Reinkarnasi Ninja Modern

Reinkarnasi Ninja Modern
Sistem


__ADS_3

“Jangan meremahkanku, Bos. Semua sudah disiapkan, semua kejadian di ruangan itu sudah terekam.” Nathan tampak sangat bangga dengan kemampuannya merencanakan sebuah kejahatan.


Allen tampak sedang memejamkan mata, ia sebenarnya mengirim energi jiwa untuk menguping pembicaraan Hakim Agung dan para pengacara perusahaan Kota R. Namun usahanya sia-sia karena ada sosok yang sangat kuat memblokir semua penyadapan. Tidak mau mengambil risiko Allen menarik energinya dan segera berdiri.


“Kita tidak bisa di sini terlalu lama, ayo pergi.”


Allen dan Nathan segera pergi, seorang kakek tua berpapasan dengannya. Allen masih menggunakan wajah tenang ketika melihat kakek itu, jika ia bereaksi sedikit saja pasti kakek tua yang mengenakan jubah hitam itu akan menangkapnya.


[Dante


Umur : 253 tahun


Elemen : Anomali (Angin, Api, Kegelapan)


Total Kekuatan : 64.260.]


Dante sedikit melirik Allen, ia merasa pernah bertemu dengannya. Tapi entah mengapa ia tidak ingat kapan kejadian itu terjadi. Padahal orang yang membuatnya kehilangan kesempatan naik ke tingkat 6 adalah pria muda itu. Dari total kekuatan yang tertera, dapat disimpulkan bahwa Dante kehilangan sebagian kekuatannya.


Dante dan pengikutnya segera mendatangi tempat Allen dan Nathan minum kopi, ia langsung menyebarkan auranya untuk mencari orang yang menentangnya. Namun hasilnya nihil, Dante tidak menemukan orang yang mencurigakan.


“Ayo kembali, semua itu sedikit lincah.”


Allen tampak meneteskan keringat dari dahinya, ia mulai menarik napas dan membuangnya secara perlahan. “Sepertinya kita lolos dari kematian, mulai sekarang jangan membuat pergerakan aneh. Para monster tua sudah mulai memperhatikan kita!”


“Apa maksudmu pria tua tadi?”


“Ya, dia seorang Pejuang Beladiri yang sangat kuat. Bahkan aku bisa mati dengan satu pukulannya,” jawab Allen dengan suara pelan.


Nathan memang sudah mengetahui dunia para pejuang beladiri, mereka melakukan tindakan sesuai keinginannya tanpa memperdulikan hukum. Bahkan ada banyak kasus pembunuhan yang akhirnya dihentikan karena melibatkan para pejuang beladiri.


“Bos, apa dunia para pejuang beladiri memang sekeras itu?”


Allen terdiam, ia berpikir cukup lama untuk menjawab dengan benar. “Ya, memang keras. Tapi aku rasa itu penting untuk hidupku.”


“Kenapa penting?”


“Seperti yang kau lihat, dunia ini punya sejarah panjang pertarungan antar manusia. Cepat atau lambat naluri kita untuk bertarung pasti akan timbul, dunia ini memang di desain untuk terus mengulang siklus yang ada.” Allen mengatakannya dengan suara yang tenang, hingga Nathan terdiam terpaku.


Setelah memantapkan jiwa dan raganya, Nathan berlutut. “Bos, tolong ajari aku beladiri. Aku ingin melihat dunia yang sebenarnya engkau pijak!” katanya dengan suara tegas.


Nathan melakukan itu di tengah keramaian taman, tentu saja semua orang melihat dan menatapnya. Namun Allen dan Nathan tidak peduli dengan mereka, Allen membantu Nathan berdiri.


“Jangan terlalu formal, cepat atau lambat kau juga akan terlibat. Bukankah kemarin sudah aku katakan, mengikutiku sama dengan berjalan di ladang ranjau, salah satu langkah saja kau bisa meledak.”


Setelah berbincang ringan, Nathan mulai kagum dengan bosnya. Siapa yang mengira ternyata kejadian besar di dunia adalah ulah para pejuang. Nathan juga baru mengetahui pria tua yang barusan simpangan dengannya berumur lebih dari 250 tahun.


[Selamat tuan telah membuka sistem Guru-Murid.]


Allen segera menoleh ke arah pemberitahuan sistem, bukannya terkesan dengan pembukaan sistem yang baru, ia kagum dengan cara bicara dan tampilan sistem yang baru.


“Sejak kapan, sistem jadi begitu sopan. Lihatlah tampilan ini begitu mewah padahal cuma layar transparan,” gumam Allen pelan.


[Sistem Guru-Murid.

__ADS_1


Level : 0


Guru dapat mengajarkan keterampilan tingkat sangat rendah pada muridnya.]


“Keterampilan sangat rendah?”


Allen tidak mengetahui tingkatan sebuah keterampilan, jadi ia hanya menebak-nebak dan pemberitahuan sistem lainnya muncul tempat di depan mukanya.


[Selamat tuan telah memicu misi tersembunyi, latih Nathan menjadi Pejuang tingkat 4. Sistem Toko akan terbuka jika Anda berhasil, sedangkan jika gagal akan mendapat pengurangan semua status 15 poin.]


“Ah, Sial.” Pengurangan 15 poin bukan jumlah sedikit, ditambah lagi sekarang latihan harian tidak mendapatkan poin tambahan.


Tingkatan sistem penguasa ada 9, yaitu Sangat Rendah, Rendah, Biasa, Bagus, Hebat, Superior, Dewa, Maha Dewa, Surga. Melihat sistem hanya tingkat Maha Dewa berarti kekuatan bawaannya yaitu Mata Dewa dan Teknik Jiwa berada di atasnya. Allen mulai merasa bahwa dirinya sedikit spesial di bandingnya orang lain.


Setelah beberapa jam, Allen mulai menyadari bahwa sistem Guru-Murid hanya bisa diakses jika penerima manfaat atau murid harus mengucap sumpah setia atau sumpah darah. Ini sangat aneh untuk manusia modern seperti mereka, tapi Allen harus mengatakannya.


“Apa perbedaannya, Bos?” tanya Nathan yang penasaran.


“Sumpah setia berarti engkau setia padaku dan organisasi yang akan aku dirikan, kau tahu sendiri para pejuang sudah mulai melakukan pemberontakan para serikat khusus. Sebentar lagi akan ada ricuh yang besar, jadi lebih baik mengambil langkah pencegahan. Kedua sumpah darah, hampir sama seperti sumpah setia, tapi aku akan mengajarkan beberapa teknik rahasia, bedanya sumpah darah jika kau berkhianat jiwamu akan terbakar dan tidak pernah bereinkarnasi lagi.”


Penjelasan panjang Allen terlihat sangat hebat, padahal ia hanya mengarang bebas sesuai dengan pengetahuannya. Allen menyadari bahwa seiring ia menggunakan teknik jiwa, pengetahuan aneh mulai memasuki kepalanya.


“Kalau begitu berikan aku waktu, mungkin Nala juga tertarik dengannya.”


Allen memalingkan badannya dan melangkah menuju ruang persidangan. “Ayo berangkat. Oh iya, aku juga ingin mengatakan, keterampilan yang biasa aku gunakan punya efek samping peningkatan otak. Jadi itulah alasan mengapa aku bisa melakukan peretasan dengan kecepatan tidak masuk akal.”


Setelah mengataknya, Allen langsung melangkah. Dia tidak ingin mendengar kata apa pun keluar dari mulut Nathan, hal itu supaya ia tampak misterius dan kuat, padahal nyatanya tidak sama sekali.


Sembari berjalan, Allen mencoba menggerakkan layar sistem yang mengambang di dekat wajahnya. Ia membuka beberapa menu dengan pikirannya, Allen mendapati bahwa dirinya setara dengan seorang Pejuang Beladiri tingkat 4 menengah.


Tingkatan Beladiri berdasarkan Total Kekuatan :


1 –  100 sama dengan manusia biasa


100 – 1.000 sama dengan Pejuang tingkat 1


1 ribu – 2 ribu sama dengan Pejuang tingkat 2


2 ribu – 5 ribu sama dengan Pejuang tingkat 3


5 ribu – 30 ribu sama dengan Pejuang tingkat 4


30 ribu – 70 ribu sama dengan Pejuang tingkat 5


...


Belum didapatkan data yang melebihi Pejuang tingkat 5, jadi sistem hanya menulisnya sesuai pengetahuannya. Orang terkuat yang Allen temui saat ini adalah Dante, yang kedua pria aneh yang selalu mengatakan, “Seni adalah Ledakan.”


“Jadi perjalananku masih panjang,” gumamnya pelan.


[Status : Pemain Allen]


Level : 3

__ADS_1


Kekuatan tubuh : 40


Stamina : 32


Konsentrasi : 37


Mental : 23


Wibawa : 16


Aura : 40


Total Kekuatan : 20.410 (kurang akurat)


---- Keterampilan ----


Pemain pengguna sistem dewa, tingkat Maha Dewa.


Mata Dunia, tingkat ?.


Seni Beladiri (Teknik Jiwa), tingkat ?.


Alkemis, tingkat sangat rendah.


---- Spirit Pendukung ----


Peri Air


Peri Tanah


Peri Api


Peri Angin


---- Gelar ----


Peramu Racun, meningkatkan efek racun sebanyak 10%


---- Bonus ----


Bonus poin bebas : 0


Bonus poin skill : 0


Allen segera fokus ke total kekuatan miliknya, ada tulisan kurang akurat membuatnya menyempitkan matanya. “Sistem, apa kau salah menghitung?” tanyanya dalam pikirannya.


Anehnya sistem yang ditanya ternyata bisa menjawab, “Karena entitas Mata Dunia dan Teknik Jiwa Anda tidak dapat diukur dengan otoritas saya saat ini. Mohon untuk terus menyelesaikan misi.”


Jawaban dari sistem langsung membuat Allen membeku, ia mendengar ada suara yang langsung dikirim ke otaknya. Nathan juga khawatir melihat bosnya terdiam sementara.


“Bos, apa kau terkena serangan jantung?”


“Ya, sepertinya ini sedikit mengejutkan.” Allen menjawabnya entah kenapa, jadi ia tampak seperti orang aneh lainnya.

__ADS_1


Nathan mencoba membantunya berjalan ke ruang persidangan, tapi Allen merasa dirinya kuat dan tidak ingin Nathan membopongnya.


“Percayalah aku tidak mudah tumbang, ngomong-ngomong sampai kapan kau mengikuti kami?” tanya Allen sambil menatap ke arah pohon.


__ADS_2