Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Sejarah Kuno


__ADS_3

Trik yang sangat baik, monster tua yang berumur ribuan tahun itu menghala napas. Ia mencoba tetap tenang meski hatinya sedikit panas. “Tuduhan tanpa dasar, lihatlah!” kata Drakula sambil membuka mulutnya lebar-lebar kemudian mengangkat lidahnya.


Allen sedikit terpojok, padahal ia sangat yakin ada 2 pil yang ada di balik lidahnya. “Pil racun dan penawar bersamaan di telan, sungguh keberanian yang bagus,” katanya dengan suara santai.


Drakula menyempitkan matanya, perasaan dia sudah menyembunyikannya dengan baik tapi bocah di depannya sangat licik. Allen bisa mengetahui itu karena pemberitahuan sistem yang terus muncul.


[Peringatan, vampir kuat terdeteksi harap pemain mudur.]


[Terdeteksi Drakula menelan Pil Penawar dan Pil Pertukaran.]


[Bahaya terdeteksi aura kuat telah dilepaskan.]


Allen hanya bisa tersenyum kecut, padahal awalnya sistem mengatakan Drakula tidak akan menyakitinya. Tapi ia tidak merasakan tekanan yang dipancarkan lawannya, ternyata ada sosok bayangan besar di belakang Allen yang tidak di sadari siapa pun kecuali Drakula.


“Apa, siapa kau!” teriak Drakula sedikit ketakutan, ia merasa bayangan hitam itu ingin memakannya. Perasaan ini sama seperti ribuan tahun yang lalu, seorang pria berhasil mengalahkannya hanya dengan kekuatan fisik. Meskipun sudah memar di sekujur tubuhnya, pria itu terus bangkit dan menggunakan tinjunya.


Allen bingung, padahal sebelumnya Drakula menunjukkan dominasinya. Namun sekarang ia tampak ketakutan dan mencoba menjilat kakinya. “Apa yang terjadi padamu?”


“Tolong ampuni nyawaku. Pria kecil ini akan melayanimu sampai mati!” teriak Drakula histeris.


Mendengar itu, Allen tambah bingung hingga mengerutkan keningnya. “Apa vampir ini bodoh,” katanya dalam hati.


“Baiklah, aku mengampunimu. Sekarang berdiri dan ceritakan kenapa kau sampai bernasib seperti ini.”


Drakula mulai duduk, ia menceritakan kejadian pada tahun 100an setelah perang Ragnarok. Kala itu ia berhasil memperdaya salah satu Keluarga Moldova untuk memasok darah untuknya. Ia memberikan imbalan memberinya sedikit kekuatan.


Perang Ragnarok sendiri terjadi karena para Dewa dan Iblis ingin menghancurkan Dunia Manusia, tapi seorang pemuda bernama Aldi berhasil menghentikan mereka dan bahkan membalas dendam ke Dunia Dewa dan Iblis. Kekuatannya terus berkembang hingga ia berhasil membelokkan ruang dan memutar waktu untuk segelintir orang.


Drakula sendiri hidup ribuan tahun sebelum perang, kejahatannya sudah tidak bisa di rangkai dengan kata-kata. Tiba-tiba ia bertemu orang dari masa depan dan di paksa untuk berada di dalam ruangan aneh ini, sampai sekarang dia bahkan belum tahu bagaimana caranya bebas.


“Ceritakan dunia 100 tahun setelah Ragnarok?” tanya Allen dengan ekspresi serius. Ia membutuhkan banyak informasi untuk meningkatkan pemahamannya tentang dunia.


“Aku tidak tahu, yang pasti aku tiba-tiba berada di ruangan ini kemudian bertemu bocah gila.” Ketika mengingatnya, Drakula merinding ketakutan. Tidak hanya bertekad baja, Pria yang memukulinya bertambah kuat setiap saat. Bahkan mencapai sihirnya tidak bisa melukai kulitnya.

__ADS_1


“Tapi aku mendengar dari budakku 100 tahun setelah Ragnarok,” lanjutnya.


Drakula kembali menceritakan kisahnya, 100 tahun setelah Ragnarok adalah batas waktu untuk formasi perlindungan yang dipasang pasukan Seven Soul untuk dunia. Setelahnya muncul sebuah retakan dan monster-monster dari dunia lain mulai muncul.


Ribuan nyawa tidak bersalah menjadi korban kekejaman para monster, Vampir di sini juga termasuk ras monster. Setelah kejadian itu, para kultivator kuno mengambil peran dan mengendalikan situasi melalui Perusahaan Aldi.


Retakan itu mereka namakan Dungeon, banyak manusia kuat yang ingin masuk ke dalam karena sumber daya yang sangat melimpah. Keserakahan mulai timbul di hati setiap manusia, makanya banyak orang menginginkan kekuatan.


Pada tahun-tahun itu menjadi sangat mencekam, pertarungan antara manusia dan monster bukan lagi menjadi konsentrasi utama. Sekarang para manusia yang terlampau kuat menghalalkan segala cara untuk mengamankan sumber daya. Namun semuanya berakhir setelah retakan besar terjadi, banyak manusia kehilangan nyawanya.


Drakula tidak tahu pasti seberapa kuat monster yang keluar, tetapi ia bisa merasakan auranya dari dalam ruang misterius ini. “Setidaknya dia ribuan kali lebih kuat dariku. Mungkin monster itu keluar dari neraka.”


“Neraka?”


“Aku tidak tahu pasti, tetapi aura kematian itu sama seperti iblis neraka yang sangat kuat. Mungkin berada di tingkatan King.”


Tingkatan King merupakan batas pengetahuan umum dunia, tetapi kenyataannya bukan seperti itu. Monster terakhir yang keluar dan menginginkan tumbal manusia adalah Iblis Neraka tingkat Mitos, Satan.


Allen mulai mendapat gambaran apa yang terjadi ribuan tahun yang lalu, kemudian ia memegang rantai yang mengikat Drakula. Ia mengalirkan auranya untuk memutus rantai. Namun rantai yang tampak rapuh itu tidak bisa di hancurkan dengan tangan kosong.


“Bam.”


Sayangnya tidak terjadi apa-apa, rantai yang tampak rapuh itu masih tersambung.


“Sial, rantai apa ini?”


Peri Tanah keluar, ia segera mengatakan, “Ini bahan kuno. Aku pernah melihatnya pasukan Seven Soul menggunakannya untuk pedang.”


“Bahan berkualitas tinggi tidak bisa di potong begitu saja, lebih baik menyerah dan tinggalkan aku di sini.” Drakula menghela napas lesu, ia merasa kesal dengan nasibnya yang terkurung selama ribuan tahun di ruangan gelap ini.


Peri Air muncul dan melihat ukiran aneh yang ada di rantai. “Lihatlah, ini ada ukiran aneh.”


Drakula menjawab, “Itu ukiran formasi kuno. Aku juga tidak tahu siapa yang menciptakannya.”

__ADS_1


Allen dan Peri Tanah saling memandang, mereka merasa ada yang aneh. Peri Air tidak peduli dan melihat ukiran aneh di rantai, ia mencoba mempelajarinya ukiran-ukiran aneh itu.


“Apa kau bisa melihatku?” tanya Peri Tanah.


“Kenapa tidak, aku bisa melihatmu.”


Drakula bukan manusia, ia adalah makhluk kuno yang terperangkap di celah retakan dimensi. Semua itu terjadi karena pemuda bernama Aldi menghancurkan ruang dan berhasil naik ke dunia yang lebih tinggi.


“Apa kau spirit sepertiku?” tanya Peri Tanah penasaran.


“Jelas tidak, mataku bisa melihat segalanya. Apa mungkin ini menjadi kutukan untukku,” jawab Drakula.


Pertukaran informasi antara Peri Tanah dan Drakula terjadi, Allen hanya bisa mendengar tanpa bisa berkomentar apa-apa. Peri Air justru tertarik dengan ukiran-ukiran aneh.


Peri Api dan Angin juga bergabung dengan Allen, mereka banyak bertanya pada Drakula untuk memperluas pengetahuannya. Tanpa sadar mereka ada di ruang misterius selama 2 hari lamanya.


Allen tidak merasa lapar karena ia seorang Pejuang tingkat 5, jadi ia terus mendengar pembicaraan mereka dan memperluas pengetahuannya. Sampai teriakan Peri Air terdengar, “Argh sialan!”


Peri Air memegang kepalanya dan menarik rambutnya frustrasi, ia sudah menggunakan seluruh otaknya untuk memecahkan satu ukiran rantai. Tapi tidak ada satu pun teori di dalam ingatannya yang berguna.


“Bocah kecil, jangan bersedih. Aku saja hanya bisa memecahkan 10 ukiran, dan setiap rantainya punya 120 ukiran kuno.” Drakula menghibur Peri Air, ia sebenarnya juga mempelajari ukiran-ukiran itu, tetapi tidak dapat memecahkan formasinya.


“120 ukiran? Tunjukkan padaku!” teriak Peri Air mulai kehilangan ekspresi datarnya. Ia tampak ekspresif dan penuh rasa penasaran. Tidak hanya satu pertanyaan, Peri Air menghujani Drakula dengan ratusan pertanyaan berbeda dan terus bertambah setiap menitnya.


Peri Tanah dan Peri Api hanya bisa bengong mendengar banyaknya pertanyaan Peri Air, mereka saling memandang dan tersenyum kecil. Mereka berdua mengatakan hal yang sama, “Women.”


Peri Angin atau Silvy tertawa kecil dan menutup mulutnya, ia tampak bahagia melihat teman-temannya yang aneh. Setelah beberapa saat ia menoleh ke arah Allen dan tersenyum.


“Apa yang terjadi padamu, Silvy?” tanya Allen sambil membalas senyumnya.


“Bukan apa-apa, aku hanya ingin mengucapkan terima kasih.”


“Jangan sungkan, aku juga membutuhkanmu. Jadi lupakan kejadian menyakitkan itu.” Allen mencoba menghibur Silvy dengan tutur katanya yang menyejukkan.

__ADS_1


Silvy tersenyum lebih lebar, ia mencium pipi Allen dengan tubuhnya yang tidak lebih besar dari jari telunjuknya. “Tetap saja, terima kasih.”


Setelah ciuman Silvy, Allen merasakan ada ingatan yang mulai muncul. Silvy memberikan ingatan tentang ukiran kuno, ternyata Peri Angin itu punya pengetahuan tentang ukiran kuno.


__ADS_2