Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Lembu Suro


__ADS_3

Refleknya terlalu mendominasi, Allen rasa itu bukan hal yang baik. Kemudian ia teringat waktu menyerap Batu Kegelapan.


Setelah menyerap batunya, kasadaean Allen di bawa ke sebuah tempat serba putih. Dia disuruh memilih 7 dari 14 pilihan, ada plakat melayang yang terdapat tulisan kuno.


Allen tidak bisa membacanya, ia hanya bisa merasakan pilihannya ketika menyentuhnya. Semuanya sesuai dengan hati nuraninya.


Setiap kali memilih, warna ruangan akan berubah-ubah. Tidak ada yang tahu maksudnya, tapi setelah Allen memilih plakat ke 7, warna ruangan itu berwana abu-abu.


"Lupakan saja ayo periksa lagi lubangnya." Allen berlari ke lubang yang dia buat. Energi jahat yang keluar dari dalam masih sama seperti sebelumnya.


Poin Mentalnya sudah meningkat, Allen tidak gemetar seperti sebelumnya. Ia terus menggali dan mencari tahu apa yang ada di dalamnya.


[Mental +1.] (3x)


Pemberitahuan sistem terus muncul, ia masih tetap fokus dan menggali. Sebelum jam 8 pagi, Alleb menemukan sesuatu yang mencurigakan.


"Tengkorak manusia, tidak ini bukan susunan tubuh manusia. Apa mungkin seekor sapi?." Allen kebingungan, ia bertanya pada dirinya sendiri.


Peri Tanah muncul dan berkata, "Benar, itu dia. Lembu Suro orang yang seharusnya menikahi Dewi Kilisuci."


"Lembu Suro, kasihan sekali nasibnya. Sepertinya perjalananku sia-sia. Lebih baik mengburnya lebih dalam." Allen berbalik dan segera naik ke atas untuk melihat sekitar.


Setelah keluar, suara terdengar dari dalam lubang. "Manusia, akhirnya ada manusia yang berbudi luhur. Datanglah kemari!."


Lembu Suro memanggil Allen yang baru sampai atas. Tanpa rasa curiga dia langsung masuk ke dalam dan memenuhi panggilannya.


"Senior, saya Allen tolong terima hormat ini." Allen mencoba memberi penghormatan pada Lembu Suro.


"Apa kau mengingat siapa aku?" tanya Lembu Suro.


"Tentu saja Senior, anda Lembu Suro yang bisa membalikkan dunia dengan kekuatannya." Allen sedikit melebih-lebihkan pernyataannya.


"Bagus, generasi sekarang ternyata punya pandangan yang bagus. Mendekatlah aku punya hadiah untukmu." Lembu Suro menggoda Allen untuk mendekat.


Tentu saja Allen mendekat hingga jarak tulang belulang dengannya hanya satu meter.


"Coba cari cincin penyimpanan di tangan kiriku. Seharusnya benda di dalamnya masih cukup banyak." Lembu Suro memberinya barang-barang kuno.


"Terima kasih, Senior. Tapi sebelum itu bolehkan saja bertanya tentang Mahesa Suro?." Allen mencoba mencari informasi darinya.


"Mahesa, dia juga terkubur sama sepertiku. Kenapa kau cari dia?." Lembu Suro bertanya balik, ia juga ingin mengetahui mengapa sejarah di tulis dua orang.

__ADS_1


"Aku hanya mendengar dia punya harta yang melimpah. Mungkin Senior Mahesa punya pengaturan untukku." Allen mencoba membanggakan dirinya.


Namun Lembu Suro kurang senang karena Mahesa sebenarnya sudah mati di tangannya. Tidak hanya membunuhnya, Lembu Suro juga memakannya hingga habis. Hal itu semata-mata karena rasa cintanya pada Dewi Kilisuci.


"Dia tidak sekuat aku. Jadi jangan berharap jiwanya masih terap utuh." Lembu Suro tetap tenang menjawabnya.


Allen mendekat untuk mengambil Cincin Penyimpanan. Jiwa Lembu Suro langsung bergerak cepat dan masuk ke dalam tubuhnya.


Merasakan rasa panas di dalam tubuhnya, Allen melepas Cincin Penyimpanan yang diberikan. Dia duduk dan mengedarkan Teknik Prinsip Jiwa.


Darah mulai keluar daei dua sudut luar matanya, rasanya sangat perih. Allen meringis kesakitan, ia harus menahannya supaya musuh tidak mengambil tubuhnya.


"Ayo kamu bisa!." 4 Peri mendukung Allen dengan melemparkan kata-kata semangat.


Peri Api yang aslinya diam berteriak paling keras, dia tidak ingin melayani iblis bernama Lemnu Suro.


Setelah neberapa saat, kesadaran Allen di bawa ke sebuah ruangan berwarna abu-abu sama sepeti pilihannya kemarin.


Seekor Lembu berbadan manusia berdiri tegap menghadap Allen. "Jadi kau berhasil menahan rasa sakitnya. Sekarang tubuh ini menjadi milikku, jadi jangan berontak dan terima saja."


Allen tersenyum manis, dia tidak menyangka ternyata Lembu Suro ingin mengambilkan tubuhnya. "Menarik, seorang Iblis tingkat Marques berani menantang ku."


"Menarik, kau memang bocah yang menarik!." Lembu Suro senang dan tertawa keras. Tiba-tiba tubuhnya menghilang dan berdiri tepat di depan lawannya.


"Jangan sombong, bocah ingusan!" lanjutnya sambil mempersiapkan pukulannya.


Allen reflek langsung menyerang duluan, di dalam Alam Bawah Sadar dia adalah rajanya. Pukulan Allen berhasil mengenai pipi musuh hingga di terbangkan pukulan meter.


Pedang pendek yang masih di selimuti kain mori keluar, Allen memegangnya di tangan kanan. Langkah kakinya tampak pelan tetapi tekanan yang dipancarkan sangat kuat.


Lembu Suro tidak terima, ia mengeluarkan kapak besar dan mulai menyerang. Ayunan kapaknya sangat berat, tapi Allen menghentikannya dengan Pedang Pendek di tangan kanannya.


"Apa Lembu Suro memang selemah ini? Aku sedikit kecewa." Allen tersenyum tipis untuk memprovokasi lawannya.


Lembu Suro geram, ia mengeluarkan kapak lainnya di tangan kiri. Dengan ayunan yang tidak beraturan Lembu Suro menyerang.


Allen dengan tenang menghadang serangan musuh, ia memanfaatkan sudut serangan untuk membelokan ayunan kapak. Teknik ini hampir sama dengan teknik pertarungan tangan kosong, Baguazhang. Bedanya Allen mengaplikasikannya menggunakan pedang.


Setelah dua jam, Allen tidak bergerak dari tempatnya. Dia masih terlihat kokoh tanpa kelelahan sedikitpun.


Kekuatan Jiwanya sangat kental, jadi seekor Iblis tingkat Marques tidak mungkin bisa mengambil tubuhnya.

__ADS_1


"Sudah, aku merasa Dewi Kilisuci benar. Dia memang seharusnya menguburmu!." Allen masih memprovokasinya, dia tahu Lembu Suro dalam keadaan sakit hati.


"Kau berani!." Lembu Suro melepaskan aura tingkat 8 yang konon katanya bisa melawan dewa.


Serangannya kali ini sangat berat, tapi Allen masih mendominasi dengan serangan pelan tapi tepat sasaran. Pedang Pendeknya dimainkan, serangannya terus mengarah ke leher.


Lembu Suro mengamuk seperti sapi. Kaki dan tangannya di gerakan ke segeralah arah, dia tidak tahu dimana letak musuhnya.


"Sudahlah, kau memang lemah." Allen menciptakan aebuah tangan dari Enegri Jiwa, kemudian dia menggenggam Lembu Suro dan menghentikannya.


"Tidak, siapa kau sebenarnya!." Lembu Suro merintih kesakitan. Tangan berwarna ungu kehitaman itu sangat menyakitkan.


"Sudah kuatakan, aku Allen. Jadi ayo bicarakan hal serius." Allen mendekat dan mengatakan pertanyaannya.


"Dimana Lembuswana?"


Pernyataan Allen terdengar mendengung di telinga Lembu Suro. Lawan bicaranya itu tampak pucat.


"A... aku tidak tahu!." Lembu Suro menjawabnya sambil gemetar.


"Aku tidak percaya, kau pasti keturunan. Katakan dimana dia berada?." Allen menekankan pertanyaannya.


Lembu Suro pernah merasakan tekanan ini, Allen sekarang sama dengan Ayahnya Lembuswana.


"Tidak, aku memang tidak tahu. Ayah menghilang setelah perang besar. Jika tebakanku benar, dia sudah ada di Dunia Atas." Lembu Suro tampak ketakutan.


"Bagaimana anak kuat sepetimu sangat takut dengan ayahnya. Katakan!."


"Tidak, tidak aku tidak kuat. Ayah jauh lebih kuat, dia bisa membalikkan gunung dengan tangannya."


Lembu Suro sangat ketakutan hingga wajahnya pucat. Allen sedikit bingung dengan situasi ini, dia harus melenyapkan Lembu Suro atau tidak.


Lembu Suro tampak sangat jahat, Allen bisa mengetahui dari aura yang dipancarkan. Dia tidak tahu bahwa Mahesa telah mati di tangan Lembu Suro.


Melihat kejanggalan itu, Allen membuka mulutnya dan bertanya pelan. "Mahesa Suro, siapa dia sebenarnya?"


"Iya, iya aku yang membunuhnya. Tolong ampuni aku Tuan, dia hanya anak manusia dari Kota terpencil!." Lembu Suro mencoba menjawabnya dengan benar.


Allen menyempitkan matanya, padahal ia tidak bertanya bagaimana Mahesa mati, tapi Lembu Suro malah mengakui kejahatannya.


"Bagus, bagus. Ayo teruskan!." Allen tersenyum manis.

__ADS_1


__ADS_2