang pemberani ke langit!" serunya dengan suara lantang.


Setelah mendengarnya, sebagian prajurit melarikan diri. Mereka memilih untuk menyelamatkan nyawa dan keluarganya. Meski begitu masih ada 1200 orang yang masih berdiri tegap di hadapannya Allen.


"Aku tanya sekali lagi, apa kalian siap mengorbankan apapun untuk Keluarga Muller!." Allen mengepalkan tangan atas membakar semangat juang keluarga Muller.


"Kami Siap!" teriak semua orang dengan suara lantang.


"Malam ini kita akan bertarung, tidak ada yang diizinkan mati sia-sia." Allen melemparkan sebuah kertas kuning ke langit, sebuah kubah menutupi semua kediaman Keluarga Muller.


[Pemain menggunakan Jimat Pendukung. Energi Mental akan di konsumsi seiring berjalannya waktu.]


Allen sudah siap dengan ini, kubah yang menutupi seluruh Kediaman Muller dapat meningkatkan stamina orang didalamnya. Tidak hanya itu, Jimat Pendukung juga sedikit meningkatkan kekuatan sekutu. Efek sampingnya tidak kalah mengerikan, setiap menit Energi Mental akan dikonsumsi. Jika Allen kehabisan energi mental, akalnya akan hancur dan menjadi orang gila.


Tanpa basa basi, pasukan musuh langsung mendobrak gerbang besar dan masuk ke dalam kubah. Mereka mengacungkan senjatanya dan menyerang setiap mahkluk hidup didepannya. Tidak hanya pohon, bahkan hewan-hewan tidak bersalah juga mereka bunuh.


Perang berkecamuk pasukan musuh terus berguguran tapi anehnya pasukan Keluarga Muller belum ada yang jatuh.


"Tarik mundur yang terluka!." Allen memberi perintah pada kelompok penyelamat. Mereka semua tidak bisa bertarung dengan baik, tapi larinya sangat cepat dan punya ketangkasan tubuh yang baik.


100 orang berlari dengan kecepatan tinggi dan membawa pulang mereka yang terluka. Karena tidak memungkinkan tanpa mobil, Allen memerintahkan kelompok penyelamat untuk mengambil alternatif.


"Gunakan mobil mewah atau apapun di garasi. Sekarang bukan waktunya menyimpan harta!." 50 mobil mewah koleksi Thomas di keluarkan dari garasi dan menerjang medan pernah.


15 Pejuang Tingkat 7 di pihak musuh mulai bergerak. Allen segera melirik ke orang yang tersisa.


"Kalian sudah bisa bergerak sekarang. Simon, aku tidak ingin kamu main-main disini. Kita masih punya banyak urusan di markas." Allen memberi peringatan pada Simon.


"Baik, Tuan. Mereka hanya bocah-bocah kemarin sore." Simon dengan cepat bergerak.


Thomas, Wilson, dan ketua Keluarga Muller lainnya bergerak juga. Mereka langsung menuju 15 Pejuang Tingkat 7 di pihak musuh.


Simon berdiri di atas batu menghadap pejuang terkuat di pihak musuh. "Sayang sekali aku dipertahankan untuk segera menyelesaikan ini. Padahal kita sudah lama tidak bertemu, Jenius Shanghai, Ling Tong."

__ADS_1


"Kau pikir masih orang yang bisa mendominasi seperti dulu. Ingat umur, Pak Tua!."


Simon tertawa keras dan tangannya tiba-tiba muncul di muka Ling Tong. "Murid durhaka!" serunya sambil melempar Ling Tong ke barisan musuh.


__ADS_2